
Hera mengambil ponselnya dan melihat nama Minhyuk tertera di layar ponsel itu.
"Minhyuk?" gumam Hera mengerutkan keningnya bingung.
Hera berjalan keluar dari area perusahaan untuk menemui sosok Minhyuk laki-laki yang teramat sangat tidak ingin Hera temui. Minhyuk mengancam Hera kalau dia qkan pergi ke perusahaan tempat Hera bekerja jika Hera tidak mau menemuinya. Hera yang tidak ingin membuat gosip di perusahan Alex tentu saja tidak ingin jika Minhyuk benar-benar datang.
"Kau sudah datang?" tanya Minhyuk saat Hera menghampiri mejanya di sebuah cafe di area perkantoran. Cafe ini terletak tak jauh di sebrang perusahaan Alex, jadi cukup berjalan kaki, maka kamu akan sampai di sana tak lebih dari lima menit.
Hera duduk di kursi yang ada di sebrang Minhyuk, wajahnya sangat tidak bersahabat kali ini. Apa yang harus Hera lakukan supaya laki-laki yang ada di hadapannya bisa pergi jauh dari Hera. Batin Hera terus menggerutu tidak suka. Sungguh jika bisa, Hera akan mengirim Minhyuk ke Afrika untuk menjadi pengasuh hewan buas di sana.
Minhyuk tau jika Hera tidak senang dengan apa yang di lakukannya saat ini. Namun , bukan Minhyuk namanya jika dia mengaku kalah sebelum berperang. Seringai licik tersungging di bibir Minhyuk."Kau tidak akan bisa lari dariku Go Hera."
"Ada apa?" tanya Hera membuka suara. Minhyuk tersenyum. "Aku hanya ingin melihat wajah cantikmu," goda Minhyuk yang membuat Hera memutar bola matanya malas.
"Kau ingin pesan apa?" Aku yakin waktumu tidak banyak karena ini masih jam kantormu kan?" Hera mendengus "Laki-laki ini tau kalau sekarang masih jam kantorku tapi masih ingin menganggu ku? dia bodoh atau pura-pura bodoh?" batin Hera menggerutu. "Aku pesan jus mangga saja," Hera tidak ingin berlama lama dengan laki-laki ini.
Hera sudah kembali ke kantornya, dia melempar kasar tas yang di bawa bersamanya. Hera terus mondar mandir tak jelas, pikirannya kacau, Hera gelisah mendengar apa yang Minhyuk katakan padanya ketika mereka sedang di cafe. Hera berusaha mati-matian menolak perjodohan yang di lakukan Myung Jin untuknya. Tapi Minhyuk mengatakan kalau dia akan segera melamar Hera. Please. Demi apapun Hera tidak ingin semua ini terjadi. Alex bahkan tidak mengatakan apapun perihal dirinya yang waktu itu mengajak Alex untuk menikah. Mana mungkin Hera memintanya lagi bukan? mau di taruh di mana muka cantiknya itu.
Hera mulai menggigiti kuku - kuku di jari tangan kanannya.
Wanita cantik itu menolehkan kepala ketika mendengar pintu ruangannya di ketuk seseorang dari luar. "Presdir ingin menemui mu kak," ucap sara ketika sudah berhadapan dengan Hera.
__ADS_1
Hera mengerutkan keningnya bingung. "kenapa tidak menghubunginya langsung, bukan kebiasaan Alex banget."
Hera pergi dengan wajah yang masih dia tekuk . Alex duduk di dekat dinding kaca di pojok ruangannya, entah apa yang sedang Alex pikirkan , tapi Hera tau jika susana hati Alex sedang tidak baik saat ini. Hera harus berhati hati.
Hera memasuki ruangan itu dan berhenti tepat di belakang Alex. Alex masih enggan untuk menoleh melihat Hera. Dia sedang marah saat ini. Bagaimana tidak, baru kemarin Hera bercumbu dengannya, dan siang ini dengan berani Hera menemui laki-laki lain yang baru saja Alex tau kalau laki-laki itu adalah Minhyuk pria yang akan di jodohkan dengan Hera.
Sebetulnya tanpa Hera sadari, Alex selalu memantau pergerakan Hera selama ini, Alex tau kebiasaan Hera selama di kantor karena Alex menaruh beberapa CCTV di ruang kerja Hera. Alex tau selama beberapa bulan Hera bekerja di perusahaannya Hera tidak pernah makan siang di luar selain di kantin perusahaan .
Alex yang untuk pertama kalinya melihat Hera akan keluar di jam makan siang menyuruh Wohyun untuk mengikuti Hera dan melihat apa yang akan Hera lakukan di luar. Karena itu lah Alex tau jika Minhyuk sangat berminat kepada Hera. Bahkan dengan gamblangnya dia mengatakan akan segera melamar Hera.
