THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Memperjuangkan Cinta Part 2


__ADS_3

Sebelum mulai baca.. Jangan lupa jempolnya ya.. Kasih ratting 5 kalau kalian menyukai cerita ini. Dan author rengginang ini akan sangat bahagia kalau kalian mau nabur bunga juga..😁😘🤗


Happy reading semuanya..


"Siapa Ma? tanya seorang wanita cantik yang datang dari dalam rumah Erick dan berdiri di samping Nyonya Hwang.


Angela mematung. Dia memperhatikan wanita cantik itu dari atas sampai bawah. Wanita ini siapa, setau Angela Erick tidak memiliki saudara perempuan, dia hanya memiliki seorang adik laki-laki. Itupun tidak ada di China karena dia sedang kuliah di Amerika Serikat, lalu wanita ini siapa. Pemikiran-pemikiran aneh mulai hadir di dalam benaknya. Dia ingin berpikir positif, tapi tidak bisa.


"Dia teman nya Erick Jing-jing," ucap Nyonya Hwang. "Masuk saja! kau mau menginap ya," tanya Nyonya Hwang saat melihat Angela membawa koper yang lumayan besar di tangannya.


Akhirnya Angela masuk ke dalam kamar tamu yang ada di rumah itu. Dia tidak akan memikirkan hal-hal yang tidak-tidak. Dia datang ke sini untuk menemui Erick dan meminta penjelasan darinya. Kalau memang dia sudah tidak di harapkan lagi tidak apa. Tapi sebelum itu, dia akan berusaha sekuat tenaga supaya Erick mau kembali padanya.


Tok Tok Tok.


"Nona, Nyonya meminta Anda untuk datang ke ruang makan. Nyonya sudah menunggu Anda di sana," ucap seorang pelayan ketika Angela sudah membuka pintu kamarnya.


"Baiklah Bi. Terimakasih."


Angela merapikan pakaian dan juga rambutnya sebentar. Dia tentu tidak ingin meninggalkan kesan yang kurang baik pada ibu mertuanya itu, dia harus tetap tampil sempurna supaya dia bisa meyakinkan Nyonya Hwang kalau dia adalah kandidat terbaik untuk di jadikan sebagai menantunya.


"Duduklah!" titah Nyonya Hwang saat Angela sudah ada di dekat meja makan. Angela mengangguk lalu duduk di kursi yang ada di hadapan Jing-jing.


"Jangan duduk di sana! itu kursi milik Kak Erick," ucap Jing-jing. Angela yang baru akan duduk langsung berpindah ke kursi sebelahnya. Suasana menjadi sangat canggung karena tidak ada yang mau memulai pembicaraan. Mereka hanya diam sambil menunggu pangeran mereka datang.


"Ma!... Erick pulang," ucap Erick saat berjalan menuju ruang makan. Angela bangun dari duduknya, dia menoleh ke arah sumber suara. Dan pada saat dia menatap mata Erick, Erick langsung mematung di tempatnya. Kakinya tidak bisa dia gerakan, bahkan matanya juga tidak bisa berkedip. Pemandangan yang ada di depan matanya ini, Angela, apa ini nyata?...

__ADS_1


Nyonya Hwang berdiri lalu menarik lengan Erick. Dia mendudukkan Erick di kursi yang memang selama ini menjadi kursi tempatnya duduk saat ada di meja makan. Erick masih bingung. Kenapa Angela bisa ada di rumahnya. Bahkan dia sudah memutuskan hubungan dengannya bukan? kenapa wanita ini masih mau menemuinya.


Angela kembali duduk saat semua orang telah duduk. "Apa kabar Erick?" gumam Angela di samping Erick. Erick masih bisa mendengarnya meskipun suara Angela sangat pelan dan lebih terdengar seperti bisikan.


"Erick, ini Jing-jing, dia anak Paman Xiao, katanya dia mau menerima perjodohan yang Mama lakukan dengan Paman Xiao."


Deg.... Apa ini, kenapa Erick akan di jodohkan dengan wanita lain. Lalu, jika Jing-jing sudah menerimanya, apa Erick juga akan menerimanya?....


"Ma! Mama itu apa'an sih. Erick bisa mencari pasangan untuk Erick sendiri. Kenapa Mama harus menjodohkan Erick segala. Kuno banget," ucap Erick.


Nyonya Hwang menatap anak nya itu sengit. "Apa yang salah Erick? kamu itu sudah dewasa. Sudah sewajarnya kamu menikah. Lagipula Jing-jing juga gadis yang pintar. Dia juga sangat cantik, apa yang kurang darinya?" sarkas Nyonya Hwang. Dia marah namun tetap mengisi piring Erick dengan lauk pauk yang di sukai anaknya itu.


