
"Andrew!" ucap Angel setelah membaca pesan yang baru saja masuk ke ponselnya. Angel mengetuk-ngetukan ponsel itu di pelipisnya. Matanya menerawang jauh. Dia harus mempertimbangkan tawaran yang Andrew berikan. Kesempatan emas seperti ini tidak akan datang dua kali bukan.
"Aku hanya perlu merahasiakan ini dari Kak Alex dan Kak Hera. Aku yakin mereka tidak akan mengetahui apapun kalau aku menemui Andrew seorang diri. Toh dia mengajakku bertemu di tempat umum, bukan di kamar hotel seperti kemarin."
Angel mengetikan sesuatu di ponselnya saat dia sudah yakin bahwa apa yang akan dia lakukan tidak akan berdampak buruk pada siapapun. Dia benar-benar merasa kalau dirinya bisa melakukan semuanya dengan baik. Namun pada kenyataan nya Angel tidak tahu jika Andrew adalah sebuah bahaya yang sedang mengintai kakak iparnya.
"Saya bisa menemui Tuan Andrew besok siang kalau Tuan tidak sedang memiliki janji."
Andrew tersenyum menyeringai ketika membaca pesan yang di berikan Angel padanya. Dia sangat puas karena dengan begini rencana nya untuk mendekati Hera semakin mudah. Jika Andrew sudah menyimpan Angel di genggamannya, dia juga akan lebih leluasa untuk mengancam Hera menggunakan nama adik iparnya itu. Memperdayai model yang ingin bekerja sama dengannya sangatlah mudah. Tapi itu tidak berlaku kepada Hera. Hera sangat sulit untuk di taklukan. Sejak dulu wanita cantik itu selalu menolaknya. Namun anehnya, Andrew tidak tersinggung sama sekali. Dia malah semakin tertarik untuk menaklukan wanita es pujaan hatinya.
"Dasar bodoh!" umpat Andrew saat melihat nama Angela di layar ponselnya.
Di sisi lain, Hera sedang sibuk menyiapkan berkas yang akan dia perlukan untuk meeting pagi ini. Hera sedang tidak di kantor. Dia saat ini berada di sebuah rumah mewah dengan interior yang sangat bagus. Hera yakin kliennya ini bukan orang kaya biasa. Rumah ini sangat besar bahkan lebih besar dari rumahnya dan Alex.
"Rumahnya sangat besar Kak," ucap Sara sambil terus memperhatikan seisi ruangan. Dia sudah sering melihat rumah mewah seperti ini. Selain rumah mewah milik keluarga Kim, dia baru kali ini melihat ada orang yang ternyata lebih kaya dari keluarga bos nya itu.
"Maaf sudah menunggu lama," ucap seorang wanita menghampiri Hera yang sedang duduk di sofa yang ada di ruang tamu rumah tersebut. Hera dan Sara langsung berdiri saat mendengar suara dan melihat seorang wanita cantik berusia tiga puluhan berjalan mendekati mereka.
"Tidak masalah Nyonya," ucap Hera membungkuk ramah.
Wanita itu tersenyum lalu mempersilahkan Hera dan Sara untuk duduk.
__ADS_1
"Ini adalah beberapa model gaun pernikahan yang anda minta. Jika anda memiliki keinginan pribadi, Anda bisa membicarakannya langsung. Acaranya masih cukup lama. Jadi kita masih memiliki cukup waktu untuk membuat perubahan."
"Aku sangat menyukai semua desain hasil karyamu Nona Hera. Aku juga sudah memiliki semua koleksi pakaian dan juga tas yang kamu buat. Aku percayakan semuanya padamu. Aku yakin kau tidak akan mengecewakanku. Aku menyukai model gaun yang ini," ucap wanita itu menunjuk salah satu model gaun pengantin yang ekornya lumayan panjang.
"Baiklah, kita hanya perlu mengukur ukuran Anda sekali lagi. Ini akan lebih akurat daripada teknologi yang di gunakan perusahaan kami. Meskipun itu sangat membantu tapi saya akan lebih tenang jika bisa mengukurnya langsung menggunakan tangan saya sendiri. Ini adalah gaun untuk pernikahan. Kita tidak bisa main-main untuk ini."
