THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Liburan yang Tertunda


__ADS_3

Melbourne Australia


Sepasang suami istri sedang berdiri di sebuah kamar mewah VVIP yang mereka pesan untuk tempat mereka menginap selama mereka berada di Melbourne. Tangan kekar Alex memeluk pinggang sang istri dari belakang, matanya terpejam menyesap aroma mawar yang keluar dari tubuh Hera, Istri cantiknya baru selesai mandi dan masih belum berganti pakaian sama sekali, dia masih menggunakan kimono dan handuk yang melilit rambutnya di atas kepala.


Hera mengelus lembut punggung tangan Alex yang melingkari pinggang rampingnya, matanya menatap keluar jendela kaca yang cukup tinggi. Pemandangan di kota itu sangat indah, ini sangat cocok dengannya yang ingin melupakan semua maslah yang terjadi di hidupnya selama ini. Hera bukan tidak menyukai kota kelahirannya, dia hanya ingin melupakan kenangan buruknya untuk beberapa saat.


Wajah Alex semakin dekat dengan leher Hera, laki-laki itu semakin lama semakin gencar menyesap dan mendaratkan kecupan-kecupan ringan di leher dan di belakang telinga istrinya.


Hera menggelanjang saat Alex menggigiti daun telinganya, tubuhnya meremang tatkala laki-laki itu menelusupkan tangannya di balik kimono yang Hera kenakan, mata Hera terpejam menikmati setiap sentuhan yang Alex berikan di perut dan terus naik sampai ke atas, nafas keduanya semakin naik turun ketika api gai rah mulai membakar seluruh tubuh mereka.


Kepala Alex semakin berat, matanya menjadi sayu dan tenggorokannya terasa sangat kering, buliran keringat mulai membasahi seluruh permukaan wajahnya saat ini.


Alex membalikan tubuh sang istri kemudian menatap lekat bola mata Hera yang sudah sedikit merah.Tangannya terulur menagkup wajah Hera dan mulai mengatakan sesuatu, "Sayang, bolehkah aku memintanya sekarang?" Alex bertanya dengan suara seraknya. Sungguh jika Hera menolaknya saat ini dia akan menjadi gila.


Bibirnya tertarik keatas saat Hera tersenyum dan menganggukkan kepalanya, Alex yang sudah tidak bisa menahan gejolak di dalam tubuhnya langsung menyambar bibir Hera dan memangkunya bak anak kola, laki-laki itu berjalan mendekati ranjang dan menjatuhkan Hera secara perlahan di atas kasur yang akan menjadi saksi saat mereka melakukan penyatuannya siang ini.


Di sisi lain, di sebuah rumah mewah milik Keluarga Kim. Seorang wanita sedang bergelayut manja di lengan ayahnya. Angela merengek meminta ayahnya itu untuk memberi tahu di mana Alex dan Hera melakukan bulan madunya. Tuan Kim yang sudah tau kalau anak bungsunya ini sedikit nakal jelas saja tidak bisa memberi tahu Angel. Bisa gagal rencana Alex untuk segera memberinya cucu.


"Angel sudahlah, Papa tidak akan memberi tau mu di mana Alex dan Hera sekarang, memang apa yang akan kamu lakukan kalau kamu tau di mana mereka, Papa tau kamu itu jahil, tapi untuk sekarang jangan mengganggu kakak mu! biarkan dia puas menikmati masa-masa berduanya dengan Hera, kamu juga kan tau gimana susahnya Alex menaklukan wanita pujaan hatinya itu."


"Tapi Pa, Angel juga mau liburan, Angel pengen rehat sebentar dari pekerjaan Angel, tapi kalo harus liburan sendirian kan gak seru, temen-temen Angel lagi pada sibuk, Angel gak bisa ajak mereka kemana mana," Angel memasang wajah cemberutnya masih berusaha merayu sang papa.


"Mangkanya kamu itu cepet nikah!, jangan mentang-mentang kamu pengen banyak uang kamu sibuk tanpa memikirkan masa depan, kamu masih muda sekarang, tapi nanti, saat kamu sudah tua dan tidak secantik sekarang , apa yang akan kamu lakukan? apa yang bisa kamu banggakan? Angel dengarkan papa! papa ingin kamu segera menikah bukan karena Papa gak sayang lagi sama kamu, papa hanya ingin ketika putri papa tua nanti, ada orang yang akan selalu ada di samping kamu, Papa gak mau kamu hidup sendirian di masa tua mu, papa sama mama gak mungkin ada selamanya di samping mu Nak, akan ada waktunya di mana papa dan mama akan pergi meninggalkan kamu dan juga Alex."


"Paaa!" Angela yang sudah tidak kuat menahan air matanya menangis di pelukan Tae Jun, Angela sedih kalau harus membayangkan mama dan papanya pergi meninggalkan Angela untuk selamanya, Angel tidak sanggup kalau sampai itu terjadi.

