
Tok
Tok.
Tok..
" Permisi bu," ucap seorang perempuan masuk ke dalam ruangannya Hera.
"Saya Sara dan saya di tugaskan untuk menjadi asisten anda selama anda bekerja disini," ulang orang itu lagi.
"Halo Sara, saya Hera semoga kita bisa bekerja sama dengan baik," tukas Hera yang berdiri dari kursinya dan menjabat tangan Sara.
"Nama kita hampir mirip ya bu, hehe," cengir Sara.
"Jangan panggil aku ibu, aku yakin umur kita gak jauh beda panggil aja aku Hera!"
"Tapi , mana bisa kayak gitu bu, anda adalah atasan saya."
"Terserah kamu Sara!, saya hanya tidak suka kamu panggilku ibu."
"Ahhhh, atau begini saja.. Jika saya sedang berdua dengan anda, saya akan panggil anda Hera. Tapi kalau ada orang lain, saya panggil ibu bagaimana?"
"kamu yang putuskan!"ucap hera singkat.
"Baiklah kalau begitu, meja saya ada dibawah, jika butuh sesuatu, panggil saja nama saya."
"Hemmm"... Angguk Hera mengiyakan kan ucapan Sara.
****************
"Wohyun, bagaimana kerja sama kita dengan perusahan D?"
"Semuanya aman, dan berjalan dengan lancar, hanya saja, aku dengar Wolim juga mulai bekerja sama dengan perusahaan itu."
"Terus awasi pergerakan mereka!"
"Baik Lex."
Wohyun berjalan meninggalkan Alex, namun saat sudah didepan pintu, Wohyun kembali ke meja bosnya itu.
"Lex kamu tau gak, Hera itu cantik banget lho, kulitnya putih, hidungnya mancung, mana tinggi banget lagi." Wohyun berucap sambil mengembangkan senyum sumringahnya.
"Wohyun, apa gak ada hal lain yang bisa kamu bahas selain perempuan? aku masih banyak kerjaan, kalau kamu gak ada hal penting yang mau di bahas, kamu keluar saja," tegas Alex merasa kesal.
"Ya sudah aku keluar, awas aja, kalu nanti kamu minta bantuan aku buat deketin dia, cihhh gak bakal mau aku," Wohyun berucap sambil berlalu meninggalkan Alex sendiri diruangannya.
"Kalaupun aku mau deketin dia , ngapain minta bantuan kamu Wohyun," celoteh Alex setelah Wohyun pergi.
******************
Tok.
Tok.
Tok.
"Bu ini dokumen yang tadi anda minta," Sara memberikan tumpukan dokumen pada Hera.
"Stop panggil aku dengan sebutan ibu or bu Sara!" tegas Hera
"Maaf bu, Saya belum terbiasa kalau manggil nama, hehe."
"Gitu aja susah."
"Bu, kalo gak salah info, ibu kan umurnya baru 25 tahun, nah, saya juga baru 23 tahun, gimana kalo saya panggil kak Hera atau Kak Ara aja?".
"Terserah kamu aja!" jawab Hera.
__ADS_1
"Baiklah, Kak Ara bagus kayaknya, serasa lebih akrab," ucap Sara senang.
"Hmmmm"..... Not bad."
"Kak Ara apa belum mau pulang, ini harusnya udah jam pulang kantor kan?" tanya Sara kikuk. Pasalnya dia.juga ingin segera pulang.
"Kamu pulang aja duluan Sara! toh yang lain juga udah pada mau pulang," tunjuk Hera dengan dagunya ke arah karyawan yang ada di bawah ruangannya.
" Eummm kalau gitu aku nemenin kak Ara dulu aja deh."
" Gak perlu, aku cuma mau periksa gambar design musim sebelumnya."....
"Ya sudah kalau begitu, aku pulang dulu ya kak."
"Hmmmm.".....
Hera kembali membuka dokumen-dokumen yang tadi di berikan Sara kepadanya. Sesekali dia meregangkan tubuhnya menghilangkan pegal yang mulai dia rasakan.
***************
"Sara!" panggil seseorang dilobi perusahaan.
Sara lantas menoleh ke arah suara yang di dengarnya...
"Pak," ucapnya sambil membungkukkan badan.
"Kamu sekarang jadi asistennya Hera kan? tanya Wohyun.
"Iya pak."
"Hera sudah pulang?"
"Belum pak, saya pulang duluan karena Kak Hera sedang memeriksa dokumen-dokumen musim sebelumya." Sara menjelaskan.
"Ahh baiklah.. Kalau begitu mari kita pulang ," ajak Wohyun.
"Ini orang kenapa sih, kok aneh banget, ngapain juga nanya-nanya kak Ara udah pulang apa belum, bikin curiga aja," Gumam Sara dalam hati.
Ting.. tanda suara pesan masuk.
Alex mengambil ponsel yang ada di sampingnya kemudian dia membaca pesan yang masuk...
