
Suasana di meja makan menjadi sangat hening. Bagaimana tidak, Hera baru saja mengatakan kalau dirinya ingin menikah dengan Alex. Sedangkan keluarga Go tau kalo Hera akan di jodohkan dengan Kang Minhyuk anak dari rekan bisnis Go Myung Jin. Di tambah lagi dengan Hye Mi yang begitu ingin menjadikan Alex sebagai calon suaminya.
Lain dengan keluarga Go, Kim Tae Jon dengan Jessica sangat senang mendengar Hera ingin menikahi putra mereka, bukan kah selama ini Alex selalu mengatakan kalau Hera sulit untuk di dekati. Bahkan Alex sudah pernah di tolaknya bukan, namun sekarang Hera sendirilah yang mengatakan kalau dia ingin menikah dengan Alex. Apapun asalkan Hera mau menjadi menantu mereka , mereka akan dengan senang hati menerimanya. Bagi mereka kebahagiaan Alex lebih penting dari alasan alasan yang di miliki Hera saat ini. Sementara Alex merasa terkejut dengan apa yang Hera ucapakan, bukannya tidak senang atau apa, Alex tahu selama ini Alex sudah melakukan ratusan atau ribuan cara mungkin untuk menaklukan hati Hera, namun hasilnya masih tetap sama, Hera masih belum bisa menerima Alex di hatinya. Tapi hari ini, hari ini Alex mendengar Hera ingin menikah dengannya, mimpi apa dia semalam. Benar-benar kejutan yang luar biasa.
Hye Mi meremas ujung dres yang di kenakannya. Bagai mana ini bisa terjadi, laki-laki yang di cintainya, laki-laki yang sangat ingin di nikahinya, laki-laki yang sangat dia kagumi, ingin di nikahi kakaknya sendiri. Lelucon macam apa yang harus di terima Hye Mi. Matanya kini memanas, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya yang cantik. Meskipun Hye Mi tidak tau Alex akan memilih siapa, tapi rasa takut Hera akan merebut Alex darinya benar-benar membuat hatinya sakit.
"Hahahaha," tawa tuan Go. "kau sedang bercanda Hera? Kau benar-benar membuat kami semua terkejut," tuan Go tertawa sambil menegak wine di gelasnya.
"Maafkan anak sulung ku , dia memang suka bercanda," ucap tuan Go pada keluarga tuan Kim.
"Ayah aku sungguh-sungguh. Aku ingin menikah dengan Alex," ucap Hera mantap membuat orang-orang yang berada di sana kembali terdiam.
"Tuan Alexander Kim, bukankah kau pernah bilang kalau kau mencintaiku?" Kau akan menikahiku bukan?" tanya Hera kepada Alex yang sedang terbengong di hadapannya. Alex bingung, ini terlalu mendadak dan membuatnya sangat terkejut.
"Alex mencintaimu sayang. Dia akan menikahi mu!" ucap Jessica dengan wajah yang berseri seri menatap Hera.
Hye Mi sudah tidak bisa menahan air mata yang menggenang di pelupuk matanya. Air mata itu kini terjun bebas melewati pipi mulusnya. Hye Mi sudah tidak tahan , hatinya terluka, bahkan Jessica sudah merestui Alex dan Hera untuk bersama, apalagi yang dia harapkan. Hye Mi menyeka air mata yang mengalir di pipinya dengan kasar menggunakan punggung tangan nya. Kemudian......
"Ayah, aku akan ke kamar dulu, aku merasa kurang enak badan," Hye Mi bangkit dari duduknya kemudian berjalan pergi setelah membungkuk hormat kepada keluarga tuan Kim.
Ye-Seul yang melihat putrinya berjalan meninggalkan mereka merasa sesak seakan dia bisa merasakan apa yang saat ini Hye Mi rasakan. Ye-Seul ingin sekali menyusul putrinya untuk menenangkan dan juga menghiburnya, namun meninggalkan tamu di saat perjamuan belum selesai adalah hal yang tidak sopan bukan. Ye-Seul hanya bisa menunggu acara makan malam ini selesai.
