
Hera!.. Keluar! atau aku akan mendobrak pintunya," Alex berteriak karena Hera tak kunjung menampakan dirinya...
"Akhhh bagai mana ini?" Hera semakin di buat bingung dengan Alex yang kian gencar mengetuk pintu kamar mandi...
Hera berpikir sejenak....
Kemudian...
"Akhhh masa bodoh, anggap saja dia laki-laki gila, " Hera memutuskan untuk keluar dari kamar mandi sebelum Alex benar-benar mendobrak pintunya...
"Huuftttt" .. Hera yang sudah memegang handle pintu menghembuskan nafasnya kasar.
Cklekkkk .....pintu terbuka...
Glekkk..... Saat itu juga Alex menelan salivanya.
Alex melihat Hera yang berdiri di hadapan nya dari atas sampai bawah. Sungguh pemandangan yang luar biasa indah. Alex tidak bisa mengalihkan pandangannya sama sekali, air liurnya hampir saja menetes.
"Kau!" ucap Hera menutupi bagian dadanya dengan kedua tangannya.
"Menyingkirlah!" pekik Hera yang melihat Alex masih menatapnya bak seorang singa jantan yang sedang mengintai buruannya.
Alex yang mendapatkan kembali kesadarannya refleks menggeser tubuhnya memberikan jalan kepada Hera supaya dia bisa lewat dan segera pergi ke kamarnya.
Hera berlari dengan kecepatan kilat sambil memegangi bagian atas handuknya karena takut handuk itu akan merosot ke bawah...
Alex masih dalam posisinya.. Wajah melongonya benar-benar sangat lucu... Alex tersenyum melihat Hera yang berlari ter birit-birit menuju kamarnya... Alex mengalihkan pandangannya ke bawah, dan dia bisa melihat ada sesuatu yang menegang di bawah sana. apakah itu??😂
"Shiitttt"... Umpat Alex mengacak rambutnya frustasi...
"Kau benar-benar menguji imanku Hera. Jika sampai aku tidak bisa mengendalikan singa yang ada dalam diriku, aku yakin kau akan sangat menyesal karena telah menunjukan dirimu dengan keadaan seperti itu," Alex berjalan ke arah meja makan dan mendudukkan dirinya di sana, meraih tepat air yang ada di atas meja kemudian mengisi gelasnya sampai penuh...
Alex menegak air itu sampai habis, jakunnya terlihat naik turun ketika Alex sedang menelan Air . Bayangan Hera kembali berputar-putar di atas kepala Alex, membuatnya sangat sulit untuk mengendalikan pikirannya.
Hera keluar dari kamarnya dengan penampilan yang sudah rapi, kemeja putih yang lengannya sedikit di tarik ke atas dan menambahkan ikat pinggang hitam di atas perutnya membuat tampilan Hera sangat menawan...Rambutnya yang tadi basah kini sudah menjuntai indah melewati bahunya , Hera berjalan ke meja makan mendekati Alex yang sedang duduk dan menatap lekat ke arahnya..
"Ekhemmm," Hera berdehem membuat Alex yang sedang bengong menatapnya mengerejapkan mata dan menyunggingkan senyum manisnya. Dia benar-benar di buat terpesona oleh sosok Hera yang semakin hari semakin cantik.
"Gingsul itu, ya ampun, aku benar-benar gemas," Hera bergumam dalam hati sambil mendudukan dirinya di depan Alex. Namun, dengan segera Hera menggeleng gelengkan kepalanya ketika menyadari apa yang baru saja dia pikirkan.
__ADS_1
"Kau baik-baik saja Hera?" tanya Alex melihat gelagat Hera yang tidak seperti biasanya.
"Aku tidak apa-apa, dan apa yang kau lakukan di sini? kau bahkan sudah rapih aku yakin kau tidak pulang , karena kalau kau pulang kau tidak mungkin bisa masuk ke rumah ku," Hera menatap Alex sambil meneguk air di gelasnya. Dia merasa sangat Heran dengan kelakuan bosnya ini. Kenapa bisa dia masih disini.
Alex memang sudah rapih dengan pakaian kerjanya.. Sopirnya datang pagi-pagi buta ketika Hera masih tertidur di kamarnya.
"Aku memang tidak pulang karena semalam terlalu lelah," Alex menyodorkan piring berisi omlet dan sebuah roti bakar.
"Aku hanya bisa membuat ini karna tidak ada apapun lagi di dalam kulkas mu," ucap Alex.
Hera memincingkan matanya mencari tahu jika saja Alex sedang berbohong dan hanya membuat Alasan untuk bisa menginap di apartemennya.
"Aku sungguh-sungguh Hera.. Aku bahkan tidur di sofa tanpa selimut atau pun bantal," Alex berusaha meyakinkan Hera ketika melihatnya hanya menatap Alex penuh selidik.
"Jangan datang lagi ke sini!" Hera yang tadi menyilang kan kedua tangannya di depan dada, kini mulai menurunkan tangannya dan mulai memakan sarapan yang telah di siapkan Alex..
