THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Mood Swing


__ADS_3

Sebelum mulai baca.. Jangan lupa jempolnya ya.. Kasih ratting 5 kalau kalian menyukai cerita ini. Dan author rengginang ini akan sangat bahagia kalau kalian mau nabur bunga juga..😁😘🤗


Happy reading semuanya..


"Sayang!" panggil Alex lembut. "Aku bukan tidak sengaja melarang mu untuk menghadiri pemakaman ibunya Annya. Kau itu masih belum pulih dengan benar. Di tambah lagi kau sedang mengandung. Di luar juga hujan deras, kau mau sakit lagi hmm," ucap Alex sambil mengelus rambut istrinya lembut.


Hera tidak menggubrish ucapan suaminya. Dia malah memalingkan merubah posisinya menjadi membelakangi Alex. Ya, Hera memang sedang merajuk. Dia kekeh ingin ikut berkabung, tapi Alex melarangnya dengan alasan-alasan yang tadi di sebutkan Alex. Alhasil Hera hanya bisa berbaring di ranjang rumah sakit.


Alex menghela nafas panjang saat dia tidak mendapat respon apapun dari sang istri. "Sayang!, kau bilang kau ingin pulang bukan? kalau kau berhenti marah, aku akan berbicara kepada Pedrik untuk mengurus semua nya. Dia akan memberikan ijin pada mu supaya kau bisa pulang dengan cepat."


Mata Hera berbinar ketika telinganya mendengar ucapan suaminya. Hera langsung duduk dan menatap suaminya lekat.


"Hati-hati!" ingat Alex saat melihat Hera duduk dengan tergesa. Dia memegang bahu istrinya dan membantu Hera untuk duduk dengan posisi yang lebih nyamanan.


"Aku ingin pulang sekarang Alex," pinta Hera.


Alex kembali di buat bingung. Mana bisa dia meminta ijin pulang dadakan seperti ini. Dia juga harus mengikuti semua frosedur rumah sakit bukan? tapi kalau dia menolak, Hera pasti akan kembali marah. Dia harus memikirkan cara supaya dia bisa membujuk istri cantiknya itu.


"Kenapa?" tanya Hera saat melihat Alex hanya diam sambil mengusap perut buncitnya perlahan. Karena Hera hamil anak kembar, jadi perutnya memang lebih besar dari perut ibu hamil 4 bulan pada umumnya.


"Kita pulang besok saja ya! besok pagi kita temui Dokter kandungan mu dulu, baru setelah itu kita akan pulang. Kau tidak ingin melihat Baby twins kita hmmm?" bujuk Alex dengan sabar.

__ADS_1


Hera menghela nafas panjang. Dia yang tadinya sudah bersemangat kini malah menurunkan bahunya lemas. Hera bukan tidak ingin melihat kedua bibit dalam kandungannya. Tapi berlama-lama di rumah sakit membuat nya pengap. Dia sudah ingin menghirup udara segar. Dan dia juga sudah sangat merindukan masakan Bibi Lim . Masakan rumah sakit tidak begitu membuatnya berselera.


"Baiklah Alex, kita akan pulang besok. Tapi awas kalau kau bohong lagi," gerutu Hera sambil memanyunkan bibirnya. Alex mengangguk. Dia memeluk Hera dengan erat. Tangannya terulur mengelus punggung Hera lembut. Tidak lama dari itu, Alex menurunkan kepalanya lalu berbicara dengan Baby twins nya. "Anak-anak daddy yang baik, terimakasih karena sudah mau berkompromi dengan daddy ya. Sehat terus. Do'akan daddy supaya daddy bisa memenuhi semua ke inginan Mommy dan daddy juga bisa kuat menerima semua sikap Mommy yang mood nya angin-anginan." Hera memukul bahu Alex saat dia mendengar kalimat terakhir suaminya.


"Jadi mood ku angin-anginan hmmm?" tanya Hera dengan sura penuh penekanan nya. Dia juga sudah melipat tangannya di depan dada sambil menatap horor suaminya.


