
Setelah menginap satu malam di hotel termewah di kota seoul, Alex dan Hera memutuskan untuk pulang ke kediaman keluarga Kim. Mereka berencana untuk tinggal di apartemen Alex. Namun untuk saat ini mereka memilih pulang ke rumah orang tua Alex supaya Hera bisa lebih dekat dengan keluarga barunya. Baru setelah itu mereka akan memikirkan rencana selanjutnya.
Hera sudah tiga hari tinggal di rumah orang tua suaminya. Hera sangat bahagia karena Jessica Tae jun maupun Angel memperlakukannya dengan baik dan mereka sangat menyayangi Hera. Keluarga ini sangat hangat. Bahkan sering kali Hera melihat keributan yang di sebabkan oleh dua kakak beradik yang sangat lucu menurutnya. Hera bersyukur karena setelah belasan tahun dia hidup sendiri tanpa keluarga tanpa kehangatan tanpa orang yang memperhatikannya kini dia memiliki apa yang sebelumnya tidak di milikinya.
Andai Hera bertemu lebih awal dengan keluarga ini. Mungkin dia tidak akan kesepian terlalu lama. Dan mungkin akan lebih mudah baginya untuk berdamai dengan masa lalu yang telah memporak porandakan kehidupan juga hatinya.
Hera menatap Alex yang sedang beradu mulut dengan Angel. Sudut bibirnya tertarik ke atas mendengar ejekan dan umpatan yang keluar dari mulut Angel dan akan langsung di balas oleh Alex. Laki-laki yang ada di sampingnya ini sangat baik, sangat perhatian dan begitu mencintainya. Meskipun Hera masih belum bisa memberikan apa yang mungkin di inginkan Alex. Laki-laki itu tidak berubah sama sekali. Masih tetap baik dan menghormatinya sebagai seorang istri.
"Makanlah sayang!" ucap Jessica menaruh lauk di mangkuk nasi Hera.
"Makasih Ma!" ujar Hera melahap lauk itu sambil tersenyum. Alex yang tadi sedang sibuk beradu mulut dengan Angel kini fokus memperhatikan Hera dan memberikan semua lauk pauk kesukaan istrinya itu.
"Makan yang banyak. Biar montok . Jangan ikut-ikutan diet kayak si monyet. Badan kurus kayak gitu mana enak buat di peluk," Hera mengangguk dan melanjutkan makannya.
"Hei kodok. Jangan asal bicara. Aku ini seorang model, dan ini bukan kurus tapi ideal. Badan kayak gini tuh badan yang di impikan semua wanita yang ada di dunia," Angel bersungut marah.
"Kalian itu gak ada waktu buat berdamai apa , tiap hari ngocehhhh terus. kasian Hera pasti kupingnya sakit mendengar celoteh kalian yang gak ada ujungnya itu," Tae jun menatap kedua anak nya bergantian.
Angel hanya menunjukan cengir kudanya. Sementara Alex masih sibuk mengisi lauk di mangkuk Hera sambil sesekali memasuk kan makanan ke mulutnya. "Aku kasian sama erick. bisa-bisa nya dia terjerat wanita bising kayak kamu Angel,"Alex menunjuk wajah Angel menggunakan sumpit yang sedang di pegangnya.
__ADS_1
"Cinta itu tidak memiliki alasan Alex. Asal kamu tau, apa orang lain tidak akan berpikiran yang sama seperti kamu saat ini. Kenapa seorang Alexander mau menikahi wanita arogan, dingin dan sangat cuek padahal banyak wanita cantik dan baik yang selalu mengantri di belakangnya," Hera menoleh menatap suaminya yang juga sedang menatapnya.
"Kau itu beda Hera. Sudah jelas kau cantik. Baik, cerdas juga sangat berbakat. Aku beruntung karna menjadi satu-satunya laki-laki yang memilikimu," Alex tersenyum membuat Hera malu sampai pipinya merah merona.
"Huekk.. Anjir lo Kodok. Bisa-bisanya ngebucin depan mama sama papa. Ya Tuhan apa dunia akan segera kiamat," ucap Angel memutar bola matanya jengah.
"Alex benar Sayang. Menantu mama ini sangat Cantik. Dan seperti apa yang Alex bilang, kita beruntung karena memiliki Hera di keluarga kita," Jessica menatap Hera dengan senyum yang sangat hangat. Hera membalas senyuman Jessica yang selalu membuatnya merasa nyaman.
