
Di sebuah kamar yang luas dengan nuansa pink yang mendominasi, terlihat seorang wanita cantik sedang tengkurap di atas kasur sambil menaik turunkan kedua kakinya. Dia sesekali terkekeh mendengar ocehan laki-laki di balik ponsel yang di tempelkannya di telinga.
"Aku merindukanmu Angel, mungkin seminggu lagi aku akan terbang ke Korea untuk menemuimu. Jagalah kesehatan! dan makanlah yang teratur, perbanyak minum air putih!. Dimusim pandemik seperti ini, jangan terlalu sering keluar rumah, jika tidak ada pekerjaan yang mendesak!"
"Baiklah tuan Erick aku akan mendengar semua ucapanmu. Aku akan menunggumu, karena aku juga sangat merindukanmu. selalu jaga kesehatan, dan aku harap kau bisa menepati janjimu."
Tok.
Tok.
Tok.
"Erick, aku harus menutup teleponnya. Ada orang yang mengetuk pintu di luar, aku menyayangimu. Saranghae,"
" Hmmmmm, nado saranghae." jawab Erick.
Angela tersenyum, kemudian menutup teleponnya. Sungguh siapa saja yang melihat dan mendengar apa yang dilakukannya saat ini, orang itu pasti akan mengejek Angela habis-habisan. Bagaimana tidak, orang yang selama ini selalu meremehkan cinta dan selalu menganggap kakaknya gila, karena terlalu menjunjung tinggi kata cinta, dia sendiri berakhir lebih parah dari kakaknya, Alex. Angela melangkah riang menuju pintu kamarnya, tangannya terulur untuk membuka pintu dengan senyum yang terukir indah di wajah cantiknya.
Cklekkkk..
"Kak Hera!", ucap Angel ketika melihat Hera sedang berdiri di depan kamarnya sambil memasang wajah masam.
"Kenapa lama sekali? kau sengaja ingin membuat ku menunggumu!" Hera mengerucutkan bibirnya kesal, karena adik iparnya telat membukakan pintu untuknya.
"Hehehe, maafkan aku kak, aku tidak bermaksud seperti itu. Masuklah!" ucap Angela mempersilahkan Hera untuk masuk ke dalam kamarnya.
Hera masuk, tanpa sungkan sama sekali. semakin hari dia memang semakin dekat dengan Angel. Adik iparnya itu begitu baik dan sangat lucu. Hera sudah pindah dari rumah keluarga suaminya, dan kini, dia tinggal di apartemen Alex. Namun karena suatu hal, Hera sengaja datang ke rumah mertuanya hanya untuk menemui Angela.
"Ada apa kak, tumben kakak ke sini tanpa kak Alex?" Angela ikut duduk di samping Hera, yang saat ini sedang duduk di tengah ranjang adik iparnya itu.
__ADS_1
"Aku bosan di apartemen sendiri Angela. Alex berjanji akan mengajakku jalan-jalan di hari minggu, tapi karena dia ada urusan mendadak, dia terpaksa meninggalkan aku sendiran. Karena tidak mau bosan, aku sengaja datang ke sini. Aku ingin mengajakmu ke tempat yang seru, bukankah kau pernah mengatakan kalau kau akan menemaniku, bukan, kau pernah mengatakan, aku akan menemanimu untuk melakukan hal-hal gila." Hera menatap Angel dengan mata yang berbinar.
"Wah, kau sudah semakin berani ke Hera. Kau yakin tidak akan menyesal? bagaimana jika kak Alex tahu?"
Hera menganggukkan kepalanya.
"Biarkan saja dia tahu , toh salahnya sendiri yang tidak menepati janji. Well, sekarang kita akan kemana?"
Angel tersenyum menyeringai. Senyuman licik yang menandakan kalau wanita itu memiliki ide cemerlang di dalam otaknya.
Hera lagi-lagi menganggukkan kepalanya mendengarkan Angel yang kini sedang berbisik di telinganya.
"Ohooo,, kita akan bersenang-senang kali ini," Hera menaik turunkan alisnya sambil bertos ria dengan Angel.
4 jam kemudian....
Seorang laki-laki berjalan dengan cepat memasuki Mall besar yang ada di kota Seoul. Laki-laki itu berjalan dengan wajah yang masam dan langkahnya semakin dia percepat. Wohyun yang mengikutinya dari belakang sedikit takut, dia tidak tahu apa yang akan dilakukan tuannya kali ini. Dia juga tidak habis pikir, kenapa Hera dan Angel bisa melakukan hal seperti ini. Mereka sudah dewasa, tapi kenapa kelakuannya tidak pernah sedewasa umur mereka.
