
"Ma, Kak Alex gak ngantor hari ini?, kok belum turun sih," tanya Angela sambil menyuapkan roti ke mulutnya.
"Mungkin kakak kamu lagi butuh waktu buat sendiri sayang," Jawab Jessica.
"Lagian ngapain sih bikin anak orang nangis segala, gak ada kerjaan banget, katanya cinta tapi malah di bikin mewek," celoteh Angela.
"Kamu tu gak bakal ngerti sayang, emang kamu pernah jatuh cinta?" tanya Tuan kim .
"Ihh ngapain cinta-cintaan, mending nyari duit yang banyak biar bisa liburan keliling dunia pake duit sendiri," Jawab Angela asal.
"Hei monyet, ketemu cowok ganteng terus lo jatuh cinta pada pandangan pertama baru tau rasa lo," Alex yang sudah rapih dengan pakaian kerjanya berjalan menuju meja makan.
"Dih amit-amit, males gue harus jadi orang gila kayak lo, gak etis banget," Angela merasa kata-kata kakaknya sungguh tidak masuk akal.
"Sudah-sudah, kalian itu kalau udah ketemu pasti aja adu argumen kayak gini, pusing mama denger nya," Jessica menyodorkan sebuah roti ke piring Alex.
"Makasih ma,"
"Alex, mama mau bicara sama kamu nak," Jessica berbicara dengan mode seriusnya.
"Ada apa ma, bilang aja!" ucap Alex sambil mengunyah roti di mulutnya.
"Apa yang udah kamu lakukan sama Hera, kenapa semalam kamu bilang Hera nolak kamu tapi dia nangis, kamu gak berbuat hal yang aneh-aneh kan?" Jessica menatap Alex dengan tatapan penuh selidiknya.
Uhukkkk, Alex tersedak....
Tuan Kim yang melihat itu menyodorkan segelas air kepada Alex.
Alex memandang tuan Kim , tuan kim hanya mengangkat bahunya acuh.
"Ma, Alex gak mungkin berbuat yang tidak-tidak kepada Hera, Alex cuma bilang kalo Alex cinta sama dia, tapi Hera nolak Alex dan malah nangis," bohong Alex.
"Alex serius ma," lanjut Alex ketika melihat mamanya hanya menatapnya dengan penuh selidik, tanpa berbicara sepatah katapun.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan selanjutnya, Kamu akan menyerah?" tanya Jessica.
"Alex gak tau ma, Alex takut Hera akan semakin terluka kalau Alex terlalu memaksa."
"Pelan-pelan aja sayang, mama yakin suatu saat Hera pasti mau nerima cinta kamu, asal kamu tunjukkin ketulusan kamu sama Hera. Mama yakin lambat laun Hera akan luluh, iya kan pa?" tanya Jessica kepada tuan Kim yang dari tadi cuma nyimak tanpa mau memberikan support atau wejangan kepada anak sulung mereka.
"Mama kamu benar Alex , asal kamu tidak menyerah dan selalu nunjukin perhatian kamu yang tulus sama Hera, suatu saat hati Hera pasti akan tergerak juga," ucap Tuan Kim akhirnya.
"Lo sih gak sabaran banget, baru juga kenal sebulan udah main tembak aja, ya iyalah dia gak bakal nerima, pasti dia bakal anggap lo itu buaya darat buntung Alex," hardik Angela yang sangat suka memojokkan kakak semata wayangnya itu.
"Dihh, kayak lo udah pengalaman aja monyet."
"Mama gak mau tau Lex, kamu harus bisa jadiin Hera jadi mantu mama, kalo enggak, biar mama yang turun tangan."
__ADS_1
Tuan kim yang mendengar itu hanya menggeleng gelengkan keplanya.
🍓🍓🍓
"Ekh kalian tau gak sih, hari ini presdir nyeremin banget, dateng - dateng udah ngeluarin aura dingin yang errrr siapa aja yang deket sama Presdir pasti beku."
"Iya, seorang Manager di bagian pemasaran juga kena semprot tuh, kasian banget."
" Presdir kalo udah ngeluarin tanduknya emang nyeremin , bikin takut aja."
Hera yang Hendak mengambil makan siangnya di kantin kantor, sayup-sayup mendengar para karyawan yang sedang membicarakan atasan mereka.
Namun Hera yang seakan tidak perduli dengan bosnya itu tidak menunjukan respon apapun, dia hanya fokus memakan makan siangnya dengan hikmat .
"Kak Ara, kak Ara jangan sampai ketemu sama Presdir hari ini, orang-orang bilang kalau Presdir lagi ngeluarin tanduknya , bisa gawat kalo kita ketemu sama Presdir," Sara yang sedang duduk di hadapan Hera berusaha mengingatkan wanita itu.
"Hmmmm," hanya itu yang keluar dari mulut Hera .
