THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Kesepian


__ADS_3

Hera sedang melamun sendirian di dalam ruang kerja Alex. Pagi ini suaminya itu benar-benar pergi untuk membelikan dia rujak buah yang sangat dia inginkan, saat Hera bangun tidur, suaminya sudah tidak ada, apa dia pergi sepagi itu? dia bahkan hanya meninggalkan sebuah note dan pesan-pesan penting perihal apa yang harus dia makan dan apa yang harus para pelayan siapkan untuknya. Jarak tempuh Seoul Bangkok sekitar lima jam lebih kan? berarti suaminya baru akan pulang malam hari.


"Sayang, Baby twins kesayangan Mommy dan Daddy, kita itu sangat menyayangi kalian, tapi lain kali jangan meminta hal-hal yang akan membuat Daddy kesulitan ya sayang! kasian Daddy, dia pasti sangat lelah. Belum lama ini dia sudah melakukan perjalanan ke Spanyol, sekarang Thailand, nanti kemana lagi? jangan bilang kalian mau nyari rendang ke Indonesia? please bantu Daddy ya sayang!" Hera terus mengoceh sambil mengelus perut nya. Dia merasa sangat kesepian karena harus bekerja di ruang kerja yang begitu luas sendirian. Apa Alex juga merasakan hal yang sama ketika dulu dia belum pindah ke kantor Alex?.. Tapi mungkin dia sudah terbiasa dengan ini.


Tok Tok Tok...


Seketika Hera menoleh ke arah pintu saat mendengar suara ketukan dari luar.


"Masuk," imbuh Hera.


Cklek.. Pintu ruangan itu terbuka. Sara muncul dengan senyum lebarnya dan setumpuk berkas yang dia bawa, bahkan tubuh mungilnya tidak menghentikan dia untuk membawa berkas-berkas sebanyak itu.


"Kau mau pindah Sara?" tanya Hera sambil berdiri dari kursinya.


"Hmmm... Aku di suruh Wohyun untuk bekerja di ruangan ini selama suamimu pergi. Katanya dia tidak tenang kalau harus membiarkanmu sendirian tanpa pengawasan. Dia benar-benar sangat perhatian Kak. Aku merasa sangat senang untuk itu."


Hera berjalan mendekati Sara, dia mengambil sebagian berkas yang ada di tangan Sara lalu menaruhnya di atas meja yang ada di dekat sofa, ya, dia memutuskan untuk bekerja di sofa saja supaya dia bisa langsung berhadapan dengan Sara.


"Aku harap kau juga seberuntung diriku Sara. Dan ya, kau bisa mempertimbangkan Wohyun, dia laki-laki yang baik, bertanggungjawab juga sangat penyabar. Kau tahu bukan bagaimana Alex kalau sedang bekerja? dia tidak pernah mau menerima kesalahan, dan Wohyun, laki-laki itu akan dengan sabar menjelaskan apapun yang menurutnya akan membuat Alex marah, dia selalu berusaha membuat semua karyawan baik di mata Alex."


Sara terbengong di tempatnya. Kenapa tiba-tiba Hera mengatakan ini semua? apa dia tahu kalau selama ini Wohyun sedang berusaha mendekatinya? "Kak Hera kau?"...

__ADS_1


"Hmmm... Aku tahu Sara, aku tahu semuanya, apalagi Wohyun selalu menceritakan bagaimana perkembangan hubungan kalian akhir-akhir ini. Kenapa kau semakin menjaga jarak dengannya hmm? apa yang sedang mengganggu pikiranmu?" Hera bersandar di sandaran sofa sambil menanti jawaban apa yang akan Sara berikan padanya.


Sara mendesah. Dia sebenarnya tidak ingin melakukan ini pada Wohyun, tapi ...


"Aku takut Kak Hera, aku takut hubungan ku akan gagal, setelah Kak Angela mengais di rumah sakit waktu itu, aku menjadi takut untuk memulai sebuah hubungan, aku tidak berani mengambil resiko Kak," ucap Sara lirih.


"Astaga Sara, jadi selama ini kau menjadikan hubungan Angela sebagai dasar dari apa yang kau ketahui tentang cinta dan sebuah hubungan?" tanya Hera sambil menggelengkan kepalanya. Sara mengangguk dalam.


