THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Aku menyukai wangi tubuhmu


__ADS_3

Ternyata kalian sedekat ini," ucap seorang wanita yang sedang menatap layar ponselnya.


"Tunggu aku. Aku akan menambah kebahagiaan kalian!" wanita itu menarik ujung bibirnya menampakan seringai licik yang entah di tunjukan untuk siapa.


Annya mematikan layar ponselnya lalu berjalan ke luar dari klub malam tempat nya bekerja. Annya tidak melepaskan senyum di bibirnya. Bayangan dirinya yang akan segera membalaskan dendam terus berputar di atas kepalanya. Cara - Cara licik yang akan di lakukannya muncul satu per satu membuat sudut bibirnya semakin tertarik ke atas.


"kau sialan Alex. Aku akan merebutnya darimu bagaimanapun caranya," Minhyuk terus meracau sambil berusaha membuka pintu mobilnya. Minhyuk di buat kalang kabut lantaran dia merasa jika Alex telah menjatuhkan harga dirinya. Minhyuk bersumpah sampai kapan pun dia tidak akan melepaskan Hera dengan mudah .


"Hei apa yang kau lakukan?" tanya Annya ketika melihat minhyuk akan jatuh dan dengan segera Annya menahan tubuh Minhyuk supaya tidak merosot ke bawah. Sebenarnya Annya tidak sengaja mendengar Minhyuk terus meracau menyebut nama Alex. Melihat mobil mewah yang Minhyuk gunakan saat ini membuat Annya penasaran dan ingin memastikan sesuatu.


"Tidak baik menyetir dalam keadaan mabuk. Berikan kuncinya! aku akan mengantarmu pulang," Minhyuk mendongakkan kepalanya menatap seorang wanita cantik yang sedang membopong tubuhnya. "Siapa kau?" tanya Minhyuk yang memang tidak mengenal Annya.


"Aku bekerja di klub yang baru saja anda masuki. Aku tidak akan berbuat jahat atau mengambil keuntungan darimu. aku perempuan, apa yang bisa aku lakukan kepada seorang laki-laki sepertimu?" Annya berusaha meyakinkan Minhyuk yang masih kekeh memegang kunci mobilnya.


Minhyuk akhirnya memberikan kunci itu kepada Annya membuat Annya tersenyum menyeringai. Annya memasukan Minhyuk ke samping kursi pengemudi .


Blammm.

__ADS_1


Pintu mobil Annya tutup. Dia berjalan mengitari mobil untuk masuk dari pintu yang lainnya. "Aku harap apa yang aku pikirkan benar-benar terjadi," Annya melirik Minhyuk dari kaca depan mobil Minhyuk di arah luar. Annya masuk dan memakaikan sit belt untuk Minhyuk. "Katakan di mana alamat rumah mu!" Annya bertanya setelah melajukan mobil yang di kendarainya.


Sementara di sisi lain.


"Ayah, Kak Hera gak pulang ke rumah kita lagi?" Hye Mi bertanya setelah mereka memasuki mobil meninggalkan acara yang baru saja di selenggarakan keluarganya dan keluarga Alex. Tuan Go yang duduk di kursi depan menolehkan wajahnya ke belakang menatap Hye Mi yang sedang bertanya kepadanya."Ayah sudah berjanji kalau kak Hera boleh tinggal di apartemennya jika dia sudah menikah, memang kak Hera saat ini baru bertunangan. Tapi ayah tidak mau menahannya lebih lama . Jika kakak mu ingin tinggal terpisah dengan kita biarkan saja," Hye Mi mengangguk mendengar jawaban dari ayahnya itu.


"Ibu, apa nanti Min Ji juga boleh membeli apartemen sendiri dan tinggal di luar kalau Min Ji sudah dewasa?"


"Memangnya kenapa sayang, kamu gak suka tinggal dengan Ibu Ayah dan juga kak Hye Mi?" Ye-Seul yang duduk di antara Min Ji dan Hye Mi meraih tangan Min Ji dan mengelusnya lembut.


Min Ji dengan cepat menggelengkan kepalanya dan bergelayut manja di lengan Ye-Seul kepalanya dia sandarkan di pundak ibu kesayangan nya itu. "Min Jj menyayangi kalian. Min Ji senang tinggal bersama kalian, Min Ji tadi cuma bertanya aja," Ye-Seul mengelus kepala Min Ji dan menolehkan kepalanya menatap Hye Mi yang tersenyum ke arahnya.