HERA BELUM PULANG.
isi pesan yang Alex baca.
Alex kembali menyimpan ponselnya di tempat semula tanpa mau membalas nya.
"Bener-bener gak ada kerjaan", Ucap nya.
Alex kembali menyibukkan dirinya dengan laptop yang ada di hadapannya. Beberapa saat kemudian Alex menutup laptopnya ,kemudian berdiri mengambil jas yang ada sandaran kursi, lalu berjalan keluar memasuki lift khusus yang biasa ia gunakan.
Ting..
Pintu lift terbuka.. Namun Alex tidak langsung turun menuju lantai satu .. Dia berhenti di lantai yang Hera tempati saat ini.
Tap, Tap , Tap.. Suara langkah kaki.
"Masih belum pulang?" Suara maskulin Alex membuat Hera yang ada diruangan tersebut menoleh.
"Hah.. Minim attitude," gumam Hera yang masih bisa didengar oleh Alex.
"Ada perlu apa tuan Kim datang ke ruangan saya? tanya Hera.
Alex tersenyum.
"Saya cuma mau memeriksa apa kamu sudah bekerja dengan benar atau belum," Alex menjelaskan..
__ADS_1
"Jangan meremehkan kemampuan kerja saya tuan, anda juga pasti tau apa yang sudah kita sepakati sebelumnya bukan?"
"Saya tau, dan saya menunggu hasil kerjamu Hera. Jangan sampai saya kecewa dan kamu merugikan perusahaan saya," ucap Alex.
"Anda tunggu saja!".. Ucap Hera dingin.
Hera kembali mendudukkan dirinya .
"Jika anda sudah selesai, silahkan anda keluar!"
"Ini perusahaan saya.. kenapa jadi anda yang mengusir saya." gumam Alex dalam hati.
"Ingat satu hal lagi Hera, SAYA BOS NYA DI SINI," cap Alex penuh penekanan sebelum keluar dari ruangan Hera.
jam menunjukan pukul tujuh malam. Hera yang sudah menyelesaikan pekerjaannya mulai membereskan meja, dan mulai memasukan barangnya ke tas yang ia bawa.
setelah berada di bawah ruangannya , Hera mematikan saklar lampu dan menyalakan senter handphonenya . Hera memang tidak suka gelap, bukan takut, tapi tidak suka saja , itu yang Hera yakini. Hera mulai berjalan, memasuki lift, dan mulai meninggalkan area perusahaan Estate.
***************
"Hai ma, pa," sapa Alex. Kenapa belum tidur???".
"Bentar lagi." ucap jessica.
"Tumben baru pulang Lex?" tanya papa Alex.
"Banyak yang harus Alex urus pa.. Dan papa tau kan kalo kepala designer di perusahaan, ngundurin diri."
" Apa perlu mama bantu?."
"Gak peru ma, udah ada designer baru kok.. Mama gak usah khawatir, mama dirumah aja."
" Mama bosen Lex di rumah terus, mama juga butuh kegiatan," jessica berbicara dengan wajah cemberutnya.
"Kalau mama bosen, mama ikut papa aja ke kantor!" tawar papa Alex.
"Ikhh gak mau.. Ngapain, ujung-ujungnya mama diem juga di sana."
Tuan kim hanya terkekeh.
" Bukannya mama suka kumpul sama temen-temen mama?"
"Alex.... mama ketemu temen-temen mama itu cuma kalo ada arisan, ada acara atau pas belanja aja. Kan gak tiap hari, mangkanya kamu cepet nikah dong, biar mama bisa cepet punya cucu, jadi mama gak bakal kesepian lagi."
"Yah .. Nyesel deh Alex ngajak mama ngobrol, ujung- ujungnya cucu lagi."
"Hey kak!", teriak Angel dari arah tangga.
Angel buru-buru turun dan menghampiri Alex yang sedang duduk di sofa di depan kedua orang tuanya.
"Katanya kepala designer diperusahaan kakak masih muda ya.. Dia cantik dan juga tinggi, cocok lah jadi kakak ipar," Angel berbicara sambil mengedip-ngedipkan sebelah matanya.
Jessica yang mendengar itu langsung merapatkan duduknya ke arah Angel.
"Benarkah itu sayang? Apa dia juga masih single ? ahh udah ada pacar juga gak papa, asal belum ada suami, kita masih bisa merebutnya, untuk mama jadikan menantu." ucap jessica antusias.
"YA TUHAN , APALAGI INI,"Alex menepuk jidatnya lalu menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa. Alex benar-benar gak habis pikir dengan apa yang mamanya pikirkan.
"Pa, apa perlu kita lamar designer itu sekarang juga?" tanya jessica kepada tuan kim.
"MAAAAA."...............
To Be Continued.. ....
Hai para reader... jangan lupa like, komen, hadiah sama vote nya ya... thank you... 😘
happy reading..
__ADS_1
visual Sara Asisten Hera.