Alex membuka kasar pintu ruangan khusus yang ada di Mall tersebut. Matanya terbelalak melihat keadaan Hera dan Angela yang terlihat begitu berantakan, rambut mereka acak-acakan, bahkan baju Hera sobek di bagian bahunya.
"Apa yang sebenarnya kalian lakukan?" geram Alex marah, sambil melangkah mendekati Hera dan Angela yang sedang duduk di sebuah sofa sambil menunduk dalam.
Hera menyikut lengan Angel dengan sikunya. Sementara Angel hanya mendesah dan pasrah.
"Kenapa dia bisa kesini?" bisik Angel kepada Hera .
"Aku tidak tahu," jawab Hera kembali berbisik.
"Kalian masih tidak ingin menjawab ku? apa perlu aku biarkan mereka menuntut kalian di pengadilan? Alex benar-benar kesal, dia menarik kasar dasi yang ada di lehernya. Laki-laki itu melepaskan jasnya kemudian meletakkannya di bahu Hera.
__ADS_1
Hera mendongak menatap Alex yang sedang membungkuk di sampingnya. Tatapannya sendu, dia sangat takut karena Hera belum pernah melihat Alex semarah ini sebelumya.
"Astaga... Alex menghela nafas panjang sebelum melanjutkan kalimatnya. "Siapa yang memukul wajah istriku? teriak Alex, membuat semua orang yang ada di ruangan itu mengerat kaget.
Para staff dan juga manager mall serta direktur yang ada di sana menunduk, mereka tidak berani untuk mengangkat kepala mereka.
"Apa tidak ada yang mau menjelaskan semuanya padaku? kalian semua mau aku pecat hah?.... Alex bukannya melemah, malah semakin menaikan suaranya.
"Maafkan saya Tuan, ini salah saya karena tidak bisa mengurus pegawai saya dengan baik. Tapi kami juga tidak tahu kalau Nyonya Hera dan Nonna Angela akan datang hari ini." seorang direktur berusaha menjelaskan meskipun tangannya bergetar hebat. Dia tentu saja tidak ingin menjadi gelandangan jika Alex memecatnya dari pekerjaannya saat ini.
"Jangan membuat alasan!" ucap Alex sambil berdecak pinggang. Laki-laki itu masih enggan untuk bersikap halus.
"Sebenarnya, seperti ini Tuan, dari yang Saya dengar, Nyonya Hera dan Nonna Angela menyerang mereka lebih dulu," tunjuk seorang direktur pada 3 wanita yang sejak tadi sudah duduk di ruangan itu.
Alex menolehkan wajahnya melihat ke suatu arah yang sedang di tunjuk oleh direktur mall tersebut. Dia menatap Heran ketiga perempuan yang penampilanya lebih buruk dari Hera dan Angel. Kenapa Alex tidak melihat mereka dari tadi? padahal mereka sudah ada di sana sejak Alex memasuki ruangan itu. Mungkin dia terlalu fokus pada Hera dan Angel sehingga tidak memperhatikan yang lain.
"Dia berbohong," teriak Angela. " Mereka yang lebih dulu menyerangku, kak Hera hanya membelaku , tapi mereka malah ikut menyerangnya. Kita tentu saja tidak bisa diam, kita tidak salah, kenapa kita tidak boleh melawan." Angela berucap dengan emosi yang menggebu-gebu.
"Tidak, dia yang menyerang kami duluan," ucap seorang wanita dari arah belakang Alex.
Angela yang tersulut emosi hendak berdiri namun, tangannya di tahan oleh Hera. Hera menggelengkan kepalanya mencegah Angela untuk bicara.
" Tapi kak," Angel menatap lekat mata kakak iparnya. Namun lagi-lagi Hera menggelengkan kepalanya membuat Angel mau tidak mau kembali duduk.
"Kalian bisa mengecek rekaman CCTV di tempat Kita berkelahi tadi," Hera berbicara dengan santai tanpa ada nada emosi sedikitpun.
Ketiga wanita yang mendengar ucapan Hera saling memandang satu sama lain, tangannya mulai berkeringat dan mereka semakin bergerak gelisah.
Hera yang melihat itu tersenyum menyeringai.
__ADS_1
To Be Continued.
Hai reader, jangan lupa like dan komentarnya ya..... Thank You.