THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Menghapus Jejak


__ADS_3

Alex tergesa menuju ranjang tempat di mana istri cantiknya sedang berbaring.


Air matanya menetes saat melihat sang istri tidur terlentang dengan keadaan yang sangat mengenaskan . Hera menatapnya sambil tersenyum. Entah kenapa air mata Alex malah semakin deras melihat senyuman di bibir Hera. Hatinya sakit bagai di hantam ribuan belati sekaligus.


Laki-laki itu merangkak menaiki ranjang ,tangannya bergerak mengambil selimut lalu menutupi tu*uh polos Hera sampai ke leher, entah apa yang telah di lakukan Minhyuk pada Hera. Wanita yang ada di hadapannya kini sama sekali tidak terlihat seperti Hera yang selalu di lihatnya setiap hari. Dia tau betul bagaimana sifat Hera. Alih-alih menangis kini Hera malah tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya.


Hati siapa yang tidak hancur melihat orang yang sangat di cintainya terluka. Alex merasa gagal menjadi seorang suami. Dia selalu mengatakan jika dirinya akan selalu melindungi Hera dan tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakitinya. Tapi apa yang terjadi sekarang? Hera sedang tertawa dengan keadaan yang sangat memilukan, wanita itu meracau tidak jelas, tatapan matanya tidak fokus Alex bahkan tidak yakin jika Hera bisa mengenalinya saat ini.


Alex menarik seprai kemudian membungkus Hera dengan kain besar tersebut, setelah tu*buh polos istrinya terbungkus dengan rapi Alex menggendongnya membawa Hera keluar dari dalam kamar meninggalkan Wohyun yang sedang memakaikan pakaian kepada Minhyuk.


Laki-laki itu pergi ke lantai paling atas dan masuk ke sebuah kamar suite pribadi miliknya. Langkah Alex semakin cepat membawa Hera ke dalam kamar mandi dan mendudukkannya di bawah shower.


Perlahan air shower itu turun membasahi seluruh tu*uh Hera membilas setiap jengkal kulitnya tanpa terlewat satu titik pun. Alex membuka seprai yang membelit tubuh istrinya kemudian mulai menggosok tu*uh polos itu mengunakan tangannya.


Suara kekehan yang menggema di telinga Alex membuatnya semakin menekan bagian-bagian tertentu yang terdapat noda merah keunguan hasil perbuatan bejat minhyuk. Alex tidak pernah menyangka jika laki-laki yang sempat di jodohkan dengan istrinya akan dengan sangat tega berbuat sekeji ini.


Tatapan mata Alex kosong, dia tidak tau yang sedang di lakukannya ini benar atau salah, selama ini jangankan melihat Hera tanpa pakaian , membuat noda kemerahan seperti ini saja Alex belum pernah. Dia begitu menyayangi sang istri sampai dia tidak bisa melakukan apapun yang mungkin akan membuat Hera terluka dan kembali membuka trauma lamanya.


Mulut Hera bungkam menerima setiap perlakuan dan sentuhan dari tangan suaminya. Dia kembali tertawa tidak jelas saat Alex menatap lekat bola matanya. Perlahan Hera mulai merasakan bibirnya di sentuh oleh tangan suaminya . Laki-laki itu mengusap bibir Hera menggunakan ibu jarinya . Mata Hera terpejam tatkala bibir Alex menekan dalam bibirnya. Hera Membiarkan laki-laki itu menye sap kemudian melu mat bibirnya nya perlahan, sangat perlahan penuh dengan kehati hatian.


Wanita yang sedang kehilangan kewarasannya itu mengalungkan tangannya di leher Alex menepis jarak di antara mereka berdua.


Perlahan Hera menurunkan tangannya melepas jas serta baju yang di kenakan suaminya.

__ADS_1


Suara des a han terdengar saat Alex semakin gencar menyentuh setiap bagian t*buh Hera. Bukan nafsu yang mendorong Alex untuk melakukan semua ini. Dia hanya ingin menghilangkan jejak tangan Minhyuk di tu*uh Hera menggantinya dengan jejak tangan nya sendiri.


"Shhhhhh."


Hera meringis saat Alex menggigit bibir bawahnya . Darah segar menetes dari sudut bibirnya yang terluka. Kesadarannya perlahan kembali meskipun pengaruh obat itu masih belum pergi seluruhnya , tapi setidaknya, dia tau siapa laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.


"Alex!" ucap Hera lirih. Laki-laki yang di panggil namanya itu tidak menyahut sama sekali . Bibir Alex mulai turun ke leher Hera, lalu dia meng hi sap tanda kemerahan yang di tinggalkan Minhyuk di sana.


