THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Salah Paham


__ADS_3

"Ma... Jangan membuatnya bingung seperti itu!" mohon Alex kepada Jessica.


"Memang apa yang mama lakukan Lex? bukankah ini calon Menantu Mama? baru kali ini loh kamu bawa perempuan ke rumah ," tukas Jessica tidak terima dengan apa yang di tuduhkan oleh Alex kepadanya.


"Nyonya maaf sebelumnya.Tapi sepertinya Anda salah paham di sini, saya adalah karyawan di Estate Grup Nyonya, bukan Pacar atau calon istrinya Tuan Alex," Hera berbicara dengan susah payah supaya tidak menyinggung Jessica.


Alex yang mendengar itu menganggukkan kepalanya, pertanda dia setuju dengan apa yang di katakan Hera.


"Hera, kamu harus tau sayang, kalau Alex itu masih jomblo, tidak masalah kalau sekarang kamu masih belum jadi pacarnya, tapi mama yakin suatu saat, kamu akan jadi mantunya mama," Jessica masih berusaha meyakinkan Hera.


Hera yang mendengar itu hanya tersenyum masam.


"Sudahlah Ma, Hera ke sini mau konsultasi masalah design pakaian sama mama, Alex minta tolong mama bantu Hera ya!",


"OH, Jadi Hera adalah kepala designer yang baru itu ya?" tebak Jessica.


Alex menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, mama akan bantu tapi, dengan satu syarat, Hera harus panggil mama sama kayak kamu, jangan panggil Nyonya atau Tante!" Tegas Jessica sambil memandang Hera yang terbengong di sampingnya.


"Tapi Nyonya," antah Hera. Namun ucapannya terhenti.


"Tidak ada tapi, kalau tidak mau ya sudah, aku tidak mau membantumu."


Hera memandang Alex dengan pandangan yang mengisyaratkan kalo Alex harus membantunya.


Namun, Alex malah menganggukkan kepalanya, menyuruh Hera mengiyakan apa yang mamanya minta.


"Baiklah Ma," ucap Hera canggung.


"Nah begitu kan enak di dengernya."


"Hera, tanyakanlah apa yang ingin kamu tanyakan sama mama, saya mau ke atas dulu," ucap Alex yang sudah berdiri dari duduknya.


Hera mengangguk.


"Ma, Alex ke kamar dulu."


"Pergilah!" titah Jessica sambil mengibaskan tangannya, menyuruh Alex segera pergi dari sana.


Alex berjalan, dan mulai menaiki tangga, baru sampai setengahnya Alex kembali melihat ke bawah.


"Hera jika perlu sesuatu panggil saja aku!"


"Baiklah!" Jawab Hera.


Hera mulai berbincang dan membicarakan perihal design yang sudah dia buat dengan Jessica. Jessica tampak melihat lihat gambar tersebut dan menganggukkan kepalanya sesekali.


"Bagaimana Ma? apa pendapat Mama? apa ada yang perlu Hera ubah?" tanya Hera serius.


"Ini sudah bagus Hera, untuk model dan juga warnanya sangat baik, tidak terlalu mencolok juga tidak sederhana, terlihat mewah dan berkelas, mungkin kamu hanya perlu mempertegas garis-garis detailnya saja," ucap Jessica masih membolak balikan Kertas yang bergambar design pakaian yang Hera buat.


"Baiklah kalau begitu Ma, tidak ada yang perlu aku khawatirkan lagi," Hera berbicara dengan senyum di wajahnya. Dia merasa puas karena kerja kerasnya selama ini tidak mengecewakan.


"Kamu sangat cantik juga cerdas Nak, Mama sangat berharap kalau kamu mau jadi menantu mama," lagi-lagi Jessica membuat Hera merasa tidak nyaman dengan harapan yang wanita paruh baya itu ucapkan kepada Hera.


"Mama terlalu memuji, pasti banyak wanita di luar sana yang mengantri untuk menjadi memantu amama bukan?"


"Mama tau, tapi mama gak yakin Alex mau, Alex sangat sulit jatuh cinta Hera, sekalipun kami berusaha, dia tetap dengan sikap cueknya seakan wanita-wanita cantik yang mendekatinya adalah mahluk halus yang tidak terlihat," Jessica berceloteh dengan wajah sedihnya.

__ADS_1


Hera yang melihat itu hanya tersenyum, dia tidak ingin menunjukan penolakannya lagi, karna takut membuat anyonya Jessica sakit hati.


Jam sudah menunjukan pukul 06:30 malam, Alex yang sudah mandi, dan berganti pakaian lantas keluar dari kamarnya dan kembali turun ke bawah.


"Alex!" panggil Jessica.


Alex menghampiri Jessica dan Hera yang sedang menata makanan di atas meja makan, ada beberapa pelayan juga, yang membantu di sana.


"Tadi amama ngajak Hera buat bantuin mama masak Lex, biar sekalian Hera makan malam di sini juga."


Alex melihat Hera sekilas, dia tersenyum . Entah kenapa dia begitu suka melihat Hera yang semakin dekat dengannya. Ya, meskipun Alex menggunakan embel-embel pekerjaan untuk terus bisa dekat dengan Hera, Alex tidak menyangkal kalau dia memang sudah tertarik kepada Hera sejak awal mereka bertemu.


"Ma, Papa sama Angela belum pulang?" tanya Alex sambil menarik kursi di dekatnya.


"Papa pulang bentar lagi kayaknya, Angela gak pulang hari ini, dia ada pemotretan di luar kota," Jessica menjelaskan.


"Udah pada mau makan ya?" tanya Taejon yang baru pulang dari kantor.


Pelayan yang melihat tuannya datang segera menghampiri Tae jon mengambil tas dan jas yang ada di tangannya, lalu membawanya ke atas.


