THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Gigi Gingsul


__ADS_3

Hera memandang Alex dengan tatapan yang mungkin, kalau orang lain lihat, adalah tatapan kagum juga, semakin lama Hera mengenal Alex, semakin dia tau kelakuan asli tuannya itu. Namun, baru hari ini Hera melihat wajah Alex dari jarak yang sangat dekat, bahkan tidak ada jarak di antara tubuh mereka, benar-benar situasi yang sangat mendebarkan.


"Tampan?" tanya Alex kepada Hera. Yang sontak saja membuat orang yang ditanyai mengerejapkan matanya gugup.


Alex berusaha menahan diri untuk tidak mengecup Hera yang terlihat sangat lucu dengan wajah terbengongnya saat ini. Tapi Alex tidak mau mengulang kejadian di mana Hera menangis karna ulahnya.


Hera yang sudah mendapatkan kesadarannya kembali, buru-buru bangkit dari posisinya dan dengan sigap mengambil remote di tangan Alex.


Alex juga ikut berdiri ketika Hera berdiri, Alex sedikit menepuk bokongnya, dan mulai merapikan jas yang di kenakannya.


"Hera, kau tau, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyerah, mau kau menolakku berulang kalipun, aku akan dengan senang hati kembali kepadamu, ingat itu!" Alex melangkah pergi meninggalkan Hera, setelah memberikan senyum termanisnya kepada sang pujaan hati.


Senyuman itu, senyuman yang sangat Hera benci namun dia juga sangat menyukainya. Gigi gingsul yang dimiliki Alex membuatnya imut dan tampan di saat yang bersamaan, membuat Hera gemas, namun dia juga ingin mencabut giginya saat ini juga


Hera menapak kan wajah bodohnya.


"Orang ini benar-benar gila," gumam Hera. Yang masih bisa di dengar Alex.


Wah, wah, senyum presdir kepada bu Hera benar-benar sangat manis, aku sangat menyukainya, dia sangat tampan, rasanya aku ingin pingsan," ucap salah seorang karyawan yang masih terus memperhatikan Hera dan Alex dari bawah.


Alex meninggalkan kantor Hera dengan senyum mengembang di wajahnya, dia benar-benar teramat sangat senang bisa begitu dekat dengan Hera, apapun tentang Hera, Alex akan sangat menyukainya. Sekalipun Hera mengumpat kepadanya Alex akan menerimanya dengan senang hati.


"Alex!" panggil Wohyun yang juga ingin ke ruangan Alex.


"Ada apa Wohyun?" ucap Alex masih dengan sisa-sisa kebahagiaan di wajahnya.


Wohyun menelisik wajah Alex," Kau sangat bahagia hari ini Lex?" Wohyun menyenggol Alex dengan bahunya.


"Hmmmm ," gumam Alex dengan senyumannya, membuat Wohyun bergidik ngeri.


"Orang yang sedang jatuh cinta benar-benar menyeramkan, dikit-dikit marah , dikit-dikit bahagia. Kadang-kadang logis, kadang-kadang gila," Wohyun berbicara sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


"Kau akan tau jika kau sudah mengalaminya Wohyun," Alex berjalan keluar dari lift ketika pintunya sudah terbuka.


"Aku tidak mau gila sepertimu Alex," ucap Wohyun berjalan mengikuti Alex...


"Kau bisa berbicara seperti itu sekarang, tapi pada saat kau jatuh cinta , kau akan di buat menjadi budak oleh rasa cintamu."


"Apa yang ingin kau sampaikan Wohyun?" tanya Alex setelah mereka sampai di ruangannya.


"Ini masalah proyek yang di China Lex, kita gak mungkin cuma mengirimkan perwakilan untuk menangani masalah yang terjadi di sana , kau harus pergi sendiri kali ini."


"Baiklah, aku akan pergi ," Alex mulai membuka laptop di hadapannya.


Wohyun dibuat melongo dengan apa yang baru saja dikatakan Alex.

__ADS_1


"Wah cinta memang bisa mengubah segalanya," ucap Wohyun, masih tidak percaya dengan apa yang di lihat nya saat ini. Biasanya Alex akan mengoceh dan banyak menanyakan kenapa dia harus pergi sendiri, kenapa perwakilan dari Estate tidak bisa menangani hal kecil , dan masih banyak pertanyaan lainnya.. Hal kecil menurut Alex belum tentu hal kecil juga menurut orang lain bukan. Tapi kali ini Alex langsung menyetujuinya, sungguh luar biasa, Wohyun berharap Hera bisa terus membuat Alex seperti ini.


Alex menaikan bahunya acuh melihat Wohyun yang terbengong di hadapannya.


🍓🍓🍓


"Nona!" sapa para pelayan.


Hera mengangguk kemudian berjalan ke arah dapur untuk mengambil air minum.