Air mata Hera menetes ketika bayangan di mana Minhyuk sedang menjamah tu*uhnya berputar-putar di atas kepalanya.


Hera mencengkram erat bahu Alex sampai kuku-kuku tangannya tertancap indah di sana. Dia sempat syok dan bingung dengan apa yang sedang Alex lakukan pada dirinya. Namun saat mengingat kejadian di mana Minhyuk dengan begitu brengsek memaksa mencium bibirnya dan melepas dres yang semalam di pakainya Hera mengerti kenapa Alex bersikap seperti ini.


Hera ingin menghentikan perbuatan Alex tapi dia terlalu malu untuk melaku kannya. Bagaimana tidak, selama ini dia selalu membatasi apa yang ingin di lakukan Alex sebagai seorang suami kepadanya. Hal yang sudah seharusnya dia berikan kepada suaminya malah di renggut paksa oleh orang lain. Hatinya hancur penyesalannya saat ini sama sekali tidak berguna. Tubuhnya sudah terlanjur kotor.


Alex masih tetap melancarkan aksinya. Kini tu*uh nya dan tu buh Hera sudah sama-sama polos . Tanpa Alex sadari sejak tadi Hera sudah menggigit bibir bawahnya berusaha meredam suara isak tangis kepiluan yang selalu memaksa untuk di keluarkan . Hera tidak mau Alex mendengarnya . Jika laki-laki itu tau Hera sedang menangis, dia akan berhenti melakukan apa yang sedang di lakukannya saat ini.


Sadar atau tidak suara desa *an mulai terdengar di ruangan itu. Alex menghentikan aktivitasnya sejenak kemudian menggendong Hera dan membawanya kembali ke kamar.


Laki-laki itu membaringkan Hera di atas ranjang, di ikuti dirinya yang ikut naik dan mengukung tu*uh Hera dengan tu*uh kekarnya. Matanya menatap lekat bola mata Hera yang juga sedang menatapnya. Alex merasa ini salah, namun saat melihat Hera menarik sudut bibirnya ke atas Alex mulai kembali mendaratkan ci*man nya di bibir sang istri. perlahan ci *man yang sebelumnya sangat lembut berubah makin panas dan sedikit menuntut .


"Aku akan melakukannya perlahan," bisik Alex dengan suara yang serak di telinga Hera. Wanita itu menganggukkan kepalanya, dia sudah tidak bisa memikirkan apapun saat ini, kabut gai rah sudah menguasai dirinya , bahkan jantungnya sudah berdegup tak karuan.


Akhirnya malam panas di antara mereka berdua terjadi. Malam yang seharusnya sudah mereka lewati beberapa bulan yang lalu, kini terjadi begitu saja tanpa ada yang bisa menduganya. Alunan merdu terus terdengar di dalam kamar sepasang suami istri yang sedang melakukan malam pertama mereka.

__ADS_1


Malam ini begitu hangat meski di luar sedang turun hujan. Derasnya air hujan yang turun ke bumi membuat susana di dalam kamar menjadi sangat romantis dan sulit untuk di jabarkan dengan sebuah kata-kata.


Alex mengecup kening Hera sesaat setelah mereka menyelesaikan kegiatannya. Laki-laki itu menarik selimut untuk menutupi t*buh polos sang istri. Gerakannya terhenti saat matanya melihat bercak darah di atas seprai putih yang membuat perbedaan warna keduanya sangat kontras.


"Sebenarnya apa yang di lakukan Minhyuk padamu?" Alex bergumam sambil kembali menarik selimut sampai menutupi seluruh t*buh Hera.


Alex menatap lekat wajah sang istri yang sedang tertidur lelap. Tatapan matanya tertuju pada luka yang ada di bibir Hera. Dia mengulurkan tangannya menyentuh luka itu dengan sangat hati-hati.


"Aku menyakitimu lagi" ucap Alex merasa bersalah dengan apa yang telah di lakukannya.


Cup. Alex mengecup bibir Hera sekilas.


"Maafkan aku," ucapnya lirih.


Pikiran Alex kembali melayang mengingat apa yang baru saja di lakukannya pada Hera. Dia takut Hera akan marah atau meninggalkannya saat dia sudah bangun nanti. Alex tidak ingin itu semua terjadi. Alex sangat mencintai Hera. Alex akan melakukan apapun agar Hera tetap berada di sampingnya.


To Be Continued.


Hai Readers. Jangan lupa like dan komen nya ya. Thank you.


Hayu mampir ke novel Author yang baru yuk.


__ADS_1


__ADS_2