THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Penyematan Cincin


__ADS_3

Hera sangat cantik Hari ini. Dress yang sengaja Hera rancang sendiri terlihat sangat pas di tumbuhnya yang ramping juga tinggi.


Jangan kan Alex, para tamu yang hadir pun di buat terpana oleh sosok Hera yang sangat cantik dan anggun dalam waktu yang bersamaan. Kilau berlian yang berasal dari dress yang Hera kenakan seakan membuat orang tersihir sampai mereka lupa cara untuk berkedip.


Alex meraih tangan Hera dan menuntunnya untuk berdiri di hadapan para tamu. Sambutan telah selesai Go Myung Jin utarakan. Kini giliran Alex untuk menyematkan cincin di jari manis Hera .


Sepi, Senyap. Itu yang sedang terjadi di sebuah gedung dengan dekorasi yang sangat mewah saat ini. Alex yang menggenggam tangan Hera dan menatapnya dengan intens membuat para tamu undangan dan pihak keluarga diam seakan mereka tidak ingin melewatkan momen langka nan bersejarah yang akan terjadi.


"Go Hera. Di sini, saat ini, dan di hadapan semua orang aku Alexander Kim ingin mengungkap kan isi hatiku yang sesungguhnya. Hera, terimakasih karena telah lahir ke dunia ini. Terimakasih karena kau sudah hadir dalam hidupku. Mengisi hari-hariku mengisi kosong dalam hatiku dan terimakasih karena telah menjaga hatimu untuk tidak mengisinya dengan nama orang lain, ahhh mungkin nama ku juga belum tercetak di sana, tapi aku berjanji aku akan menjagamu dan membuatmu bahagia, aku tidak akan pernah mencintai wanita lain dalam hidupku selain dirimu. Go Hera . Jadilah pendampingku, jadilah istriku, Jadilah teman ku. Dan jadilah ibu dari anak-anak ku kelak. Aku berjanji akan merawat dan menjagamu dengan cinta yang ku miliki. Go Hera. Will you marry me?" Alex menjatuhkan satu lututnya di lantai dan membuka sebuah kotak berisi cincin berlian yang sangat cantik.


Hera menatap lekat manik mata Alex, embun menyelimuti mata cantiknya. Hera tidak pernah menyangka jika Alex akan mengutarakan isi hatinya di hadapan banyak orang, bahkan para petinggi Group Estate dan Group Go hadir sekarang. Hera pikir ini hanya acara penyematan cincin biasa. Bagai mana bisa seorang Alexander kim mengutarakan cinta dengan begitu gamblangnya di hadapan semua orang hanya demi seorang Go Hera. Hera masih bisa melihat Alex tersenyum kepadanya. Senyum yang sangat Hera sukai, senyum yang akan selalu membuatnya tenang di kala ia melihatnya. Hera menganggukkan kepalanya membuat se isi gedung riuh dengan suara tepuk tangan.


Alex meraih tangan Hera dan menyematkan cincin di jari manisnya mengecup kening Hera dan merengkuhnya dalam pelukan yang haus akan kepemilikan.


Jessica menitikkan air mata haru. Setelah sekian lama akhirnya Alex menemukan wanita yang di cintainya. Tae jun mengusap bahu Jessica, memberikan kehangatan supaya Jessica bisa lebih tenang. "Semoga mereka bahagia selamanya," ucap Tae Jun. Jesika mengangguk "Hanya maut yang akan memisahkan cinta Alex dan Hera,". "Semoga," ucap Tae Jun yang enggan untuk mengalihkan pandangannya dari Alex dan Hera.


"Dua minggu lagi kau akan resmi menjadi istriku Hera , bersiaplah!" Alex menyeringai di telinga Hera . Tangan kokohnya kini tengah memeluk pinggang Hera dengan posesif di lantai dansa. Hera terperanjat. Baru saja dia merasa terharu dengan pengakuan Alex kini malah di jatuhkan dengan seringai yang membuat Hera bergidik ngeri. Apa Alex akan menuntut haknya jika kelak dia telah resmi menjadi suamiku. Apa aku harus menjalankan kewajiban ku sebagai seorang istri? Hera sibuk memikirkan kemungkinan yang akan terjadi, apa Alex akan menyiksaku? Hera menatap Alex yang masih menatapnya dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"Takut Hmmm.. Kau takut aku akan menggigit mu?". Blushhh.. Pipi Hera merona seketika. "Apa dia tau apa yang sedang aku pikirkan". Batin Hera gugup. Hera mencoba untuk mendorong bahu Alex supaya dia bisa melepaskan diri darinya. Namun Alex malah semakin erat memeluk pinggangnya membuat mereka kini menempel tanpa ada celah sedikitpun. Alex tersenyum puas menampakan deretan gigi putihnya. Hera membatu.


