
"Tapi kenapa tiba-tiba sekali pak, apa salah kami?" tanya salah satu karyawan yang tidak terima dengan keputusan HRD mereka.
"Aku tidak bisa menjelaskan apapun pada kalian sekarang, Presdir yang menyuruhku memecat kalian," HRD tersebut berusaha menjelaskan.
Ketiga karyawan yang baru saja di pecat itu berjalan gontai, mereka berjalan menuju meja masing-masing untuk membereskan barang mereka.
Hari terus berganti, kini tiba saatnya dimana pakaian musim ini akan segera di luncurkan.
Hera yang setiap hari sibuk lambat laun semakin dekat dengan Alex karna urusan pekerjaan, meskipun Hera sendiri tidak sadar, namun Alex sangat senang akan hal itu.
"Alex!!" pekik wanita yang masuk ke ruangan kerja Alex. Di sana juga ada Hera dan Wohyun yang sedang mendiskusikan masalah peluncuran pakaian dengan Alex.
Alex yang sudah tau suara siapa yang memanggilnya terlihat enggan menanggapi orang tersebut.
Ketika Angela melihat wanita cantik di hadapan Alex, dia terlihat menampakan senyum jahilnya, Angela memang sering mendengar cerita Jessica yang selalu membicarakan menantu masa depannya, bahkan sesekali Jessica mengambil foto Hera tanpa Hera sadari.
"Alex, kau mengabaikanku sayang," Angela mengalungkan tangannya di leher Alex, memeluk laki-laki itu dari belakang.
"Kenapa tidak menjawab panggilanku hmmm?" ucap Angela mengecup pipi Alex sekilas.
Wohyun yang melihat kelakuan Angela hanya menampakan senyum di bibirnya, sedangkan Hera nampak tidak perduli dan memilih fokus dengan laptop di hadapannya.
"Angel, duduklah yang benar! aku memanggilmu ke sini karena ada pekerjaan yang harus kita bahas," ucap Alex, yang sesekali melihat ke arah Hera.
Alex bukan senang dengan perlakuan adik yang sedang menjahilinya, Alex hanya ingin tahu, apa Hera merasa terganggu jika ada perempuan lain yang mendekatinya.
"Biarkan aku duduk di sebelahmu ya sayang," ucap Angela bergelayut manja di lengan Alex.
Hera yang sendari tadi melihat adegan mesra di hadapannya memutar bola matanya malas.
"Bisa kita lanjutkan pembahasan kita Tuan," Hera yang sudah jengah mulai berbicara.
"Lanjutkan saja!!"
Hera mulai menjelaskan Hasil kerja timnya mulai dari A sampai Z.
"Pekerjaan ku hampir rampung Tuan, itu terserah anda mau mengadakan Fashion Show kapan, aku hanya menunggu keputusan Anda.
"Semakin cepat semakin baik, aku sengaja membawa Angela kemari, dia akan menjadi salah satu model di Fashion Show dan juga foto shot produk kita."
"Oke kalau begitu, Anda hanya tinggal menentukan tanggal dan waktunya saja, jika sudah selesai saya akan kembali ke ruangan saya," Hera berbicara sambil menutup laptop dan beranjak dari duduknya. Setelah itu Hera membungkukkan badannya , dan berjalan pergi dari ruangan Alex.
"Kau lihat itu Wohyun, bahkan saat ada perempuan lain yang mendekatiku dia tidak perduli sama sekali," Alex berbicara sambil mengusap kasar wajahnya. Frustasi ? jelas saja, sudah hampir sebulan Alex berusaha mendekati Hera, namun perempuan yang di sukainya itu tidak tergerak sama sekali.
"Buahahahahaha," tawa Angela menggema di ruangan Alex.
"Baru kali ini aku melihat ada perempuan yang tidak mau dan tidak suka kepadamu kak," Angela berbicara sambil terus menertawakan nasib kakaknya itu.
"Kau harus berusaha lebih keras lagi Alex, bukankah ini juga menjadi pengalaman yang menarik, karena selama ini perempuanlah yang biasanya mengejar-ngejar mu, sekarang giliran kau yang harus mengejar Hera!" Wohyun juga Heran, kenapa ada perempuan yang tidak mau dengan Alex.
"Kak, jika kakak mau, aku bisa membantumu," tawar Angela.
__ADS_1
"Sudahlah, aku tau kau akan melakukan hal-hal yang gila angel."
"Kak, kakak ini harus percaya padaku, aku juga tidak akan melakukan sesuatu yang akan membahayakan dan merugikan kakak."
"Sudahlah, kamu pulang aja Angel!, nanti kakak kasih tau kamu kalu kakak udah nentuin tanggal peluncuran produk pakaian kakak di musim ini."
"Baiklah, tapi ingat kak, jika kakak butuh bantuan, segera hubungi aku ya!" Angela berbicara sambil berjalan meninggalkan Alex dan Wohyun.
"Dadah sayang," Angela melambaikan tangan kepada Alex.
Alex yang melihat itu hanya menggeleng geleng gelengkan kepalanya.
"Wohyun, coba kamu cek jadwal harian ku! tanggal berapa aku ada waktu kosong,"
"Aku akan memberitahumu setelah aku memastikannya."
🍓🍓🍓
Hari ini adalah hari dimana *f*ashion show yang Estate adakan akan segera di lakukan, Hera nampak anggun mengenakan dres berwarna hitam yang melekat indah di tubuhnya yang tinggi.
"Wah, kau cantik sekali kak Ara," puji Sara yang sejak tadi sudah menunggu kehadiran Hera di aula tempat dimana acaranya akan dilakukan.
