
Siang itu cuaca sangat bersahabat. Langit yang cerah dan sinarnya yang hangat membuat siang hari di musim semi yang masih cukup dingin terasa sangat hangat. Hye Mi tertawa terbahak bahak melihat Han Bin yang sedang memakan es krim namun es krim yang di makan nya belepotan kemana mana. Pagi ini Hye Mi mengajak Han Bin untuk pergi ke taman bermain. Awalnya dia mengajak Min Ji , tapi karena Min Ji sudah punya rencana dengan teman-teman SMA nya Hye Mi mau tidak mau mengajak Han Bin yang saat itu memang mengajaknya untuk pergi jalan-jalan.
Han Bin ikut terkekeh melihat Hye Mi tertawa begitu lepas sampai air mata menggenang di sudut mata cantik sang gadis pujaannya.
"Kak Hera!" gumam Hye Mi saat melihat Hera sedang berjalan membawa sebotol minuman di tangannya. Hye Mi hendak memanggil Hera namun langkahnya terhenti ketika dia tidak sengaja melihat seseorang berpakaian serba hitam lengkap dengan masker dan topi membawa sebuah pisau di tangannya dan berjalan dengan cepat mendekati Hera. Hye Mi sontak saja membulatkan matanya .
"Kak Hera!" teriak Hye Mi berlari mengejar sang kakak.
Srettttttt.
Tepat saat pisau itu akan menusuk pinggang Hera Hye Mi Mendorong orang itu membuat pisau yang tadinya di tunjukan untuk Hera malah melesat menggores tangannya.
Hera membalikan badannya saat mendengar suara orang jatuh dan suara orang-orang yang memekik ketakutan melihat ke arahnya.
Matanya terbelalak sempurna melihat Hye Mi sedang memegangi lengannya yang sudah berlumuran darah.
"Hye Mi!" pekik Hera menjatuhkan botol air yang sejak tadi dia pegang. Hera berjalan menghampiri Hye Mi . Tangannya gemetar lantaran takut melihat darah yang entah kenapa terus mengalir tidak mau berhenti.
"Kakak kau baik-baik saja?" Hye Mi tersenyum menatap Hera yang kini sedang memegang lengannya berusaha menekan luka Hye Mi supaya pendarahannya bisa berhenti. Hye Mi merosot jatuh ketika merasakan pusing yang begitu hebat di kepalanya. Lututnya lemas tidak bisa lagi menahan bobot tubuhnya. Matanya mulai berat dan wajahnya semakin pucat.
Hera semakin kelabakan. Tangannya semakin bergetar tubuhnya ikut merosot menahan tubuh Hye Mi supaya dia tidak tergeletak di tanah. Mata Hera mulai perih, entah kenapa hatinya sakit melihat Hye Mi dalam keadaan seperti ini.
Han Bin yang melihat kejadian yang begitu tiba-tiba di depan matanya sedikit terkejut, dia mematung untuk beberapa saat. Namun beberapa detik kemudian tangannya merogoh saku celana yang dia kenakan lalu menekan ponselnya melakukan panggilan darurat memanggil ambulance dan para medis untuk membantu.
"Hye Mi jangan begini. Tetap buka matamu. Tatap aku! jangan tidur Hye Mi aku mohon jangan begini!" Hera semakin meracau tak karuan melihat Hye Mi yang semakin kehilangan kesadarannya. Hera bisa melihat Hye Mi tersenyum kepadanya sebelum dia benar-benar menutup matanya.
"Tidak. Tidak Hye Mi tidak boleh!" Hera menggeleng-geleng kan kepalanya semakin keras.
"Ambulance akan segera datang. Tetap tekan lukanya," ucap Han Bin yang sejak tadi berjongkok di depan Hera dan Hye Mi.
__ADS_1
"Tidak. Aku takut tidak akan sempat, Kau antar aku bersamanya ke rumah sakit sekarang!" Hera berteriak kepada Han Bin .
"Tapi ..
"Aku bilang antar aku bersamanya ke rumah sakit.
"Go Hera!" teriak Alex melihat sebuah tas yang sangat mirip dengan tas sang istri dari celah kaki orang-orang yang sedang berkerumun.
Alex berlari menerobos kerumunan yang entah sedang mengerumuni apa . Tiba-tiba saja dia merasa tidak enak, Alex takut terjadi sesuatu kepada Hera. Langkahnya terhenti saat matanya melihat Hera sedang memangku seseorang dengan darah yang sudah memenuhi tangan juga baju yang Hera kenakan. Alex jongkok di depan Hera yang sedang meneriaki laki-laki yang ada di hadapannya.
