THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Maafkan Ibu


__ADS_3

"Min Ji!" panggil Ye-Seul masih berusaha untuk membujuk putrinya. Ini sudah hampir jam makan siang, tapi anak bungsunya itu masih bungkam dan tidak mau mendengarkan Ye-Seul. Ye-Seul sudah berusaha untuk melakukan segala cara agar Min Ji mau mendengarkannya dan mau makan bubur juga lauk yang sudah di siapkan pihak rumah sakit..Bagaimana Min Ji bisa cepat sembuh kalau dia mogok makan seperti ini. Para perawat sudah bolak balik ke ruangan Min Ji untuk memeriksa apa Min Ji sudah meminum obatnya atau belum. Tapi Ye-Seul bisa apa Min Ji sudah bukan bayi yang bisa dia cekokki begitu saja.


"Min Ji, ibu janji , ibu akan menceritakan semuanya, tapi kau harus makan dan minum obatmu dulu ya!" Ye-Seul tidak punya pilihan lain. Dia tidak perduli kalau setelah dia menceritakan segalanya Min Ji akan membencinya, dia hanya ingin melihat Min Ji sembuh dan kembali beraktivitas seperti sebelumnya.


Min Ji menolehkan kepalanya. Dia menatap dalam mata Ye-Seul. Ye-Seul mengangguk. Wanita paruh baya itu tersenyum bahagia saat melihat Min Ji makan dengan lahap.


"Sekarang ceritakan lah Bu!" ucap Min Ji. Dia sudah tidak sabar ingin mendengar penjelasan dari ibunya. Dia hanya ingin tahu apa yang di katakan teman-teman Min Ji sebelumnya itu benar atau hanya sekedar gosip.


Ye-Seul menarik nagas panjang lalu menghembuskan-nya perlahan. Dia mulai menceritakan semuanya. Tidak ada yang dia tutupi. Dia juga mengatakan kalau Ye-Seul sudah menyukai Myung Jin saat laki-laki itu baru bertunangan dengan ibunya Hera. Dia mengakui semua kesalahan juga kebodohannya. Dia ingin meminta maaf tapi orang yang paling tersakiti sudah tidak ada lagi di dunia ini. Jadi dia harus bagaimana tidak mungkin Ye-Seul menyusul In Ha ke alam baka. Dia masih harus mengurus Hye Mi dan juga Min Ji. Begitu pikirnya.


Min Ji membekap mulutnya saat mendengar semua cerita Ye-Seul. Air mata menetes saat hatinya terasa sesak. Kenapa, kenapa dia harus menerima konsekuensi dari perbuatan yang tidak pernah dia lakukan. Dia harus menanggung malu dan juga harus di olok-olok temannya karena perbuatan orang tuanya di masa lalu.


"Hahaha," Min Ji tertawa dengan air mata yang mengalir deras dari mata bulatnya. " Jadi mereka benar? aku adalah anak haram dan kau adalah seorang pelakor," sinis Min Ji sambil menatap Ye-Seul yang juga sedang menangis.


"Kenapa Ibu menangis hah? Ibu baru sadar bahwa apa yang telah Ibu lakukan itu adalah hal yang salah. Benar-benar salah. Pantas saja Kak Hera selalu membenci keluarga ini. Ternyata kita semua hanya sampah, kita cuma parasit yang menempeli Ayah. Bahkan selama ini kita bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Hahaha aku benar-benar tidak menyangka jika aku harus di lahiran di keluarga yang memalukan seperti ini."


"Min Ji. Ibu tahu ibu salah, tapi Nak, ibu sudah menyesali perbuatan ibu. Ibu akan meminta pengampunan pada Kakakmu." Ye-Seul meraih tangan Min Ji , namun Min Ji langsung menepisnya dan kembali mengeluarkan kata-kata pedasnya.

__ADS_1


"Memang jika Ibu menyesali perbuatan Ibu, Bae In Ha akan hidup kembali? tidak Bu. Dia sudah mati. Dan kini aku harus menanggung malu untuk semua perbuatan laknat mu di masa lalu. Kenapa kau tidak mati saja seperti ibu kandungku."


Palkkkkkk.... Sebuah tamparan mendarat di pipi Min Ji. Ye-Seul mendongakkan wajahnya dan langsung berdiri ketika melihat siapa orang yang telah memukul anak bungsunya.


