
"Baji ngan kau Andrew," teriak Hera saat Andrew melepas tudung hitam di kepala Hera.
Andrew tersenyum mengejek. Dia menyentuh dagu Hera dan mencengkram nya dengan kuat.
"Kau pikir aku bodoh hah," sarkas Andrew lalu menarik kalung yang Hera kenakan sampai putus. "Kau menaruh camera di liontin ini bukan? cih, caramu terlalu kuno sayang, aku bukan pria yang akan dengan mudah kau kelabui. Aku Andrew Garfield tentu lebih pandai mengatur siasat daripada orang bodoh sepertimu." Andrew mendorong kepala Hera menggunakan telunjuknya. Namun sesaat kemudian dia mengelus kepala Hera lalu turun ke pipi dan turun lagi sampai ke bibir. Andrew hendak mengecup bibir Hera, namun Hera memalingkan wajahnya dengan cepat.
Palakkkk.. Sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Hera. Wanita itu meringis namun sedetik kemudian dia tertawa. "Kenapa tidak kau bunuh saja aku Andrew, aku lebih baik mati daripada harus di sentuh laki-laki brengsek sepertimu." Hera tersenyum sinis kepada Andrew.
Seetttt... Andrew kembali mencengkram dagu Hera dengan kuat. "Kau ingin mati dengan mudah sayang? jangan harap. Aku tidak akan melakukannya. Aku akan memberikanmu kebahagiaan yang luar biasa. Setelah anak buah ku selesai mengurus segalanya, kita akan pergi ke Paris dan meninggalkan kota busuk ini bersama."
"Dasar sinting," ucap Hera setelah Andrew melepas cengkraman nya.
"Kita akan bermain dulu Sayang." Andrew berjalan mendekati meja dan membawa gelas berisi anggur lalu memaksa Hera untuk meminumnya. Mau tidak mau Hera meminum anggur itu karena Andrew mencengkram dagunya dan mengadahkan kepala Hera ke atas. Cairan merah keunguan mengalir di sudut bibir Hera saat dia tidak bisa menelan semua anggur yang di tuangkan Andrew ke dalam mulutnya.
Andrew saat ini sedang berada di sebuah vila pribadi milik klub yang dia ikuti di korea. Dia sengaja menculik Hera dan mengikatnya di sebuah kursi yang ada di kamar utama vila tersebut.
Hera mengerutkan keningnya bingung saat Andrew memasang sebuah tripod dan meletakan sebuah kamera di sana.
"Jangan bilang kau mau melakukan perbuatan menjijikan dengan kamera itu andrew!" batin Hera bersuara. Andrew sudah mempercantik ranjang king size yang ada di kamar itu dengan sempurna. Kasurnya di taburi kelopak bunga mawar merah dengan lilin aroma terapi yang mengelilingi seluruh sudut kamar.
"Kau gugup sayang?" tanya Andrew kepada Hera. Dia membuka ikatan pada kursi namun tidak melepaskan ikatan pada tangan dan kaki Hera. Hera diam. Dia tidak memberontak juga tidak mengumpat kepada Andrew saat Andrew menelusp kan tangannya di belakang lutut dan juga punggung Hera. Andrew mengangkat tubuh ramping itu lalu membaringkan Hera di atas ranjang.
"Kau sangat cantik jika penurut seperti ini sayang!"
"Andrew, ini tidak akan seru kalau kau mengikat kaki dan juga tanganku. Aku tidak akan melawan. Aku akan melayani mu. Bisakah kau melepas ikatan pada tangan dan kaki ku sekarang?" tanya Hera sambil tersenyum manis kepada laki-laki yang kini sedang mengukung nya di atas ranjang.
__ADS_1
Andrew menautkan kedua alisnya. Dia berusaha berpikir, namun mengingat situasi yang sedang terjadi saat ini, Andrew tersenyum dan melepas ikatan pada tangan dan juga kaki Hera. Dia berpikir bahwa Hera tidak akan bisa lari. Karena semua anak buah dan juga semua orang suruhannya sudah mengepung vila ini.
"Ternyata kau sebaik ini sayang, ucap Hera sambil duduk dan memeluk Andrew, namun saat laki-laki itu lengah, Hera mengambil sebuah pisau saku yang dia simpan di balik dres. Ya, Hera memang sudah berjaga-jaga. Dia sudah mempersiapkan diri sebelum datang menemui Andrew di hotel tempat laki-laki itu menginap.
Setttt.. Jrebbbbb... Pisau itu menancap dengan sangat apik di punggung Andrew. Darah segar mengalir dengan deras saat Hera mencabut pisaunya dan hendak menusuk punggung Andrew sekali lagi.
