
Sebelum mulai baca.. Jangan lupa jempolnya ya.. Kasih ratting 5 kalau kalian menyukai cerita ini. Dan author rengginang ini akan sangat bahagia kalau kalian mau nabur bunga juga..😁😘🤗
Happy reading semuanya..
Hera dan Alex berjalan memasuki aula gedung pernikahan yang sangat mewah. Hari ini adalah hari dimana Angela akan melangsungkan pernikahan nya dengan Erick. Semua orang baik dari pihak keluarga Angel maupun Erick sudah berkumpul mengisi kursi-kursi yang sudah di sediakan.
"Duduk perlahan," ucap Alex sambil membantu Hera untuk duduk di kursi paling depan di dekat altar. Hera tersenyum menerima setiap perlakuan Alex. Semakin hari suaminya itu memang semakin perhatian. Agak lebay memang, tapi ini demi kebaikan Hera dan para bayi yang ada di dalam kandungannya, jadi Hera juga hanya bisa menerima nya tanpa protes.
Flashback on
"Aku tidak ingin menikah," teriak Angela membuat mata semua orang beralih menatapanya. Dia tidak ingin menikah kalau waktunya mepet seperti ini. Dia tidak sedang hamil. Kenapa dia harus menuruti keinginan Nyonya Hwang.
"Apa maksudmu Angel?" tanya Hera sambil menatap adik iparnya itu.
Angela menghela nafas panjang lalu menghembuskan-nya perlahan. "Aku tidak ingin menikah kalau acaranya mendadak seperti ini, aku tidak hamil," pekik Angela yang sudah habis kesabaran. "Aku ingin menikahi Erick, tapi tidak seperti ini caranya. Beri aku waktu satu bulan! akh tidak, beri aku waktu dua minggu. Aku ingin mengadakan pesta pernikahan. Aku tidak menikah seperti orang yang sudah hamil duluan."
Semua orang menatap Angela tidak percaya . Wanita cantik ini tidak segan-segan mengeluarkan apa yang dia inginkan. Padahal Nyonya Hwang sudah menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
"Bukankah kalian sudah?..."
"Kami tidak melakukan apapun Ma.. Kami hanya sengaja membuatmu salah paham," sela Erick menghentikan pertanyaannya Nyonya Hwang.
"Jadi bagaimana Nyonya ?" tanya Tae Jun pada calon besannya itu.
"Terserah kalian saja!" ucap Nyonya Hwang. Dia kembali memusatkan perhatiannya kepada Hera dan juga pada bayi-bayi yang ada di perut Hera.
Hera mengangkat bahunya, seolah dia mengatakan kalau dia tidak mengetahui apa-apa. Dia juga merasa tidak enak pada Angela karena sikap Nyonya Hwang padanya dan pada Angela sangat jauh berbeda.
"Kapan bayi ini akan lahir?" tanya Nyonya Hwang.
"Mungkin kurang dari lima bulan lagi."
"Aku hamil anak kembar," ucap Hera saat melihat wajah kebingungan Nyonya Hwang . Ya, karena dia hamil anak kembar, perutnya memang sudah lebih besar untuk ukuran perut wanita hamil di umur kehamilan 4 bulan lebih.
__ADS_1
"Ahh, pantas saja perutmu sudah terlihat besar."
Hera hanya tersenyum. Dia memperhatikan semua orang yang sedang menekuk wajah mereka. Mungkin keluarga nya itu sedang memikirkan keputusan apa yang harus mereka ambil selanjutnya.
Flashback of
"Alex, Mama mana?" tanya Hera setelah dia duduk di kursinya.
"Mungkin Mama lagi di ruang pengantin. Kita tunggu saja, lagipula kita kan sudah berfoto dengan Angel tadi."
Hera mengangguk. Dia memperhatikan setiap tamu undangan yang sudah duduk maupun yang baru datang. Bukankah Alex sudah berjanji akan mengundang ayahnya? tapi kenapa Ayahnya itu masih belum muncul.
"Hera," sapa Nyonya Hwang menghampiri Hera dan Alex. Hera hendak berdiri namun dengan segera Nyonya Hwang mencegahnya.
"Duduklah!" ucap Nyonya Hwang. "Aku hanya ingin menyapamu saja. Sudah dua minggu kita tidak bertemu. Apa kau dan bayi-bayi mu baik-baik saja?" tanya Nyonya Hwang yang sudah duduk di samping Hera.
"Aku baik-baik saja Nyonya. Mereka juga," jawab Hera sambil mengelus perutnya perlahan.
"Ayah!" gumam Hera saat melihat Myung Jin yang baru masuk melewati pintu aula ruangan tersebut. Hera langsung berdiri dari duduknya.
"Maaf Nyonya, saya harus menyusul istri saya." Alex membungkuk lalu pergi untuk menyusul istri cantiknya.
"Ayah!" panggil Hera lembut. Dia langsung memeluk Myung Jin tanpa menghiraukan wanita iblis yang sudah memasang wajah kecut di sisi Myung Jin.