"Memangnya kenapa?" tanya Alex.
"Pokonya jangan ya jangan! aku pindah ke rumah ayahku untuk sementara, dan semalam aku hanya mampir karena sudah lama tidak pulang ke sini."
"Ayahmu?" Alex menatap Hera sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
Alex hanya mengikuti Hera dari belakang.
"Aku memang harus tau siapa yang akan jadi ayah mertuaku di masa depan. Tapi aku tidak akan memaksamu untuk memberi tahuku jika kamu tidak mau," Alex menyandarkan punggungnya di pantry di sebelah Hera yang sedang mencuci piring dan gelasnya.
"Kau sangat percaya diri sekali, penuh dengan kehaluan tingkat tinggi," ucap Hera mengambil piring dan gelas yang ada di tangan Alex lalu mencucinya. Alex tersenyum, dia memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana yang dia kenakan. Matanya tertuju pada Hera yang sedang serius dengan kegiatan mencuci piringnya pagi ini.
"Aku memang percaya diri, aku Alexander Kim tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan mu Go Hera."
Go Hera yang mendengar itu hanya memutar bola matanya malas.
"Terserah kau saja Alex," ucap Hera meninggalkan Alex dan menuju meja makan untuk mengambil tasnya.
"ALEX... ALEX"... Gumam Alex dalam hati. Beberapa kali dia menyebutkan namanya yang baru saja di sebut oleh Hera.
"ya ampun.. Kenapa namaku terdengar sangat indah jika Hera yang mengucapkannya," Alex menampakan cengir bodohnya saat ini. Hatinya sedang berbunga-bunga sekarang, bukannya marah Hera memanggilnya dengan informal, dia malah cengengesan bak orang bodoh.
Hera yang sedang merapikan bajunya menautkan akisnya bingung melihat Alex yang terlihat seperti orang bodoh di hadapannya.
__ADS_1
"Are you oke?" tanya Hera mengibas ngibaskan tangannya di depan wajah Alex.
"Ahhhh aku baik-baik saja," ucap Alex masih dengan cengirannya.
"Aku akan berangkat sekarang," Hera mengambil kunci mobilnya dari dalam tas.
"Aku ikut denganbmu," ucap Alex yang sukses membuat Hera mendongakkan wajahnya menatap laki-laki yang kini sedang tersenyum ke arahnya.
"Bukannya kau punya kendaraan sendiri?" Hera yang enggan satu mobil dengan bosnya ini bersuara.
"Aku semalam memang membawa motorku, tapi pak Jang dan sopir ku sudah mengambilnya tadi pagi, " jawab Alex yang sedang kesusahan memasangkan dasi di lehernya.
Hera yang melihat itu sedikit risih. Dia sangat tidak tahan ingin menyambar dasi itu dan membantu Alex memasangkannya..
"Pegang ini!" ucap Hera memberikan kunci mobilnya kepada Alex.
Alex mengambil kunci itu meskipun dia tidak tahu apa yang akan Hera lakukan selanjutnya.
Hera melangkah mendekat ke hadapan Alex, menarik dasi yang masih berantakan itu dan membuka kembali simpul yang telah di buat Alex..
Alex yang kaget sekaligus senang sedikit membungkukkan badannya supaya Hera bisa leluasa memasangkan dasi di lehernya. Sementara Hera masih sibuk membuat simpul dasi yang rapih untuk Alex, dia tidak menyadari kalau jaraknya dengan Alex sangat dekat saat ini, bahkan Alex sedang menatapnya lekat tanpa berkedip.
"Kau itu sangat bodoh , seharusnya kau pulang atau berangkat ke perusahaan bersama sopir mu. Untuk apa masih di sini dan malah merepotkanku, " Hera bersuara di sela-sela kegiatannya.
"Nah.. Selesai," ucap Hera mengusap kemeja di bagian selangka Alex berusaha untuk merapikannya..
Settt... Hera mendongakkan kepalanya membuat matanya bertemu dengan mata Alex.
Mata mereka terkunci dengan tatapan mereka masing-masing. Alex berusaha untuk menelan ludahnya ketika bayangan Hera yang tadi hanya mengenakan handuk kembali berputar-putar di atas kepalnya.
"Ekhemmmm," Alex berdehem menyadarkan Hera yang sedang menatapnya lekat. Hera yang mendengar itu sontak berbalik memunggungi Alex .
"Aku yang akan membawa mobilnya, anggap saja sebagai tanda terimakasihku karena kau telah memberikan ku sarapan pagi ini," Alex keluar dari apartemen mendahului Hera yang masih mematung di tempatnya.
"Kau gila Hera," umpat Hera pada dirinya sendiri.
To Be Continued..
Hai Readers... Jangan lupa Like, Komen, Vote sama Hadiahnya ya... Jangan lupa Favoritkan juga ...
__ADS_1
Thank you....😘😘😘😘