THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Sudah tiga hari Hera tidak masuk kerja, hari ini dia memutuskan untuk mulai kerja kembali. Bisa gila Hera jika terus berada di rumah bersama Alex. Laki-laki itu benar-benar membuatnya hilang akal. Hera semakin takut dia akan melunak dan memberikan seluruh hatinya kepada Alex. Hari ini di ruangannya Hera sedang melamun, bayangan dirinya yang bercumbu dengan sangat panas membuat otaknya tidak bisa berfungsi dengan baik.


Flash Back On


Hera membuka matanya ketika merasakan ada tangan kekar yang memeluk erat pinggangnya. Hera berusaha melepaskan tangan itu dengan sangat hati-hati, namun sayangnya Alex semakin mengeratkan pelukannya membuat tubuh Alex dan Hera menempel tanpa jarak sama sekali.


"Kau sudah bangun?" gumam Alex enteng masih dengan matanya yang terpejam. Hera semakin di buat kelabakan karna Alex mulai menelusupkan kepalanya di leher Hera.


"Yaakk!!.. Kau Alexander kim," teriak Hera yang kesal dengan kelakuan Alex. Alex mengucek matanya , tubuhnya yang tadi tidur dalam posisi miring kini sudah telentang menatap Hera yang sudah duduk dan menatapnya garang bak singa betina yang sedang marah.


"Keluar.. Keluar dari kamarku!" lanjut Hera sambil mengangkat telunjuknya menunjuk pintu kamar. Alex menyunggingkan senyum manisnya. "Kau lupa Go Hera, ini kamar ku," Alex masih enggan untuk beranjak.


Brughhhh...


Hera menendang tubuh Alex saat melihat Alex akan menarik selimut kembali.


"Akhhhh," pekik Alex mengusap bokongnya yang sakit. "Go Hera kau keterlaluan," belum sempat Alex berdiri dengan benar Hera sudah menariknya dan mendorong Alex keluar dari kamar.


Brakkkkk.. Hera membanting pintunya kasar.


"Kau mau bermain dengan ku Alexander? kita lihat siapa yang akan menang, " Hera berdecih lalu masuk ke dalam kamar mandi..


Suara langkah kaki terdengar ketika Alex sedang membuat nasi goreng di pantry. Matanya membulat melihat Hera berjalan melewatinya dengan pakaian yang sulit membuat Alex fokus. Kemeja putih Alex yang sedikit kebesaran di tubuh Hera sangat pas di kenakan oleh wanita itu . Alex yakin Hera tidak menggunakan Hotpants di balik kemejanya saat ini, paha jenjang nan mulus milik Hera membuat otak Alex traveling.


Glekkk.. Alex menelan salivanya ketika melihat bra berwarna Hitam yang terlihat dari balik kemeja putihnya karena warna kemeja dan bra yang Hera kenakan sangat kontras. Dadanya tidak terlalu besar, tapi sangat pas jika Alex mencoba untuk menggenggamnya, tanpa Alex sadari tangannya sudah mulai bergetar.

__ADS_1


Hera yang melihat Alex masuk kedalam perangkapnya bersorak dalam hati "Mampus kamu Alexander, emang kamu doang yang bisa menggodaku? cihh, Halu sekali anda," batin Hera bersorak gembira.


Alex berusaha untuk menahan godaan di pagi hari yang mungkin sengaja Hera lakukan, bahkan 2 kancing paling atas kemeja itu tidak Hera kancingkan membuat tulang selangkanya terlihat dengan jelas.


Hera sengaja mengambil air yang ada di dalam kulkas, membuatnya sedikit berjinjit dan tentu saja kemeja yang di gunakannya semakin tertarik ke atas.


"Sadar Alexander, jangan tergoda, " Alex meruntuki dirinya yang malah semakin gencar mencuri pandang.


Hera menghentikan kegiatannya ketika mendengar suara gemrisik di bawah meja pantry, "Kau dengar itu Alex?" tanya Hera menundukkan kepalnya mencari sumber suara.


"Apa?" tanya Alex . Alex mematikan kompor dan mulai mendekat ke arah Hera. Hera menegakan kembali tubuhnya menatap Alex. "Aku mendengar suara di bawah sana," Hera menunjuk menggunakan jari telunjuknya.


"Mungkin itu tikus," ucap Alex Asal. Ya kali ada tikus di apartemen mahal begini ya kan.


