THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Sungai Han


__ADS_3

Hera memasuki rumahnya dengan langkah yang gontai. Dia tidak pulang bersama Alex karena suaminya pulang lebih dulu . Hera tidak mempermasalahkan itu sama sekali. Dia tahu Alex marah karena dia tidak berkata jujur tentang Andrew.


"Nyonya baru pulang?" tanya Bibi Lim.


"Hmmm. Tuan di mana Bi?


"Tuan ada di halaman belakang Nyonya . Beliau sedang bermain basket."


Hera menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Bibi Lim. "Malam-malam begini?"


"Iya Nyonya, Tuan sudah bermain basket sejak pulang dari kantor tadi sore," ucap Bibi Lim sambil menyodorkan air putih hangat kepada Hera. Suatu kegiatan rutin yang selalu Bibi Lim lakukan saat Tuan dan Nyonya-nya pulang malam. Ini juga perintah dari Alex yang menyuruh semua pelayan untuk memperhatikan semua kebutuhan istrinya. Bibi Lim juga tidak sembarangan memasak. Dia akan selalu mendapat daftar menu dari dokter ahli gizi yang di pekerjakan Alex. Hanya satu hari dalam seminggu Bibi Lim di ijinkan untuk memasak hidangan yang sesuai dengan keinginan Nyonya-nya.


"Tuan belum makan Bi?" tanya Hera ketika melihat makanan di atas meja makan masih utuh. Dia yakin Alex belum makan.


Bibi Lim menundukkan kepalanya. Dia bingung harus menjawab apa. Karena meski Bibi Lim tidak menjawab pun, Hera akan tahu kalau Alex belum makan malam.


Tak


Tak


Tak


Greppp... Hera mengambil bola basket yang menggelinding ke arahnya. Dia berjalan mendekati suaminya tapi Alex malah memalingkan wajahnya.


__ADS_1


"Berhentilah bermain! kau bisa kelelahan. Istirahat dan makan malam dulu! Bibi Lim dan pelayan yang lain sudah menyiapkan makanan. Kenapa kau tidak memakannya?" Hera menarik pergelangan tangan Alex. Namun dengan cepat Alex menepisnya dan mengambil bola yang ada di tangan kanan Hera.


Hera menghembuskan nafas kasar saat melihat Alex bungkam dan menghindar darinya. Dia sangat ingin memeluk Alex dan mengatakan kalau hanya Alex laki-laki yang dia cintai di dunia ini. Tapi kalau sikap Alex seperti ini. Semuanya percuma saja. Alex mungkin butuh waktu untuk sendiri.


"Baiklah kalau kau mau tetap seperti ini. Aku tidak keberatan Alex. Tapi jangan sampai kau sakit. Berbicaralah padaku saat kau sudah mulai tenang. Aku akan menunggumu dan akan menjelaskan segalanya ketika kau sudah siap." Hera berjalan pergi meninggalkan Alex yang masih sibuk mendribble bolanya dan memasukannya ke dalam ring.


Bughhhhh.... Alex membanting bola basket di tangannya dengan kekuatan penuh. Dia juga tidak ingin mendiami Hera seperti ini. Tapi hatinya masih enggan untuk memaafkan Hera.


Sementara di tempat lain. Seorang pria sedang menggenggam tangan wanita yang ada di hadapannya. Mata mereka bertemu menatap intens satu sama lain. Tatapan mereka dalam, syarat akan makna dan cinta.


"Hye Mi. Aku sudah sangat lama ingin mengatakan ini padamu. Aku tahu aku lancang, tapi aku tidak ingin menahannya lebih lama lagi. Aku menyukaimu Hye Mi. Aku mencintaimu," ucap Han Bin masih dengan tatapan teduhnya.


Hye Mi tersenyum. Dia juga menyukai Han Bin. Kebersamaan yang sering mereka lakukan membuat Hye Mi lambat laun merasa nyaman dan mulai terbiasa dengan adanya Han Bin. Han Bin adalah pria yang baik. Keluarga Han Bin memang tidak sekaya keluarganya, tapi Hye Mi tidak perduli. Selama Han Bin memperlakukannya dengan baik Hye Mi akan sangat bahagia.


