THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Wohyun cari mati


__ADS_3

"Selamat pagi Tuan. Saya Lee Annya asisten baru Tuan," Annya memperkenalkan dirinya di depan Alex. Alex menolehkan kepalanya sebentar lalu kembali fokus memeriksa dokumen yang bertumpuk di mejanya.


"Kau bisa kembali ke mejamu," ucap Alex yang entah kenapa merasa ada sesuatu yang aneh dengan Annya. Alex bisa melihat jika Annya memakai kemeja ketat dan juga rok yang super minim. Sungguh pemandangan yang membuat sakit mata. Dada yang begitu besar dengan bokong yang montok siapa yang tidak bisa melihat itu. Alex laki-laki. Namun melihat yang seperti ini bukannya suka dia malah bergidik ngeri. "Apa Wohyun cari mati!" gumam Alex yang merasa jika pilihan Wohyun kali ini sangat di luar kebiasaannya.


Annya kembali ke mejanya yang ada di luar ruangan Alex. Sudut bibirnya tertarik keatas menyeringai puas, karena telah berhasil masuk dan mendekat ke sarang target.Tentu saja Annya bisa sampai di kantor Alex dengan bantuan dari Minhyuk.


Hari itu...


Minhyuk memegang kepalanya ketika kesadarannya telah kembali. Terlalu banyak minum membuatnya sakit kepala. Minhyuk melangkahkan kakinya keluar untuk mengambil air minum . Namun, langkahnya terhenti ketika dia melihat seseorang yang sedang tidur di sofa di ruang Tv. Minhyuk mengerutkan keningnya bingung. Pasalnya Minhyuk tidak mengajak teman-temannya semalam. Laki-laki itu berjalan mendekati sosok yang masih tidur pulas. "Seorang wanita?" Minhyuk berpikir berusaha mengingat siapa wanita yang di bawanya semalam. Minhyuk membekap mulutnya ketika sekelebat kejadian semalam terlintas di kepalanya.


Saat itu Minhyuk sedang mabuk. Dia men ciu m dan menggrayangi wanita yang ada di kamarnya semalam. Siapa sangka ketika Minhyuk menyebutkan nama Hera, Wanita ini langsung menampar dan menendang masa depannya Minhyuk.


Minhyuk memukul kepalanya saat dia sadar bahwa gadis yang bersamanya semalam bukan lah Hera..


"Hei kau!" Minhyuk menendang kaki Annya . "Bangunlah!" Minhyuk kembali menendang kaki wanita itu. Annya mengerajapkan matanya masih dalam mode kantuk yang berat. "Hoaaamm," Annya menutup mulutnya ketika menguap. Wanita itu menatap Minhyuk yang sedang berdiri di hadapannya dengan tangan yang bersilang di dada.


"Kau siapa? kenapa kau ada di sini? kau juga memakai kemejaku?" Minhyuk melihat Annya memakai kemeja putih yang membuat paha mulus dan montok Annya terekspos dengan jelas. Annya tersenyum "Bukankah seharusnya kau berterima kasih kepadaku?" ucap Annya tersenyum menyeringai. " Aku sudah menolong mu dan mengantarmu pulang dengan selamat. Tapi kau tidak tau terima kasih sama sekali. Annya bangkit dari duduknya kemudian berjalan ke arah pantry sambil mengikat tinggi rambutnya.


"Aku Annya. Lee Annya. Kau tidak mengenalku tapi aku yakin kau akan membutuhkan bantuanku. Annya menegak air yang dia ambil dari dalam kulkas.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" Minhyuk mendekati Annya dan duduk di kursi yang ada di dekat mini bar yang ada di dapurnya Minhyuk.


"Jika aku tidak salah kau menyukai Hera. Go Hera yang kemarin bertunangan dengan Alexander anak dari pemilik perusahaan Estate Group," Annya mencondongkan badannya ke arah Minhyuk. Dia tersenyum membuat Minhyuk yang ada di depannya salah tingkah. "Aku menyukai Alexander. Dan kau menyukai Hera. Kita berada di kapal yang sama. Jadi aku harap kau bisa membantuku dan aku akan membuat Alex menjauhi Hera.Bagaimana?"


Wohyun terlihat berpikir, dia bingung antara harus menerima tawaran ini atau tidak. Dia menyukai Hera. Tapi apa orang yang ada di hadapannya saat ini dapat di percaya. Bagai mana kalau dia berniat jahat kepada Hera.


