THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Hera Vs Angel


__ADS_3

Ckitttt.....


Hera memarkirkan mobilnya di depan rumah keluarga Kim. Dia memutuskan untuk menemui Angel dan akan mencoba untuk kembali berbicara dan membujuk adik iparnya itu untuk berhenti menemui Andrew. Hera di buat patah hati saat dia bangun tidur dan tidak menemukan suaminya di sampingnya. Dia berusaha untuk mencoba mencari Alex di seluruh penjuru rumah mereka tapi nihil. Bibi Lim mengatakan kalau Alex berangkat pagi-pagi buta saat Hera masih tidur. Hera yang yang di buat jengah dengan diamnya Alex memutuskan untuk menyelesaikan permasalahan ini agar dia tidak harus berhubungan lagi dengan Andrew. Jika Hera berniat acuh, dia bisa saja membiarkan Angel masuk kedalam perangkap Andrew. Tapi Hera tidak bisa melakukan itu. Angel adalah adiknya. Dia harus berusaha untuk menjauhkan Angel dari bahaya meskipun kini rumah tangganya sedang tidak baik-baik saja.


"Mama!" sapa Hera saat menemui Jessica di dalam rumah.


"Ada apa sayang? tumben pagi-pagi ke sini? mana Alex?" tanya Jessica sambil celingukan mencari anak sulungnya.


"Hera ada urusan dengan Angel Ma. Dan Alex ada meeting pagi ini. Jadi dia sudah berangkat lebih dulu ke kantor."


"Akh baiklah," ucap Jessica tersenyum.


"Hera ke atas dulu ya Ma!"


"Pergilah! mungkin Angel masih tidur."


Hera berjalan menaiki anak tangga dengan tergesa. Saat sampai di depan pintu kamar Angel, Hera menarik nafas panjang lalu menghembuskan-nya perlahan.


Tok


Tok


Tok


"Kak Hera!" ucap Angel setelah membuka pintu kamarnya. Hera langsung masuk dan duduk di tepian ranjang. Dia tidak memperdulikan Angel yang sedang menautkan alisnya karena bingung dengan kedatangan Hera yang tiba-tiba. Ini juga masih pagi, dan hari ini bukan hari libur. Jadi wajar Angela merasa heran.


Angel duduk di samping kakak iparnya saat Hera menepuk kasur Angel beberapa kali.


"Ada apa Kak?" tanya Angel.


"Maafkan aku sebelumnya Angel. Aku hanya ingin bertanya. Apa kemarin siang kamu bertemu dengan Andrew Garfield?" tanya Hera menatap Angel dalam.


"Ekhmmmm... Bagaimana Kakak tahu? apa Kakak memata-mataiku?"

__ADS_1


Hera menghela nafasnya sesaat. "Angel. Aku tidak pernah memata-mataimu. Tidak penting aku tahu darimana Angel. Tapi kenapa kau tidak mendengarkan ku? aku sudah bilang jauhi Andrew. Dia itu bukan pria baik-baik. Dia hanya ingin memperalat mu Angel." Belum sempat Hera menyelesaikan ucapannya Angel sudah lebih dulu menyela.


"Cukup Kak. Cukup kau menjelek-jlekan Andrew di hadapanku. Andrew itu pria yang baik. Dia sangat ramah. Dia juga selalu bersikap sopan, kenapa Kakak mencoba untuk menghambat karirku?"


"Angel, aku tidak bermaksud seperti itu. Andrew benar-benar seorang psycho , dia tidak layak di jadikan sebagai panutan. Cobalah untuk mengerti."


"Kak! Kakak selalu mengatakan kalau Andrew itu seorang psycho, tapi apa kakak memiliki bukti? atau kakak hanya asal bicara, kakak memiliki alasan lain bukan? apa kakak pernah menjalin hubungan dengan Andrew yang tidak ingin di ketahui oleh Kak Alex?"