Angela meremas ujung dress yang dia kenakan. Bagaimana ini, apa dia sudah kalah, Mama nya Erick jelas-jelas sangat menyukai Jing-jing. Wanita itu juga terlihat sangat baik, dan dia juga hanya tersenyum saat Erick melakukankan penolakan. Apa wanita ini sangat ingin menikah dengan Erick sampai dia melupakan harga dirinya.


Angela menoleh saat tangan nya yang sedang meremas ujung dres nya di genggam oleh tangan Erick. Hangat, itulah yang Angela rasakan saat ini. Apa Erick masih menyimpan perasaan untuknya, apa dia masih memiliki kesempatan.


"Aku tidak mau," tolak Erick yakin.


Jing-jing tersenyum miris. Dia masih berusaha untuk bersiap normal saat hatinya terasa sangat sakit. Di tolak secara terang-terangan seperti ini bukan hanya sangat menyakitkan, tapi ini juga sangat memalukan. Memang apa kurang nya dia sampai Erick menolaknya mentah-mentah.


Makan malam akhirnya berakhir meskipun suasananya menjadi sangat canggung. Erick langsung naik ke kamarnya, sementara Angela kembali ke kamar tamu. Nyonya Hwang meneriaki Erick beberapakali untuk menyuruh anak sulungnya itu mengantarkan Jing-jing pulang. Tapi dia masih kekeuh menolak dan tidak ingin mengantar kan Jing-jing. Dia datang ke sini sendiri bukan, maka biarkan saja dia pergi dari sini sendiri.


Jing-jing mengepalkan tangannya di samping tubuhnya. Dia merasa bodoh karena membiarkan Erick menghinanya seperti ini. Akhirnya dia memutuskan untuk pulang sendiri. Semakin lama dia berada di rumah Erick, semakin banyak penghinaan yang dia dapat.


Sementara Angela, dia sedang membersihkan dirinya di kamar mandi. Setelah dia selesai menggosok gigi dan mencuci muka, dia memutuskan untuk mencari Erick. Dia berjalan perlahan karena susana di dalam rumah itu sudah sangat sepi. Angela sudah menanyakan letak kamar Erick pada pelayan yang ada di rumah itu. Jadi tengah malam ini dia hanya harus fokus untuk menemukan letak kamarnya.

__ADS_1


Tok Tok Tok... Angela menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Dia berusaha melihat sekeliling, takut-takut Nyonya Hwang tiba-tiba ada di sana.


Krieetttt... Pintu kamar Erick terbuka. Angela langsung mendorong orang yang membuka pintu lalu masuk dan segera mengunci pintu kamar Erick.


"Erick!" pekiknya sambil menghambur ke pelukan laki-laki itu. Dia tidak memperdulikan Erick yang hanya mengenakan handuk di bagian bawahnya saja.


Erick membalas pelukan Angela. Dia juga sangat merindukan wanita cantik ini, dia memutuskan Angela bukan karena dia sudah tidak mencintainya, dia hanya tidak ingin menghalangi jodoh Angela. Erick akan sangat tidak tega kalau dia harus membawa pergi Angela jauh dari orang tuanya.


"Kenapa kau ada di sini hmmm?" tanya Erick sambil menjauhkan tubuh Angela dari tubuhnya.


Belum sempat Erick melontarkan pernyataan nya lagi, bibir nya sudah di bungkam dengan bibir ranum milik kekasihnya itu. Erick sempat terkejut. Ini adalah kali pertamanya Angela memulai permainan lebih dulu. Dia yang memang sudah sangat merindukan Angela langsung menarik pinggang wanita ramping itu dan semakin memperdalam ciumannya. Semakin lama ciuman itu semakin panas. Erick bahkan sudah meloloskan cardigan yang di kenakan Angela.


"Eumhh Erick!"....


"Yes Honey."


Angela langsung melepaskan tautan bibirnya saat Erick mencoba untuk membuka pengait bra yang dia kenakan.


"Apa kau mencintaiku?" tanya Angela dengan suara yang terengah-engah.


Erick menempelkan keningnya di kening Angela. Dia menghembuskan nafas nya yang sudah tidak beraturan. "Aku sangat mencintaimu Angela."


Angela mematung. "Apa kau mau menafkahi ku?" tanya Angela yang membuat Erick berpikir untuk sesaat...


...To Be Continued....

__ADS_1


...Hayo jangan lupa like dan komentarnya. Terimakasih karena selalu membaca novel ini. Semoga kalian sehat selalu. Salam sayang dari author rengginang.....


__ADS_2