Annya membopong Minhyuk sampai ke depan pintu apartemen laki-laki itu. Nafasnya terengah karna kesusahan menahan bobot Minhyuk yang sudah pasti lebih berat dari bobot tubuhnya sendiri."Berapa sandinya?" tanya Annya yang sudah mulai kelelahan.


Minhyuk menempelkan ibu jarinya di bawah handle pintu.


Cklekkk .

__ADS_1


Pintu terbuka. Annya menjatuhkan Minhyuk di sofa yang ada di depan TV tak jauh dari pintu yang tadi Annya masuki. Annya menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa menghela nafas dan melirik Minhyuk sesekali. "Kau sangat menyusahkan," ucap Annya berdiri dan mulai mengelilingi seluruh ruangan yang ada di sana. "Orang kaya memang beda," Annya takjub melihat apartemen Minhyuk yang begitu luas, tidak sebanding dengan kamar kos yang saat ini di tempatinya.


Kamar kos Annya memang terletak agak dalam di gang yang cukup sempit, bukan karena dia tidak bisa menyewa tempat yang lebih bagus dan lebih luas, tapi semenjak ibunya sakit dan koma Annya selalu menyimpan uang hasil kerjanya untuk biaya rumah sakit.Tinggal di tempat seperti apapun bukan maslah untuk Annya asal ibunya bisa sehat kembali.


Annya masuk ke sebuah kamar yang dia yakini bahwa kamar itu adalah kamar Minhyuk karena terdapat lemari pakaian yang cukup besar serta barang-barang yang mungkin sering Minhyuk gunakan. "Ahhh aku perlu mandi dan tidur," Annya meregangkan tubuhnya kemudian masuk ke kamar mandi yang ada di kamar itu.


Sementara di luar Minhyuk sedang bergerak gelisah karna posisi tidurnya yang tidak nyaman. Dia berjalan ke arah kamar dan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur yang empuk dan juga sangat besar. Dia sama sekali tidak menyadari aktivitas yang sedang Annya lakukan di kamar mandi.


Annya keluar dengan handuk yang melilit di tubuhnya. Dia terlonjak kaget saat melihat Minhyuk sudah berbaring di atas kasur masih dengan sepatu yang melekat di kakinya. Annya berjalan ke arah lemari pakaian Minhyuk untuk mencari sesuatu yang mungkin bisa dia gunakan.


Grepppp.. Annya menghentikan aktivitasnya saat ada tangan kokoh yang memeluknya posesif dari belakang. "Kau siapa, kau Hera? Kenapa kau ada di sini? apa Alex menyakitimu? kau sudah sadar bahwa pilihan mu itu salah hmm," Minhyuk membenamkan wajahnya di bahu Annya yang polos tanpa tertutup apapun. Annya menggeliat saat merasakan hembusan napas Minhyuk di lehernya. Dia membatu ketika Minhyuk sesekali mencium dan menyesap aroma wangi yang membuat Minhyuk semakin intens men ciu mi dan meng hisap leher Annya sampai meninggalkan bercak merah yang sangat kontras dengan kulit Annya yang putih bersih.


Annya melepaskan tangan yang memeluknya dan berbalik menatap laki-laki kurang ajar yang baru saja melecehkannya itu. Annya tersentak kaget saat dengan tiba-tiba Minhyuk mendorongnya sampai punggung Annya terbentur lemari pakaian milik Minhyuk.


Sekali lagi Annya di buat kaget saat merasakan bibir Minhyuk mulai menekan bibirnya. Memberikan sensasi aneh yang belum pernah ia rasakan. Minhyuk semakin gencar men ciu mi bibir Annya yang dalam pemikiran nya itu adalah bibir Hera. Annya terbawa suasana, dia memejamkan mata dan mulai membalas ciu man Minhyuk. Tangan nya meremas kasar rambut Minhyuk saat laki-laki itu mulai turun menc iumi leher Annya. "Kau sangat wangi Hera. Aku sangat menyukainya."


To Be Continued .

__ADS_1


Hai readers jangan lupa Like komen sama vote nya ya. Terimakasih.


__ADS_2