THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Komitmen Hera


__ADS_3

Hari demi hari telah berlalu, Alex yang berada di China sudah tidak sabar untuk kembali ke negaranya, menemui gadis cantik yang sangat dia cintai.


Alex memandang keluar dinding kaca yang ada di kamar hotelnya, jauh, sangat jauh Alex menerawang, membayangkan saat pertama kali dia bertemu dengan Hera, saat dimana dia mengatakan kalau dia tidak akan tertarik kepada gadis cantik, dingin dan pendiam itu. Gadis yang seakan membolak-balikan kehidupannya , kehidupan yang selama ini sangat damai, sangat tenang namun tidak membuat Alex merasa benar-benar hidup.


Alex tersenyum, dia kembali membayangkan berbagai ekspresi wajah Hera ketika dia sedang marah, cemberut, atau menampilkan wajah dinginnya. Alex merasa sangat bahagia karena Hera telah hadir di hidupnya saat ini. Alex berjanji pada dirinya sendiri untuk terus menjaga dan akan menjadikan Hera miliknya untuk selamanya.


"Alex! besok kita sudah bisa kembali, kalau pertemuan kita dengan klien berjalan lancar malam ini," Wohyun yang baru saja masuk ke kamar Alex membuat Alex membalikan badannya.


"Kita pulang setelah ini semua selesai, tidak perlu menunggu besok," titah Alex kepada Wohyun.


"Baiklah, akan ku urus."


"Kau sangat merindukan gadismu bukan?" ucap Wohyun kepada Alex.


"Hmmmm".. Hanya itu yang keluar dari mulut Alex. Alex kembali membalikan badannya menatap keluar dinding kaca lagi.


"Sangat mengenaskan," gumam Wohyun.


"Apa merindukan seseorang memang seberat itu?" ucap wohyun sebelum keluar dari kamar Alex.


Di sisi lain.


Hera menjalani kehidupan seperti biasanya, ketidak adaan Alex di sisinya membuatnya sedikit tenang namun tidak dengan hatinya, ada perasaan kosong yang sangat ingin di isi jauh di dalam lubuk hatinya. Ya, selama Alex di china, dia memang sering mengabari Hera, namun berbicara di telpon atau sekedar membaca pesan dari Alex tidak lebih baik dari bertemu dengannya langsung bukan.


Hera menyadari ada yang tidak beres dengan dirinya belakangan ini, berada jauh dari Alex membuatnya tau ada sesuatu yang membuatnya mengingat Alex selain mengingatnya sebagai atasan di perusahaan, ada rasa lain selain rasa hormat bawahan kepada atasan, ada rindu yang membuatnya merasa tidak nyaman.


Namun, lagi-lagi Hera menepis itu semua, Hera tidak boleh jatuh cinta pada Alex, bukan, bukan pada Alex, tapi pada setiap laki-laki yang ada di dunia ini.


Hera menyandarkan tubuhnya pada jendela kaca yang ada di kamarnya, dia sedang menatap bingkai foto yang ada gambar Bae Inha di dalamnya. Lambat laun, dia mulai terbiasa berinteraksi dengan orang-orang di rumah ayahnya walaupun enggan. Saat ini belum ada cara untuk membuat perusahaan ibunya aman dari ancaman sang ayah, dengan sangat terpaksa Hera harus melakukan apa yang ayahnya inginkan.


Tok.


Tok.


Tok.

__ADS_1


"Nona, makan malam sudah siap," ucap bibi Han di balik pintu kamar Hera.


"Iya Bi, Hera turun sekarang," teriaknya. Hera mengusap kasar air mata di pipinya, lalu berjalan keluar dari kamar.


"Duduklah kak!" ucap Hye Mi kepada Hera yang hanya berdiri di dekat meja makan. Hera mendudukkan dirinya di antara tuan Go dan Min Ji, sementara Hye Mi duduk di samping ibunya.


"Makanlah!" Yeseul menaruh lauk di piring Hera.


Hera tidak mengatakan apapun, tidak berterimakasih, juga tidak menolak, sebenarnya dia sangat enggan berada satu meja dengan keluarga ayahnya, maksudnya dengan Yeseul dan anak-anaknya. Namun, Hera mengingat kembali ucapan ayahnya yang mengatakan kalau dia hanya boleh keluar dari rumah ini ketika Hera sudah bersikap baik dan mau menikah dengan pria yang di pilihkan oleh ayahnya.


Sebenarnya, beberapa waktu yang lalu.


"Menikahlah dengan laki-laki yang sudah ayah pilihkan untuk mu Hera!" setelah itu, kau bisa bebas menjalani hidupmu, apapun yang kamu lakukan, ayah tidak akan ikut campur," ucap tuan Go, kepada putri sulungnya.


