THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Sebuah Kejutan


__ADS_3

"Surprise....... Teriak segerombolan orang kepada Alex dan Hera saat mereka hendak membuka pintu rumah namun sudah ada yang lebih dulu membuka pintu rumah mereka dari dalam.


Alex maupun Hera terperanjat saat mendengar teriakan orang-orang yang selalu ada di sisi mereka. Sementara Jessica , Tae Jun, Angela, Wohyun dan Sara kini sedang tertawa melihat ekspresi terkejut yang di tunjukan kedua orang di hadapan mereka.


"Kalian sedang apa disini?" tanya Hera. Dia di buat terheran-heran karena ada banyak sekali balon di rumahnya. Angela juga memegang sebuah kue tart berukuran cukup besar di tangannya.


"Siapa yang ulang tahun?" tanya Alex. Orang-orang yang ada di hadapannya malah tersenyum seperti kuda.


"Ini adalah pesta sambutan yang kita lakukan untuk menyambut kalian. Mama dan yang lain sudah menyiapkan segalanya." Jessica meraih lengan Alex dan menuntunnya untuk pergi ke ruang makan. Begitupun dengan Sara. Dia dengan segera menarik tangan Hera dan bergelayut manja padanya.


"Cihhhh... Kau itu sudah tua Sara. Kenapa kau masih seperti anak kecil," ejek Angela. Dia menatap Sara dengan tatapan yang dia buat seolah-olah dia sedang jijik.


"Ikhhh apa si Kak Angel ini. Aku tidak memeluk mu, kenapa jadi kau yang sewot."


"Sudah, sudah! kita sebaiknya segera pergi ke meja makan sebelum makannan nya menjadi dingin. Alex dan Hera juga pasti butuh istirahat saat ini. Semakin cepat kita selesaikan pestanya , maka akan semakin baik." Tae Jun pergi meninggalkan para anak muda untuk menyusul Jessica dan Alex.


"Wahhhhh, apa ini?" tanya Hera saat melihat meja makan miliknya sudah penuh dengan makanan dan juga camilan yang tidak biasa. Jangan lupakan beberapa botol wine mahal berumur puluhan tahun terpajang dengan apik di atas meja makan itu.


"Kita menyiapkan semua ini untuk kalian," ucap Angela. "Kalian pasti bosan memakan makanan rumah sakit bukan? hari ini kita akan memakan semua makanan ini." Angela tersenyum dengan mata yang berbinar. Kemudian dia meletakan kue tart yang di bawanya di atas meja.


"Duduklah!" titah Jessica pada semua orang. Wohyun dan Sara mengangguk. Mereka duduk bersebelahan. Sementara Hera duduk di sebelah Alex. Dan Jessica tentu saja duduk di sebelah suaminya.


"Kau menjomblo Angel?" tanya Hera membuat semua orang menatap iba ke arah Angela. Wohyun ingin tertawa. Tapi dia berusaha untuk menahan tawanya saat Sara menyenggol bahu Wohyun menggunakan bahunya.


"Hahaha... Aku bilang juga apa, cepat nikahi Erick. Kau itu sudah tua Angela."

__ADS_1


Angela menatap sengit kakak semata wayangnya itu. Dia sangat ingin menghajar Alex saat ini juga. Namun saat mengingat kalau Alex baru keluar dari rumah sakit, dia berusaha untuk meredam amarahnya.


"Kau gila kodok burik!" umpat Angela membuat semua orang yang ada di meja makan tertawa. Akhirnya mereka bisa mendengar kakak beradik itu kembali bertengkar. Setelah hampir dua minggu Alex dan Hera berada di rumah sakit, kini semuanya sudah bisa berkumpul dan tertawa bersama.


"Makan ini!" ucap Alex menaruh sayur dan lauk pauk di piring istrinya. Hera yang pada saat itu sedang memperhatikan hal lain menyenggol lengan suaminya sambil menunjuk Sara dan Wohyun menggunakan dagunya.


"Apa mereka sudah menjalin hubungan di belakang kita?" bisik Hera di telinga Alex. Alex mengangkat bahunya acuh. Dia juga tidak tahu mengenai hal ini. Lagipula dia juga tidak untung apa-apa jika dia mengetahui hubungan Wohyun dan Sara.


Jessica , Tae Jun maupun Angela melihat ke arah pandang Hera dan Alex. Iya, Wohyun dan Sara sedang saling memberikan lauk ke piring satu sama lain tanpa menghiraukan orang-orang yang ada di hadapan mereka.


