
Angela memasuki kamar rawat Alex seorang diri. Kini dia tidak datang dengan Jessica maupun dengan Tae Jun. Dia memutuskan untuk meminta maaf pada Hera sekarang. Ini sudah hampir satu minggu sejak kedua kakaknya itu di rawat di rumah sakit. Sebenarnya Hera sudah tidak di haruskan untuk rawat inap. Hanya saja Alex bersikekeh kalau Hera tidak boleh pulang ke rumah mereka sebelum Alex sembuh. Alhasil Hera harus tetap tinggal bersama Alex di rumah sakit.
Krieeettt... Angel berjalan melewati pintu setelah membuka pintu itu perlahan. Hera maupun Alex menoleh saat mendengar suara langkah kaki mendekat ke arah mereka.
"Aaaaa, buka mulut mu Alex!" titah Hera. Saat ini dia memang sedang menyuapi Alex. Setelah dia menghabiskan makan siangnya, kini giliran Alex yang makan. Hera tahu Angela datang, tapi dia tidak perduli dan memilih untuk pura-pura tidak tahu.
"Ada apa Angela?" tanya Alex sambil mengunyah makanannya. Angela tersenyum kemudian berjalan ke sisi ranjang Alex. Dia menyentuh pundak Hera dan mulai menuturkan isi hatinya.
"Kak Hera. Maafkan aku. Aku tahu aku salah, tidak seharusnya aku bersikap keras kepala seperti waktu itu. Kau dan juga Alex mengalami ini semua karena aku, karena kebodohan ku. Aku janji, lain kali aku akan mendengarkan semua ucapan kalian. Aku tidak akan bersikap egois lagi. Kak Hera! jangan mendiami ku terlalu lama. Aku sangat kesepian setelah kau pergi dan tidak pernah menghubungiku lagi. Aku merindukanmu Kak. Jangan seperti ini," ucap Angela dengan wajah sendunya.
Hera menarik napas panjang lalu menghembuskan-nya perlahan. Dia masih dengan telaten menyuapi Alex. Sementara Alex hanya diam sambil menerima suapan dari tangan istrinya. Dia tidak berani menyela atau sekedar berusaha untuk bersuara. Alex harus menjadi tuli dan bisu untuk sesaat supaya kedua orang yang sangat dia sayangi bisa bicara dengan leluasa.
"Aku mengerti Angela. Aku tahu kau sangat ingin meraih cita-cita mu dengan kemamouanmu sendiri. Tapi jangan sampai kau menutup mata untuk hal-hal seperti ini. Dunia yang kau geluti itu bukan dunia biasa. Banyak di antara model-model sepertimu yang mendapatkan pelecehan hanya karena mereka ingin menaikan popularitas dan bekerja sama dengan desainer-desainer terkenal. Aku tidak ingin melihatmu menjalani kehidupan seperti itu." Hera menaruh mangkuk nasi yang sudah kosong ke atas meja. Dia mengambil segelas air lalu meminumkannya kepada Alex.
"Jadi Kak Hera sudah memaafkan ku ?" tanya Angela dengan wajah penuh harap. Hera mengangguk. Dia memutar badannya kemudian merentangkan tangannya sambil tersenyum. Angela yang melihat itu sontak saja langsung menghambur ke pelukan Hera. Dia sampai menangis karena terlalu bahagia.
__ADS_1
"Hei... Kenapa kau menangis?" tanya Hera . Dia mendorong bahu Angela lalu mengusap air mata yang meluncur di pipi adik iparnya itu.
"Aku terharu Kak. Aku sangat bahagia karena Kak Hera mau memaafkan ku. Jangan marah lagi!" ucap Angela . Wanita cantik itu berbicara sambil sesenggukan. Hera kembali memeluknya dan mengelus punggung Angela lembut. "Aku tidak akan marah lagi. Aku hanya tidak ingin kau mengalami hal buruk seperti apa yang pernah aku alami. Kau harus hidup lebih baik dari ku Angela. Meskipun kau adalah seorang wanita kau harus bisa melindungi dirimu sendiri." Angela mengangguk dalam pelukan Hera. Dia berjanji kalau dia tidak akan bersikap egois lagi. Sudah cukup kali ini saja dia bersikap keras kepala dan menyakiti orang-orang yang menyayangi nya.