"Hera sayang tenanglah!" ucap Alex mencoba untuk menenangkan sang istri. Hatinya juga sakit melihat Hera yang sedang menangis terisak dan Alex yakin Hera sedang ketakutan sekarang.
"Alex Kita harus membawanya sekarang," ucap Hera masih dengan isakkan yang belum berhenti.
"Aku sudah menelpon ambulance. Jika kita mencoba membawanya sendiripun aku tidak yakin ini akan membantu. Akan lebih baik ada medis dan peralatan yang memadai saat Hye Mi di bawa ke rumah sakit," Han Bin berusaha menjelaskan.
"Hera bersabarlah sedikit. Aku yakin Hye Mi akan baik-baik saja," Alex mengambil sapu tangan dari saku jaketnya kemudian meletakan sapu tangan itu di lengan Hye Mi dan mengikatnya.
Para medis akhirnya datang dan menaikan Hye Mi ke ke stretcher dan memasukannya ke dalam ambulance.
"Aku akan pergi bersamanya," ucap Hera yang ikut masuk ke dalam ambulance.
Alex ingin mencegahnya namun gerakannya kalah cepat dengan para medis yang sudah menutup pintu ambulance kemudian melajukannya dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Han Bin bergegas pergi mengambil mobilnya di ikuti Alex yang juga langsung melesat setelah mengambil tas Hera yang tergeletak di tanah.
At Rumah Sakit.
Alex dan Han Bin berjalan menelusuri lorong rumah sakit. Mata laki-laki itu melihat sosok wanita yang sedang termenung menatap kedua telapak tangannya yang berlumuran darah. Hera mendongakkan wajahnya saat matanya melihat ada sepasang sepatu yang berhenti tepat di depan kakinya. Hera yang tadinya duduk sontak saja berdiri dan menghambur ke pelukan Alex.
__ADS_1
"Hiksss. Alex. Hye Mi tidak akan mati seperti ibu bukan?" Hera kembali terisak di pelukan Alex.
"Kau ini bicara apa, Hye Mi akan baik-baik saja," Alex mengeratkan pelukannya sambil menepuk nepuk punggung Hera.
"Tapi Alex dia... Ucapannya terhenti saat kesadarannya mulai hilang. Alex menahan tubuh Hera supaya tidak merosot ke bawah.
"Tolong tunggu Hye Mi di sini. Jika bisa hubungi keluarganya. Aku akan membawa istriku ke UGD nanti jika dia sudah sadar aku akan kembali. Alex berbicara kepada Han Bin sambil membopong tubuh Hera dan membawanya pergi dari sana.
"Kau sudah sadar?" tanya Alex ketika merasakan pergerakan di tangan Hera yang dari tadi di genggamnya dengan erat sejak satu jam yang lalu.
Hera menolehkan kepalanya menatap Alex lekat. Tangannya langsung meremas kuat kepalanya saat Hera berusaha menggerakkan tubuhnya untuk duduk. Alex membantu Hera memegang bahunya kemudian mendudukkan Hera setelah sebelumnya menaikan bagian atas ranjang rumah sakit.
"Bergeraklah perlahan! kamu syok mangkanya kamu pingsan tadi."
"Alex aku ingin pulang. Aku tidak mau di sini. Aku tidak suka. Aku ingin pergi ke rumah mama," ucap Hera meraih tangan Alex dan meremasnya kuat.
Alex mengelus punggung tangan Hera lembut. "Kita akan pulang saat infusannya sudah habis," ucap Alex menatap lekat bola mata sang istri.
Hera menggeleng dengan cepat. "Aku akan pulang sendiri jika kamu tidak mau mengantarku!" Hera melepas genggaman tangannya kemudian melepas paksa jarum yang tertancap di punggung tangan kirinya membuat darah segar muncrat dari sana.
"Kepa kau begitu keras kepala Hera," Alex menahan tubuh Hera saat Hera hampir saja terjatuh ketika turun dari ranjang rumah sakit.
Hera menatap Alex dengan tatapan yang berkilat marah.
Alex yang tidak mau membuat maslah di antara mereka berdua hanya bisa pasrah dan menuruti apa yang Hera inginkan.
"Aku ingin menemui Hye Mi!" ucap Hera singkat.
"Baiklah aku akan mengantarmu!" Alex memapah Hera membawanya ke kamar mandi untuk berganti pakaian. Alex terpaksa memakaikan pakaian Hera yang sebelumnya karena dia belum sempat menyiapkan pakaian lain yang bersih.
__ADS_1
To Be Continued.
Hai Reader. Jangan lupa like dan komen nya ya. Makasih...🤗🤗🤗