"Kalau saja ada perkakas di sini, aku akan mencabut gigi gingsul mu itu Alex. ". Gumam Hera dalam hati. Dia enggan meladeni Alex saat ini. Mengeluarkan suara tidak akan membuat nya menang beradu mulut dengan calon suaminya itu.


"Kakak ipar!" pekik seseorang ketika Hera sudah terlepas dari jeratan maut Alex. Wanita itu berlari kecil lalu memeluk erat tubuh Hera. Hera hanya diam, matanya menatap Alex yang kini sedang menatapnya. "Siapa?" tanya Hera tanpa suara. Alex tidak menjawab malah menaikan kedua bahunya acuh.


"Kau pacarnya Alex kan?" tanya Hera setelah melihat wajah perempuan yang baru saja melepaskan pelukannya. Hera yakin ini adalah orang yang sama dengan orang yang waktu itu bergelayut manja di lengan Alex ketika mereka sedang membahas pekerjaan di perusahaan.


"Kau tau aku pacarnya, kenapa kau masih mau bertunangan dengan nya?" Angela berakting seolah olah dia sedang kesal saat ini.


"Aku yakin kau tidak mencintainya nona, mana ada seorang wanita yang akan datang ke pesta pertunangan pacarnya dengan wajah bahagia seperti yang kau tunjukan saat ini, kau juga memanggilku kakak ipar. Bukankah salah jika begitu, seharusnya kau menamparku dan menarik rambutku, kenapa malah memeluku?" cerocos Hera yang membuat Alex melongo tak percaya . Setau Alex Hera tidak pernah banyak mengoceh kepada orang lain selain padanya. Tapi kenapa saat bertemu Angel dia berubah jadi burung beo.


"Dia Angela Kim. Nona muda di keluarga kim , yang artinya dia adalah adik kandungku," bisik Alex di telinga Hera ketika melihat tunangannya itu mengerutkan keningnya bingung.


Hera menolehkan kepalnya ke arah suara yang dia dengar, namun tanpa sengaja bibirnya malah menyentuh pipi Alex yang ada di sebelahnya.


"Ternyata kau sangat agresif Hera," ucap Angela dengan kekehhannya.

__ADS_1


"Whatttt? Aku tidak sengaja," ucap Hera membela diri.


"Gak usah sungkan . Nanti juga kalian akan melakukan yang lebih dari itu," Angel berlari setelah melihat Hera melotot tak percaya mendengar apa yang baru saja keluar dari mulut calon iparnya itu. Alex tersenyum. Dia meraih tangan Hera ketika melihat Hera akan pergi meninggalkannya.


Alex menuntun Hera membawa gadis itu ke balkon yang sepi tanpa ada seorangpun di sana.


"Aku tau kau tidak suka acara seperti ini. Tunggu di sini sebentar! ada kolegaku yang ingin menyapaku, aku akan kembali," Ucap Alex setelah melepas jasnya dan meletakan jas itu di bahu Hera. " Jangan kemana mana!" titah Alex sebelum pergi meninggalkan Hera.


Hera mendongakkan kepalanya menatap langit malam yang gelap. Entah apa yang dia pikirkan, namun wajahnya menunjukan sebuah kesedihan yang entah apa itu dan karena apa tidak ada yang tahu.


"Bu apa aku tidak salah telah membuat keputusan seperti ini?" gumam Hera lirih . Tangannya meremas kedua lengannya memeluk tubuhnya sendiri merasakan terpaan angin yang semakin dingin.


"Ternyata kalian sedekat ini," ucap seorang wanita yang sedang menatap layar ponselnya.


"Tunggu aku. Aku akan menambah kebahagiaan kalian!" wanita itu menarik ujung bibirnya menampakan seringai licik yang entah di tunjukan untuk siapa.


To Be Continued.

__ADS_1


Hai Readers. Jangan lupa Like , komen sama vote nya ya. Gomawo..


__ADS_2