
"Hmmm. Sungguh. Aku tidak bercanda. Aku tadi melihat Angel menatap Erick dengan tatapan tak biasa," ucap Hera pada Alex. "Memangnya kau tau apa itu cinta dan bagai mana cara orang menatap lawan jenis jika mereka menyukainya hmmm?" Alex mendekatkan wajahnya ke wajah Hera membuat tatapan mereka bertemu dengan jarak yang sangat dekat. Alex tersenyum .Sangat menyenangkan baginya untuk menggoda sang calon istrinya itu.
"Aku tau. Setidaknya aku pernah menonton yang seperti itu di drama," Hera mendorong dada Alex supaya laki-laki itu bisa menjauh darinya."Apa kau tidak pernah melihat aku yang selalu menatapmu dengan tatapan penuh cinta? Bukan kah seharusnya kau juga mengetahuinya.? kapan kau akan mulai membuka hati untuk ku Go Hera?" Alex menatap lekat wanita yang ada di hadapannya. Alex bertanya bukan karnea dia lelah menunggu atau apa. Dia hanya ingin tau apa yang akan Hera ucapkan ketika dia mendengar pertanyaan seperti ini dari Alex.
Hera menundukkan kepalanya tidak berani menatap Alex. "Aku tidak tau Alex. Aku takut aku akan berakhir seperti ibuku. Kau juga tau alasan ku mau menikah dengan mu bukan karena aku mencintaimu. Tapi aku tidak pernah bermaksud untuk mempermainkan atau memanfaatkan mu. Ayah memaksaku menikah dengan orang yang tidak aku kenal. Aku tidak mau melakukannya. Tapi Ayah mengancam akan mengakuisisi perusahaan milik ibu dan akan menghancurkannya. Aku tidak punya pilihan lain selain menerima permintaannya saat itu. Namun bukankah aku hanya perlu menikah. Asal kau tau. Sebenarnya Ayah mengundang keluargamu makan di rumahku tujuannya agar dia bisa menjodohkan mu dengan putri keduanya Hye Mi. Anggaplah aku jahat. Tapi saat itu aku hanya berpikir aku sudah merasa nyaman dengan mu, aku tidak ingin orang lain mengambil kesempatan dariku. Dan aku berharap Hye Mi terluka karna perbuatan ku. Aku jahat bukan?" Hera masih menundukkan kepalanya . Namun tanpa Alex sadari Hera sebenarnya sudah menumpahkan air mata dari pelupuk matanya yang indah.
Alex hanya diam mendengarkan. Menunggu kelanjutan cerita yang ingin di dengarnya.
"Aku tidak bermaksud untuk mengingkari pernikahan kita kelak. Aku akan belajar untuk membuka hatiku. Aku mohon bersabarlah!" Kini bahu Hera mulai bergetar . Hera sudah tidak bisa menahan tangisan nya lagi. Entah kenapa dia merasa takut dan sedih sekarang.
Alex yang melihat itu merengkuh tubuh Hera dan memeluknya dengan erat. Tangannya bergerak menepuk punggung dan mengelus kepala Hera penuh kasih sayang. Namun tangis Hera malah semakin menjadi. " Jangan menangis. Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku akan menunggumu. Berapa lama pun waktu yang kau butuhkan, aku tidak akan pernah bosan untuk menunggu . Aku tau sejak lama kau sudah mulai membuka hatimu dengan tidak menolak semua perlakuan baik ku padamu bukan? jadi jangan khawatir. Aku akan terus ada di sampingmu. Aku akan selalu ada untukmu dan akan selalu menjagamu. Aku mencintaimu Go Hera."
"Hikssss Alex. Ibuku. Ayah. Ayah menghianati ibu bahkan sampai ajal menjemputnya. Ketika ibu meninggal di rumah sakit. Hanya aku yang menemaninya. Saat itu usiaku baru menginjak 10 tahun. Aku berusaha untuk menghubungi Ayah tapi tidak bisa. Aku melihat Ibu sekarat di depan mataku. Dia menggenggam tangan kecilku, aku ingin membantunya. Aku ingin membuatnya tetap hidup tapi aku tidak bisa melakukan apa- apa. Aku hanya bisa menangis dan menyaksikan kesakitan yang ibu alami. Hikssss. Saat aku mencari ayah di rumah. Bibi Han mencegah ku untuk masuk ke kamar Ayah. Namun aku kalut saat itu. Aku marah. Aku merasa hanya aku dan ibu yang ada di dunia ini saat itu. Saat aku membutuhkan ayah, ayah gak ada. Sampai pada akhirnya aku melihat ayah sedang berhubungan intim dengan Yeseul. Hatiku hancur saat itu juga. Ibuku berjuang sendirian di ranjang rumah sakit tapi Ayah malah bersenang senang dengan perempuan lain dan perempuan itu adalah sahabat ibuku , Orang yang sudah ibu anggap seperti adiknya sendiri.
