
Di sisi lain di Estate Grup....
Sara sedang makan dengan malas di kantin perusahaan. Ketidak adaan Hera membuatnya sangat kesepian. Tidak ada karyawan lain yang mau berteman dengannya karena mereka berpikir bahwa Sara adalah seorang penjilat. Ya, kedekatan nya dengan Hera membuat orang salah faham dan menganggap kalau Sara mendekati Hera hanya karena ingin naik jabatan atau di promosikan oleh atasannya tersebut.
"Ada apa?" tanya Wohyun kepada Sara yang sedang mengaduk-aduk mie di dalam mangkuknya.
"Kak Hera kapan masuk kerja lagi Pak? aku kesepian."
"Jangan memanggilku dengan embel-embel Pak Sara! aku tidak setua itu. Panggil saja aku Wohyun. Toh kita sama-sama bekerja untuk orang lain bukan?"
"Hmmmm... Baiklah, jadi kapan Kak Hera akan kembali ke kantor?"
"Aku juga belum tahu, Alex belum sembuh total, kau sabar saja dulu lagipula, ini bagus untuk Alex dan Hera,sebentar lagi perusahaan akan sangat sibuk untuk mempersiapkan pakaian musim selanjutnya."
Wohyun menyodorkan air minum kepada Sara. "Perbanyak minum air putih, air dengan perisa dan gula tidak terlalu baik untuk kesehatan," ucapnya sambil meraih es teh yang ada di depan Sara.
"Kau sudah seperti Ibuku saja Wohyun." Sara mendengus tapi dia tetap mengambil air mineral yang tadi di berikan Wohyun.
Wohyun terkekeh, dia sangat senang ketika melihat Sara menurut meskipun mulut nya komat kamit baca mantra.
"Apa kau tahu kalau perusahaan akan mengadakan karya wisata untuk semua karyawan?" tanya Wohyun . Dia berbicara sambil menyedot es teh yang tadi dia ambil dari Sara.
"Katanya minuman seperti itu kurang baik, tapi dia tetap meminumnya."
"Aku tahu, tapi Tuan Tae Jun belum memutuskan kita akan melakukan karya wisata ke tempat seperti apa."
"Seharusnya itu adalah alam terbuka, selama ini kita hanya fokus bekerja di dalam ruangan. Kita perlu healing dan refreshing supaya kita tidak jenuh dan tidak stres."
"Iya, aku setuju. Bagaimana kalau kita mengusulkan untuk pergi berkemah? kau bilang alam terbuka bukan? sekarang ini sangat sulit menghirup udara segar kalau kita tidak berusaha."
Wohyun tersenyum. " Ide mu sangat bagus, sepertinya suasana pedesaan sangat keren. Tapi aku tidak yakin semua karyawan akan ikut. Tahun lalu juga lebih banyak yang memilih untuk berlibur bersama keluarga mereka daripada ikut karya wisata yang di adakan perusahaan."
"Bukan masalah, kita tidak bisa memaksa mereka . Mereka punya cara masing-masing untuk healing."
__ADS_1
"Baiklah, aku akan menyampaikan ini kepada Tuan Tae Jun," ucap Wohyun dengan senyuman lebar di bibirnya.
Sementara di tempat lain, Angela sedang di buat marah karena asisten pribadinya tidak melakukan pekerjaannya dengan baik. Dia sangat kecewa karena ternyata asistennya salah membaca jadwal. Dia sudah terbang pagi-pagi buta dari Seoul ke Tokyo karena takut terlambat menghadiri sebuah event yang di adakan sebuah brand perhiasan terkenal yang memakai jasanya untuk menjadi brand ambassador dari perhiasan tersebut.
"Aku menggaji mu supaya kau bisa bekerja dengan baik. Kenapa kau malah melakukan kesalahan seperti ini Joy?" sarkas Angela. Dia sudah berkomat kamit sejak keluar dari perusahaan penyelenggara event tersebut.
"Maaf Angela, aku tidak tahu kalau ternyata acaranya akan di lakukan besok. Aku yakin aku sudah membaca jadwal nya dengan baik," ucap Joy sambil menundukkan kepalanya. Sementara manager Angela hanya bisa pasrah. Dia memijat pelipisnya lama. Melerai Angela juga bukan hal yang mudah. Lebih baik dia diam daripada ikut kena semprot.
Tok Tok Tok.
"Buka pintunya!" titah Angela kepada Joy. Joy menurut dan langsung berjalan menuju pintu kamar hotel.