Tok Tok Tok.
"Kak Ara!" teriak Sara yang baru saja masuk bersama Wohyun. Hera langsung melepas pelukan Angel dan berjalan menghampiri Sara.
"Ada apa? kau berteriak seperti sedang berada di pasar saja. Ini rumah sakit Sara, kau mengganggu pasien yang sedang dalam perawatan," ucap Hera sambil melirik Alex. Alex tersenyum sambil menggaruk kepalnya yang tidak gatal. Dia memang seorang pasien, tapi dia tahu jika Hera sedang menyindirnya karena Alex terlalu manja pada istri cantiknya itu.
"Kau seperti anak kecil saja Sara. Lepaskan! apa kau tidak malu?" tanya Hera sambil mendorong bahu Sara. Sara menggeleng dia malah semakin erat memeluk Hera membuat orang yang di peluk menghela napas kasar.
Alex turun dari ranjang kemudian berjalan mendekati Sara dan melepas paksa wanita mungil itu dari lengan istrinya." Dia istriku Sara. Jangan memeluknya terlalu lama!"
Sara mendengus ketika dia terlepas dari lengan Hera karena Alex merebut Hera dengan paksa. Laki-laki itu merangkul pinggang Hera dengan posesif. Dia mengecup pipi Hera beberapa kali membuat semua orang yang ada di ruangan itu memutar bola matanya malas.
__ADS_1
"Dunia serasa milik berdua, kita cuma ngontrak ya kan?" sindir Wohyun dengan suara yang lantang. Sara dan Angel mengangguk. Namun Alex tidak memperdulikan mereka sama sekali. Baginya Hera adalah dunianya jadi untuk apa dia malu menunjukan kasih sayang nya di depan orang lain. Toh dia tidak membuat siapapun rugi.
"Biarkan dia Wohyun! dia memang sudah menjadi budak cinta sejak bertemu dengan Kak Hera," ucap Angela. Semua orang yang ada di ruangan itu tertawa ketika mendengar sebuah fakta yang Angela ucapkan.
Sementara di sisi lain, seorang pria sedang meringkuk di sebuah ruangan persegi yang tidak terlalu besar. Ruangan itu di kelilingi jeruji besi yang sangat tinggi. Andrew, laki-laki brengsek itu tidak bisa melakukan apapun karena kakinya di rantai dengan rantai super besar. Wajah Andrew yang semula tampan kini sudah tidak berbentuk lagi. Banyak luka lebam dan juga sobekan di pelipis dan di bibirnya.
"Cihhh... Kau seperti hewan peliharaan jika terus seperti ini Andrew." Julieta berjalan menghampiri Andrew dan berhenti tepat di depan jeruji besi yang mengurung laki-laki malang tersebut.
"Aku akan melepaskan mu jika orang yang kau lukai sudah sembuh dan mengatakan kalau kau sudah boleh di bebaskan. Tapi, jangan harap penderitaan mu akan berhenti di sini. Karena setelah mereka keluar dari rumah sakit, mereka akan menyebarkan semua video mesum mu dengan puluhan model yang pernah kau lecehkan. Kau terlalu bodoh karena menyimpan semua video mesum mu di dalam handphone ini." Julieta tersenyum menyeringai. Dia mengangkat sebuah ponsel dan menyodorkannya pada Andrew.
Andrew ingin mengambil ponsel itu namun dengan segera Julieta menarik tangannya. Dia memasukan kembali ponsel Andrew ke dalam saku coat yang dia kenakan. "Kau tidak berharap aku akan memberikannya bukan?" tanya Julieta sambil tertawa mengejek.
"Brengsek," umpat Andrew setelah melihat Julieta pergi meinggalkannya.
...To Be Continued....
__ADS_1
...Hai reader jangan lupa like dan komennya ya. Thank You. 🤗🤗...