Hera hanya menampakan senyumnya tanpa mau menanggapi pujian yang di lontarkan Sara kepadanya.Setelah beberapa kali memeriksa keadaan di belakang panggung,Hera duduk di kursi yang sudah di sediakan di sana.
Aula pun mulai penuh dengan orang-orang yang akan menyaksikan fashion show yang di selenggarakan Estate Group, banyak di antara mereka yang sangat antusias, mengingat betapa besarnya nama brand pakaian yang mereka lihat sekarang.
Alex pun mulai memasuki aula dan duduk di kursi di sebelah Hera. Sesekali Alex melihat Hera yang menurutnya sangat cantik malam ini, hanya saja Alex merasa pakaian yang Hera kenakan terlalu terbuka di bagian atasnya.
Wohyun yang melihat gelagat Alex hanya tersenyum berusaha untuk menahan tawanya, melihat bosnya begitu frustasi membuat wohyun sedikit senang.
"Bos, mohon bersabarlah!" bisik Wohyun di telinga Alex.
"Brengsek kau Wohyun," gumam Alex pelan , dia tau kalau Wohyun sekarang pasti sedang mengejeknya.
Acarapun di mulai, para model satu persatu bergiliran berjalan di atas cat walk dengan anggun, di sana juga ada Angela yang memamerkan beberapa pakaian rancangan Hera.
"Sayang," panggil seseorang kepada Hera.
Hera menolehkan kepalanya menghadap orang yang memanggilnya barusan.
"Mama! mama juga ada di sini?" tanyanya kepada Jessica, Karena sering bertemu dan berinteraksi dengan Jessica , Hera mulai terbiasa dengan panggilnya kepada ibu dari bosnya ini.
"Iya sayang, kau sangat cantik malam ini," puji Jessica.
Hera nampak tersenyum menanggapi ucapan mama barunya ini.
peragaan busana sudah selesai, kini giliran Alex yang naik ke atas panggung.
Alex berjalan dengan gagahnya, dia mengenakan setelan kemeja dan jas yang sangat cocok di tubuhnya, wajahnya semakin tampan ketika tersorot cahaya lampu di atas panggung.
Lama Alex berbicara , dan acarapun telah selesai, suara tepuk tangan terdengar sangat riuh ketika Alex sudah menyelesaikan kalimatnya. Alex kembali turun dari panggung dan berjalan menghampiri Hera.
__ADS_1
"Selamat!" ucap Alex sambil menyodorkan tangannya di hadapan Hera, "Kau lulus Hera, sekarang kau resmi menjadi karyawan tetap di perusahanku, bakat dan hasil kerja kerasmu telah membuktikan bahwa kau pantas menduduki posisimu yang sekarang," Alex tersenyum.
Hera menjabat tangan Alex, "Terimakasih karena Anda telah mempercayakan proyek sebesar ini kepada saya," Hera berbicara dengan senyum di wajahnya, senyum yang sangat di sukai Alex, senyum yang sangat mahal dan jarang sekali orang lihat.
Di lihat dari sisi manapun kedua orang yang saling pandang dan melemparkan senyumnya ini terlihat sangat cocok, yang satu tampan dan berwibawa, yang satunya lagi cantik dan juga sangat elegan.
"Sayang," panggil Jessica.
Hera pun Menoleh.
Jessica memeluk Hera, "Mama pulang dulu ya".
"Iya ma, hati-hati!"
"Alex nanti kamu antar menantu mama pulang ya, jangan sampai dia kenapa-napa," ingat Jessica.
"Iya mama, udah sana mama pulang aja, papa pasti udah nunggu tuh di mobil."
"Kamu mau pulang sekarang?" tanya Alex kepada Hera.
"Saya masih ada urusan Tuan, kalau Tuan mau pulang, duluan saja, bilang saja sama mama kalau Tuan sudah mengantar saya pulang," celoteh Hera berusaha menjauh dari Alex.
"sama mama aja udah nyaman manggil mama, la sama aku, masih aja manggil Tuan, gak peka banget ," Gumam Alex dalam hati.
"Saya juga masih ada urusan Hera, silahkan saja kalau kamu memang masih ada urusan di sini."
"Baiklah, kalau begitu saya permisi Tuan,"ucap Hera sebelum pergi meninggalkan Alex.
Beberapa jam kemudian, Hera dan Sara sudah mau keluar dari gedung yang mereka pakai untuk acara malam ini.
Dari kejauhan Hera melihat Alex yang sedang mengobrol dengan perempuan yang mereka temui di kantor Alex beberapa hari yang lalu, Alex terlihat bahagia dan sesekali mengusap kepala perempuan itu.
Hera yang tidak mau tau dengan urusan bosnya, berusaha mengabaikan apa yang baru saja dia lihat, entah kenapa, dia merasa kecewa melihat Alex yang begitu akrab dengan perempuan lain.
"Pergilah!" ucap Alex kepada Angela yang sudah duduk di mobilnya.
"Pak, langsung antar Nona muda ke rumah ya!" titah Alex kepada sopir Angela.
"Siap Tuan."
"Siapa kalian?" tanya Hera kepada dua orang yang menghampirinya.
Kedua orang tersebut terlihat menyeramkan dengan pakaian serba hitam dan kaca mata hitamnya.
Dari kejauhan Alex melihat Hera yang sedang di dekati dua orang laki-laki yang tidak di kenalnyalnya, segera berjalan mendekati Hera dan Sara.
To Be Continue....
Hai Readers, Jangan lupa Like , komen, Vote, sama Hadiah nya ya.. Jangan lupa juga di Favoritkan novel nya....
Thank you...😘😘😘
__ADS_1
Ini masih tahap revisi. Maafkan kalau kalian gak nyaman bacanya.