THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Aku Merindukanmu Alex


__ADS_3

Tak. Tak. Tak. Suara heels yang beradu dengan lantai terdengar di sebuah kantor yang cukup besar untuk ruang kerja sebuah tim. Hera menggeser pintu kaca ruang kerjanya lalu masuk kedalam dan langsung duduk di atas kursi.


"Kita bertemu lagi cantik," ucap seseorang di balik punggung Hera. Hera sontak saja menoleh. Dan matanya terbelalak kaget ketika melihat sosok laki-laki yang sangat ingin dia hindari sedang berdiri di hadapannya.


"Kau! kenapa kau ada disini!" ucap Hera sambil berdiri dan langsung menyambar telepon yang ada di atas mejanya.


"Sara! siapa yang mengijinkan mu untuk membiarkan orang asing masuk ke ruangan ku?"


"Dia mengatakan kalau dia adalah temanmu Kak, dia juga bilang kalau dia sudah memiliki janji dengan Kak Ara," ucap Sara menjelaskan. Sejujurnya jika di lihat sekilas Andrew Garfield sama sekali tidak seperti orang jahat, dia memiliki nama yang sudah sangat besar. Jadi wajar jika orang tidak menaruh curiga padanya.


"Lain kali minta izinku dulu Sara!"


"Baik Kak, maafkan aku," ucap Sara merasa bersalah.


Brak.. Hera menyimpan telepon nya dengan kasar. Dia lantas menolehkan wajahnya dan menatap Andrew dengan tatapan bencinya. Laki-laki yang di tatap malah tersenyum. Dia berjalan mendekati Hera membuat Hera mundur satu langkah.


"Stay Away!" ucap Hera sambil merentangkan jari-jari tangannya di depan Andrew. Entah apa yang ingin dilakukan laki-laki itu. Dia sama sekali tidak tahu.


"Kenapa Baby? kau takut?" tanya Andrew, dia semakin mendekat dan malah mengendus tangan Hera sambil memejamkan matanya. "Kau masih sangat wangi sayang," ucap Andrew. Hera langsung menarik tangannya dan menyembunyikannya di belakang punggung.


"Kau gila Andrew, aku sudah memiliki suami, kau sama sekali sudah tidak mempunyai kesempatan. Jangan mendekat atau aku akan berteriak!" Hera semakin mundur saat Andrew melangkah lebih dekat ke arahnya.

__ADS_1


"Aku sama sekali tidak perduli jika kau sudah bersuami, kita akan bahagia jika kita bersama. Kita akan meninggalkan negara ini, bukankah kau sangat membenci kota kelahiran mu? aku akan membawamu pergi, jika kau tidak suka hubungan tidak jelas, aku akan menikahi mu, kau bebas meminta mahar berapapun. Aku akan dengan senang hati memberikannya untukmu. Mau pesta semegah apapun aku akan mewujudkannya."


"Kau benar-benar gila Andrew. Berhenti menganggu ku, aku tidak tertarik dengan semua tawaran yang kau berikan. Aku bukan wanita murahan yang akan mau menempel pada laki-laki kaya dan gila sepertimu, sebaiknya kau keluar sekarang atau aku akan memanggil staf keamanan untuk segera menyeret mu dari sini."


"Kau tidak pernah mengecewakanku Baby, umpatan yang keluar dari mulut cantikmu itu membuatku semakin bergairah," Andrew ingin menyentuh wajah Hera namun di saat yang bersamaan pintu ruangan Hera terbuka.


"Sara! " ucap Hera berlari ke arah sekertaris nya. "Usir orang itu dari sini! jangan biarkan dia menginjakan kakinya di perusahaan ini. Katakan pada petugas kemanan kalau mereka tidak di ijinkan untuk membiarkan Andrew Garfield masuk ke dalam perusahaan." Hera pergi dengan langkah tergesa. Dia yakin Andrew tidak akan berbuat macam-macam pada Sara. Selain karena ini bukan kantor milik Andrew. Dia juga akan sangat merugi kalau sampai melakukan hal tidak senonoh. Sementara Andrew, laki-laki itu malah tersenyum menyeringai.