Min Ji yang melihat gelagat tidak menyenangkan Ye-Seul seakan mengerti kegelisahan apa yang sedang di rasakan ibunya itu.
"Ayah , Ibu aku akan menemani kak Hye Mi, mungkin dia akan membutuhkan sesuatu."
"Pergilah!" ucap tuan Go. Ye-Seul tersenyum.
"Terimakasih," ucapnya tanpa suara. Min Ji hanya tersenyum menanggapi apa yang baru saja di katakan Ye-Seul.
Min Ji membungkukkan badannya ke arah keluarga Kim, lalu berlari menuju tangga untuk menemui kakak keduanya, Hye Mi.
Tidak ada yang berani membuka suara saat ini, baik dari keluarga Go atau keluarga Kim, mereka sama-sama terdiam. Hawa dingin mulai terasa di ruangan itu.
"Bibi Han!" panggil tuan Go.
"Tolong suruh pelayan untuk menyiapkan makanan penutupnya!" ucap tuan Go merasa canggung dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Myung Jin benar-benar tidak habis pikir bagai mana bisa Hera mengucapkan ingin menikahi Alex di depan kedua orang tuanya, dengan lantang tanpa beban sama sekali, benar-benar membuat Myung Jin frustasi.
__ADS_1
Setelah makanan penutup habis, tuan kim , Jessica dan Alex pamit untuk pergi dari dari kediaman tuan Go.
"Maaf untuk kekacauan yang di buat putriku malam ini," ucap tuan Go ketika mengantar tuan kim keluar dari rumahnya.
"Bukan maslah, istriku akan sangat bahagia jika bisa menjadikan putrimu sebagi menantunya," tuan kim menepuk bahu Myung Jin.
"Terimakasih atas pengertian nya," ucap tuan Go.
Alex kali ini hanya mengikuti apa yang orang tuanya lakukan , Alex tidak berusaha untuk meminta penjelasan dari Hera sekarang, dia akan memintanya nanti.
Hera melepaskan pelukannya dari Jessica.
"Maa, maaf sudah membuat mama terkejut malam ini," ucap Hera merasa tidak enak.
"Bukan maslah Hera, mama sangat senang jika kamu benar-benar mau jadi menantu mama," Jessica mengelus tangan Hera yang sedang ada di genggamannya.
Ye-Seul yang melihat itu merasa sangat iri, hatinya sakit bak tertimpa batu besar yang jatuh dari langit. "mama"? bahkan seberapa keras aku berusaha untuk bersikap baik kepadanya dia tidak pernah memanggilku ibu barang satu kalipun. Tapi, kepada Jessica yang jelas-jelas orang luar dia begitu mudahnya memangilnya mama. Begitulah isi pergulatan batin Ye-Seul.
Tuan Go melambaikan tangannya ketika mobil tuan kim akan pergi.
"HERA, IKUT KE RUANGAN KERJAKU SEKARANG!" ucap Myung Jin ketika melihat mobil Tae Jon dan Alex sudah pergi melewati halaman rumahnya.
Ye-Seul yang sudah tau akan ada perang badai antara anak dan ayah ini tidak ingin ikut campur, dia lebih memilih pergi menemui putrinya yang mungkin sedang menangis saat ini.
"Tutup pintunya!". titah tuan Go ketika mereka sudah ada di dalam.
"Go Hera! apa yang sebenarnya ada di dalam otakmu itu, bagai mana bisa kamu mempermalukan ayah di hadapan keluarga Tuan Kim?" tuan Go yang hilang kendali berbicara dengan nada yang sangat keras.
"Apa? di mana aku mempermalukan ayah? apa yang membuat ayah malu?" Hera memekik tak kalah keras dari ayahnya.
"Kau... kau benar- benar," ... Tuan Go mengusap wajahnya kasar.