Jlebbb.. Jantung Alex bagai di tusuk belati mendengar semua cerita Hera. Wanita yang selalu dia anggap wanita yang kuat dan tidak lemah ternyata memiliki masa lalu sekejam ini. Alex tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya anak umur 10 tahun harus kehilangan ibu dan juga sosok ayah di waktu yang bersamaan. Hatinya bagai tersayat pisau yang tajam. Sangat sakit. Alex hanya mendengar ceritanya namun sakitnya sudah seperti ini. Ya tuhan . Alex bersyukur karena Hera masih di berikan kesehatan mental. Alex tidak tau jika hal ini terjadi pada anak yang lain anak itu akan mampu melewati ini semua atau tidak.
__ADS_1
Alex semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Hera. Bibirnya kelu. Dia tidak sanggup berkata apapun untuk menghibur gadis kecilnya saat ini.
"Aku mencintaimu Hera. Aku mencintaimu. Aku janji. Aku hanya akan mencintaimu .Aku tidak akan pernah mencintai wanita lain selain dirimu di dunia ini. Alex mengecup kepala Hera berkali kali. Berharap wanita yang sedang menangis dalam pelukannya merasa sedikit lebih tenang. Tiga puluh menit kemudian isakkan yang sebelumnya terdengar kini berganti dengan suara napas teratur milik Hera. "Dia tertidur?" gumam Alex dalam hati.
Alex melepaskan pelukannya dan membaringkan Hera di atas sofa. Dia membuka jas yang di kenakannya lalu menutupi bagian atas tubuh wanita itu agar dia merasa lebih hangat. "Aku harap kau akan merasa lebih baik setelah bangun nanti Hera". Alex mengecup kening Hera lalu pergi keluar dari ruangannya.
Annya buru-buru berjalan mendekati Alex ketika melihat laki-laki itu mendekat ke arah meja kerjanya. "Tuan!" Sapa Annya membungkukkan badan di hadapan Alex.
"Apa yang kau lakukan pada Hera apa aku bisa menganggapnya sebagai ketidak sengaja an? Kau yakin kau tidak dengan sengaja ingin melukai calon istriku?" Alex menatap Annya dengan mata yang sudah berkilat marah. Suara yang dingin dan juga nada yang mengintimidasi.
"Aku akan menyelidiki ini. Dan jika terbukti kamu melakukan sesuatu dengan sengaja dan dengan niat tertentu. Aku tidak akan pernah melepaskan mu."
"Baik Tuan, sekali lagi maafkan saya!" Annya masih dengan mode akting terbaiknya. Wajahnya kini terlihat sangat menyedihkan seolah olah dialah yang tersakiti dalam kejadian kali ini.
"Halo Wohyun. Tolong bawakan makan siang. Sekarang!. Ada yang harus kau kerjakan saat ini!" Alex menutup kembali ponselnya setelah mengatakan itu kepada Wohyun.
Alex kembali kedalam ruang kerjanya tanpa menolehkan wajahnya sedikitpun kepada Annya. Alex menyelimuti Hera dengan selimut yang dia ambil dari kamar kecil yang ada di ruangannya. Laki-laki itu kini duduk di di sofa yang paling dekat dengan Hera. Menatap wanita itu dengan wajah yang sendu. Alex bisa melihat kelopak mata Hera yang bengkak akibat terlalu lama menangis. "Aku janji akan membuatmu bahagia Hera. Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakitimu."
__ADS_1
Tok. Tok. Tok.
"Masuk!" sahut Alex yang masih enggan mengalihkan perhatiannya dari Hera.
"Ini makan siang yang kamu minta Lex," ucap Wohyun lalu dia meletakannya di atas meja.
"Selidiki latar belakang Annya. Jangan sampai ada yang terlewat. Aku tidak ingin siapapun menjadi ancaman untuk keselamatan Hera. Kau tau bukan apa yang sudah Annya lakukan hari ini?" Wohyun mengangguk. Dia juga tau bahwa Hera terluka karena Annya.
"Aku akan Segera mengabari mu!" Wohyun pergi dari ruangan itu meninggalkan Alex yang masih berdiri di dekat dinding kaca.
Masa lalu adalah bagian hidup seseorang. Mau kamu berusaha untuk lari meninggalkan masa lalu itu kamu tidak akan pernah bisa meninggalkannya. Karena mereka adalah bagian dari hidupmu potongan-potongan kecil yang melengkapi perjalanan hidupmu. Yang harus kau lakukan adalah berdamai. Menerima apa yang sudah terjadi. Jangan melakukannya untuk orang lain. Memaafkan seseorang bukan untuk memberikan ketenangan kepada orang yang mungkin telah melukaimu. Memaafkan seseorang adalah cara untuk membuat dirimu bahagia. Biarkan masa lalu terus mengikuti mu. Tapi jangan pernah anggap masa lalu itu sebagai batu sandungan mu. Tapi anggaplah mereka sebagai pijakan mu supaya kamu bisa lebih kuat dan lebih baik di masa yang akan datang.
Menangis bukan berarti lemah. Justru orang yang tidak bisa menangis lah orang lemah yang sesungguhnya.
To Be Continued.
Hai reader. jangan lula like sama komen nya ya. Thank you.
__ADS_1