THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Kemarahan Min Ji


__ADS_3

Dua hari sebelumnya di kediaman keluarga Go.


Min Ji masuk ke dalam rumah dengan langkah yang tergesa. Dia tidak memperdulikan teriakan Ye-Seul yang sejak tadi memanggil namanya. Dia sakit hati karena bukannya membelanya Ye-Seul malah menceramahinya untuk tidak melakukan hal seperti itu lagi. Padahal Min Ji hanya membela diri. Dia tidak mau orang-orang menghina Ye-Seul dengan mengatakan kalau ibunya itu adalah seorang pelakor. Min Ji akan sabar jika yang di hina hanya dirinya. Tapi kalau orang-orang sampai menghina Ye-Seul dia tidak akan sungkan sama sekali.


Tok Tok Tok. Ye-Seul mengetuk pintu kamar Min Ji untuk yang ke sekian kalinya.


"Min Ji sayang, buka pintunya Nak! kita harus bicara, mama akan menjelaskan semuanya padamu. Mama janji, mama tidak akan marah lagi. Maafkan mama sayang. Tolong buka pintunya!" Ye-Seul terus berbicara di depan pintu kamar Min Ji, tapi yang di ajak bicara tidak menggubrisnya sama sekali. Kamar itu tetap Hening. Min Ji masih enggan untuk menyahut Ye-Seul yang sudah cemas tak tentu arah.


Ye-Seul menghela nafas panjang. Dia memutar badannya lalu berjalan menjauh dari kamar Min Ji. Dia akan berhenti dulu untuk sekarang, mungkin jika Min Ji sudah puas menyendiri, nanti dia akan membuka pintu kamarnya dan mau berbicara kembali kepada Ye-Seul.


Min Ji yang sejak tadi duduk di tengah-tengah ranjangnya menoleh ke arah pintu saat suara Ye-Seul sudah tidak terdengar lagi. Dia sedang badmood saat ini. Masa bodoh jika Ye-Seul marah atau apa. Toh dia tidak salah bukan. Min Ji memeluk boneka teddy bear kesayangannya lalu berbaring dan mulai memejamkan mata. Dia sangat lelah sekarang. Dia butuh istirahat.


Saat makan malam....


"Min Ji kemana sayang?" tanya Myung Jin yang baru saja duduk di kursi yang ada di dekat meja makan.


"Dia sedang tidak enak badan, nanti biar aku bawakan makan malam ke kamarnya," ucap Ye-Seul yang berusaha menutup-nutupi kejadian yang sebenarnya. Ye-Seul tidak ingin Myung Jin marah dan membentak anak bungsu mereka. Meskipun Sarang memang keterlaluan tapi Min Ji lebih parah lagi karena telah membuat seseorang terluka. Dan apa yang menyebabkan Min Ji bersikap seperti itu adalah dirinya. Jadi dia harus bisa menyelesaikan masalah ini sendiri.

__ADS_1


"Aku mau melihatnya sebentar," ucap Myung Jin, hendak berdiri dari duduknya. Tapi tangannya di cekal Ye-Seul.


"Sudahlah, kamu makan dulu sayang! Min Ji hanya demam biasa, tidak perlu mencemaskan nya," Ye-Seul menarik tangan Myung Jin dan mendudukkannya kembali di kursi.


"Ayah, ayah tidak perlu khawatir, aku akan ke atas dan membawakan makanan untuk Min Ji, jika ada apa-apa nanti aku akan langsung memberitahu mu," ucap Hye Mi pada Myung Jin.


"Bibi Han! tolong bawakan dua porsi makan malam ke kamar Min Ji ya, saya akan makan di sana," teriak Hye Mi .


"Baik Nona." ucap bibi Han seraya mempersiapkan semua makanannya.


"Lihatlah sayang, ada Hye Mi yang akan menemani Min Ji makan, kau makan dulu saja ya!" bujuk Ye-Seul yang memang lebih tenang kalau Hye Mi yang menemui Min Ji daripada suaminya.


Tok Tok Tok.


