
Alex memapah Hera berjalan untuk menemui Hye Mi. Hera sudah bersikeras bahwa dia bisa jalan sendiri dan tidak membutuhkan bantuan dari Alex. Namun laki-laki itu mengancam akan menggendongnya jika kali ini dia tidak menurut. Oh ayolah, Hera memang masih lemas tapi di perlakukan seperti ini oleh Alex membuatnya semakin takut kalau suatu saat dia akan sangat manja dan sangat bergantung pada sang suami. Meskipun Hera yakin kalau Alex tidak akan keberatan tapi tetap saja dia takut suatu saat suaminya akan merasa lelah dan jengkel.
Hera melangkah masuk ke ruang rawat Hye Mi ketika Alex membuka kan pintu ruangan itu.
Mata Hera bertemu dengan mata Hye Mi yang sedang menatapnya. Hye Mi tersenyum namun tidak dengan Hera. Wajah nyabegitu masam berbanding terbalik dengan ekspresi wajah yang di tunjukannya saat Hye Mi terluka karena berusaha untuk menolongnya.
Alex melepaskan pegangannya pada bahu Hera saat wanita itu berjalan mendekati ranjang Hye Mi.
"Aku sangat berterima kasih karena kau telah menyelamatkanku meskipun pada akhirnya kau sendiri yang terluka. Di masa depan aku harap kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi. Andai saja situasi seperti ini terulang kembali, jangan pernah mengorbankan dirimu untuk menolongku. Aku sama sekali tidak butuh batuan mu. Meskipun aku akan mati di hadapan mu aku harap kau tidak harus perduli!" Hera membalikan badannya kemudian keluar setelah menyelesaikan kalimatnya.
Hye Mi tersenyum getir. Dia sama sekali tidak menyangka jika kakaknya akan masih sangat membencinya setelah apa yang terjadi. Hye Mi tau bahwa Hera kini sedang bertarung dengan emosinya. Egonya begitu tinggi sampai dia tidak mau mengakui apa yang sebenernya di rasakannya saat ini. Hye Mi tau bagaimana khawatirnya Hera saat dia tidak sadarkan diri. Han Bin yang sejak tadi menemaninya sudah menceritakan semuanya pada Hye Mi.
Alex mendekat ke ranjang Hye Mi. Dia juga terlihat bingung dengan sikap yang Hera tunjukan barusan. "Maafkan dia, mungkin emosinya sedang tidak stabil. Kau juga tau bukan bagaimana tadi dia sangat menghawatirkan mu," Hye Mi menganggukkan kepalanya.
"Tolong jaga dia!" lagi-lagi Alex memohon pada Han Bin. Walau bagaimanapun Hye Mi terluka karena berusaha untuk melindungi istrinya. Alex tidak boleh egois bukan.
"Pergilah! dia sedang membutuhkan mu sekarang," Han Bin tersenyum kepada Alex. Dia memang tidak tau permasalahan seperti apa yang sedang terjadi di antara Hye Mi dan Hera. Tapi Han Bin tau jika Hye Mi sangat menyayangi Hera meskipun sikap Hera tidak terlalu baik kepada Hye Mi.
"Kau baik-baik saja?" tanya Han bin kepada Hye Mi ketika Alex sudah keluar dari kamar inap gadis cantik yang sedang menatap nanar pintu ruangannya.
"Aku baik-baik saja. Aku mengerti kenapa kak Hera bersikap seperti ini," Hye Mi berusaha tersenyum meskipun hatinya sedang terluka.
"Apa kau sudah menghubungi kedua orang tuaku?" tanya Hye Mi mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Mungkin mereka akan datang sebentar lagi. Aku telat menghubungi mereka . Maafkan aku," Han Bin merasa bersalah karena lagi-lagi dia kurang sigap.
"Bukan masalah. Terimakasih karena sudah menemaniku," Hye Mi tersenyum tulus membuat Han Bin merasa lebih lega.
Di tempat lain.
Wanita dengan tubuh tinggi semampai sedang komat kamit memarahi laki-laki yang kini menundukkan wajahnya pasrah .
"Aku sudah membayar mu mahal untuk ini . Kenapa kau bisa gagal?" Annya berteriak di depan wajah orang yang berpakaian serba hitam di hadapannya.
"Aku hampir berhasil. Tapi tiba-tiba saja ada orang yang mendorongku sesaat sebelum aku menusukan pisau kepada wanita yang menjadi incaran mu," laki-laki itu berusaha menjelaskan.
