
Matahari sudah naik semakin tinggi, suasana di luar gedung sudah semakin ramai, banyak orang yang sudah memulai aktivitasnya sejak pagi-pagi buta. Namun tidak dengan wanita yang kini masih terlelap di balik selimut tebalnya. Suara bising di luar sana teredam dengan baik oleh tembok kokoh yang membuat tidurnya semakin nyaman.
Wanita itu menggeliat saat ada tangan kekar yang merengkuh tu*uhnya. Bibir Hera tertarik ke atas tatkala kecupan-kecupan ringan mendarat di seluruh permukaan wajah dan lehernya.
"Alex hentikan!" Hera berusaha mendorong kepala suaminya agar berhenti mengendus dan menggosokkan hidungnya di leher Hera. Oh ayolah siapa yang tidak geli jika mendapat perlakuan seperti ini. Andai Hera memiliki energi yang cukup dia pasti sudah menendang Alex dengan kaki jenjangnya agar dia segera bebas dan bisa kembali tidur .
Apa yang di lakukan Alex dengannya semalam membuat seluruh tu*uh nya sakit, pinggangnya serasa patah dan semua sendinya terasa ngilu, ternyata malam yang sangat di sukai dan di impikan oleh semua orang membuatnya tersiksa dan bahagia dalam waktu yang bersamaan.
"Sayang! ini sudah hampir sore, bangunlah makan dulu setelah itu kau boleh tidur lagi!. Ekh tapi kalau kau tidur lagi nanti malam kau bisa insomnia, bangunlah sekarang! aku akan membawamu menikmati udara sore yang akan sangat kau sukai."
"Alex aku lelah, seluruh tubuhku sakit, pinggangku seperti ya patah, aku tidak sanggup kalau harus bangun sekarang."
"Baiklah, jika kau tidak bisa bangun dan berjalan sendiri aku akan membantu menggendong dan memandikan mu," Alex menyeringai . Tangannya masih betah memeluk pinggang ramping Hera, laki-laki itu semakin gencar menggigiti daun telinga istrinya saat dia tidak mendapat respon apapun.
Perbuatan Alex membuat Hera terperanjat kaget,kelopak mata yang sebelumnya terpejam dengan sempurna, kini sudah terbuka lebar. Dia tidak ingin kegiatannya dengan Alex semalam terulang lagi siang ini. Dia benar-benar akan mati jika sampai itu terjadi, meskipun sudah hal wajar bagi suami istri untuk melakukannya ketika mereka ingin, tapi tetap saja dia butuh istirahat sekarang.
Brukkkk. Alex tersungkur ke lantai saat Hera tiba-tiba menendang perutnya .
"Akhhhh, Kenapa kau menendang ku sayang? ini sudah termasuk kekerasan dalam rumah tangga," Alex berdiri hendak mendekati sang istri yang kini sedang berdiri bersebrangan dengannya.
"Stop!. Jangan kemari Alex!" Hera gugup saat Alex hendak naik ke atas ranjang, "aku bilang stop! Jika kau meneruskannya aku akan membunuhmu dengan tangan ku sendiri,"Hera bersungut marah karena suaminya tidak mendengarkan peringatan darinya sama sekali.
Bukannya takut Alex malah tersenyum menampakkan gigi gingsulnya di hadapan Hera, "Aku tidak takut sama sekali sayang, kalau kau membunuhku, itu artinya kau akan menjadi janda. Kau mau jadi janda di tinggal mati di usia mu yang masih terbilang muda ini hmmm?"
"Yakk! aku tidak rugi jika aku menjadi janda. Aku sangat cantik , aku yakin akan banyak laki-laki yang mengantri untuk menjadi suami baru ku," Hera berucap dengan penuh percaya diri.
"Hei Go Hera! Kau benar-benar ingin suamimu cepat mati hah? kalau begitu kita mati bersama saja supaya tidak ada yang akan memiliki mu selain aku."
Alex merangkak dengan cepat melewati kasur yang menjadi pemisah antara dirinya dengan Hera.
"Dasar gila!" Hera berlari ke kamar mandi dengan susah payah karena dia masih menggunakan selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
BRAKKKK. Wanita itu membanting pintu kamar mandi sangat keras membuat Alex terperanjat kaget. "Astaga, apa dia marah?," Alex berucap sambil mengelus dadanya. Sebenarnya Alex sengaja menggoda sang istri. Dia hanya ingin tau apa kejadian semalam akan memperburuk keadaan mentalnya atau tidak. Dia merasa lega karena respon yang di berikan Hera sesuai dengan apa yang di harapkannya.
Drtttt. Drrrtt....
"Ada apa Wohyun?" Alex bertanya sambil berjalan ke arah diding kaca di sudut kamar Hotelnya.
__ADS_1
"Sesuai perintah darimu aku sudah memastikan Minhyuk Annya dan pelayan wanita itu akan membusuk di penjara."
"Hmmmm. Aku serahkan semuanya padamu, tapi ingat semakin sedikit orang yang tau tentang masalah yang Hera alami semalam itu akan semakin baik. Jangan sampai ada lebih banyak orang mengetahui hal ini."
"Baik, aku mengerti aku akan memastikannya."
Alex menutup sambungan teleponnya setelah memastikan rencananya berjalan dengan lancar. Sebenarnya tadi pagi-pagi sekali saat Hera masih terlelap Alex pergi menemui Minhyuk di kantor polisi, Keadaan di sana sangat kacau karena Minhyuk terus berkilah bahwa dirinya tidak melakukan apa yang Alex tuduhkan padanya.
