THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Kejutan Untuk Hera


__ADS_3

Sudah satu minggu sejak Min Ji mendiami Ye-Seul. Gadis cantik itu masih enggan untuk berbicara kepada ibu yang telah membesarkannya. Dia masih marah. Dia masih sakit hati. Min Ji tidak membenci Ye-Seul, dia hanya butuh waktu untuk membenahi hatinya.


"Sarapan dulu Nak!" ucap Ye-Seul melihat Min Ji turun dari lantai atas dan langsung melengos Melawati Ye-Seul begitu saja. Ye-Seul menghela nafas panjang saat anak bungsunya tidak mendengarkannya sama sekali.


"Bu, sebaiknya Ibu bicarakan yang sesungguhnya pada Min Ji. Meskipun ini bukan hal baik. Tapi tidak benar juga selalu menutupi ini dari Min Ji. Kelak dia akan tahu semua kebenarannya. Apa Ibu mau Min Ji mengetahui segalanya dari orang lain? itu akan lebih menyakitkan untuk Min Ji Bu, sebaiknya Ibu bicarakan masalah ini pelan-pelan."


"Ibu takut Hye Mi. Min Ji masih belum dewasa, ibu takut dia akan marah dan kecewa," ucap Ye-Seul lirih.


Hye Mi berjalan mendekati Ye-Seul. Saat ini Myung Jin sedang melakukan perjalanan bisnis keluar negri. Jadi mereka bisa leluasa membicarakan hal ini di meja makan. "Ibu tahu, segala sesuatu yang telah kita lakukan pasti memiliki konsekuensi Bu, apalagi masalah seperti ini. Ibu mengerti maksud Hye Mi bukan?" tanya Hye Mi sambil memeluk Ye-Seul dari belang.


"Terimakasih sayang," ucap Ye-Seul mengelus tangan Min Ji yang melingkar di lehernya. "Ibu mengerti, ibu akan membicarakan masalah ini dengan Min Ji."


Hye Mi tersenyum. Dia juga merasa malu untuk ini. Tapi apa yang bisa dia lakukan, Ye-Seul adalah ibunya. Dia tidak mungkin bisa menghapus status itu . Ini sudah takdir, Hye Mi hanya bisa menerima dan menjalaninya. Asal Hye Mi tidak melakukan kesalahan yang sama, dia yakin dia bisa hidup dengan cara yang lebih baik.


Di sisi lain, Hera sedang termenung di balkon kamarnya. Dia memang sudah pindah ke rumah baru saat ini. Suaminya masih belum pulang. Jadi dia merasa sangat kesepian. Meskipun di rumah itu banyak pelayan dan juga penjaga tapi Hera merasa sendiri jika Alex tidak ada di sampingnya.


"Aku sedang tidak nafsu makan Bi," ucap Hera ketika mendengar langkah kaki mendekat ke arahnya. Dia sedang tidak berselera makan. Hera tidak memiliki mood untuk itu. Meskipun bibi Lim terus membujuknya dia tetap tidak bisa menyantap makanan dengan sangat baik. Keberadaan Andrew dan ketidak adaan Alex membuatnya sedikit takut.


Grepppp... Sepasang tangan kokoh melingkar di perut ramping Hera. "Kenapa tidak mau makan hmm?" tanya Alex yang sukses membuat Hera membalikan badannya saat itu juga.


"Alex!" ucap Hera . Dia langsung memeluk suaminya dan menyesap wangi yang keluar dari tubuh suaminya itu. "Kenapa kau tidak bilang kalau kau akan pulang hari ini?"

__ADS_1


Alex tersenyum. Dia mengecup kepala Hera sekilas lalu mengusap punggung istrinya itu lembut. "Aku sengaja sayang, aku ingin memberikan kejutan untukmu."


Hera mendongakan wajahnya menatap wajah tampan Alex. Wajahnya sendu, dia sangat bahagia karena Alex sudah ada di sisinya lagi. Tapi entah kenapa hatinya merasa sedih.


"Kenapa hmm? tidak suka aku pulang?" tanya Alex melihat wajah murung istrinya. Hera dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Lalu kenapa kau murung ada yang sedang kau pikirkan?" tanya Alex, dia mengusap wajah Hera lalu mengecup bibir istrinya itu sekilas.