"Aku mengampuni mu karena wanita yang terluka akibat ulah mu masih sedarah dengan Hera. Tapi ingat!. Jika kamu tertangkap jangan sekali kali kamu menyeret namaku . Jika sampai itu terjadi ,aku tidak akan segan untuk menyebarkan video asusila adikmu," Annya mengancam .
"Hera sayang. Kenapa hmmm. Apa ada yang tidak nyaman?" Alex bertanya karena dari tadi wanita yang duduk di samping kemudinya hanya diam menatap ke luar jendela mobil.
"Aku ingin pulang," ucap Hera tanpa menolehkan wajahnya sama sekali.
Alex pasrah. Dia memakaikan sit belt di tubuh Hera kemudian melajukan mobilnya menjauhi area rumah sakit. Helaan napasnya keluar melihat sang istri masih tetap diam enggan untuk membuka mulutnya . Alex bingung, dia tidak tau harus berbuat apa.
Hera langsung keluar dari mobil Alex saat mereka sudah sampai di depan rumah keluarga Tuan Kim. Langkahnya semakin cepat ketika melihat Jessica sedang berjalan ke arahnya.
"Mama!" ucap Hera memeluk Jessica dengan erat. Jessica yang tidak tau apa-apa hanya memeluk dan mengusap punggung sang menantu dengan sayang.
__ADS_1
"Ada apa hmmm. Kau terluka?" Jessica bingung dengan Hera yang tiba-tiba memeluknya sambil terisak. Matanya menatap Alex ketika putra sulungnya itu sudah ada di hadapannya.
"Angel. Tolong antar kakak mu ke kamar. Ada yang harus aku bahas dengan mama," Angel yang sejak tadi hanya mematung memperhatikan Hera yang berpenampilan acak-acakan dengan baju yang berlumuran darah terisak di pelukan sang mama mengangguk dan menarik Hera untuk pergi bersamanya.
"Ada apa sayang?" tanya Jessica menatap lekat mata Alex.
"Ada yang ingin mencelakai Hera. Aku sudah menghubungi Wohyun untuk mencari tau siapa dalang di balik semua ini," Alex menceritakan semua kejadiannya dari awal sampai akhir di mulai saat dia mengajak Hera berkencan sampai terakhir Hera pingsan .
Jessica membekap mulutnya tidak percaya. Dia tidak menyangka jika hal-hal yang biasa di tontonnya di dalam drama kini benar-benar terjadi di kehidupan nyata.
"Tapi Alex juga khawatir dengan keadaan mental Hera mah. Akhir-akhir ini Alex selalu melihat prilakunya yang tiba-tiba berubah dan sama sekali tidak konsisten."
"Alex. Mama harap orang itu akan segera tertangkap. Mama tidak mau menantu mama sampai kenapa napa. Dan untuk masalah mental Hera mama tidak yakin, tapi kamu bisa mencoba untuk membawanya ke psikolog . Walau bagaimanapun masa lalu Hera tidak bisa kita abaikan begitu saja. Kenangan pahit yang di alaminya saat itu sebenarnya adalah hal yang bisa membuat siapa saja depresi. Mungkin Hera terlihat baik-baik saja karna dia berusaha untuk menutupi segalanya dari orang lain."
"Kamu harus sabar. Sayangi dia!. Buat dia nyaman saat bersama mu Nak. Ketika ada kesempatan, bujuk Hera dan ajak dia untuk menemui psikolog. Tidak perlu ke rumah sakit jika dia tidak suka. Mama akan mengatur semuanya. Ada teman Mama di Amerika yang sudah menekuni dunia psikologi sejak lama. Kapan-kapan kamu ajak Hera berlibur sekalian bawa dia ke rumah teman mama itu!" Jessica yang tadi duduk di sofa kini berdiri dan menepuk pundak Alex beberapa kali.
"Mama akan naik untuk melihat ke adaan Hera. Kamu makan dulu!. Dan tolong bawakan makan siang untuk Hera ke atas . Suruh bibi Jung untuk menghangatkan makannannya dulu. Ini sudah hampir sore," Jessica pergi meninggalkan Alex yang masih diam di tempatnya.
"Aku akan membuat siapapun yang berusaha untuk menyakitimu menerima akibatnya Hera. Namun jika kau masih seperti ini aku bingung mana yang harus aku dahulukan. Aku berharap kau akan selalu baik-baik saja. Tolong jangan sampai semua ini mempengaruhi sikap mu yang sudah mulai menghangat. Aku akan menyelesaikan segalanya untuk mu," Alex bergumam kepada dirinya sendiri.
To Be Continued.
__ADS_1
Hai reader. Jangan lupa Like dan komen nya ya. Thank you.🤗🤗