"Kau tau Hera, adikmu sangat ingin menikah dengan Alexander, lalu kenapa tiba-tiba kau juga ingin menikah dengannya? jangan bilang kau ingin menikahinya karna kau membenci Hye Mi dan Ye-Seul," hardik tuan Go.
"Dia mencintaiku, dan kalau aku memang memang sengaja ingin menyakiti Hye Mi kenapa? ucap Hera menantang.
"Lalu bagai mana dengan mu? apa kau juga mencintainya?"
__ADS_1
"Jangan membuat adikmu terluka Hera, dia tidak tau apa-apa," lanjut Myung Jin.
"Dia mencintaiku, dan aku mengenalnya. Akan lebih baik jika aku menikah dengannya daripada harus menikah dengan Minhyuk yang tidak aku kenal sama sekali," kini Hera berbicara dengan nada suara yang lebih pelan. "Dan lagi, Kamu tidak ada hak untuk melarangku menyakiti siapapun," tegas Hera.
"Go Heraaaa!" teriak tuan Go. "Minhyuk itu anak dari koleganya ayah, ayah sudah berjanji akan menjodohkanmu dengan Minhyuk."
"Lalu kenapa? batalkan saja, toh aku juga baru sekali menemuinya. Aku yakin belum terlambat"...
"Lalu, bagai mana dengan adikmu?"
" Adikku? sejak kapan aku punya adik? Cihh mungkin dia adalah anak ayah, tapi aku bukan kakaknya, apa layak anak dari perempuan murahan itu menjadi adikku?"ucap Hera yang membuat Myung Jin tersulut emosi.
Plakkkkk... Tangan Myung Jin mendarat di pipi kanan Hera.
"kau benar-benar Hera. Apa ini yang sudah aku ajarkan padamu? apa yang membuatmu begitu yakin bahwa kamu lebih baik dari Hye Mi, apa yang membuatmu yakin bahwa ibumu lebih baik dari Ye-Seul?
Hera menatap lekat mata ayahnya.
Hahahaha... Hera tertawa sangat keras meskipun hatinya sangat terluka saat ini.
"Kau tanya apa yang membuatku yakin kalau ibuku lebih baik dari perempuan simpananmu itu?
"Kau tau Go Myung Jin yang terhormat," Hera menahan nafasnya sebentar sebelum melanjutkan kalimat yang akan dia ucapkan kepada Myung Jin .
"sebelum ibu sakit, ibu tau kalau kau punya wanita lain di luar sana. Bahkan, saat ibu sedang sakit, dia mengetahui kalau kau memiliki anak dari wanita simpananmu itu." Hera bersusah payah menyelesaikan kalimatnya.
jederrrrrr...
Bagai tersambar petir, Myung Jin membeku di tempatnya. "Bagi mana bisa?" gumamnya dalam hati.
"Tapi kau tau? Hera menahan nafasnya lagi ketika merasa sesak di dadanya kembali muncul. Kau tahu?. Hera menjeda kalimatnya. kini suara Hera bergetar. "Kau tau kalau dia tidak pernah mengungkit itu denganmu karena apa?" Hera bersusah payah mengeluarkan suaranya karena tenggorokannya serasa tercekat.
"kau sudah tau kalau selama ini ibu menyimpan rasa sakit di tubuhnya. Dengan bangganya kau menambah rasa sakit di hatinya. Tapi, sampai akhir hayatnyapun ibu tetap mengatakan kalau dia mencintaimu... Mencintaimu Myung Jin."
"Laki-Laki brengsek yang sampai kapanpun tidak akan pernah pantas mendapatkan cinta dari ibuku," Hera berteriak di hadapan Myung Jin dengan air mata yang tidak tau sejak kapan sudah meluncur bebas dari pelupuk matanya.
To Be Continued...
__ADS_1
Hai Readers.. jangan lupa like komen, vote sama hadiah nya ya.. favoritkan juga novelnya.. Terima kasih...