THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Misi Khusus


__ADS_3

Sebelum mulai baca.. Jangan lupa jempolnya ya.. Kasih ratting 5 kalau kalian menyukai cerita ini. Dan author rengginang ini akan sangat bahagia kalau kalian mau nabur bunga juga..😁😘🤗


Happy reading semuanya..


Hera keluar dari walk in closed dan memasuki kamarnya dengan langkah yang gontai. Hari ini dia merasa tidak senang karena Angela sudah pergi bersama suaminya. Sudah seminggu sejak Angela menikah, dan Hera juga sudah sering meluangkan waktu untuk bermain dan menghabiskan waktunya bersama Angela selama adik iparnya itu masih ada di Korea.


"Masih sedih hmmm?" tanya Alex yang baru saja masuk ke kamarnya sambil membawa segelas susu hangat untuk Hera. Kegiatan ini memang sudah rutin dia lakukan. Alex tidak pernah melewatkan detail terkecil tentang apa yang di butuhkan oleh istri cantiknya juga bayi-bayi kecil yang masih ada di perut Hera.


Hera berjalan mendekati Alex lalu memeluknya. "Kenapa aku harus sedih ketika Angel meninggalkan ku Alex, seharusnya aku bahagia karena Angela kini sudah memiliki keluarga baru, tapi aku masih merasa ini terlalu cepat."


Alex menyimpan gelas nya di atas nakas. Dia membalas pelukan Hera lalu mengelus punggung istrinya lembut. "Wajar kau merasa seperti itu Sayang, kita semua juga merasa sangat kehilangan Angela, tapi apa boleh buat. Ini demi kebaikan Angela dan suaminya. Kau harus mengerti itu Sayang. Sebuah hubungan suami istri tidak mungkin bisa berhasil kalau dua-duanya saling tarik menarik masalah tempat tinggal. Aku yakin Angela akan sering berkunjung."


"Aku harap Angela bahagia setelah dia menikah dengan Erick."


Alex tersenyum. Dia melepas pelukannya lalu menuntun Hera untuk duduk di tepian ranjang. "Duduklah! kau harus minum susu dulu mumpung masih hangat. Aku tidak membuat yang dingin karena takut kau mual lagi."


Hera hanya mengangguk. Dia mengambil gelas yang di sodorkan Alex padanya. Dan saat Hera sudah menenggak habis susunya, Alex membantu Hera duduk di atas ranjang sambil bersandar di sandaran ranjangnya. Susana malam itu begitu hening, entah karena Hera yang masih sedih atau karena Alex yang sedang sibuk mengelus perut Hera sambil mengecupinya perlahan.


"Alex!" panggil Hera.


Alex langsung mengangkat kepalanya dan menatap Hera lekat. Dia sudah tahu kalau istrinya ini pasti menginginkan sesuatu, Alex hanya berharap kalau apa yang akan di minta istrinya ini bukan sesuatu hal yang sulit untuk dia dapatkan. "Apa yang kau inginkan Sayang?" tanya Alex.

__ADS_1


"Aku ingin rujak buah Alex!" ucap Hera dengan senyum cerah, secerah matahari pagi. Alex menunggu kalimat selanjutnya. Tidak mungkin Hera hanya meminta rujak buah saja kan? pasti ada sesuatu yang lebih besar di belakangnya. Namun, lagi-lagi Alex berharap kalau itu bukanlah hal yang tidak-tidak.


"Aku ingin rujak buah yang ada di Thailand," ucap Hera akhirnya.


Matilah Alex. Kalau Hera meminta sesuatu seperti ini, bukankah dia harus pergi ke Thailand? okelah kalau Hera memakan apa yang dia inginkan, tapi kebiasaan yang di lakukan istrinya ini hanya akan mencicipi makanan yang dia mau. Pernah satu kejadian dia menginginkan churros langsung dari Spanyol. Dan, pada saat Alex sudah membawakan churros nya, Hera hanya menggigit nya lalu meninggalkan nya begitu saja, alasan yang dia berikan kepada Alex adalah, rasa churros nya tidak sesuai dengan apa yang dia idamkan. Bukankah ini sangat aneh....


"Aku akan berangkat ke Thailand besok pagi Sayang, sekarang kau tidur dulu ya!" pinta Alex lembut. Bisa gawat kalau tiba-tiba Hera menginginkan rujak buahnya sekarang. Apa jarak Korea Thailand sedekat itu?....


