
"sayang, menurutmu kenapa Hera tiba-tiba ingin menikah dengan Alex?" Jessica yang dari tadi hanya diam memikirkan kejadian hari ini mulai bersuara.
"Aku juga tidak tau sayang, tapi apapun itu, aku berharap ini akan menjadi hal yang baik untuk kita semua di masa depan" tuan Kim merengkuh tubuh Jessica yang duduk di sebelahnya.
Mereka masih di dalam mobil saat ini, melayang dengan pikirannya masing-masing.
Drtttt.... Ponsel Jessica berdering.
"Halo Sayang," ucap Jessica .
"Ma, kayaknya angel masih gak bisa pulang besok, jadwalnya nambah lagi, mungkin harus seminggu lagi angel di tiongkok."
"Gak papa sayang, yang penting kamu bisa jaga diri baik-baik di sana. Oh iya , mama ada berita baru lho,"Jessica memulai acara ngerumpinya.
"Ada berita apa ma?, kayak nya seru sampai mama gak nunggu angel pulang dulu buat cerita. Ayo ceritain ma! jangan bikin angela penasaran."
Jessica mulai terbawa suasana, dia sangat bahagia dengan wajah yang mulai berseri seri lagi sekarang. "Hera ingin menikah dengan Alex," Jessica sedikit memekik karna terlalu antusias.
"Apaaaaa,? Jessica menjauhkan ponsel dari telinganya ketika mendengar Angela berteriak.
"Kok bisa?? knp?? Hera hamil? Ya Tuhan, kok Kak Hera mau sih, aku jadi kasian," Angela mulai memelankan suaranya.
"Mama juga gak tau alasannya kenapa, tapi kalau benar Hera hamil sama Alex bagus dong, mama jadi gak usah nunggu lama buat momong cucu," tuan Kim yang mendengar obrolan anak dan istinya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya heran. Kenapa mereka bisa berfikir Alex menghamili Hera sedangkan tuan Kim sangat tau Kalau Alex bukan tipe laki laki yang akan dengan mudah merusak kehidupan seorang perempuan.
Di sisi lain...
Myung Jin kini sedang duduk termenung di kursi tempatnya bekerja ketika dia sedang di rumah. pikiran nya sedang kacau, dia tidak tau apa yang harus dia lakukan ketika dia bertemu Hera nanti. Myung Jin tidak pernah tau alasan apa yang membuat Hera begitu membencinya. Tapi setelah hari ini Myung jin sadar, siapapun akan marah jika melihat orang yang mereka sayangi di sakiti orang lain.
__ADS_1
Myung jin memijit pelipisnya dengan sikut yang di letakan di atas meja.
"Ada apa sayang?" Ye-Seul melingkarkan tangannya di leher Myung Jin.
"In Ha.. In Ha tau kita ada hubungan di belakangnya selama ini. Aku mendengarnya dari Hera barusan," Myung jin masih tetap dalam posisinya.
"Apa?" Ye-Seul menutup mulutnya kaget. matanya terbelalak, In Ha tau kalau selama ini Myung Jin berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.
"Ini tidak mungkin, katakan Hera hanya menggertak kita Myung Jin," Ye-Seul menggoyangkan bahu Myung Jin beberapa kali untuk mendapatkan jawaban yang dia inginkan. Namun sayang, Myung Jin tidak mengatakan apapun, itu tandanya yang baru saja di katakan Myung Jin itu benar.
Air mata mulai menetes di pipi Ye-Seul.. Yeseul tau dia jahat karena telah berselingkuh dengan suami sahabatnya sendiri. Tapi Ye-Seul tidak pernah tau kalau selama ini In Ha mengetahui hubungan gelapnya dengan Myung Jin.
"In Ha juga tau kalau aku memiliki bayi lain bersamamu," ucap Myung Jin yang sukses membuat pertahanan Ye-Seul roboh. Tubuhnya ambruk ke lantai. Ye-Seul mulai menangis, dia merasa menyesal karena dulu telah berbuat hal keji seperti itu kepada In Ha.