"Nona, anda perlu sesuatu?" bibi Han menghampiri Hera ketika melihatnya hendak mengambil sesuatu.


"Hera cuma mau ambil minum Bi," ucap Hera pada bibi Han.


"Nona sudah makan belum?"


"Belum bi, Hari ini banyak kerjaan di kantor, jadi gak sempet makan malem," Jawab Hera setelah menegak habis air yang ada di gelasnya.


"Mau Bibi Masakin sesuatu?"


"Boleh bi, bikin yang gampang aja, Hera lagi pengen Nasi Goreng Kimchi,"ucap Hera sambil tersenyum.


Bibi Han mengangguk lalu mulai mempersiapkan bahan untuk memasak. Sementara Hera, mendudukkan dirinya di kursi yang ada di dekat mini bar yang ada di dapur.


"Gak papa Bi, masih enak duduk di sini, nanti Hera naik kalau Hera udah makan aja,"


Drtttt, Drrttt... Ponsel Hera berdering.


"Ada apa lagi Tuan Kim?" tanya Hera ketus, merasa bosan karena tuannya ini sering sekali menelponnya.


"Hera, aku besok gak ke perusahaan dulu, ada urusan di china dan gak bisa di wakilkan, aku mungkin agak lama di sana."


"Mau gak pulang lagi juga gak papa Tuan!" ucap Hera asal.


"kamu benar-benar tega Hera, pokonya kamu harus jaga diri baik-baik , jangan sampai kamu kenapa napa karena aku gak ada dan gak bisa jagain kamu," Alex mulai melontarkan wejangan wejangan bak seorang suami kepada istrinya.


"Y****a ampun, orang ini sungguh berhalusinasi kalau aku ini kekasihnya?" Hera menggerutu dalam hati.


"Aku akan dengan senang hati menjaga diriku sendiri Tuan, Anda tidak perlu repot mengingatkan saya," Jawab Hera acuh.


Tuttt... Hera menutup panggilannya.


"Pacarnya nona ya?" bibi Han tersenyum.


"Bukan Bi, cuma orang gila yang nelpon salah sambung," ucap Hera lalu memasukan kembali ponselnya ke dalam tas.

__ADS_1


"Nona sangat cantik, pasti banyak yang menyukai Nona di luar sana."


"Hmmmm, Hera takut kalau harus menjalin hubungan Bi," ucap Hera sambil memainkan Hiasan bunga yang ada di atas meja.


"Lho kenapa Nona? Nona sangat baik, bibi yakin Nona akan mendapatkan orang baik juga."


"Tapi Ibu juga orang baik Bi, dan apa yang Ibu dapatkan? hanya sebuah penghianatan," ucap Hera. Kemudian turun dari kursi yang di dudukinya.


"Bi, Hera mau ke kamar dulu, nanti antar ke kamar Hera saja ya!" ucap Hera berlalu meninggalkan nibi Han yang merasa bersalah, karena mungkin telah membuka luka lama di Hati Nonanya itu.


"Baru pulang ?" tanya tuan Go yang berpapasan dengan Hera di tangga.


"Kelihatan nya!" ucap Hera acuh.


Hari ini Hera memang pulang malam karena lembur.


"Sudah makan?" tanya tuan Go lagi.


"Sudah," Jawab Hera asal sambil terus berjalan meninggalkan ayahnya.


"Bibi lagi masak buat siapa?" tanya tuan Go yang melihat Bibi Han masak ketika sudah lewat jam makan malam.


"Ini untuk Nona Hera Tuan."


"Lho bukannya tadi saya tanya dia jawab sudah makan," ucap tuan Go. Merasa heran.


"Nona Hera belum makan Tuan, mangkanya minta di bikinin nasi goreng Kimchi sama bibi."


Tuan Go menganggukkan kepalanya.


"Sebegitu bencinya kamu sama ayah Hera," gumam tuan Go di dalam hati.


"Hye Mi sama Min ji masih belum pulang?" tanya tuan Go lagi.


"Belum Tuan, mungkin sebentar lagi," ucap bibi Han.


Tuan Go masuk ke ruang kerjanya , laki-laki paruh baya itu, mendudukkan dirinya di kursi , lalu mengambil sebuah foto dari dalam laci di meja kerjanya. Tuan Go memandang sendu foto tersebut, lalu mengusapnya perlahan.


"Maafkan aku," ucapnya pada orang yang ada di dalam foto tersebut.


To Be Continued...


Hai para Readers kesayangan ku.. jangan lupa, Like komen sama Vote nya ya.. Hadiah nya juga jangan Lupa.. Kalau ada yang salah di novel Author, mohon kritikan nya.. dukungan dari kalian sangat berarti untuk Author...


Thank You... jangan lupa favoritkan ya!!😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2