"Kau yakin kau menyukai Alexander?" Wohyun bertanya untuk memastikan. Annya kembali tersenyum. "Aku tidak akan melukai wanita mu jika itu yang kau khawatirkan," bohong Annya di depan Minhyuk. "Yang benar saja kau, tujuanku adalah Hera. Aku ingin menyiksanya. Bagai mana mungkin aku membuatnya untuk tidak terluka," Annya bergumam dalam hati.


"Aku tau nama mu Minhyuk. Aku melihatnya di kartu identitasmu," Annya berjalan ke arah kamar Minhyuk.


"Hei kau mau kemana?" teriak Minhyuk yang melihat Annya ingin masuk ke kamarnya.


"Apa dia wanita gila? kenapa dia bisa seberani itu padahal dia tidak mengenalku. Dasar wanita aneh," Minhyuk menggerutu tidak jelas.


"Hera. Ayolah. kita harus ke butik untuk mencoba gaun pengantin mu!" Alex berusaha membujuk Hera yang masih asik menggambar design pakaian.



"Kenapa tidak hari minggu saja Alex. Aku sedang bekerja dan aku sangat lelah. Tenagaku sudah habis terkuras sekarang," Hera menghela napasnya ketika melihat Alex tidak bergeming sama sekali. Alex malah mendudukkan dirinya di atas meja di samping Hera. Hera menyandarkan punggungnya dan menatap Alex yang sedang tersenyum manis ke arahnya.

__ADS_1


"Hari minggu adalah hari libur kita, dan aku berencana akan mengajak mu berkencan, bukankah seharusnya kita banyak menghabiskan waktu bersama?" Alex terus mencoba membujuk Hera yang masih enggan untuk ikut dengannya.


"Kau! semuanya gara-gara kamu yang terlalu cepat mengadakan resepsi. Kenapa gak sebulan lagi aja jadi aku bisa membuat gaun pengantinku sendiri. Aku benar-benar lelah Alex. Aku malas harus mencoba gaun ini itu. Alex menundukkan kepalanya menepis jarak antara wajahnya dan wajah Hera. "kalau kau lelah aku akan mengendong mu," ucap Alex membuat Hera mendengus kesal.


"Aku akan jalan sendiri," Hera langsung berdiri mendengar ancaman dari Alex. Sebenarnya itu adalah tawaran, namun di mata Hera itu hanya ancaman yang akan membuatnya tersudut dan tak bisa berbuat apapun. Hera limbung karena dia berdiri secara tiba-tiba. Alex yang melihat Hera terhuyung segera menangkapnya membuat Hera berada dalam pelukan Alex sekarang.


"Kau baik-baik saja?" tanya Alex ingin mendorong bahu Hera supaya dia bisa menatap wajahnya . Hera menggeleng dalam pelukan Alex. "Biarkan seperti ini sebentar!" pinta Hera membenamkan wajahnya di dada bidang Alex. "Biarkan darah dalam otak ku mengalir dengan lancar terlebih dahulu!" Alex tersenyum mendengar penuturan Hera. Bahkan jika Hera tidak memintanya pun, Alex akan dengan senang hati memeluknya sepanjang waktu.


Alex mengeratkan pelukannya membuat Hera merasa semakin nyaman. "Kau sudah makan?" Lagi-lagi Hera menggeleng. "Kau ini.. pantas saja kau pusing. Ini sudah jam berapa Hera? seharusnya kau sudah makan sejak tadi. Mulai besok makan siang di ruangan ku! Jika kau tidak datang aku yang akan menemui mu di sini.


Hera menganggukkan kepalanya tidak ingin berdebat dengan Alex. Lebih baik makan di ruangan Alex dengan tenang daripada harus makan di ruangannya yang sudah pasti akan menimbulkan keributan yang dibuat oleh karyawannya.


"Apa sangat nyaman?" tanya Alex melihat Hera yang enggan untuk melepaskan pelukannya. "Hmmmm," Hanya itu yang keluar dari bibir tunangannya itu.


"Kita pergi sekarang, aku akan membelikan mu Ice cream tapi setelah itu kau harus makan siang," Hera yang mendengar itu melepas pelukan Alex dan berjalan lebih dulu "Ayo," Ajak Hera ketika melihat Alex hanya diam menatap ke arahnya. Alex tersenyum. Kini Alex tau bagai mana cara membujuk dan membuat Hera menurut padanya. Alex meraih tangan Hera dan menggenggamnya .. "Ayo!" ucap Alex tersenyum bahagia.


To Be Continued..


Hai readers. Jangan lupa Like sama komen nya ya. Makasih. 😙😙🤗

__ADS_1


__ADS_2