"Hei, lihat, lihat, bukankah itu Presdir?, kenapa dia bisa datang ke kantin?"
"Ya mungkin Presdir mau makanlah," ucap salah satu karyawan.
"Ya kali makan di sini, selama aku kerja di sini, baru kali ini aku liat Presdir mau makan di kantin kantor."
" Ya tuhan, ganteng banget," puji salah seorang karyawan wanita yang terpesona dengan ketampanan Alex.
"Ibu, doakan anakmu supaya anakmu ini berjodoh dengan presdir," ucap karyawan lain sambil menautkan tangannya tanpa mengalihkan pandangannya dari Alex.
"Hei lihat itu, Presdir mendekati meja Hera."
"Akhh aku juga mau duduk di samping Presdir."
"Boleh aku duduk di sini?" tanya Alex yang tidak mendapat jawaban dari Hera.
Alex mendudukkan dirinya di samping wanita itu.
Hera yang menyadari itu lantas menarik dirinya untuk sedikit menjauh dari Alex.
"Maafkan aku untuk yang kemarin, aku benar-benar tidak bermaksud seperti itu," Alex berbicara sambil memandang Hera yang masih enggan untuk menoleh ke arahnya.
Sara yang melihat itu terbengong, matanya melotot tak percaya, Presdir yang pagi ini di gosip kan oleh seisi kantor karna amarahnya yang meluap-luap kini sedang duduk di hadapannya dan membujuk seorang wanita, sungguh luar biasa , pikir Sara.
Wohyun yang tadi mengekori Alex hanya memperhatikan usaha bosnya yang ingin meluluhkan hati Hera.
Wohyun mengisyaratkan Sara untuk tidak mengeluarkan suara.
Sara hanya mengangguk anggukan kepalanya masih dalam mode tidak percaya.
__ADS_1
"Makanlah!" ucap Alex memberikan sepotong daging ke piring Hera.
Hera masih terus diam menerima perhatian dari Alex.
Alex mengambil sebuah tisu dan menempelkan nya di sudut bibir Hera yang terdapat sisa makanan di sana.
"Wahhhh, aku juga mau," pekik seorang karyawan kegirangan.
"Ikhh sok kecakepan banget," umpat yang lain.
Hera yang merasa terkejut dengan perlakuan Alex menolehkan kepalanya dan, saat itu juga matanya bertemu dengan mata Alex. Karena sedikit terkejut, Hera cukup lama saling pandang dengan bosnya itu.
Deg.
Deg.
Deg... Sura detak jantung Hera dan Alex berdetak tak karuan untuk ke sekian kalinya. Alex tersenyum, namun senyum itu sukses menyadarkan Hera dari lamunannya.
"Perhatikan tindakan Anda Tuan!" ucap Hera menolehkan kembali kepalanya ke arah makanan yang ada di atas piring. Hera meraih sebuah gelas , lalu meneguk airnya sampai habis.
"Ayo Sara, kita harus kembali ke kantor," ajak Hera beranjak dari duduknya.
"Tunggu Hera," cegah Alex menahan pergelangan tangan Hera dengan tangannya.
Hera melirik pergelangan tangan yang di pegang Alex. Laki-laki itu ikut melihat ke arah pandang Hera.
"Ahh maaf," ucap Alex menarik tangannya kembali..
Hera memutar bola matanya malas, lalu berjalan pergi menjauhi Alex yang sebenarnya masih sangat ingin berbicara dengan Hera.
"Aku sungguh-sungguh Hera , aku tidak sengaja kemarin malam.
Brughhh...
Hera yang tiba-tiba menghentikan langkahnya membuat Alex menabrak punggungnya.
Alex yang melihat Hera akan tersungkur ke depan dengan cekatan menarik pinggang Hera membuat posisi mereka terlihat sangat intim sekarang. Hera melepaskan tangan Alex dari pinggangnya , kemudian dia berbalik menghadap Alex dan sedikit mendongakkan wajahnya.
Hera memang tinggi, tapi di banding Alex, bukan kah Alex lebih tinggi? dan karna jarak mereka terlalu dekat, membuat perbedaan tinggi mereka semakin ketara.
"Untuk yang semalam, LUPAKAN SAJA," ucap Hera singkat kemudian berjalan menjauhi Alex.
Sara yang melihat itupun , buru-buru berjalan mengikuti Hera setelah membungkukkan badannya kepada Alex.
"Sabar Lex," Wohyun menepuk bahu Alex.
"Baru kali ini ada perempuan yang mati-matian menjauhi ku Wohyun," ucap Alex sambil berjalan menuju lift .
__ADS_1
To Be Continue...
Hai readers... jangan lupa , Like, koment Vote sama Hadiah nya ya.. saranghae..😘😘 jangan lupa Favoritkan ya...