"Ada urusan apa Tuan memanggil saya?" Hera bertanya karena dari tadi Alex hanya diam dengan wajah kusutnya.
"What?" pekik Hera dalam hati. Hera berpikir sejenak mencerna apa yang baru saja dia dengar . "Apa yang sebenarnya ingin dia tanyakan, ah bukan apa yang sebenarnya ingin dia dengar," Hera membatin.
seetttt.. Alex berdiri dan mendorong bahu Hera sampai Hera terpojok di dinding kaca, Hera bingung dengan apa yang sedang di lakukan Alex saat ini. " Siapa yang kau inginkan untuk menjadi suami mu? Aku atau Minhyuk?" Hera menghembuskan nafasnya kasar , Hera mengerti ke mana arah pembicaraan Alex. "Mungkin kah dia tau kalau tadi aku menemui minhyuk," batin Hera menerka.
Hera berusaha untuk keluar dari kungkungan Alex, namun Alex kembali mendorong tubuh Hera dan semakin menghimpit tubuh ramping itu menggunakan tubuhnya.
Alex menatap mata Hera dengan tatapan mata mengintimidasi."Kenapa tidak menjawab ku hmmm?" tangan Alex mulai memainkan rambut Hera membuat Hera bergidik ngeri. Alex yang biasa bersikap lembut dan humoris kini menjadi dingin dan mendominasi.
__ADS_1
"Apa yang harus aku jawab, ahhh bukan, apa yang harus aku katakan supaya kau senang ketika mendengarnya. Aku sama sekali tidak berminat untuk menikah dengan kang Minhyuk. Tapi bukankah kau juga tidak ingin menikahi ku Alexander? Kenapa kau harus repot mengurus urusan orang lain, urus saja urusan mu sendiri. kenapa harus menggangguku.
Cup.. Alex mengecup bibir Hera membuat wanita itu berhenti mengoceh.
"Aku tidak pernah mengatakan kalau aku tidak mau menikahi mu. Saat itu aku hanya terkejut karena kau tiba-tiba mengatakan ingin menikah denganku. Alex menatap Hera namun tatapannya tidak seperti tadi. Kali ini Hera bisa melihat raut putus asa pada wajah pria yang sedang menatapnya.
"Aku mencintaimu Go Hera," Alex menarik pinggang Hera untuk masuk ke pelukannya. Dia mengelus kepala Hera lembut dan sesekali menyesap aroma Hera yang sangat Alex sukai. "Aku tidak suka melihatmu bersama laki-laki lain," ucapnya lirih. "Hanya aku Alexander Kim yang akan menjadi suamimu, aku tidak akan pernah membiarkan Minhyuk mendekatimu lagi," Kini Alex menangkup wajah Hera dengan kedua tangannya.
"Kau Harus berjanji tidak akan membuka hatimu untuk orang lain selain aku," Alex menatap mata Hera yang saat ini juga sedang menatapnya. Hera bingung harus bereaksi seperti apa. Hera sadar kalau selama ini Alex selalu mengatakan kalau dia mencintai Hera . Namun apa Alex masih akan tetap menikahinya jika dia tau alasan Hera ingin menikahi Alex bukan karena Hera sudah mencintainya?
Alex menarik tangan Hera untuk duduk di sofa. Hera hanya menurut,tak ada penolakan yang keluar dari mulutnya.
"Makanlah! ucap Alex membuka kotak makan yang sejak tadi sudah ada di meja."Aku tau kau belum makan siang," Alex mengambil sumpit lalu menyuruh Hera untuk membuka mulutnya.
"Kau membuntutiku Alex?" selidik Hera yang memang sudah curiga. Alex hanya mengangkat bahunya acuh.
"Alex. Jika kau tau alasan ku ingin menikahimu bukan karena cinta, apa kau akan tetap menikah dengan ku?" Alex menghentikan pergerakannya sebentar lalu kembali menyuapkan makanan ke mulut Hera.
"Aku tau kau memiliki alasan tersendiri Hera. Meskipun aku tau itu bukan karna cinta, aku akan tetap menikahi mu. Aku masih punya banyak waktu untuk membuatmu jatuh cinta padaku," Alex memang tidak perduli apa maksud dan tujuan Hera ingin menikah dengannya. Alex yakin suatu saat Hera akan mengatakan alasannya tanpa harus Alex bertanya terlebih dahulu. Alex bertekad akan membuat Hera bertekuk lutut padanya.
"Aku dan papa akan menemui ayahmu besok, dan jika ayahmu setuju, kita akan mengadakan acara pertunangan minggu depan," Alex berbicara dengan entengnya tanpa melihat Hera yang sudah berdiri dengan mata yang membulat tak percaya.
__ADS_1
To Be Continued.
Hai readers. Jangan lupa Like komen sama vote nya ya. Thank you.🥰🤗