"Ikhh gara-gara kak Hera aku jadi ter asingkan," Angel menggerutu sambil memanyunkan bibirnya kesal. Namun bukannya marah, Hera Alex Jessica dan Tae jun malah terkekeh melihat Angel yang sedang merajuk. Mereka tau bagai mana perlakuan Angel kepada Hera selama ini. Bukan hanya Alex yang bucin. Tapi Angel juga sangat menyukai Hera sampai Alex sering merasa kesal karna waktu berduanya dengan Hera selalu di ganggu adiknya.
"Alex terima kasih," ucap Hera kepada Alex.
"Kenapa berterimakasih padaku hmmm?" Alex membetulkan posisi selimut yang menutupi tubuh Hera . Di luar sedang hujan saat ini. Meskipun di dalam mobil Alex ada penghangat, namun Alex yang sangat posesif tentu saja akan memberikan perlindungan lebih kepada istri cantiknya.
"Terimakasih karena sudah menjadi orang yang selalu ada untukku. Terimakasih karena selama ini kau selalu perhatian dan pengertian, terimakasih karna sudah mencintaiku bukan perempuan lain Ale," .Hera tersenyum memandang wajah tampan suaminya. Alex kini memiringkan posisi duduknya. Menatap bola mata Hera dan mengelus lembut pipi Hera yang sangat di sukainya.
"Aku tidak membutuhkan terimakasih darimu. Memilikimu adalah sebuah anugrah terindah yang tuhan berikan kepadaku. Aku mencintaimu dengan ketulusan. Jadi aku tidak membutuhkan apapun lagi selain kau yang akan terus ada di sisiku," Alex mengecup bibir Hera sekilas , menatapnya dengan penuh cinta kemudian mengelus lembut pucuk kepala Hera.
" Apa yang aku lakukan di sini. kenapa mereka melupakan keberadaan ku," gumam sopir Alex menggerutu. sekeras apapun dia mencoba untuk tidak melihat dan tidak mendengar keuwuan yang di lakukkan bosnya itu . Dia masih tetap bisa mendengarnya. Asoy sekali bukan.
__ADS_1
Perusahaan Alex.
Alex keluar memutari mobil dan membawa sebuah payung. Tangannya yang kosong terulur menuntun Hera untuk segera keluar dari mobilnya. Alex menyerahkan payungnya kepada satpam yang sedang berjaga. Sementara dia dan Hera memasuki gedung perusahaan dan di sambut hangat oleh semua karyawan. "Selamat Atas pernikahannya Tuan Nyonya." ucap para karyawan yang sedang berbaris dan membungkukan badan mereka memberi hormat. Alex meraih pinggang Hera dan berjalan melewati para karyawan nya. "Terimakasih. Kalian bisa kembali ke tempat kalian masing - masing" ucap Alex berjalan menuju lift yang ada di lantai satu.
"Alex! kenapa menaiki lift ini? bukan kah kau harusnya menaiki lift khusus?" Hera mendongakan wajahnya menatap Alex.
"Aku ingin mengantar istriku. Apakah salah?" ucap Alex yang sudah masuk ke dalam lift bersama Hera di sampingnya. Baru saja Alex ingin memcet tombol yang ada di dalam lift. Tiba-tiba segerombolan karyawan datang ingin naik ke lantai atas tempat mereka bekerja.
"Masuklah!" ucap Alex ketika melihat para karyawannya diam mematung tidak berani masuk me dalam lift. Para karyawan itu masuk namun mereka memberi jarak antar tubuh mereka dan bosnya itu.
"Kau nanti makan siang di kantorku kan?" Alex menundukan kepalanya menatap Hera.
"Hmmm," ucap Hera tersenyum menganggukkan kepalanya. Alex ikut keluar ketika Hera sudah sampai di lantai 25 tempatnya bekerja. Tangan Alex yang sejak tadi menggenggam tangan Hera, dia sama sekali tidak mau melepasnya membuat orang-orang yang melihatnya iri.
Semua karyawan belum pernah melihat Alex dekat dengan permpuan. Sekalinya ada perempuan di sisinya langsung di nikahi dan sangat-sangat di jaga. Benar-benar membuat semua orang iri dan patah hati. yang satu ganteng yang satu cantik luar biasa. Sungguh pasangan yang sempurna.
To Be Continued.
Hai reder. Jangan lupa like dan komen nya ya. Thank you.
__ADS_1