
Kediaman Keluarga Go
Suasana di meja makan hening tidak ramai seperti biasanya. Hye Mi masih khawatir memikirkan bagai mana kondisi Hera saat ini, Dia memang sudah di beri tahu Wohyun kalau kakaknya itu baik-baik saja , namun tetap saja dia resah karena tidak mendengarnya langsung dari Alex atau Hera.
Ye-Seul merasa aneh melihat putri kesayangannya diam tidak heboh seperti biasanya. Matanya menelisik setiap pergerakan yang di lakukan Hye Mi mencoba untuk mencari tahu apa yang sedang di pikirkan putrinya itu.
"Apa yang sedang kamu pikirkan nak? apa ada hal yang mengganggu pikiran mu saat ini? bicaralah pada ayah, ayah pasti akan membantu mu."
Hye Mi menoleh ke arah Myung Jin. Dia ingin mengatakan apa yang terjadi semalam namun saat dia mengingat ini mungkin akan menjadi masalah besar jika sampai ayahnya tahu Hye Mi mengurungkan kembali niatnya.
"Aku tidak apa-apa ayah, hanya sedang memikirkan tugas kuliah saja," Hye Mi berusaha menutupi kegelisahan yang mungkin terlihat di wajahnya.
"Jangan berbohong sayang, ibu tau kau gadis yang cerdas, tidak mungkin kau murung hanya karena sebuah tugas yang membebani pikiran mu. Apa Han Bin melakukan sesuatu yang menganggu pikiran mu?"
"Akhh Ibu, apa yang ibu katakan, memang ada hubungan apa aku dengan Han Bin. kita hanya teman biasa, untuk apa aku memikirkan nya ."
"Kak. kak Han Bin itu sangat tampan, kalau kakak tidak mau, berikan padaku saja, aku akan dengan senang hati menampungnya."
Peletakkkk..
Hye Mi menyentil dahi Min Ji. "Memangnya dia barang, Kau itu masih kecil, fokus saja pada sekolah mu!"
"Selalu saja begini," Min Ji mengerucutkan bibirnya kesal karena selalu di anggap anak kecil oleh keluarganya.
******
Sara celingukan mencari keberadaan orang yang selama ini sudah di anggapnya sebagai kakaknya sendiri di kantin perusahaan. Sara berharap dia akan menemukannya di sini.
Namun, harapannya musnah karena lagi-lagi dia tidak melihat orang yang di carinya sejak tadi, sudah beberapa orang yang dia tanyai, namun mereka selalu menjawab bahwa mereka tidak melihat Hera di manapun.
Huptttt. Sara menghembuskan nafas nya berkali kali, wanita cantik berperawakan mungil itu menjatuhkan kepalanya di atas meja yang ada di kantin. Dia merasa sangat bosan karena tidak bisa melihat Hera, puluhan panggilan sudah dia lakukan namun ponsel Hera tidak aktif.
__ADS_1
Tok. Tok .Tok.
Sara mengangkat kepalanya saat ada orang yang mengetuk meja . Mulutnya membulat membentuk huruf o saat matanya melihat sosok Wohyun sedang menatapnya.
"Pak, kenapa kak Ara tidak masuk hari ini? Kak ara baik-baik saja kan? Ponselnya tidak aktif, aku tidak bisa menanyakan apapun padanya aku khawatir kak Ara sedang kesulitan".
Wohyun duduk dan mendengarkan semua pertanyaan yang di lontarkan Sara kepadanya. Dia bisa melihat kecemasan dan rasa putus asa di wajah wanita yang selama ini selalu ada untuk Hera.
"Nyonya kim kita baik-baik saja Sara. Kau tidak perlu khawatir, mungkin untuk beberapa minggu ke depan kau tidak akan bisa melihatnya di perusahaan, Presdir mengatakan kalau dia ingin mengajak istrinya berlibur untuk beberapa waktu."
"Syukurlah kalau kak Ara baik-baik saja. Aku hanya merasa khawatir, meskipun aku tau ada Tuan muda Kim yang menjaganya dengan sangat baik, namun hati kecilku tetap tidak bisa merasa tenang jika tidak ada kabar dari kak Ara."