"Iya Pa," jawab Jessica.


"Pa, kenalin, ini Hera calon mantu mama," ucap Jessica sambil merangkul bahu Hera.


Tae jon terbengong mendengar apa yang di katakan istrinya, dia sedikit melirik Alex namun tidak ada penjelasan apapun dari sana.


"Halo Tuan, Saya Hera, karyawan baru di Estate Grup," ucap Hera sembari membungkukkan badannya.


"Oh, saya mengerti," Tejon yang seakan tau bahwa istrinyalah yang mengaku-ngaku Hera adalah calon menantunya.


"Hera sayang, kok manggil Papa Tuan sih panggil papa dong , kelak kan dia juga pasti jadi papa mertua kamu," titah Jessica sambil menuntun Hera untuk duduk di kursi di sebelahnya, sedangkan Alex duduk di depan Jessica.


"Iya Ma," ucap Hera yang merasa kurang nyaman dengan apa yang Jessica lakukan.


"Makanlah Nak!" Jessica mulai menaruh lauk pauk di mangkuk nasi Hera.


Hera yang melihat itu merasa terharu, hatinya menghangat, perhatian seorang ibu yang selama ini ia rindukan kini ia rasakan dari orang lain , Hera yang tidak bisa menahan rasa sakit sekaligus bahagia mulai menitikkan air matanya.. Namun dengan segera Hera mengusap kembali air matanya.


Alex yang melihat itu sedikit aneh, Hera yang selama ini terlihat dingin, cuek dan sedikit sombong sedang menangis?


"Sebenarnya perempuan seperti apa kamu ini Hera," batin Alex.


Kim Taejon yang memperhatikan Alex sedikit menyunggingkan senyum di bibirnya.


"Ehemmmm" taejon berdehem membuat Alex yang dari tadi menatap Hera, beralih menatap ayahnya.


"Kenapa Pa?" tanya Alex sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Bukan apa-apa," ucap ayahnya menampilkan senyum nakal kepada Alex.


Alex yang memang tidak mengerti kembali memakan makanannya.


"Lex, kamu lihat, Hera begitu kurus, jangan menyiksa menantu mama dengan pekerjaan yang kamu kasih, kasian menantu mama yang cantik ini, dia pasti kelelahan, " Jessica berbicara sambil terus menaruh lauk di mangkuk Hera tanpa memperdulikan Hera yang mulai tersedak makanan yang sedang dia telan.


Uhuk, Uhuk...


Alex menyodorkan air kepada Hera.


Hera mengambilnya dan mulai menegak air tersebut.

__ADS_1


"Makan pelan-pelan Nak," ucap Jessica enteng sambil menepuk-nepuk punggung Hera pelan.


"Mama! Mama sadar gak sih, Hera tersedak itu karna ucapan mama barusan, berhenti membuat Hera terkejut dan merasa gak nyaman Ma!," pinta Alex memohon kepada Jessica.


Kim Taejon hanya memperhatikan anak dan istrinya yang sedang beradu argumen.


setengah jam kemudian mereka sudah selesai dengan acara makan malamnya..


"Ma, Hera pulang dulu ya," ucap Hera setelah beberapa jam mengobrol dengan Jessica.


"Kamu pulang sama Alex aja ya!. Biar Alex yang antar kamu!" pinta Jessica.


"Gak usah Maa!" tolak Hera "Hera pulang naik Taksi saja".


"Biar Alex aja yang antar Hera, kamu pasi tau kan mama mertuamu seperti apa," Imbuh papa Alex, yang tidak ingin menahan Hera terlalu lama karena takut calon menantunya pulang terlalu malam.


Hera yang mendengar itu hanya mengangguk pasrah.


"Ya Tuhan, keluarga macam apa yang maksa orang buat jadi mantunya, padahal kita baru ketemu". Batin Hera sedikit dongkol.


"Alex, anterin Hera pulang ya!, awas kalo sampe lecet, jagain mantu mama yang bener," lagi-lagi Jessica membuat orang di dekatnya tidak bisa berbicara.


"Baik Ma."


"Semangat," bisik tuan Kim di telinga anaknya. Tae Jon berusaha menyemangati Alex.


"Papa tau kamu suka sama Hera," lanjutnya.


Alex Hanya tersenyum menanggapi apa yang papanya ucapkan.


"Ayo!" ajak Alex kepada Hera.


"Ma , Pa , Hera pulang dulu," pamit Hera sedikit canggung.


"Hati-Hati sayang," ucap Jessica sambil memeluk Hera.


Hera tersenyum menanggapi Jessica.


*************


Empat puluh menit kemudian, tibalah mobil Alex di area parkiran apartemen Hera.


Alex melirik ke samping di mana Hera duduk di sana, Alex Hendak mengatakan kalau Hera sudah bisa turun. Namun Alex mengurungkan niatnya ketika melihat Hera yang tertidur pulas di kursi mobilnya.


Alex mencondongkan badannya untuk membuka sabuk pengaman yang Hera kenakan.


Sampai dimana wajahnya terlihat sangat dekat dengan wajah Hera, Alex terpaku melihat wajah Hera yang terlihat semakin cantik ketika ia melihatnya dari jarak dekat.


Laki-laki itu semakin mendekatkan wajah nyake wajah Hera, semakin dekat dan dekat sampai pada akhirnya.


.


To be continued...


Hai para readers.. jangan lupa like, komen, hadiah sama vote ny ya.. jangan lupa favoritkan juga supaya kalian bisa tau kalo author update bab selanjutnya... happy reading gaes.... makasih ya..



Gambaran Alex di bab ini... 😆

__ADS_1


Jangan Lupa mampir di novel terbarunya author ya.



__ADS_2