"Angel masih marah Alex, dia masih enggan berbicara padaku. Aku sangat kesepian. Selain Sara, dan Angel, aku tidak memiliki teman lain."


"Kau itu terlalu banyak berfikir, kau tenang saja! aku yakin lambat laun Angel akan mengerti. Dan kau belum menjawab pertanyaanku kenapa kau tidak mau makan, kau bisa sakit Hera. Apakah selama aku pergi jadwal makan mu tidak teratur?" Alex mengangkat dagu istrinya. Dia menatap lekat Hera membuat orang yang di tatap tidak bisa mengelak atau mengalihkan pandangannya sama sekali.


Hera menelan saliva nya dengan susah payah. Dia ingin berbohong tapi tidak mungkin. Dia ingin membuat alasan, tapi tidak ada alasan yang pas untuk mengelabui suaminya. Suaminya itu sangat pintar, dia tidak mungkin bisa membohonginya.


"Kau ini. Bagaimana kalau aku pergi lebih lama, kau tidak akan makan sampai aku pulang? aku akan membuatkan nasi goreng kimchi untukmu, tapi sebelum itu aku minta bayaran untuk jasa layanan khusus ku ini."


Hera tersenyum lalu berjinjit dan ... Cup.. Dia mengecup bibir Alex cukup lama. Alex tersenyum, dia langsung menarik tengkuk Hera saat wanita itu ingin melepaskan tautan bibir mereka. Cukup lama Alex menikmati bibir Hera yang sudah seminggu lebih tidak dia jamah. Akhirnya Alex melepaskan tautannya. Dia sangat menginginkan Hera saat ini. Tapi dia cukup sadar kalau Hera sedang membutuhkan asupan makanan sungguhan, bukan yang lain.


"Kita akan melanjutkannya nanti," ucap Alex seraya menatap mata istrinya. Nafasnya sudah cukup berat. Dia tersenyum saat Hera kembali memeluknya. Hera sudah semakin manja. Dia juga sudah tidak sungkan menunjukan perasaannya. Alex sangat bahagia. Dia selalu berharap kebahagiaan ini akan terus bertahan sampai maut memisahkan mereka.


🍓🍓🍓


"Kau harus mengerti Angel. Aku setuju dengan Alex dan juga Kakak ipar. Mereka tidak mungkin melarang mu melakukan hal yang kau sukai jika mereka tidak mempunyai alasan yang pasti. Apapun yang terjadi, kau tidak boleh menerima tawaran dari Andrew, jika sampai kau menerimanya aku tidak akan pernah memaafkan mu. Aku dan Alex bisa membantumu jika kau sangat ingin tampil menjadi model di sana."

__ADS_1


"Aku tidak ingin melakukannya jika ada campur tangan kalian. Aku ingin melakukan nya dengan kemampuanku sendiri. Untuk apa aku tampil di sana kalau hanya mengandalkan koneksi yang kalian miliki. Aku bisa tampil sejak dulu jika aku memang mau mengambil jalan pintas." Angel menekuk wajahnya . Dia sangat kesal karena semua orang tidak ada yang mau mengerti dirinya.


"Kau sangat keras kepala Angel," sarkas Erick lalu menutup sambungan teleponnya.


"Cih, aku membencimu Erick. Kau sama saja dengan Kak Alex dan juga Kak Hera. Tidak ada satupun dari kalian yang mau mengerti aku," ucap Angel sambil membanting ponselnya ke atas ranjang.


Ting.


Ting.


Suara pesan masuk. Angel berjalan mendekati ranjangnya kemudian mengambil ponselnya dan membuka pesan yang baru saja masuk.


"Apa kabar Nona Angela? ini aku Andrew."


"Bisakah kita bertemu untuk membicarakan pekerjaan kita yang sempat tertunda? aku tidak memiliki cukup waktu untuk tinggal lebih lama di sini. Jika kau setuju aku akan mengirimkan alamatnya padamu."


"Andrew!" ucap Angel setelah membaca pesannya.


...To Be Continued....


...Hai reader jangan lupa like dan komennya ya. Thank you 🤗🤗.....

__ADS_1


__ADS_2