"Aku akan tidur. Tapi kau harus janji, besok kau harus memberikan apa yang aku mau. Aku ingin kau membeli semua jenis buah yang di jual pedagangnya."


"Hmmm.. Aku akan membeli semuanya, kalau perlu aku beli dengan tokonya sekalian."


Hera tersenyum, dia mengecup bibir Alex sekilas lalu mulai memejamkan mata agar hari esok segera tiba. Sementara Alex, setelah Hera tidur, dia tidak langsung tidur. Karena besok dia harus melakukan sebuah misi besar, dia harus melakukan segala persiapannya dari sekarang.


"Iya Alex!"..


"Tolong batalkan meeting besok pagi. Kosongkan semua jadwalku untuk besok, dan ya, siapkan pesawat untukku supaya besok pagi aku bisa langsung pergi ke Thailand."


"Apa? ke Thailand?" tanya Wohyun.


"Biasa, misi khusus," ucap Alex yang membuat pria di sebrang telepon terkekeh pelan.

__ADS_1


"Aku mengerti, aku akan mempersiapkan semuanya malam ini."


"Hmmm... Terimakasih Wohyun."


Alex kembali ke dalam kamarnya. Dia memang menelpon Wohyun di balkon kamar karena takut mengganggu Hera yang sedang tidur. Bibirnya tertarik ke atas saat dia melihat Hera tidur dengan sangat lelap. Hatinya merasakan sebuah debaran yang luar biasa, dia masih tidak menyangka, kalau Hera yang pada awalnya menolaknya mati-matian kini sedang tidur dengan keadaan dia yang sedang mengandung anak-anak Alex.


"Terimakasih karena sudah mau menjadi istriku Hera." Alex mengecup kening Hera lembut. Setelah puas memandangi wajah istrinya, dia memutuskan untuk tidur agar besok pagi dia bisa bangun lebih awal.


Sementara di tempat lain, Han Bin sedang berusaha untuk menenangkan Hye Mi. Gadis cantik itu sedang menangis tersedu-sedu, tadi sore dia sudah menjenguk Min Ji. Keadaan Min Ji memperhatikan, semakin lama, Min Ji semakin sulit untuk di ajak berbicara.


"Sabar Hye Mi, mungkin ini adalah yang terbaik untuknya. Aku yakin, suatu saat dia akan sembuh. Dia hanya terguncang. Cepat atau lambat dia akan kembali pada jati dirinya yang sesungguhnya, percayalah."


Hye Mi menatap Han Bin lekat. Hye Mi juga ingin bersabar, dia tidak ingin menangis, namun entah kenapa, setelah dia melihat keadaan Min Ji, dia merasa sangat sedih. Dia ingin menolong dan membantu Min Ji , tapi dia tidak bisa melakukan apapun. "Aku sangat kasihan kepada Min Ji Han Bin.. Hikssss, dia masih kecil, kenapa dia harus mengalami ini semua."


Han Bin menarik bahu Hye Mi. Dia memeluk Hye Mi lalu menepuk punggungnya perlahan. Hatinya sakit jika melihat Hye Mi bersedih bahkan sampai menangis terisak seperti ini. Tapi apa boleh di kata, ini sudah nasib Min Ji. "Aku tahu kau sangat menyayangi Min Ji, tapi kau harus kuat. Kau harus bisa melawan rasa sedih yang kau rasakan, Min Jj tidak memiliki siapapun di sisinya. Kau harus kuat supaya kau bisa menjadi sandaran untuk Min Ji."


Hye Mi mengangguk. Dia melepas pelukannya lalu mengusap air matanya kasar. "Aku akan menjadi kuat Han Bin, tapi berjanjilah! berjanjilah kau akan ada di sampingku sampai kapanpun, jangan pernah pergi meninggalkan ku Han Bin."


"Aku mencintaimu Hye Mi. Aku akan selalu ada di samping mu sampai kapanpun. Aku janji."


Kata-kata manis Han Bin sukses membuat Hye Mi merasa lebih tenang. Memang, ada kalanya kita harus bersikap rasional, dan ada kalanya juga kita harus bersikap sesuai dengan apa yang hati kita rasakan. Membuat janji itu tidak salah, mengatakan kata-kata manis juga tidak selalu lebay, karena terkadang, kata-kata manis itu menjadi mood booster untuk orang lain yang mendengarnya. Jadi, sesekali mendengar gombalan seperti yang Han Bin lakukan tidak salah Kan?..

__ADS_1


Maafkan diriku yang gaje banget ini..🙈🙏


...To Be Continued....


__ADS_2