Wohyun mengerti dengan apa yang sedang di rasakan Sara saat ini, apa jadinya jika dia mengatakan kejadian semalam saat Minhyuk mencoba untuk merenggut kesucian sahabatnya. Wohyun yakin Sara akan sama hancurnya dengan Hera.
"Makanlah makanan mu! Kau sudah tau kalau Nyonya Hera baik-baik saja, tetaplah sehat agar kau bisa menemuinya setelah dia kembali nanti."
Sara mengangguk dan mulai melahap makan siangnya. Hatinya sudah lebih tenang jadi dia bisa makan dengan baik meski sedikit di paksakan, apa yang di ucapkan Wohyun benar, dia harus bisa menjaga kesehatannya supaya nanti saat Hera kembali dia bisa segera menemuinya.
"Kau mau?" tanya Sara ketika melihat Wohyun sedang menatapnya penuh minat. Entah apa yang sedang di pikirkan laki-laki itu, Sara sama sekali tidak tertarik dan lebih memilih untuk tidak perduli.
Wohyun dengan cepat menggeleng kan kepalanya. Bukan makanan yang dia inginkan, tapi sesuatu yang lain yang membuat hatinya berdegup kencang saat ini, pipi wanita itu mengembung karna di penuhi makanan yang sedang di kunyahnya.
"Kau sangat lucu," Wohyun mengambil sebuah tisu lalu menggunakannya untuk mengelap sudut bibir Sara.
Deg.
Deg.
Deg.
Sara membeku di tempatnya , matanya membulat sempurna melihat apa yang baru saja di lakukan Wohyun padanyanya . Wanita itu mengerajapkan matanya beberapa kali berusaha untuk mengembalikan kesadarannya yang sempat hilang entah kemana.
__ADS_1
"Kau baik-baik saja?" tanya Wohyun melihat semburat merah di kedua pipi Sara. Laki-laki itu menempelkan punggung tangannya di kening Sara yang langsung di tepis oleh wanita itu.
"Aku baik-baik saja," Sara berusaha menyembunyikan kegugupannya saat ini. "Aku akan kembali sekarang."
Wohyun melongo tat kala melihat Sara meninggalkannya dengan tergesa gesa. Laki-laki itu tersenyum mengingat betapa lucunya Sara ketika sedang gugup.
Drtttt. Drrttttt...
Wohyun mengambil ponsel dari saku jas yang di kenakannya saat ini.
"Halo Alex, Ada yang harus ku lakukan?"
"Aku dan Hera akan berangkat ke Melbourne besok. Tolong siapkan segala keperluan yang akan kita butuhkan selama di sana. Aku juga akan menggunakan jet pribadiku, kau urus lah semua ijin yang di perlukan."
"Baiklah, aku akan mengurusnya hari ini , kau tidak perlu khawatir tentang apapun."
"Dan untuk urusan di perusahaan kau yang akan bertanggung jawab untuk sementara ini, kalau ada sesuatu yang mendesak segera hubungi Papa, jangan pernah sekali kali kau mengganggu ku!!"
"Aku mengerti Alex, nikmatilah waktu bulan madu mu dengan Hera. Aku tidak akan menganggu mu, dan segeralah membuat Kim junior supaya Mama Jessica bisa berhenti menghantui mu dan Hera."
"Kau tenang saja wohyun, setelah ini aku tidak akan pernah membiarkan Hera berlibur, sudah lah aku tutup teleponnya Hera sedang tidur aku bisa membangunkan nya jika terus meladeni celotehan mu yang absrud itu."
Tutttt.. Alex mematikan sambungan teleponnya.
"Aku harap kalian bahagia selamanya, jangan sampai ada pihak ketiga yang akan mengganggu hubungan kalian lagi," Wohyun tersenyum menatap layar ponsel yang ada di tangannya.
To Be Continued.
Hai readers. Jangan lupa Like dan komen nya ya. Thank you.
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke karya barunya Author.. salam hangat untuk kalian.