Minhyuk bahkan mengamuk saat di tanyai mengenai dirinya yang menggunakan obat-obatan atau tidak, apa yang di lakukannya di kantor polisi semakin membuat orang-orang di sana curiga. Dan benar saja, pada saat salah seorang petugas polisi memeriksa urinnya dia positif memakai narko** dan yang semakin membuat Alex kesal adalah, pengakuannya mengenai Annya dan dia yang ikut menyuntikan obat terlarang itu pada Hera.
Semua orang yang ada di ruang laporan saat itu sangat riuh ketika Alex kembali melayangkan tinjuannya kepada Minhyuk. Butuh beberapa orang untuk melerai perkelahian yang terjadi antara Alex dan Minhyuk.
Alex tau alasan Minhyuk melakukan hal ini kepada Hera , tapi Annya? kenapa Annya bisa se tega itu melakukan perbuatan biadabnya kepada Hera? Apa motif nya selama ini? kesalahan apa yang pernah di lakukan Hera sampai Annya begitu membencinya.
Beberapa petugas polisi yang ikut meng interogasi Annya pun mengatakan kalau wanita itu tidak memberikan alasan yang jelas. Dia mengakui kalau dia sengaja melakukannya karena dia merasa iri dan benci pada Go Hera.
Alasan apapun itu, semua ini tidak dapat di benarkan. Ketika kamu menyakiti orang lain saat kamu merasa dunia tidak adil, sebenarnya yang kamu sakiti bukan orang lain, namun dirimu sendiri. ketika kamu menyiksa orang lain dengan perbuatan mu , itu sama saja kamu menyakiti dirimu sendiri.
Jangan lupakan orang lain yang sayang kepadamu hanya karena ada dendam di dalam hatimu yang semakin lama kamu simpan dendam itu semakin besar dan semakin kuat.
Alex menolehkan saat ada sepasang tangan menerobos dari balik punggung lebarnya dan memeluknya dengan erat.
"Sudah selesai mandi hmmm?" Alex berbalik untuk memeluk wanita yang sangat di cintainya.
Hera menganggukkan kepalanya di dada bidang sang suami. Matanya terpejam menyesap aroma tubuh Alex yang sangat di sukainya.
"Sayang!!!...
"Hmmmmm."
"Maaf untuk semalam, maaf jika aku berbuat kasar padamu. Aku tau aku salah, kau boleh menghukum ku dengan cara apapun, tapi satu yang ku minta, jangan pernah pergi meninggalkan ku. Jika kau ingin memukul ku, pukul aku sekarang! Kau ingin marah lampiaskan amarahmu sekarang! jangan memendamnya sendiri. Biarkan aku menjadi alat pelampiasan untukmu."
"Alexander suamiku. Dengarkan aku! Aku tidak akan pernah memaafkan orang yang memang tidak pernah memiliki kesalahan apapun padaku, mau itu orang lain atau kau, kejadian semalam adalah murni kesalahan mereka yang membenciku dan ingin mencelakai ku. kamu tidak salah, Aku tidak salah, hanya keadaan yang mendorong kita untuk menjadi bagian dari kehendak yang telah tuhan garis kan kepada semua umat manusia dalam naungannya," aku sangat berterimakasih karena selama ini kau selalu menjadi orang pertama yang selalu ada di saat-saat terpuruk ku."
"Apa kau baik-baik saja setelah apa yang Minhyuk lakukan padamu semalam?" dengan suara yang sangat pelan Alex memberanikan diri untuk bertanya, walau bagai manapun Alex harus memastikan ini. Dia tidak ingin ber andai-andai dengan pikirannya sendiri.
Hera menggenggam tangan Alex yang sedang mengelus pipinya , dia mendongakkan wajahnya menatap lekat mata suaminya.
__ADS_1
"Alex, aku rasa aku baik-baik saja, aku juga tidak bisa mengingat semua kejadian yang terjadi tadi malam, selama ada kau di sisi ku aku akan berusaha untuk tidak mengingat apapun yang akan berdampak buruk untuk diriku sendiri."
Alex tersenyum, Hera memang tidak tau kalau Minhyuk memberinya obat tadi malam.
"Alex!... Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu," Hera masih menatap mata sang suami yang kini sedang menatapnya juga.
Cup..
Hera berjinjit kemudian mengecup bibir Alex sekilas. Alex segera menangkup wajah Hera ketika wanita itu ingin menjauhkan wajahnya.
Cup. .. Sebuah kecupan kembali mendarat di bibir ranum Hera yang terasa manis di lidah Alex.
Alex melepas tautan bibirnya kemudian mengecup seluruh bagian wajah Hera tanpa terlewat satu bagianpun.
"Aku mencintaimu Go Hera, Sangat mencintaimu. Siapapun tidak akan pernah tau seberapa besar rasa cintaku padamu. Bahkan tuhan sekalipun tidak akan pernah tega untuk merampas perasaan ini dari hatiku, terimakasih karena telah menjadi bagian dari hidupku. Aku menyayangimu Sampai kapanpun."
Alex kembali merengkuh Hera ke dalam pelukannya.
"Bagai mana kalau kita liburan untuk sementara waktu? anggap saja ini honeymoon yang tertunda "
Hera terkekeh mendengar ucapan Alex.
"Aku yang akan menentukan tempatnya," ,ucap Hera yang masih enggan untuk menjauh dari dada sang suami.
"Baiklah. kau ingin kita liburan ke mana?"
"Aku ingin menaiki balon udara di Melbourne," Jawab Hera cepat.
"Sesuai keinginan tuan putri."
To Be Continued.
Hai Readers. Jangan lupa like dan komen nya ya. Thank you.
Mampir ke novel terbaru Author yuk.
__ADS_1