THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Jantung Perusahaan Sudah Kembali


__ADS_3

Semua karyawan di Estate Grup menyambut kedatangan Alex dan Hera setelah hampir satu bulan mereka tidak ada di perusahaan. Semua urusan perusahaan di tangani komisaris mereka yaitu Kim Tae Jun. Dan sekarang kedua sejoli itu sudah kembali, jadi tidak ada yang perlu mereka khawatirkan lagi.


Semua karyawan termasuk Sara dan Wohyun membungkuk ketika Hera dan Alex mulai melewati pintu utama perusahaan itu. Hera dan Alex terlihat sangat serasi. Keduanya memiliki paras yang cantik dan tampan. Terlebih kedudukan yang mereka miliki membuat kelas mereka jauh di atas kelas para karyawan. Bahkan jika Hera dan Alex di pakaikan pakaian karyawan, wibawa yang mereka miliki tidak akan hilang. Semua orang akan tahu kalau mereka adalah orang-orang penting dengan kualitas kerja yang tinggi.


"Ikut ke ruangan ku Wohyun!" ucap Alex saat melewati Wohyun . Asistennya itu mengangguk kemudian berjalan mengikuti Alex dan Hera.


Hera menghentikan langkahnya membuat Alex yang sedang menggenggam tangannya ikut berhenti juga. "Sara, ikutlah dengan kami!" ucap Hera. Dia kembali menoleh pada suaminya kemudian tersenyum. Alex, laki-laki itu tentu saja membalas senyuman sang istri.


Semua karyawan kembali ke tempat mereka saat orang-orang yang tadi mereka sambut sudah masuk ke dalam lift khusus yang akan membawa mereka ke lantai paling atas di gedung perusahaan itu.


Setelah hampir sepuluh menit, akhirnya mereka sampai di ruangan Alex. Hera duduk di samping suaminya. Dan Sara duduk di samping Wohyun.


"Papa sudah memberitahu ku kalau dia ingin mengadakan karya wisata untuk para karyawan. Dan Papa juga sudah menyampaikan pendapat kalian yang merekomendasikan sebuah perkemahan di pedesaan yang udaranya masih bersih dan sejuk," Alex memulai pembicaraan.


"Tapi, aku takut cuaca tidak bersahabat, jadi, selain tenda, kita harus menyiapkan rumah singgah, takutnya terjadi hujan lebat di tengah-tengah acara. Tidak mungkin kita membiarkan para karyawan ke dingin-an di dalam tenda bukan?" tanya Hera menatap Wohyun dan Sara lekat.


Kedua orang yang sedang mendengarkan atasan mereka mengangguk. Tidak ada yang mau menyela atau memberikan pendapat karena mereka pikir apa yang di sampaikan kedua atasan mereka itu sudah sangat tepat.


"Baiklah, aku percayakan acara ini pada kalian berdua. Terlaksana dengan lancar atau tidak acara ini, itu akan menjadi tanggung jawab kalian," ucap Alex. Wohyun dan Sara menatap bos mereka itu. Mereka sebenarnya ingin menolak, tapi apa boleh di kata, jika bos mereka memang hanya mempercayai mereka ya sudah. Mereka tinggal mengatur dan menjadikan karya wisata ini terealisasi dengan baik dan lancar.


"Kalian sudah boleh kembali ke tempat kalian," ucap Alex. Dia menarik pinggang istrinya. Alex belum mau di tinggalkan Hera. Dia masih ingin berduaan dengan sang istri.


Hera mengibaskan tangannya kepada Sara. Dia menyuruh Sara untuk pergi lebih dulu. Sara mengangguk. Dia mengikuti Wohyun yang kini sudah ada di dekat pintu ruangan Alex.

__ADS_1


"Ada apa Alex?" tanya Hera ketika melihat suaminya malah memeluknya dan membenamkan kepalanya di bahunya. Alex menggeleng. Dia tidak punya alasan untuk menjawab pertanyaan istrinya.


"Sudah hampir sebulan kita terus bersama Alex, apa itu belum cukup?" tanya Hera sambil mengelus punggung suaminya. Dia sangat tidak mengerti kenapa Alex semakin manja setelah dia sembuh.


"Aku mencintaimu Hera."


