
Happy reading semuanya....
.
.
"Kau," ucap Hera saat melihat seorang wanita cantik yang pernah menggoda suaminya. Niat hati ingin memanjakan diri dengan makan siang di luar kantor karena dia merasa pengap dan bosan kalau harus terus makan makanan yang sudah di siapkan oleh perawat juga para pelayan di rumahnya.
"Cih, dasar gendut. Kau itu tidak cantik Nyonya Hera, kenapa Alex mau menikah dengan mu, padahal kau sama sekali tidak bisa di bandingkan dengannya. Lihatlah perut buncit mu itu, kau persis seperti seekor babi betina yang obesitas."
"Siapa yang kau bilang seperti seekor babi betina Nona Samantha?" ucap Alex yang baru masuk ke dalam restoran, tadi dia memang mengangkat telpon dulu dari koleganya, jadi Alex menyuruh Hera untuk masuk lebih dulu agar istri cantiknya tidak berdiri terlalu lama di luar. Tapi sayang, saat Alex masuk dia malah mendengar kata-kata tidak menyenangkan dari mulut wanita yang pernah menjadi kekasihnya di masa lalu.
"K-kau ada di sini juga Alex?" tanya Samantha terbata. Dia tadi hanya melihat Hera saja, kenapa Alex bisa tiba-tiba muncul.
Alex tersenyum sinis, dia menuntun Hera untuk duduk di sebuah kursi yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.
"Yang kau sebut babi itu adalah istriku, dan ya, dia memang tidak bisa di bandingkan dengan ku, dia terlalu sempurna untukku yang memiliki banyak kekurangan. Tapi satu hal yang harus kau tahu, aku sangat mencintainya, mau bagaimanapun bentuk tubuhnya sekarang, aku tidak pernah keberatan untuk itu. Dan aku merasa bersyukur karena dahulu kau pergi meninggalkan ku. Andai saat itu kau tidak pergi, mungkin sekarang aku akan hidup menderita dengan seekor singa betina yang selalu lapar."
"Apa kau tahu, yang terlihat seperti babi itu kau," bisik Alex di telinga Samantha.
Semua orang yang ada di restoran itu mendadak diam karena mereka sedang memperhatikan sebuah pertunjukan yang sangat langka. Seorang Alexander Kim dari Estate Grup sedang membela istrinya yang sedang hamil. Banyak di antara mereka yang mengabadikan momen itu dengan ponselnya dan mengunggah nya ke media sosial.
"Seorang suami melabrak mantan pacar demi membela istrinya." mungkin hastag itulah yang mereka pakai untuk menyebarkan gosip siang ini.
__ADS_1
"Alex!" panggil Hera. Jemarinya menyentuh jemari suaminya dan menariknya perlahan. "Biarkan anjing gila mengong-gong, semua ucapannya tidak penting. Aku tidak apa-apa, jangan mempermalukan dirimu dengan berbicara dengan Anjing Gila seperti sampah buangan mu ini."
Alex menahan senyumannya. Tadi dia berpikir kalau Hera akan marah dan tidak akan mengatakan apapun pada Samantha, tapi hinaan yang keluar dari mulutnya ternyata lebih pedas dari kata-katanya tadi.
Samantha mendengus, dia menghentakkan kakinya ke lantai. Dia sangat kesal karena sudah di permalukan di depan umum oleh sepasang suami lak nat yang menurutnya sangat tidak cocok.
"Samantha!" panggil Alex saat anjing gila itu hendak pergi.
"Kontrak kerja sama kita aku batalkan."
Samantha semakin di buat kesal dengan kata-kata Alex, dia sangat ingin menyemburkan lahar panas sekarang, tapi sayang, ini adalah tempat umum. Dia tidak bisa membiarkan dirinya di hina lebih jauh lagi.
"Alex!" panggil Hera lembut. " Sudah, sekarang pesan makan siangnya! aku dan Baby Twins sudah sangat kelaparan," ucap Hera. Sekarang usia kandungannya memang sudah mau menginjak usia 7 bulan, rasa mual yang selalu dia rasakan mulai menghilang, dia juga sudah bisa makan dengan lahap. Mungkin itu juga alasan kenapa bobotnya semakin bertambah. Perutnya juga semakin besar. Pantas saja Samantha mengatainya babi betina gendut.