Hera sedang berdiri di atap perusahaan. Meskipun angin pagi itu sangat dingin, Hera sama sekali tidak perduli. Dia butuh angin segar untuk membuat otaknya sedikit mendingin. Dia sangat takut dan juga kesal dalam waktu yang bersamaan. Dia benar-benar tidak bisa meremehkan Andrew. Laki-laki itu sudah gila. Dia bahkan tahu seluk beluk Hera yang orang lain pun tidak banyak yang mengetahuinya. Kenapa Andrew memiliki koneksi sejauh ini. Orang seperti apa dia sebenarnya.


"Alex, aku merindukan mu," ucap Hera lirih.


Drtzzz.. Drtzzzz..


"Kau sedang apa sayang? sudah di kantor? apa semuanya baik-baik saja?" tanya Alex. Dia saat ini sedang ada di Bangkok. Oleh sebab itu dia tidak muncul di perusahaan hari ini. Alex yang sangat protektif tidak mungkin membiarkan laki-laki lain mendekati istrinya. Dia sebenarnya ingin membawa Hera pergi bersamanya saat itu, namun, karena Hera menolak, Alex juga tidak bisa memaksa.


"Aku sedang menikmati udara pagi Alex, aku merindukanmu," ucap Hera sambil tersenyum. Meskipun Hera yakin Alex tidak akan bisa melihat senyumannya, tapi saat membayangkan wajah tampan suaminya Hera sama sekali tidak bisa untuk tidak tersenyum.


"Jangan berbicara seperti itu, kau membuatku ingin pulang saat ini juga. Bersabarlah, aku juga sangat merindukanmu," ucap Alex.


"Aku akan menunggumu Alex, cepatlah pulang!"

__ADS_1


"Iya. Aku tutup dulu telponnya ya, meeting akan di mulai beberapa menit lagi . Jangan lupa makan yang teratur! jangan bekerja terlalu keras. Aku masih sanggup menafkahi mu!"


"Pergilah!" ucap Hera seadanya. Dia pun memutus sambungan teleponnya. " Aku harus bagaimana Alex!" lirih Hera sambil menatap kosong ke arah kota yang bisa dia lihat dengan jelas dari atas gedung pencakar langit milik suaminya itu.


Sementara di sisi lain, Angela sedang memutar-muar ponselnya tidak jelas. Dia terlihat sedang memikirkan sesuatu. Wajah nya dia tekuk. Dia juga tidak banyak bicara seperti biasanya.


"Kau kenapa Angel?" tanya mager Lily kepadanya.


"Aku masih menginginkan proyek itu Lily, sampai sekarang aku tidak bisa berhenti memikirkannya. Aku sangat ingin tampil di cat walk paris fashion week. Kesempatan seperti ini sangat langka bukan? kenapa aku harus menolaknya."


"Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan. Kalau aku jadi kau, aku juga akan melakukan hal yang sama. Tapi aku melihat gelagat aneh yang di tunjukan Andrew pada Kakak ipar mu. Aku rasa di benar-benar bukan orang baik Angel." Lily masih berusaha meyakinkan Angel. Meskipun dia juga sangat ingin membawa Angel ke paris fashion week tapi kalau caranya harus seperti ini , lebih baik tidak usah.


Angel memincingkan matanya kepada Lily. "Kau tahu sesuatu Lily?"


Lily gelalapan dia tidak tahu apa yang di lakukannya benar atau salah. Hera sudah melarangnya untuk bicara. Tapi Lily lupa dan malah keceplosan.


"Aku hanya mengatakan kalau aku melihat gelagat aneh yang di tunjukan Andrew. Apa ada yang salah dengan ucapan ku?" tanya Lily sambil mengangkat bahunya acuh.


"Cih, kau tidak seru Lily. Kalau kau menyembunyikan sesuatu, aku tidak akan mau mempertahankan mu. Kau pergi saja cari model atau aktris lain. Aku tidak mau bekerja sama dengan orang yang suka menyimpan rahasia dariku."


"Aku tidak menyimpan rahasia apapun Angel. Kau bisa mempercayaiku," ucap Lily dengan yakin. Dia tidak boleh menceritakan kejadian yang dia lihat di hotel waktu itu. Meskipun Lily tidak bisa mendengar semuanya, tapi Lily tahu kalau Hera sangat marah dan juga gugup saat itu.

__ADS_1


...To Be Continued. ...


...Hai reader jangan lupa like dan komennya ya. Thank you.🤗🤗...


__ADS_2