"Aku tahu," ucap Hera singkat. Semua orang yang ada di sekitar mereka pun tahu bagaimana Alex begitu mencintainya. Jadi, mau Alex mengucapkan kata-kata manis itu ataupun tidak. Dia sudah sangat tahu bahwa sang suami sangat mencintainya. Tidak akan ada orang yang mencintainya setulus Alex setelah ibunya.


"Lalu kenapa aku butuh alasan untuk memeluk mu?" tanya Alex . Dia mengangkat kepalanya lalu menatap Hera dengan wajah yang sendu. Hera tersenyum, dia mengangkat tangannya lalu mengusap wajah suaminya lembut. Hati Alex menghangat ketika merasakan jari jemari lentik istrinya menyentuh permukaan wajahnya.


"Aku bukan tidak ingin kau memelukku. Saat ini banyak pekerjaan yang harus kau selesaikan, aku juga memiliki pekerjaanku sendiri selain harus memanjakan mu." Hera terkekeh saat melihat Alex semakin menekuk wajahnya. "Aku harus menyelesaikan rancangan ku untuk gaun pernikahan Julietta Alex. Kau juga tahu kalau proyek ini bernilai miliaran bukan?"


Alex mengalah, dia tersenyum lalu mengecup bibir istrinya sekilas. "Aku mengerti. Pergilah! tapi kau harus makan siang dengan ku! jangan sampai telat, kalau kau telat, aku akan mengusul mu ke kantormu."


Alex mendesah. Dia menghela nafas panjang. "Aku tidak tahu, kenapa semakin lama kau semakin menjadi candu untukku Hera. Semakin aku mengenalmu, aku semakin di buat gila karena selalu ingin berdekatan dengan mu."


Lain dengan Alex, lain lagi dengan Hera. Wanita itu bukan tidak mencintai suaminya. Hanya saja, dia akan fokus pada pekerjaannya meskipun dia memilki hal lain dalam otak dan hatinya. Cinta tetap nomor satu, tapi bukan berarti rasa cinta itu harus menjadi hambatan untuk karir dan juga kehidupannya yang lain. Bersikap logis adalah suatu keharusan untuk Hera. Keseimbangan dalam melakukan berbagai hal adalah poin penting yang akan selalu di ingatnya.


Tok Tok Tok.


"Masuk!" ucap Hera dari dalam.


Sara masuk dengan setumpuk dokumen di tangannya. Dia berhenti tepat di samping meja kerja Hera dan menyimpan dokumen-dokumen itu di atas meja bos nya.

__ADS_1


"Apa ini Sara?" tanya Hera. Tangannya mulai mengambil salah satu dokumen dan membukanya perlahan.


"Ini adalah daftar nama klien yang ingin memesan gaun pernikahan dan gaun untuk acara pertunangan mereka padamu."


Hera melongo. Dia menatap Sara dengan tatapan tak percaya. "Kenapa bisa sebanyak ini?" tanya Hera.


Sara tersenyum. "Ini belum aku seleksi Kak. Kita tidak mungkin mengambil semuanya karena mereka mengatakan kalau mereka hanya ingin gaun pernikahan mereka di rancang secara khusus olehmu. Jadi kita tidak bisa memberikan proyek ini pada desainer yang lain."


Hera menghela nafas panjang lalu menghembuskan-nya perlahan. "Aku mengerti Sara. Kau bisa kembali," ucap Hera yang di balas anggukan oleh Sara.


Hera memijat pelipisnya cukup lama. Ternyata di sungguhkan pekerjaan sebanyak ini tidak lah mudah. Apalagi Hera tahu kalau dokumen ini berisi tentang informasi klien VVIP di perusahaan nya.


"Apa yang harus aku lakukan? jika aku menolak beberapa klien dan menerima sebagian yang lain, yang di tolak pasti akan sangat kecewa."


Hera memejamkan matanya. Dia berusaha untuk berpikir supaya apa yang dia putuskan tidak berdampak buruk untuk perusahaan, untuk klien, dan untuk dirinya sendiri.


"Mama!" ucap Hera saat terlintas ide yang lebih memungkinkan untuk di lakukan.


...To Be Continued....


...Hai reader jangan lupa like dan komentarnya ya. Thank You......


...Mungkin di beberapa bab ini kita santai-santai dulu ya.. Karena kalau muncul konflik terus takutnya kalian jengah... Salam sayang dari Author untuk kalian semua. Saranghae yeorobun....🤗🤗♥️...

__ADS_1


__ADS_2