Hera membelalakkan matanya tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya. Bagaimana bisa ayahnya melakukan ini semua kepada Hera.


"Ayah, atas dasar apa ayah menyuruhku untuk menikah,aku tidak akan pernah menikah dengan orang yang tidak mencintaiku," Hera berteriak marah di depan tuan Go.


"Jangan pikir ayah tidak tau Hera, ayah sudah lama memperhatikanmu, kamu sama sekali tidak pernah berhubungan dengan seorang laki-laki, kamu takut akan komitmen bukan? kamu takut laki-laki yang kamu nikahi akan berperangai seperti ayah? ayah tau kamu tidak pernah berniat untuk menikah."


"Jika ayah tau kebenarannya, kenapa ayah menginginkan aku untuk menikah? ayah ingin menyiksaku? ayah ingin melihatku sengsara? itu yang ayah inginkan? Hera mulai tidak sabar dan mengeluarkan semua emosi yang di tahannya selama ini.


"Aku bilang aku tidak mau," Hera berteriak kembali. Sungguh dia sangat ingin menyumpah serapahi ayahnya saat ini. "Aku tidak ingin berakhir seperti Ibu,"Hera mulai menitikkan air matanya.


"Aku sudah berusaha menahan ini semua. Tapi kenapa lagi-lagi ayah mengingatkanku pada kejadian di masa lalu, kenapa ayah begitu tega," Lirih Hera dalam hati.


"Ayah tau, sesakit apa Hera ketika Hera tau ayah berselingkuh dari Ibu? Hera memang masih kecil saat itu, tapi bukan berarti Hera tidak mengerti apa yang kalian lakukan." Hera menahan nafasnya untuk sesaat. "Hera sangat membenci Ayah, Hera berharap Hera gak pernah dilahirkan kedunia ini untuk jadi putri Ayah," Hera melangkah melewati tuan Go yang sedang mematung mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut anak sulung yang sebenarnya sangat di sayanginya itu.


"Aku akan melepaskan perusahaan Ibumu kalau kamu mau menikah Hera," tuan Go membalikan badannya menghadap Hera yang tadi ingin meninggalkannya.


"Ayah berjanji," ucap tuan Go lagi.


Hera mematung di tempatnya.


Lama Hera terdiam, sampai pada akhirnya.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan melakukannya."


🍓🍓🍓


"Ayah, katanya ayah mau ngundang keluarga Kim untuk makan di sini," Celoteh Hye Mi memasang wajah cemberutnya.


"Ayah sudah pernah berbicara dengan Tuan Kim, namun putranya sedang ada perjalanan bisnis ke China."


"Alex!!...... Batin Hera. "Jadi benar yang sering di bicarakannya selama ini adalah Alex.


"Sabar sayang! kau benar-benar tidak sabar untuk bertemu dengan pangeranmu itu?" Yeseul berbicara hendak menggoda putrinya.


Tuan Go terkekeh melihat wajah putrinya yang sudah memerah bak kepiting rebus.


"Ayah, aku juga ingin menikah," teriak Min Ji pada ayahnya.


Tuan Go menatap anak bungsunya itu. "Kau masih kecil Min Ji, sekolah dulu yang benar."


"Ayah, kak Hera akan menikah , kak Hye Mi juga mau menikah. Aku juga ingin menikah ayah," Min Ji masih berusaha membujuk ayahnya.


"Sayang, Kau ini masih kecil Nak. kakak-kakakmu sudah besar, wajar jika mereka akan menikah," Yeseul berusaha menjelaskan.


Hera yang mendengar itu sedikit jengah, dia menaruh sendok dan garpunya di atas piring lalu beranjak dari duduknya.


"Aku sudah kenyang," ucap Hera lalu beranjak untuk pergi.


"Hera!" panggil tuan Go, "besok Minhyuk akan menemuimu di sebuah restoran yang sudah ayah pesan untuk kalian."


Hera yang mendengar itu terus berjalan tanpa mau menjawab apa yang ayahnya katakan.


"Jam 7 Malam pergilah ke sana, mau di antar pak Min atau....


"Aku berangkat sendiri," ucap Hera memotong perkataan ayahnya sebelum selesai berbicara..


To Be Continued ..

__ADS_1


Hai Readers... jangan lupa like, komentar, vote, hadiah kritik dan juga sarannya ya... Favoritkan juga Novelnya supaya kalian bisa tau jika bab selanjutnya sudah up..


Thank you...😘😘😘😘😘


__ADS_2