"Siapa yang bertamu malam-malam begini," ucap Angela dengan nada tidak sukanya.
"Tuan Erick," ucap Joy .
Brukkkk...."Akhhhh.." Angela memekik saat kakinya tidak sengaja menendang kaki meja. Angela terlalu bersemangat saat mendengar Joy menyebut nama Erick di depan pintu.
Seettttt... Matanya beradu pandang dengan mata Erick yang kini sedang menatapnya. Joy, dia memberikan isyarat kepada manager Angela untuk segera pergi dari sana.
"Erick," ucap Angela yang langsung menghambur ke pelukan sang pujaan hati.
"Kenapa kau ada di sini?" tanya Angela.
"Aku sedang ada bisnis di Tokyo. Aku tahu semua jadwal mu dari Lily."
"Kau sengaja tidak memberitahuku Erick. Aku bisa datang lebih awal jika kau mengatakan kalau kau sedang ada di Jepang juga."
"Aku merindukan mu Sayang."
Angela ingin menjawab ungkapan Erick padanya. Tapi dia kalah cepat dengan Erick yang langsung membungkam bibirnya saat itu juga..
__ADS_1
"Heummmmphhh..."
"Bernafas sayang! " bisik Erick di telinga Angela. Wanita itu memukul dada Erick beberapa kali. Bagaimana dia bisa bernafas jika Erick tidak memberikannya kesempatan untuk itu. Kekasihnya itu sangat bodoh.
Sepasang sejoli itu masih asyik saling meraup satu sama lain. Sementara Lily dan Joy sedang terkikik geli. Lily tahu, hanya Erick lah yang bisa meredam kemarahan bunga api mereka ketika dia sedang marah. Ya, Lily dan Joy menamai Angela dengan sebutan bunga api karena majikan mereka itu sangat cantik seperti bunga, tapi ketika emosi dia kan melalap semua orang yang ada di dekatnya seperti sebuah api yang melalap padang ilalang kering.
"Kau tahu Joy, Angela itu akan menjadi sangat patuh kalau bertemu dengan Erick. Dia sama sekali tidak bisa mengeluarkan tanduknya meskipun dia sedang marah. Erick seperti handuk basah yang akan memadamkan api di atas kompor yang terbakar."
"Buhahahahaha," Joy tertawa dengan sangat keras. "Kenapa perumpamaan mu sangat lucu Lily. Bukankah seharunya Erik di umpama kan sebagi air kalau Angela kita api?"
"Itu lain cerita Joy. Kalau iya apinya besar. Angela itu seperti api yang tersulut oleh gas dapur. Tidak akan mudah memadamkannya kalau menggunakan air. Tapi kalau menggunakan handuk basah, mungkin itu akan lebih mudah padam."
Joy masih tertawa terbahak-bahak. Meskipun dia mengerti dengan apa yang di maksud oleh Lily. Tapi dia tetap tidak bisa berhenti tertawa.
"Hentikan atau aku akan menggantikan mu dengan orang lain," ancam Lily yang membuat Joy langsung bungkam saat itu juga.
"Aku diam. Aku diam Lily," ucap Joy sambil membekap mulutnya.
Lily mendengus. Dia sudah terlanjur emosi karena Joy menertawakannya cukup lama. Lily bukan orang yang suka bercanda. Jadi kalau dia di tertawa kan orang lain, dia akan mudah tersinggung.
Bughhhhh.... Erick membaringkan Angela di atas tempat tidur. Dia sedang menggrayangi tubuh wanitanya dengan lincah. Erick tidak melewatkan satu inch pun bagian tubuh Angela karena dia sangat menginginkan tubuh kekasihnya itu saat ini juga.
"Stop Erick!" cegah Angela saat Erick hendak menurunkan tali dres yang dia pakai.
"Kenapa?" tanya Erick dengan mata sayu nya. Dia sudah di landa kabut gairah, tapi Angela menghentikannya di saat-saat yang kritis.
"Aku tidak ingin melakukannya tanpa ada ikatan pernikahan Erick."
Deg.....
...To Be Continued....
...Hai reader jangan lupa like dan komennya ya. Thank You.🤗🤗...
__ADS_1
Untuk para reader dan Author tersayang, tolong bantu ramaikan chat story ku yang judulnya Mencintai Seorang Guru Casanova!... Terimakasih untuk bantuan kalian semua.. 🙏🙏🙏