"Dengarkan aku Sara, aku memang bukan pakar cinta atau apalah, tapi kalau kau menyerah sebelum mencoba, itu sama aja kayak kamu gak makan karena kamu takut makanan yang terhidang di depan matamu tidak enak, tapi bagaimana kau bisa tahu makanan itu enak atau tidak jika kau tidak mencicipi nya? kau akan membiarkan dirimu kelaparan hmm? tidak bukan?. Sebuah hubungan juga seperti itu Sara, kau tidak bisa menebak atau menerka apa yang akan terjadi dalam hubungan itu jika kau sendiri tidak menjalaninya. Bekerja samalah dengan hatimu. Angela juga sekarang sudah menikah kan? dan lihat aku? aku yang dulu tidak mempercayai cinta dan sebuah hubungan malah sekarang sedang mengandung anak dari laki-laki yang selama ini selalu mengejar ku. Kau juga tahu kalau dulu aku tidak mencintainya."


Sara merenungkan apa yang Hera katakan. Ya, semua yang di katakan Hera memang benar, dia tidak mungkin terus menduga dan berburuk sangka pada apa yang akan terjadi di masa depan, tapi dia masih merasa takut untuk menerima Wohyun. Dia takut apa yang dia harapkan tidak akan dia dapatkan.


"Aku akan memikirkan nya Kak," ucap Sara. Hera hanya mengangguk, dia membekap mulutnya saat rasa mual itu kembali.


"Aku tidak apa-apa Sara, aku hanya merasa sedikit mual, ini akan semakin membaik kok. Kamu tidak usah khawatir." Sara mengangguk. Dia keluar dari ruangan Alex untuk meminta sesuatu pada sekertaris Alex yang berjaga di depan ruangan itu.


"Kak!" tolong seduhkan asam jawa dengan gula merah ya! semuanya sudah tersedia kok di dapur perusahaan, aku harus menemani Bu Hera sekarang," pinta Sara pada sekertaris Alex.


"Apa Nyonya baik-baik saja Nona?" tanya seorang bodyguard yang bertugas menjaga Hera.


"Dia hanya sedikit mual, kau tenang saja," ucap Sara.

__ADS_1


Malam harinya, Hera masuk ke dalam rumah dengan langkah yang gontai. Dia merasa kurang bersemangat karena Alex-nya sudah pasti tidak ada di rumah.


"Apa Tuan belum pulang Bi?" tanya Hera ketika mendengar orang sedang melakukan sesuatu di dapur.


"Dia belum pulang Nyonya," ucap Alex sambil berjalan mendekati Hera.


Hera yang mendengar suara suaminya langsung menoleh. "Alex," pekiknya sambil berlari dan menghambur ke pelukan sang suami. "Aku sangat merindukanmu Sayang," ucap Hera lagi.


Alex yang mendengar itu jelas saja tersenyum, dia meninggalkan Hera belum genap satu hari bukan? tapi kalau Hera sudah merindukan nya, dia akan merasa sangat bahagia untuk itu.


"Kenapa kau berlarian seperti itu, bagaimana kalau Baby Twins terguncang? kau juga bisa jatuh Sayang!. Jangan mengulanginya lagi, kau hanya perlu diam di tempatmu. Aku yang akan berlari menghampiri mu, itu sudah tugasku Sayang." Hera hanya mengangguk. Dia tidak perduli dengan ocehan-ocehan yang di lantunkan suaminya. Dia hanya ingin memeluk Alex karena seharian ini dia tidak bisa melakukan nya.


Alex menjauhkan Hera dari tubuhnya. Dia menuntun Hera untuk segera duduk di kursi yang ada di dekat meja makan, sebenarnya dia masih sangat lelah, tapi karena Hera masih belum mendapatkan apa yang dia inginkan, Alex masih belum bisa beristirahat.


"Duduklah! kau sudah makan malam bukan? sekarang kau sudah boleh memakan rujak buah yang kau inginkan."


Mata Hera berbinar ketika dia melihat aneka buah-buahan yang di negaranya sendiri buah-buahan seperti ini tidak ada. Bahkan sejenis asam yang masih muda pun ada. Suaminya benar-benar membuat Hera tidak bisa berkata-kata.


"Terimakasih Sayang!" ucap Hera sebelum dia mencicipi buah-buahan nya satu per satu.


"Aku mencintaimu," ucap Alex sambil mengecup pucuk kepala istrinya lalu mengelus kepala Hera lembut.

__ADS_1


...To Be Continued....


__ADS_2