THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Aku Tidak Pernah Mencintainya


__ADS_3

Dia mengatakan kalau dia adalah putrimu! anak dari Lee Ji Eun," lanjut Alex membuat Myung Jin terbengong dengan mata yang membulat sempurna.


"Aku sudah bilang dia tidak akan mengakui perbuatan bejatnya di masa lalu. "


"Hera!" ucap Alex lembut.


Hera hanya mendengus, dia sangat kesal kepada Myung Jin yang seolah-olah ingin lari dari tanggung jawab yang seharusnya dia emban sejak dulu . Hera merasa malu dengan semua perbuatan yang telah ayahnya lakukan. Bagaimana bisa dia memiliki tiga saudari yang ketiganya berasal dari wanita yang berbeda. Sungguh sangat menjijikkan pikir Hera.


"Maksud kalian, Lee Ji Eun memiliki anak dariku?" tanya Myung Jin, yang di balas anggukan oleh menantunya.


Myung Jin menarik nafas panjang lalu menghembuskannya kasar. Dia berpikir untuk sesaat, lalu kemudian. "Hera, dengarkan ayah sayang, ayah tidak tahu jika Ji Eun memiliki anak dari ayah. Dulu sebelum ayah menikah dengan ibumu, ayah memang sempat menjalin hubungan dengan Ji Eun, namun itu tidak berlangsung lama karena kedua orang tua ayah menjodohkan ayah dengan ibumu saat itu. Ayah benar-benar tidak tahu kalau saat ayah menikahi ibumu Ji Eun sedang mengandung, kalau saja ayah tahu ayah mungkin tidak akan menelantarkan mereka."


"jadi semua ini benar? "ucap Hera, terkekeh geli. Dia benar-benar merasa jijik.


"Hera maafkan ayah, karena kesalahan yang ayah buat, kamu mungkin harus menderita. Maafkan ayah nak," ucap Myung Jin dengan wajah memelas.


"Aku benar-benar kecewa ayah, apakah selama ini ayah memang tidak pernah mencintai ibu? apakah ayah menikahi ibu hanya karena terpaksa? lalu kenapa kalian memilikiku? kenapa aku bisa lahir ke dunia ini kalau tidak ada cinta diantara kalian?" geram Hera marah, dengan suara yang tertahan. Alex yang berada di samping Hera menarik tangan istrinya, lalu mengelus punggung tangan mungil itu dengan tangan yang lainnya.


"Bukan seperti itu sayang, namun ayah juga tidak bisa berbohong. Ayah memang tidak pernah mencintai ibumu. Tapi ayah menyayangimu. Ayah sangat menyayangimu," ucap Myung Jin kemudian berdiri hendak menghampiri anaknya.


"Stop! jangan mendekatiku Myung Jin. Aku jijik, aku malu memiliki ayah sepertimu."


Deg. Hati Myung Jin seakan berhenti saat itu juga. Anak sulungnya, anak yang sangat dia sayangi mengatakan kalau dia jijik dan malu memiliki ayah sepertinya. Dia sadar dia salah, tidak masalah jika orang lain menghakiminya. Tidak masalah jika banyak orang diluar sana yang menjelekkannya, tapi jika Hera yang mengatakannya, Myung Jin merasa itu seperti sebuah petir yang menyambarnya di siang bolong.


"Hye Mi ayah....


"Hye Mi? aku Hera ayah Go Hera," teriak Hera sambil berdiri. "Aku membencimu," ucap Hera kemudian berjalan keluar dari ruangan Myung Jin.


"Hera! Hera maafkan ayah Nak," mohon Myung Jin. Dia hendak mengejarnya namun Alex mencegah Myung Jin.

__ADS_1


"Aku akan mengejarnya. Ayah selesaikanlah masalah ayah dengan Annya. Nanti aku akan memberitahu mu di mana Annya sekarang," ucap Alex kemudian berlari mengejar Hera yang sudah pergi cukup jauh.


Bruukkkk... Beberapa dokumen berhamburan di lantai saat Hera tidak sengaja menabrak karyawan yang berjalan berlawanan arah dengannya.


"Maaf," ucap Alex saat berpapasan dengan karyawan wanita yang tadi di tabrak oleh istrinya.


"Tidak apa-apa Tuan," jawabnya. Karyawan itu sudah tahu siapa yang tadi menabraknya dan siapa orang yang baru saja meminta maaf kepadanya. Dia tidak bisa berkomentar apapun , karena dia tahu dia tidak memiliki hak untuk mencela. Siapa yang tidak tahu Alexander Kim, seorang CEO dari Estate Grup, dan juga wanita yang tadi menabraknya adalah anak dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja saat ini.


"Orang kaya mah bebas," gumamnya menggerutu. (lain di mulut, lain di hati ya neng)😂


"Hera! tunggu!" ucap Alex ketika mereka sudah sampai di lobi perusahaan.


Srettttt... Alex mencekal tangan Hera kemudian menariknya kasar.


"Kenapa kau seperti ini? ayo kita pulang! kita akan bicarakan ini di rumah!" Alex menarik tangan Hera kemudian mendorongnya masuk ke dalam mobil saat mereka sudah sampai di luar.