Hera memekik ketika kata tikus keluar dari mulut Alex, sedetik kemudian dia sudah berada di gendongan Alex bak anak koala, beruntung saat itu Alex sigap menahan bobot Hera menggunakan kedua tangannya yang menyangga bokong Hera. Alex tersenyum merasakan Hera yang semakin erat memeluk lehernya. Alex memejamkan mata menikmati aroma vanila yang keluar dari tubuh gadisnya itu.


"Kau pikir aku bisa berkomunikasi dengan hewan?" ucap Alex merasa bodoh mendengar apa yang Hera katakan. "Aku tidak mau tau, kau harus mengusirnya keluar dari sini."


"Tidak ada tikus di sini Hera," ucap Alex namun Hera masih enggan mengangkat kepalanya dari bahu Alex. Alex melangkahkan kakinya dan mendudukkan Hera di atas pantry. Hera enggan untuk turun, namun Alex berusaha melepaskan tangan Hera yang melingkar di lehernya perlahan.


Mau tidak mau Hera membuka matanya yang sejak tadi terpejam. Tangannya masih enggan untuk terlepas dari leher Alex yang membuat Alex mendongak kan kepalnya membuat mata mereka bertemu dengan jarak yang sangat dekat. Iris mata mereka bergerak sesekali memperhatikan objek yang ada di hadapan mata mereka masing-masing.


Suara degup jantung keduanya semakin terdengar tidak karuan, Alex? jangan tanya, tubuhnya sudah terpancing sejak tadi, dan posisinya sekarang dengan Hera membuat darahnya semakin berdesir memberikan sensasi panas yang luar biasa.


Hera terpaku. matanya terkunci dengan mata Alex yang sudah terhalang kabut gairah.

__ADS_1


Cup. Alex mencium bibir ranum Hera. Mel um at nya dan merasakan bibir manis nan kenyal yang seakan menjadi candu untuknya.


Hera membulatkan matanya ketika merasakan bibir Alex menekan bibirnya. Manis. Itu yang Hera rasakan saat ini, Hera menutup matanya menikmati his ap an dan lum at an Alex di bibirnya, Hera membuka mulutnya ketika lidah Alex berusaha untuk masuk menerobos mulut Hera. Hera tidak tau apa yang terjadi dengan dirinya. kali ini hati dan tubuhnya lah yang bekerja, sedangkan otaknya entah kenapa malah libur dalam situasi seperti ini.


Hera mengerang, suara des ah an keluar dari bibirnya, Alex yang mendengar itu malah semakin gencar men ci u mi Hera, tangannya mulai nakal mengusap paha lembut nan mulus Hera saat ini. Tangan itu semakin lama semakin bergerak ke atas, bibir Alex turun ke leher, semakin lama semakin turun, hingga tangan yang tadinya berada di belakang tengkuk dan paha Hera Kini sudah berada di depan dada Hera. Tangannya bergerak lincah membuka kancing kemeja yang Hera kenakan Satu persatu. Hera yang sudah terbawa kabut gairah meremas dan mengacak rambut Alex frustasi, sesekali dia menekan kepala Alex yang terbenam di dadanya yang masih terbungkus bra. Alex mengulurkan tangannya untuk meraih pengait bra di belakang punggung Hera . Namun tiba-tiba...


Ting Tong.. Ting Tong.. Suara bel menghentikan aksi panas yang sedang mereka lakukan.


Alex yang seakan tersadar dengan apa yang akan di lakukannya barusan buru-buru mengancingkan kemeja Hera kembali, tangannya bergerak mengusap sisa saliva mereka yang masih tersisa di bibir Hera .


"Kau sangat nakal baby," bisik Alex di telinga Hera. Cup... Alex mengecup bibir Hera sekilas. Hera yang sedang bengong mengerejat kaget. Ternyata kesadarannya belum kembali sejak tadi. Wanita itu memegang bibirnya setelah melihat Alex pergi untuk membuka pintu.


"Kau sudah tidak tertolong Hera," gumam Hera memukul kepalanya sendiri. Hera bisa merasakan kalau bibirnya bengkak saat ini, bahkan bibirnya itu mati rasa karena terlalu lama bercumbu dengan Alex.


"Kak Hera!" Sara mengerakkan tangannya di depan wajah Hera.


"Iya," pekik Hera terkejut.


"Kakak sedang melamunkan apa? dari tadi ponsel kak Hera berdering terus. Sara menunjuk ponsel yang ada di atas meja kerja Hera.


Hera mengambil ponselnya dan melihat nama Minhyuk tertera di sana.


"Minhyuk?"...


To Be continued .

__ADS_1


Jangan lupa Like sama komen nya ya. favoritkan juga karya perdana author ini. Thank you..


__ADS_2