"Jangan dengarkan omongan-omongan orang. Orang memang bebas berkomentar tentang kita, kita abaikan saja mereka, toh, apa yang mereka bilang belum tentu benar kan? kau itu sangat cantik Sayang," puji Alex sambil mengelus pipi Hera lembut.
"Aku tahu Alex, Samantha hanya tidak suka padaku. Kalau dia sudah tidak menyukaiku, apapun yang ada pada diriku mau itu sebagus dan sebaik apapun akan tetap jelek di matanya."
Cup... Alex mengecup kening Hera sekilas. Semakin hari dia semakin bangga kepada istri cantiknya ini, sekarang kepribadian Hera perlahan berubah, dia tidak lagi keras kepala, dia juga semakin bijak dan semakin santai saat menghadapi masalah. Sebenarnya anak yang di kandung Hera akan menjadi orang seperti apa kelak sampai mereka bisa memberikan perubahan yang sangat baik pada Mommy nya.
Dua puluh menit menunggu, akhirnya Hera bisa menyantap makan siangnya. Dia tidak segan-segan untuk mencicipi setiap makanan yang satu persatu mulai memenuhi meja makannya. Siang ini dia makan besar karena besok Alex pasti tidak akan membiarkannya memakan makanan dari luar lagi. Dia hanya di ijinkan memakan makanan dari luar sehari dalam seminggu, itupun hanya satu kali.
"Makan perlahan!" ucap Alex, dia mengambil rambut tergerai Hera dan menyatukannya menjadi satu. Setelah semuanya terkumpul, Alex mengambil ikat rambut dari saku jasnya lalu mengikat rambut Hera dengan telaten. Sebenarnya dari pada suami, Alex lebih terlihat seperti seorang baby sitter. Dia tidak akan malu untuk memperlakukan Hera layaknya seorang putri raja dan dia adalah pelayannya.
__ADS_1
"Lihat! Tuan Alex sangat romantis ya, aku jadi iri. Andai aku juga memiliki suami yang seperti dia kelak. Aku pasti akan menjadi sangat bahagia," ucap salah satu pengunjung di restoran itu.
"Hmmm, dia adalah paket komplit, kau tidak akan bisa menemukan orang seperti itu. Mungkin hanya 1 dari 1000 pria yang ada di kota ini yang memiliki sifat penyayang seperti Tuan Alexander."
"Jangan terlalu banyak bermimpi, nanti kalian sakit hati kalau kalian tidak mendapatkan pasangan yang seperti Alexander," ingat yang lainnya.
Sebuah senyum cerah terukir indah di wajah Hera, dia merasa sangat bersyukur karena selama menjalani kehamilan ini dia selalu di manjakan oleh Alex dan juga orang-orang yang ada di sekitarnya. Meskipun Bae Inha tidak bisa melihat kebahagiaan yang sedang dia rasakan, dia yakin ibunya melihat nya dari tempat lain.
"Jangan menyuapiku terus Alex! kau mau membuatku terlihat seperti babi hah?" ucap Hera dengan mulut yang penuh dengan makanan. Alex hanya terkekeh. Ternyata Hera masih menyimpan apa yang di katakan Samantha dalam pikirannya.
"Mau kau gemuk seperti babi pun kau masih sangat cantik sayang, lagipula wajar bagi seorang ibu hamil memiliki tubuh yang montok, berarti kamu sehat, dan aku juga sebagai seorang suami tidak gagal merawat mu."
"Itu hanya alsan mu saja! kau sengaja membuatku gemuk supaya kau bisa melirik wanita lain yang lebih cantik dariku bukan?"
Hahahaha.. Alex tertawa. "Kau ini sangat lucu sayang. Kau juga sangat tahu bagaimana aku mencintai dan menyayangimu selama ini, aku tidak mungkin menyukai wanita lain, mau secantik apapun dia, bagiku hanya kau wanita tercantik di dunia ini."
Cup... Hera mengecup bibir Alex sekilas. "Terimakasih," ucap Hera sambil memeluk Alex.
...To Be Continued....
Ekhemmmm.... Sedikit cuap-cuap nih.. Yang suka genre fantasi dan cerita yang gak terlalu serius, bisa cek karya terbaru aku yang judulnya Extraordinary Love. Aku jamin ceritanya santai dan gak bosenin... Bantu ramaikan yuk... Terimakasih....
__ADS_1