Hera bungkam, dia tidak berbicara, dia tidak menangis apalagi tersenyum . Author gila kalau sampai bilang Hera lagi senyum sekarang.


Blammm... Pintu mobil di banting kasar oleh Hera ketika mereka sudah sampai di basement apartemen. Wanita itu berjalan dengan langkah lebar tanpa menunggu suaminya sama sekali.


Alex , laki-laki itu menghela nafas panjang. Bukan karena Hera membanting pintu bugatti miliknya, melainkan karena dia stres memikirkan perangai istri cantiknya yang selalu menunjukan emosi berbeda setiap kali mendapatkan masalah. Alex berpikir, kenapa kebanyakan orang cenderung memiliki sifat yang sama, tapi Hera berbeda. Dia merasa sudah sangat mengenal istrinya. Tapi ternyata dia salah.


"Hera! Sayang! buka pintunya! kita harus bicara, jangan seperti ini sayang, kita harus membicarakannya baik-baik."


Tok Tok Tok..


Cklek...


Alex masuk mengekori Hera yang berjalan di depannya. Wanita itu berhenti dan duduk di tepian ranjang. Wajahnya ? masih sama seperti tadi. Datar tanpa ekspresi.

__ADS_1


"Sayang!" panggil Alex lembut, laki-laki itu berjongkok di depan Hera sambil memegangi kedua lutut istri tercintanya. "Sayang, kalau ada yang mengganjal di hatimu, katakanlah, jangan memendamnya sendiri, aku khawatir jika kau terus diam seperti ini."


Tes.


Tes.


Tes.


Alex mengangkat tangannya kemudian mengusap air mata yang jatuh dari pelupuk mata Hera. Alex berdiri lalu duduk dan merengkuh tubuh sang istri. Cukup lama dia membiarkan Hera terisak dalam dekapannya. Sampai pada akhirnya Hera membuka suara.


"Alex, aku membenci ayah. Kenapa dia harus sejahat itu kepada ibu, kenapa setelah bertahun-tahun dia menikahi ibu, dia tidak mencintai ibu sama sekali. Kenapa hanya ibu yang mencintai ayah? apa aku benar-benar anak ayah? apa bisa seseorang melakukan hubungan suami istri tanpa ada rasa cinta? apa aku hanya sebuah kesalahan? kenapa semua ini harus terjadi padaku Alex? kenapa semua ini harus terjadi kepada ibu? Hiksss. Aku sangat membencinya Alex, sangat," ucap Hera di sela-sela tangisannya.


Alex yang mendengar itu hanya diam. Dia bingung, dia ingin menjawab tapi dia takut jawabannya malah akan semakin membuat istrinya terluka. Melihat ini saja Alex sudah sakit hati. Apalagi kalau lebih dari ini. Alex semakin mendekap tubuh Hera. Tangannya terulur mengelus kepala Hera penuh sayang.


"Sayang, dengarkan aku! kau tidak harus memiliki jawaban atas semua pertanyaan mu, tapi, aku yakin jika ayahmu memang sangat menyayangi mu. Untuk apa yang telah dia lakukan di masa lalu, kita tidak bisa membenarkannya. Tapi bukankah kita juga tidak bisa mengubah apapun? mencintai itu hal yang ajaib Hera. Kamu tidak bisa mengharapkan orang lain mencintaimu hanya karena kamu mencintainya. Aku tidak tahu kenapa ayahmu sangat suka bermain dengan wanita yang berbeda. Tapi yakinlah, ibumu bahagia hanya dengan mencintai ayahmu meskipun dia tidak mendapatkan balasan atas cintanya. Kau juga menjadi sumber kebahagiaan terbesar untuk ibumu semasa hidupnya. Jangan mempertanyakan hal yang tidak penting. Aku yakin ayah dan ibumu tidak pernah menyesal memiliki anak sepandai dan secantik dirimu."


"Tapi ayah menghianatinya Alex, ayah berkhianat terhadap pernikahannya dan ibu."


"Aku tahu, itu sebabnya aku mengatakan bahwa perbuatannya tidak bisa kita benarkan. Hanya saja, untuk sekarang kita fokus pada kesehatanmu. Ini adalah masa lalu. Jangan sampai masalah ini membuatmu terbebani. Aku yakin seiring dengan berjalannya waktu semuanya akan membaik. Aku dan keluargaku ada untukmu. Jangan memikirkan hal yang tidak perlu!. Maaf aku tadi sedikit kasar ketika menarik tanganmu. Apa kau terluka?" tanya Alex . Dia meraih tangan istrinya lalu menelisiknya dengan seksama.


"Aku baik-baik saja. Aku tahu kau kecewa melihat sikap tidak hormatku pada ayah,"


"Dia pantas untuk mendapatkannya." ucap Alex . Lalu mengecup kening Hera cukup lama.


"Aku mencintaimu Hera, apapun yang kau lakukan, aku akan tetap mencintaimu. Namun, jangan salahkan aku jika aku menegur mu ketika kau melakukan sesuatu di luar batas. Aku melakukannya karena aku perduli padamu."


"Eummm... Aku mengerti," ucap Hera sambil memeluk erat suaminya. Aroma Alex dan perlakuan lembutnya pada Hera, membuatnya sangat nyaman.


To Be Continued. . .

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya readers.


__ADS_2