"Apa kabar Sayang? kau baik-baik saja bukan? bagaimana kabar cucu-cucu ayah?"
"Aku baik, dan merekapun baik."
"Sayang!" panggil Alex saat dia sudah ada di belakang istrinya. Dia membungkuk ke arah Myung Jin lalu menarik lengan Hera dan memposisikan nya tepat di sampingnya. Dia memeluk pinggang Hera erat seolah dia tidak ingin Myung Jin menyentuh istrinya lagi.
"Apa kabar Alex?" sapa Annya. Dia tersenyum manis sambil menyodorkan tangannya di depan Alex. Bukannya menerima uluran tangan Annya, Alex malah memalingkan wajahnya lalu menatap Hera dan mengajaknya untuk segera pergi.
"Acara akan segera di mulai sayang, kita harus pergi sekarang."
__ADS_1
Hera mengangguk. Dia menolehkan kepalanya lagi kepada Myung Jin. "Ayah, aku pergi dulu ya."
"Hmm . Pergilah! hati-hati Nak."
Hera melambaikan tangannya saat Alex sudah menuntunnya untuk segera pergi meninggalkan Myung Jin.
"Bersabarlah Nak. Alex memang sangat menyayangi Hera. Mungkin karena kesalahan mu di masa lalu, dia jadi bersikap seperti itu padamu. Kamu jangan tersinggung, sebenarnya Alex itu adalah orang yang baik. Dia marah kepada ayah karena waktu itu Ayah mengeluarkan mu dari penjara."
Annya tersenyum sinis. Dia hanya mengangguk menanggapi ucapan ayahnya. Dia tahu kalau Alex membencinya, tapi, haruskah Alex mempermalukan nya di depan semua orang?.. Laki-laki itu memang tidak memiliki perasaan. Dia sangat dingin dan hanya memperdulikan Hera saja.
"Aku semakin menyukai mu Alex. Ke protektif an mu pada Hera membuatku semakin tertarik untuk memiliki mu."
Setelah menunggu cukup lama. Akhirnya mempelai wanita mulai memasuki aula dan berjalan di atas altar. Tae Jun menepuk tangan Angela beberapakali sambil menyunggingkan senyumannya.
"Apa kau gugup Nak?" tanya Tae Jun.
Angela mengangguk. Dia merasa sangat gugup sampai kakinya sulit untuk di gerakan. Tangannya juga sudah sedikit berkeringat. "Aku sangat gugup Ayah."
"Tenanglah! lihat calon suamimu sudah menunggumu," ucap Tae Jun sambil menunjuk Erick dengan dagunya. Erick sudah sangat tampan mengenakan tuxedo hitam dan dasi kupu-kupu yang melingkar di lehernya.
Angela mencoba untuk menormalkan detak jantungnya. Dia juga mencoba untuk tersenyum semanis mungkin. Melakukan fashion show di depan banyak orang adalah hal yang sudah biasa untuknya. Tapi entah kenapa hari ini dia malah merasa sangat gugup. Apa karena dia akan menyerahkan dirinya pada Erick? atau karena dia akan merubah status nya dari seorang lajang menjadi seorang isteri?..
"Aku serahkan anakku padamu Erick," ucap Tae Jun menyerahkan tangan Angela pada Erick. Erick tersenyum lalu mengambil tangan Angela dan menggenggam jemarinya perlahan.
Tae Jun meninggalkan altar. Dia duduk di samping Jessica , Alex dan juga Hera. Matanya berkaca-kaca ketika menyaksikan anak bungsunya sedang mengucapkan janji suci. Hatinya benar-benar tidak bisa di ajak kompromi, ini adalah hari bahagia untuk Angela, tapi dia malah merasa sangat sedih.
"Sabar Pa! Angela kita sudah besar. Sudah waktunya bagi Angela untuk membangun rumah tangga nya sendiri." Jessica menepuk punggung Tae Jun untuk membuatnya sedikit lebih tenang.
Hera menitikkan air matanya. "Apa Angela akan segera pergi meninggalkan kita Alex?" tanya Hera dengan sura yang lirih. Alex yang saat itu sedang memperhatikan Angela dan Erick langsung mengalihkan pandangannya kepada Hera.
"Dia memang harus mengikuti suaminya Sayang," jawab Alex, dia memutar tubuhnya lalu mengusap air mata istrinya perlahan. "Aku yakin dia tidak sering mengunjungi kita, kau juga tahu kan kalau dia itu orangnya tidak bisa diam. Dia pasti akan membuat seribu alasan supaya bisa keluar dari rumahnya."
"Tapi aku akan sangat merindukannya Alex.... Huaaaaaaaa.... " Hera malah menangis sangat kencang saat Alex berusaha untuk menenangkan nya. Semua orang yang pada awalnya memperhatikan kedua mempelai kini malah memperhatikan Hera yang sedang menangis tersedu-sedu di pelukan Alex.
__ADS_1
...To Be Continued....
...Hayo jangan lupa like dan komentarnya. Terimakasih karena selalu membaca novel ini. Semoga kalian sehat selalu. Salam sayang dari author rengginang.....