"Min Ji, ini kakak , buka pintunya! kakak bawa makan malam kesukaan kamu nih!" ucap Hye Mi setelah mengetuk pintu kamar Min Ji beberapa kali.


Cklek... Pintu terbuka. Hye Mi masuk dan mengikuti Min Ji yang kembali duduk di atas ranjang. Sementara bibi Han dan pelayan yang lain pergi setelah menyimpan nampan di atas meja yang ada di kamar Min Ji.

__ADS_1


"Kau kenapa? aku yakin kau tidak sakit, kau akan sangat manja kepada ibu jika kau memang benar-benar tidak enak badan. Aku melihat ibu seperti sedang memikirkan sesuatu, apa ini ada hubungannya denganmu?" tanya Hye Mi yang melihat Min Ji menekuk wajahnya masam. Ini sama sekali bukan kebiasaan Min Ji. Adiknya itu sangat ceria dan sangat cerewet. Tapi sekarang Hye Mi bisa melihat kalau Min Ji sedang tidak baik-baik saja.


"Kakak, apa salah jika aku memberi pelajaran kepada orang yang menghina ibu Ye-Seul? aku sama sekali tidak keberatan jika mereka hanya menghinaku. Tapi jika mereka menghina ibu, aku tidak bisa diam saja."


"Min Ji, sebenarnya aku tidak tahu permasalahan apa yang sedang kau alami saat ini. Coba ceritakan semuanya dari awal supaya aku bisa membantumu," Hye Mi menggenggam tangan Min Ji dan mengelus punggung tangan adiknya itu dengan lembut.


Min Ji mulai menceritakan semuanya dari awal, di mulai saat Sarang menghinanya dan terus berlanjut sampai Sarang menghina ibunya. Ye-Seul.


"Aku tidak bisa mengendalikan emosiku kak. Apa salahku, apa salah ibu sampai dia berani memfitnah kami di depan teman-teman sekelas ku. Selama ini aku sudah berusaha menjalani kehidupan yang baik. Tapi kenapa dia mengatakan hal-hal menyakitkan seperti itu pada ku kak?" Min Ji mulai menangis saat dia sudah tidak bisa menahan sesak yang sejak tadi menghantam dadanya. Min Ji terisak di dalam pelukan Hye Mi.


Tanpa mereka sadari, Ye-Seul ternyata mendengar semuanya dari balik pintu kamar Min Ji. Dia membekap mulutnya meredam suara isakkan yang mungkin saja akan terdengar oleh orang lain. Hatinya sakit, Ye-Seul merasa sangat bersalah. Dia ingin menemui Min Ji , memeluknya dan meminta maaf, tapi dia takut, dia malu, entah apa yang harus dia katakan kepada Min Ji. Min Ji masih sangat kecil, dia takut Min Ji akan terluka dan mulai membencinya jika dia tahu semua kebenaran tentang dosa yang pernah dia lakukan di masa lalu.


"Min Ji, maafkan ibu sayang, karena dosa yang telah ibu lakukan di masa lalu, kamu harus menerima semua ini. Ibu salah Nak, ibu seharusnya tidak menjadi duri di dalam rumah tangga sahabat ibu sendiri, ibu sangat menyayangimu, ibu sangat menyayangi kalian. Tapi ibu harus apa sekarang, ibu sangat malu, kalian juga pasti sangat kecewa karena memiliki ibu sepertiku. Aku seorang pendosa yang telah menjadi aib untuk kalian. Maafkan ibu sayang."


Ye-Seul berdiri dari duduknya. Iya, dia tadi sempat ambruk ke lantai saat mendengar semua cerita Min Ji, dia tidak menyangka kalau anak tirinya itu begitu perduli dan juga sangat menyayanginya. Ye-Seul berjalan menjauh dari kamar Min Ji sambil menyeka air mata yang mengalir di pipinya. Dia tidak sanggup kalau harus menemui Min Ji sekarang. Ye-Seul sangat malu dan tidak bisa menampakan wajahnya di depan Min Ji dan Hye Mi.


To Be Continued.

__ADS_1


Hai reader jangan lupa like dan komennya ya. Thank You.. 😉🤗🤗🤗


__ADS_2