"Kau! Jaga ucapan mu Min Ji! dia mungkin salah, tapi dia sudah mengakui kesalahannya. Kau tidak bisa berbicara kasar seperti itu pada Ibu. Ibu sudah merawat dan juga membesarkan mu dengan sangat baik. Apa itu belum cukup," teriak Hye Mi dengan mata yang berkilat marah. Sesalah apapun ibunya. Min Ji tidak berhak berbicara lancang seperti itu. Dia juga anak Ye-Seul, kenapa dia sangat berani menyumpahi ibu mereka supaya dia bisa cepat mati. Hye Mi benar-benar tidak bisa mentolerir ini.


"Cihhh... Kau masih membela Ibu setelah mengetahui apa yang telah dia lakukan. Kak. Sadarlah! kau juga perempuan, bagaimana perasaanmu kalau kau di khianati orang terdekatmu yang sudah kau anggap sebagai saudarimu sendiri. Apa kau akan membiarkannya bahagia sementara kau tersiksa? dan lagi, aku malu Kak. Aku malu dengan semua teman-teman sekolahku. Aku tidak akan bisa menunjukan wajahku lagi di hadapan mereka. Sarang benar. Kita hanya benalu di keluarga Go. Aku menyesal karena tidak jadi mati."


"Min Ji!" ucap Ye-Seul sambil memeluk Min Ji. Min Ji berontak namun lama-lama dia diam dan menerima pelukan dari Ye-Seul. "Maafkan ibu Nak, ibu tahu ibu salah, ini bukan salahmu jika kau membenci ibu. Tapi ibu mohon jangan pernah lakukan hal seperti ini lagi. Kau mau terbebas dari teman sekolahmu? ibu akan meminta Ayahmu untuk mengurus semua surat kepindahan mu. Kau mau sekolah di mana sayang?" tanya Ye-Seul sambil mengelus kepala Min Ji dengan lembut.


"Aku ingin sekolah di Kanada," ucapnya. Ye-Seul terdiam. "Kenapa? tidak boleh?" tanya Min Ji yang langsung mendapat gelengan dari Ye-Seul.


Hye Mi menghela nafas panjang dan langsung keluar dari ruang rawat Min Ji. Dia sudah di buat kesal dengan Min Ji, tapi ibunya malah memperlakukan Min Ji seperti itu. Apa harga diri ibu sudah di gigit anjing, kenapa dia harus melakukan sesuatu yang berlebihan. Kalau itu Hye Mi, Ye-Seul pasti sudah memukulnya tanpa berpikir dua kali. Tapi kenapa kepada Min Ji sikap Ye-Seul berbeda. Apa Min Ji adalah anak kandung Ye-Seul? tapi itu tidak mungkin.


"Cihhhh... Ibu benar-benar keterlaluan," gumam Hye Mi setelah berada di luar ruangan Min Ji.


"Kak Hera! Kak Alex" ucapnya saat melihat Hera sedang mendorong kursi roda yang di duduki kakak iparnya. Dia langsung berlari untuk menghampiri Hera dan juga Alex.

__ADS_1


"Kak!" panggil Hye Mi. Hera dan Alex menoleh bersamaan saat mendengar suara Hye Mi.


"Hye Mi!" gumam Hera menatap lurus Hye Mi.


"Kak Alex sakit apa?" tanya Hye Mi.


"Dia terluka Hye Mi. Tapi sekarang sudah mulai membaik. Beberapa hari lagi Alex sudah bisa pulang!" ucap Hera. Dia sebenarnya lebih nyaman berbicara dengan Hye Mi daripada dengan anggota keluarganya yang lain. Hye Mi adalah orang yang selalu menunjukan ketulusannya. Hera tidak bisa menutup mata untuk itu. Dia tidak bisa memukul rata semua orang hanya karena anggota lain di keluarga mereka yang bersalah.


"Ahhhh. Aku tidak tahu Kak. Kakak juga tidak mengabari ku," ucap Hye Mi dengan wajah sedihnya.


"Maaf Hye Mi. Aku tahu kau sangat perduli kepada ku, tapi aku merasa kalau ini adalah urusan keluarga ku. Aku ingin memberitahumu, tapi aku yakin kau juga akan memberi tahu kedua orang tuamu. Lebih baik kau tidak tahu."


Alex mengelus tangan istrinya lembut. "Kita harus ke ruang Dokter spesialis dulu Hye Mi." ucap Alex. Hye Mi mengangguk. Dia tidak mungkin menahan Hera dan Alex terlalu lama.


"Kau juga membenci Ayah dan Ibu Kak," ucap Hye Mi. Matanya terus tertuju pada punggung Hera yang sudah mulai menjauh darinya.


...To Be Continued....

__ADS_1


...Hai reader jangan lupa like dan komennya ya. Thank You🤗🤗...


__ADS_2