"Ekhemmm...." dehem Angela ketika merasa dia harus menghentikan drama yang sudah sangat menganggunya. Oh ayolah, hanya dia yang tidak memiliki pasangan di meja makan ini. Apa semua orang harus memperlihatkan kemesraan mereka di hadapannya? harusnya tidak bukan.


Sara dengan bodohnya menatap Angela dengan wajah datar tanpa ekspresi. "Kau kenapa Kak?" tanya Sara cuek.


Sara mengangkat bahunya acuh. Dia sedang dalam mode lemot saat ini. Sementara Wohyun yang mengerti dengan sindiran dari Angela hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Setelah makanan utama habis, kini giliran pesta wine.


"Biar aku yang meminumnya, kau baru sembuh Alex, tidak baik meminum alkohol untuk kesehatan mu." Hera merebut gelas wine yang ada di tangan suaminya. Alex, laki-laki itu hanya tersenyum. Dia tidak bisa membantah karena memang apa yang di katakan istrinya itu sepenuhnya benar.


Seettttt.... Angela merebut gelas wine yang ada di tangan Hera. "Kalian sama-sama pasien sebelumnya. Jadi biarkan aku yang menggantikan kalian minum." Hera ingin merebut kembali gelasnya, namun dia kalah cepat dengan Angela yang langsung menegak habis wine tersebut. Sebenarnya Angela tidak harus melakukan itu, Hera di rawat di rumah sakit hanya sekitar satu minggu, dan sisanya dia hanya menemani Alex karena suaminya itu tidak mau dia tinggal.


"Sudah biarkan saja!" ucap Alex menarik tangan istrinya.


"Hmmmm... Baiklah," ucap Hera, dengan wajah lesu.

__ADS_1


"Kau makan ini saja!" Alex menyodorkan sepotong kue kepada Hera. "Kalau sudah waktunya, aku akan memberikanmu wine yang lebih enak dari ini."


Dua jam kemudian. Akhirnya semua orang pergi dari rumah Alex dan Hera. Mereka pulang dalam keadaan mabuk, termasuk Sara dan Wohyun. Alhasil Alex menyuruh sopir pribadinya untuk mengantar mereka berdua.


"Alex!....."


"Heummm..."


"Aku sangat bahagia sekarang, kau sudah sembuh dan kita bisa kembali berkumpul seperti sebelumnya. Kelak, jika hal seperti itu terjadi lagi, jangan pernah mengorbankan dirimu untukku Alex. Itu tidak sebanding dengan apa yang telah aku berikan padamu. Jangan mempertaruhkan hidupmu untuk orang sepertiku. Aku memang istrimu, aku tahu kau sangat mencintaiku. Tapi jika sampai hal buruk terjadi padamu, aku tidak akan memiliki alasan apapun lagi untuk hidup di dunia ini, hanya kau yang aku miliki." Hera berucap dengan suara yang lirih. Apa yang di katakan nya ini adalah sebuah kebenaran. Dia tidak ingin kehilangan Alex. Apa artinya dia hidup kalau Alex tidak ada di sampingnya.


"Hei....!" Alex memutar badannya lalu menangkup wajah sang istri. "Jangan pernah bilang seperti itu. Aku tidak bisa menerima permintaanmu ini. Jika saja waktu bisa terulang kembali, aku akan tetap melakukan hal yang sama, aku tidak akan pernah membiarkanmu terluka sayang. Dan kau adalah orang yang paling pantas mendapatkan cinta dan kasih sayang dari seorang Alexander Kim. Jangan pernah memandang rendah dirimu sendiri! kau tidak berhak untuk melakukan itu." Alex memeluk Hera dengan erat. Dia juga mengecup pucuk kepala istrinya beberapa kali.


"Maafkan aku karena aku pernah meragukan mu Hera. Aku janji, hal seperti itu tidak akan pernah terulang lagi."



Hera mengangguk dalam pelukan sang suami. Baginya itu tidak lah penting untuk saat ini. Melihat Alex sudah kembali sehat saja Hera sudah sangat bahagia.


"Aku mencintaimu Alexander."


"Aku lebih mencintaimu Go Hera."


...To Be Continued....


...Hai reader jangan lupa like dan komennya ya. Thank You....

__ADS_1


__ADS_2