"Baiklah, terserah kau saja," ucap wanita itu sambil tersenyum.
Sara menyerahkan meteran pakaian kepada Hera, sedangkan dia sudah bersiap dengan buku dan juga pulpen di tangannya.
"Kau sangat cantik Nona Hera. Andai aku memiliki adik laki-laki, aku pasti akan menjodohkannya denganmu."
Hera terkekeh mendengar ucapan kliennya tersebut. "Anda ingin saya memiliki dua suami," canda Hera.
"Anda sangat suka bercanda Nyonya." ucap Hera.
"Maafkan aku. Mulutku memang sulit untuk di kendalikan." Hera yang mendengar itu tersenyum hambar. Bagaimana bisa ada orang yang berani mengatakan akan memisahkan Alex darinya. Meskipun itu hanya sebuah lelucon. Tapi itu sama sekali tidak lucu. Hera merasa wanita yang menjadi klien nya ini sangat aneh dan mencurigakan. Dia pasti tahu siapa suami Hera bukan. Lalu kenapa dia masih sangat lancang kepadanya.
Baaammmm... Hera menutup pintu mobilnya dengan keras. Dia duduk di kursi kemudi dan menghela nafasnya panjang. Seberapa keras pun Hera mencoba untuk bersabar. Dia tetap manusia biasa yang bisa tersulut emosi kapan saja.
"Kau baik-baik saja Kak?" tanya Sara merasa cemas karena dia juga mendengar semua ucapan klien mereka tadi. Sara tidak menyangka jika wanita cantik dengan gaya yang elegan akan memiliki mulut yang luar biasa tajam. Kata-Katanya kepada Hera membuat Sara agak merinding.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja Sara," ucap Hera yang memang sudah merasa lebih baik. Dia harus profesional. Wanita ini adalah klien VVIP di Estate Grup. Dia tidak boleh mengecewakan orang-orang yang ada di perusahaan.
"Kak. Apa dia akan menikah dengan seorang mafia? selain rumahnya sangat besar. Dia juga bermulut tajam. Di tambah dia memesan gaun pengantin yang sangat mahal. Bukankah dia meminta untuk mengganti manik-manik dengan mutiara , emas dan berlian? kira-kira berapa harga yang akan kita tawarkan untuk mengeluarkan gaun seperti itu?"
Hera mengerutkan keningnya berusaha untuk berpikir. "Mungkin sekitar 150 Miliar." ucapnya enteng.
"Apa?" teriak sara dengan mata yang terbelalak kaget.
"Matamu akan keluar Sara!" sarkas Hera saat melihat Sara melotot di hadapannya.
"Astaga. Aku sangat syok Kak. Aku bisa menggunakan uang sebanyak untuk membiayai kebutuhan ku dan juga keluargaku se umur hidup."
"Kak!" ucap Sara mengibaskan tangannya di depan wajah Hera. Bosnya itu sedang melamun sambil menatap layar ponselnya cukup lama.
"Kak!" ulang Sara.
"Akhhh... Maafkan aku Sara. Aku ada urusan mendadak. Kita gak bisa kembali ke kantor bersama. Kau pesan taksi saja ya! aku sedang buru-buru." Hera memakai sit belt nya dengan tergesa. Dia juga langsung menyalakan mobil. Sara yang melihat itu hanya mengangguk sambil keluar dari mobil. Dia memang agak telat kalau di hadapkan dengan situasi mendadak seperti ini.
"Tolong sampaikan pada Alex kalau aku menemui paman Bae! Dia akan mengerti dan tidak akan banyak bertanya." Hera berteriak sambil menundukkan kepalanya melihat Sara yang sudah ada di luar mobil.
"Hati-hati!" teriak Sara sambil melambaikan tangan. Sara sama sekali tidak menaruh curiga. Dia sangat mempercayai Hera sampai apapun yang keluar dari mulut bos nya itu terasa nyata bagi Sara.
__ADS_1
...To Be Continued....
...Hai reader jangan lupa like dan komentarnya ya. Thank you 🤗🤗...