"Hehe," cengir Alex. "Bukan seperti itu Sayang. Tapi ini kan juga baru untuk ku. Aku belum memahami semua kemungkinan yang suka di lakukan ibu hamil. Sikap mu yang dulu dan yang sekarang memang agak sedikit berbeda. Tapi aku tetap mencintaimu, aku tidak keberatan untuk memenuhi semua keinginanmu dan menerima sikap mu yang selalu berubah-ubah."


Hera hanya mendengus mendengar pembelaan yang sedang di lakukan Alex. "Aku ingin makan kue beras pedas," ucap Hera.


"Siap!" pekik Alex sambil memberikan hormat pada istrinya. Hera yang pada awalnya marah kini tidak bisa menahan senyumnya. "Jangan lupa ceker pedas sama nasi kepalnya," ucap nya lagi. Alex hanya tersenyum. Dia kembali memeluk Hera. "Terimakasih sayang!" ucap Alex.


Brakkkkk.... Baru akan membuka kancing baju rumah sakit yang Hera kenakan, pintu kamar inap Hera sudah di buka dari luar.


"Kalian!" teriak Angela sambil menunjuk Hera dengan jari telunjuknya. Sementara tangan yang satunya dia gunakan untuk menutup mata Sara. Kedua orang tersenyum menatap Angela dan Sara yang masih menatap mereka dengan tatapan marahnya.


"Aku bukan anak kecil Kak Angel, kenapa kau menutup mataku," protes Sara pada wanita cantik yang ada di sampingnya. Dia menarik tangan Angel lalu menepisnya.


Angel mendengus. Dia tidak mau menggubrisnya sama sekali. kelakuan Alex dan Hera memang sudah di luar batas. Tapi kalau di pikir-pikir dia juga yang salah karena tidak mengetuk pintu sebelum masuk.


"Pergilah!" titah Hera pada Alex. Dia mendorong suaminya dengan cukup kuat. "Jangan lupa extra pedas ya!" teriak Hera.

__ADS_1


Angel dan Sara langsung mendekati Hera saat Alex sudah keluar dari sana. Mereka memang rutin mengunjungi Hera ketika mereka sudah menyelesaikan pekerjaan masing-masing.


"Apa kabar Kak Hera?" tanya Sara. Dia memeluk Hera dengan erat. "Bagaimana kabar Baby twins?"


Hera tersenyum. "Aku baik. Dan mereka juga baik-baik saja," tinjuknya pada perut buncitnya. "Kau bagaimana? lalu bagaimana keadaan di kantor? dan ya, apa gaun yang di pesan Juliet sudah jadi? acara pernikahannya akan di selenggarakan minggu depan bukan," tanya Hera.


"Semuanya baik-baik saja Kak Ara. Nyonya Jessica juga sangat hebat. Dia mengerti dengan semua desain yang sudah hampir kau selesaikan. Juliet juga tidak keberatan dengan hasil akhir dari desain yang di selesaikan oleh Nyonya Jessica. Semuanya lancar. Kau tenang saja Kak."


"Ekehemmmm," dehem Angela. Dia di buat dongkol lantaran kedua orang yang ada di hadapannya malah sibuk mengobrol sementara dirinya hanya jadi hiasan ruangan yang terabaikan.


Hera menoleh. Dia tersenyum lalu merentangkan kedua tangannya di depan Angela. Angela langsung menghambur ke pelukan kakak iparnya. "Bagaiman kelanjutan hubungan mu dan Erick Angel?" tanya Hera saat pelukan mereka sudah terlepas.


Angel memasang wajah sendu saat dia mendapat pertanyaan tentang hubungannya dan Erick. Dia bingung harus mengatakan apa. Kalau dia tidak mengatakannya pun, suatu saat Hera pasti akan mengetahuinya. Dan mau tidak mau Angela harus tetap memberitahu Hera yang sebenarnya.


"Kita putus Kak."


"What?" pekik Hera dan Sara bersamaan. Mereka menatap Angel dengan mata yang membulat sempurna. Bagaimana bisa? apa yang terjadi....


...To Be Continued....


...Hayo jangan lupa like dan komentarnya. Terimakasih karena selalu membaca novel ini. Semoga kalian sehat selalu. Salam sayang dari author rengginang.....

__ADS_1


__ADS_2