"Sudahlah, jangan terlalu di pikirkan, nanti kita cari cara supaya Hera bisa memaafkan kita," Myung Jin memegang bahu Ye-Seul membantunya berdiri dan menarik tubuh Ye-Seul ke dalam pelukannya.
🍓🍓🍓
Alex berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum. Tenggorokannya benar-benar terasa sangat kering.
Krieeettt, Alex membuka pintu kamarnya setelah puas memberikan asupan cairan ke tenggorokannya. Alex memasuki kamar dan berjalan mendekati Hera. Laki-laki itu mengerutkan dahinya ketika melihat Hera tidur dengan gelisah.
"Ada yang tidak beres," gumam Alex dalam hati. Alex menarik laci yang ada di samping tempat tidurnya, menekan tombol di sebuah remote untuk menyalakan lampu kamar.
Tring. . . Kamar itu menjadi terang benderang dalam sekejap, memperlihatkan Hera yang sedang memejamkan mata namun peluh membasahi kening dan wajahnya saat ini. Alex mendudukkan dirinya di tepian ranjang, lalu menempelkan punggung tangannya di atas kening Hera.
"Astaga," ucap Alex yang merasakan panas di kening pujaan hatinya itu.
__ADS_1
"Dugaan ku tidak salah, kau benar-benar demam," Alex mulai panik, dia berlari ke luar kamar mencari sesuatu di dapur untuk di jadikan tempat menampung air agar dia bisa mengompres Hera. Alex mendapatkan sebuah mangkuk bowl kaca yang ukurannya cukup untuk di gunakan saat ini. Dengan langkah tergesa Alex membawa mangkuk yang sudah diisi dengan air hangat dan juga sebuah handuk kecil ke kamarnya.
Alex buru-buru mencelupkan handuk kecil itu ke air, memerasnya lalu meletakannya di atas kening Hera sambil menekan-nekannya sedikit.
Kegiatan itu terus berlanjut sampai keringat di kening dan leher Hera sedikit berkurang.
"Gak bisa kayak gini," ucap Alex ketika melihat angka tiga puluh sembilan derajat di termometer yang Alex gunakan untuk mengecek suhu tubuh Hera. Alex berjalan ke arah lemari pakaian dan mencari t-shirt yang agak tipis di sana.
"Hera!... Hera!... Alex berusaha menggoyangkan tubuh Hera untuk membangunkannya.
"Maafkan aku," ucap Alex yang tidak mendapat respon apapun dari wanita itu.
Alex menyibak selimut yang menutupi tubuh Hera, kemudian dia menarik bagian bawah sweater Hera ke atas untuk melepaskan tangan Hera satu persatu,setelah dua-duanya terlepas, kini Alex menarik Sweater itu ke atas melewati kepala.
Tubuh polos Hera yang hanya tertutupi bra kini terpampang jelas di depan matanya.
"Sadar Alex," gumamnya pada diri sendiri. Alex berusaha menahan dirinya supaya tidak tergoda. Seindah apapun pemandangan yang ada di depannya saat ini, INGAT!!!Hera sedang sakit.
Alex buru-buru memakaikan kaos putih tipis kepada Hera. Prosesnya sangat cepat namun Alex melakukannya dengan sangat hati-hati seakan akan tubuh Hera adalah barang antik yang mudah pecah. Setelah selesai Alex kembali menutupi tubuh Hera dengan selimut.
"Ibu!" gumam Hera yang masih terdengar oleh Alex.
"Ibu!" Hera mulai bergerak gelisah dalam tidurnya.
Alex yang melihat itu meraih tangan Hera dan meletakannya di genggaman tangan Alex. Laki-laki itu menciumi punggung tangan Hera penuh sayang..
"Cepat sembuh Hera!" ucap Alex memandang wajah pucat Hera dengan bibir yang masih bergumam memanggil-manggil ibunya.
__ADS_1
To Be Continued...
Hai Readers.. Jangan lupa Like , komen, vote, dan Hadiah nya ya.. favoritkan juga novel nya... Thank you...😘😘