__ADS_1


"Pa!. Papa jangan ngomong kayak gitu!, umur itu gak ada yang tau, kita gak bisa nentuin kapan kita akan pergi dari dunia ini, bisa saja Angel duluan pan yang ninggalin papa, Angel juga sayang sama papa dan mama, Angel janji kalau nanti Angel ketemu sama orang yang cocok dan orang itu sayang sama Angel, Angel gak akan nolak lagi pa, Angel akan menikah, tapi tunggu sampai Angel menemukan pasangan yang cocok ya?"


Tae Jun memeluk putrinya penuh sayang, dia benar-benar tidak menyangka Angel akan melunak dan merubah moto hidupnya untuk tidak menikah. Sebagai orang tua, Tae Jun jelas khawatir ketika Angel mengatakan kalau dia tidak ingin menikah dan tidak akan pernah melahirkan, Tae Jun hanya tidak ingin melihat anak-anaknya hidup dalam kehampaan.


🍓🍓🍓


Alex menatap lekat wajah istri cantiknya yang sedang tertidur lelap di lengan Alex, sudut bibirnya tertarik keatas melihat Hera tidur dengan bibir yang sedikit terbuka.


Cup. Alex mengecup bibir ranum istrinya sekilas, hanya sekilas karena memang dia tidak ingin mengganggu tidur sang istri, cukup lama Alex berdiam dalam posisi seperti itu, tangannya mulai pegal, dan kesemutan, kini laki-laki itu bergerak gelisah karna merasa tidak nyaman di bagian lengannya.


Perlahan tapi pasti, Alex menggeser tubuh Hera , perlahan, sangat perlahan sampai dia berhasil menarik lengannya dari bawah leher Hera, Alex bangun dan berdiri didekat ranjang, Alex mengibaskan tangannya yang seakan mati rasa saat ini, wajahnya meringis dan mulutnya membentuk huruf o dengan sempurna.


"Alex!" suara serak khas bangun tidur sukses membuat Alex menghentikan aktivitasnya dan kembali duduk di atas ranjang. Laki-laki itu menatap wajah Hera kemudian mengelusnya penuh kasih sayang.


"Kau sudah bangun sayang?" Alex bertanya lalu mengecup kening Hera. "Kau lapar tidak? mau makan dulu? atau mandi dulu?" Hera masih asik bergelut dengan selimutnya.


"Aku tidak baik-baik saja," jawab Alex bohong, dia malu kalau sampai Hera tau lengannya sakit hanya karnea di jadikan bantal tidur untuk istrinya, bukankah di drama yang sering dia lihat laki-laki yang menjadikan lengannya bantalan untuk wanitanya akan baik-baik saja ketika dia bangun, kenapa Alex tidak, ini sangat tidak nyaman karena lengannya lemas saat ini, mungkin karena darah tidak mengalir dengan lancar jadilah lengannya kebas seperti sekarang, ini hanya beberapa jam, apalagi kalau semalaman, bisa patah lengan Alex.


Ternyata Dunia nyata dan Drama sangat jauh berbeda.


Hera bangun kemudian menarik lengan Alex dan memijatnya perlahan,"aku tau lengan mu mati rasa Alex, tidak usah berpura pura kuat di hadapan ku, aku bukan wanita di dalam novel, otak ku masih berfungsi dengan baik, aku bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang halu semata."


"Alex!"


Hera mendongakkan wajahnya menatap Alex saat laki-laki itu tidak meresponnya sama sekali, Hera mengerutkan keningnya bingung melihat suaminya hanya diam terpaku dan menatap ke arah.....

__ADS_1


"Alexxxxxxx!!!" Hera berteriak saat matanya mengikuti arah pandang Alex dan melihat tubuh bagian atasnya terekspos dengan jelas. Hera buru-buru menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang ternyata masih polos karena dia belum mengenakan pakaiannya sama sekali.


Brukkkkk..


Dengan lancangnya laki-laki itu menerjang tubuh Hera sampai wanita itu kembali berbaring di atas ranjang..Hera membelalakkan matanya tak percaya menatap Alex yang kini sedang menindih tubuhnya.


"Alex hentikan! wku capek, kau bilang ingin mengajak ku makan dan jalan-jalan, kapan kita akan menaiki balon udara di langit kota Melbourne kalau kau terus menyiksaku seperti ini."


"Alexxxxxx! Hera kembali berteriak karena suaminya tidak menggubrish ucapannya sama sekali.


To Be Continued


Hai Readers, jangan lupa like dan komennya ya. Thank you.


Jangan lupa mampir di karya terbaru author.



Ini sedikit gambaran Hotel yang Alex dan Hera tempati saat ini.




__ADS_1



Balon udara di Melbourne


__ADS_2