Han Bin yang mendengar itu langsung melompat dan meninju udara beberapa kali sambil bersorak bahagia. Dia membalikan badannya lalu memeluk Hye Mi dan membawanya berputar -putar. Hye Mi terkekeh melihat Han Bin yang begitu bahagia setelah mendapat ungkapan cinta darinya. Dia tidak menyangka kalau Han Bin akan bereaksi seperti ini.


"Han Bin turunkan aku! Aku pusing," ucap Hye Mi sambil menepuk pundak Han Bin beberapa kali.


"Maafkan aku," ucap Han Bin sambil menurunkan Hye Mi dari dekapannya. "Aku terlalu bahagia."


Hye Mi tertawa mendengar penuturan Han Bin, dia juga sangat bahagia, tapi tidak perlu bereaksi berlebihan seperti itu bukan. Ini adalah tempat umum. Orang-orang pasti sudah melihat apa yang tadi mereka lakukan.


Han Bin menarik tangan Hye Mi dan membawanya ke pinggiran sungai. Mereka memang sedang berada di sungai han malam ini. Tempat kencan gratis namun pemandangan malam di sini sangat indah. Bahkan orang-orang dengan sengaja berdiri di pinggir sungai untuk melihat air mancur warna warni yang keluar dari bawah jembatan.


__ADS_1


"Sangat indah," ucap Hye Mi sambil menatap lurus ke arah air mancur.


"Hmmm. Memang sangat indah," ucap Han Bin. Tapi yang sedang Han Bin tatap adalah Hye Mi. Bukan air mancur itu.



Hari semakin malam. Orang-orang sudah banyak yang pulang namun banyak juga yang masih tinggal. Hye Mi dan Han Bin masih betah berlama-lama di tempat itu. Mereka masih enggan untuk berpisah. Semakin mereka dekat, mereka semakin merindukan satu sama lain.


Hye Mi sedang menatap lurus ke depan sambil tersenyum. Dia memang sedang menikmati susana malam di sungai han. Tapi yang membuatnya tersenyum bukan pemandangan itu, melainkan bayangan saat pertama kali dia mengenal Han Bin sampai saat ini. Saat di mana dia mulai menyukai Han Bin dan begitupun sebaliknya.


Cup.... Han Bin mengecup bibir Hye Mi sekilas saat Hye Mi menolehkan kepalanya membuat tatapannya dengan tatapan Han Bin bertemu. Hye Mi tersenyum. Semburat merah kembali keluar dari pipinya. Jantungnya sudah berdegup tak karuan. Ini adalah ciuman pertamanya. Dan Han Bin adalah pria pertama yang melakukan itu.


"Kita harus segera pulang," ucap Han Bin sambil menatap Hye Mi yang sedang tertunduk malu.


Empat puluh lima menit kemudian. Han Bin dan Hye Mi sudah sampai di kediaman keluarga Go. Hye Mi turun dari mobil Han Bin dan bergegas masuk ke dalam rumah. Dia masih sama seperti tadi. Aura bahagia yang keluar dari wajahnya sama sekali tidak bisa membohongi siapa-pun.


"Darimana saja kamu Hye Mi? kenapa jam segini baru pulang? kamu main lagi dengan Han Bin? Hye Mi ibu sudah bilang, jangan terlalu sering bermain dengannya. Kuliahmu bisa terganggu Nak." Ye-Seul meraih tangan Hye Mi, namun Hye Mi menepisnya saat itu juga.


"Aku sudah pernah mengatakan semuanya dengan jelas. Kehadiran Han Bin tidak akan mengubah nilai-nilai ku Bu. Aku akan terus berusaha supaya aku bisa mendapat nilai yang bagus . Aku akan berusaha keras supaya aku bisa lulus dengan nilai terbaik. Jangan mengatur kehidupan pribadi Hye Mi Bu! Hye Mi sudah besar. Hye Mi berhak melakukan apapun yang Hye Mi mau." Hye Mi pergi ke lantai atas menuju kamarnya. Dia tidak perduli jika Ye-Seul tersinggung dengan kata-katanya. Toh tidak ada yang salah dengan itu bukan.


"Kalian semakin menjauh dari ibu," ucap Ye-Seul lirih sambil menatap punggung Hye Mi.


...To Be Continued....


...Hai reader jangan lupa like dan komennya ya. Thank you..🤗🤗🤗...

__ADS_1


__ADS_2