Pranggg.... Pisau itu terlempar ke lantai saat Andrew melakukan perlawanan dan memukul pergelangan tangan Hera dengan keras.
Brukkk... Andrew mendorong tubuh Hera sampai tubuh wanita itu terhempas cukup keras di atas ranjang. Hera mencengkram tangan Andrew yang sedang mencekik lehernya. Dia berusaha mendorong pundak laki-laki itu dengan sekuat tenaga. Kakinya terus bergerak berusaha melawan karena pasokan oksigen yang ada dalam paru-parunya mulai hilang.
"Kau berani melawanku hah?" teriak Andrew pada Hera.
Dorrr...
Dorrrr..
Bugh.. Bughhh.. Brakkkk...
Beberapa hari yang lalu di sebuah perusahan besar yang ada di kota Seoul.
Tok Tok Tok...
"Masuk!" sahut orang yang ada di dalam. Wanita cantik itu membuka pintu dan masuk ke dalam ruang kerja seseorang.
"Papa!" panggil Hera pada seorang pria paruh baya yang sedang fokus menatap layar laptopnya. Pria paruh baya itu mendongak dan langsung berdiri ketika melihat siapa yang datang menemuinya saat itu.
"Hera!" ucapnya , lalu berjalan mengitari meja dan langsung memeluk Hera yang kala itu sedang menangis.
__ADS_1
"Apa yang terjadi hmm? Alex menyakitimu?" tanya Tae Jun sambil mengelus punggung menantu kesayangannya lembut. Hera menggeleng dalam pelukan Tae Jun. Dia segera melepas pelukannya lalu menyeka air matanya kasar.
"Pa, Papa harus menolongku!" ucap Hera dengan wajah sendunya.
Tae Jun menarik lengan menantunya dan menuntun Hera untuk duduk di sofa supaya dia bisa berbicara dengan nyaman. Tae Jun tau jika Hera sudah meminta bantuannya, berarti masalah yang sedang di hadapi menantunya ini tidaklah mudah.
Tae Jun menganggukkan kepalanya setelah mendengar semua cerita Hera. Dia mengepalkan kedua tangannya saat mengetahui kalau ada seorang pria yang ingin menghancurkan kehidupan putra , putri juga menantunya.
"Pa, aku mohon. Jangan beritahu Alex dulu tentang masalah ini. Saat ini dia sedang marah karena salah faham terhadapku. Aku tidak ingin Alex ikut serta dalam rencana kita. Aku takut dia akan melakukan hal gegabah jika dia tahu kalau aku dan Angel sedang dalam bahaya. Papa juga tahu bagaimana Alex sangat menyayangi ku dan Angel. Kita akan melakukan ini tanpanya." ucap Hera yakin.
"Baiklah, papa mengerti. Papa akan mengenalkan mu pada seseorang. Dia akan membantu kita supaya pekerjaan kita bisa lebih mudah. Seseorang seperti Andrew tidak akan bisa masuk penjara dengan mudah. Kita harus mencari cara lain supaya dia tidak bisa mengelak dan juga akan menerima ganjaran atas semua kejahatan yang pernah dia lakukan. Sekarang ikut papa!" ucap Tae Jun sambil berdiri. Hera menurut dan mengikuti Tae Jun keluar dari ruangannya.
Satu jam kemudian, Tae Jun dan Hera sudah sampai di depan rumah mewah yang halamannya sangat luas. Beberapa orang dengan pakaian serba hitam datang membukakan pintu mobil Tae Jun. Hera maupun Tae Jun keluar dari mobil yang mereka tumpangi.
"Julieta Rosa sudah menunggu Tuan," ucap salah seorang bodyguard kepada Tae Jun. Laki-laki paruh baya itu mengangguk lalu menatap Hera dan mengajaknya masuk ke rumah mewah tersebut.
"Kau!" ucap Hera . Alis matanya bertaut ketika melihat seorang wanita yang pernah dia temui membungkuk kepada Tae Jun.
To Be Continued.
Hai reader jangan lupa like dan komennya ya. Thank You. 🤗🤗🤗
Sekilas info Gengs.. Julieta Rosa adalah sebuah nama dari bunga termahal yang ada di dunia.
...Mawar juliet memiliki kelopak bunga yang indah dengan warna yang lembut....
__ADS_1
...Bunga termahal di dunia ini dapat mencapai harga US$3-5 juta atau setara dengan Rp30 miliar....
...Hal ini karena mawar juliet baru dapat berbunga dan dipanen setelah 15 tahun....