"Angel cukup! Jika kau tidak mempercayaiku tidak masalah. Tapi jangan pernah menuduhku dengan tuduhan hina seperti itu," Hera berdiri dari duduknya dan menghampiri Angel yang sedang berdiri di depan jendela kaca yang ada di kamarnya. "Apa aku terlihat semurahan itu Angel? apa kau tidak percaya kalau aku pernah hampir di lecehkan olehnya? bukankah kau pernah mengalami ini juga? kenapa kau egois Angel? kau juga tahu bagaimana takutnya dirimu saat ada laki-laki brengsek berusaha untuk mengotori mu. Kau beruntung karena saat itu Erick menolong mu. Tapi aku? aku harus berjuang sendiri untuk mempertahankan kehormatan ku. Kau sadar tidak Angel, bahwa apa yang kau lakukan saat ini adalah sebuah pembodohan. Kau mau bukti? oke, fine. Aku akan memberikan buktinya padamu. Tapi saat itu terjadi jangan menyesal karena pernah meragukan keperdulian ku padamu."


Hera membalikan badannya dan berjalan keluar dari kamar Angel.



Dia mengusap air matanya kasar lalu turun ke lantai bawah. Hera sangat kecewa dengan adik iparnya itu. Angel lebih dewasa 3 sampai 4 tahun darinya. Tapi kenapa dia belum bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar. Dia belum bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang hanya modus.


"Hera kamu sudah akan pergi sayang?" tanya Jessica ketika melihat Hera turun dari tangga dengan tergesa.


Hera tersenyum. "Hera masih ada urusan di kantor Ma. Maaf ya Ma, Hera jarang ada waktu buat nemenin mama di rumah. Kapan-kapan kita jalan bareng ya. Bertiga sama Angel." Jessica tersenyum. Tentu saja dia sangat bahagia saat mendengar Hera akan mengajaknya jalan-jalan. Meskipun itu tidak tahu kapan, tapi Jessica akan menunggunya.


Hera mengangguk sambil tersenyum. Dia melihat Jessica langsung melesat pergi ke dapur setelah menyelesaikan kalimatnya. Hera tentu tahu dia tidak bisa menolak. Karena kalau dia menolak pun Jessica tidak akan senang dan akan terus memaksanya sampai Hera mau menuruti ucapan mama mertuanya itu.


"Terimakasih Ma."


"Hmmm. Pergilah!" ucap Jessica setelah memeluk menantu kesayangannya. Hera hanya mengangguk.


"Hati-hati!" teriak jessica sambil melambaikan tangannya saat mobil Hera mulai menjauh dari area rumahnya.


Hera menatap sendu kotak makan yang di berikan Jessica kepadanya. Dia bukan tidak senang, tapi mengingat Alex yang masih marah dan enggan untuk berbicara kepadanya, Hera ragu kalau Alex akan bersedia memakan gimbap ini bersamanya.


Tak


Tak

__ADS_1


Tak


Suara heels yang beradu dengan lantai terdengar begitu Hera keluar dari lift dan berjalan di koridor yang menuju ruang kerja suaminya.


"Presdir ada di dalam?" tanya Hera pada sekertaris baru Alex.


"Ada Nyonya." ucap sekertaris itu ramah. Hera tersenyum lalu masuk ke dalam ruangan suaminya. Dia celingukan dan mengedarkan pandangannya ke sana kemari mencari keberadaan sang suami.


"Alex di mana!" ucap Hera saat tidak menemukan Alex di ruangan itu. Hera meletakan bekal yang di berikan Jessica di atas meja. Dia berjalan menuju pintu kamar tersembunyi yang ada di ruangan itu.


Kriiieettt.. Lemari yang ada di samping meja Alex, Hera dorong kebelakang dan nampaklah sebuah kamar kecil yang menjadi tempat suaminya beristirahat di kantor ketika dia sedang lelah.



"Apakah mendiami ku semelelahkan itu Alex!" ucap Hera saat melihat suaminya sedang tidur masih menggunakan kemeja putih dan juga celana kerjanya.


Hera berjalan mendekati ranjang kemudian menyelimuti Alex. Dia mencondongkan kepalanya ke wajah sang suami dan ... Cup.. "Aku mencintaimu Alex," ucap Hera setelah mencium kening Alex sekilas. Hera kembali merapikan selimut yang di pakai suaminya lalu berjalan keluar dari kamar itu.


Alex membuka matanya begitu mendengar pintu kamar tertutup. Dia memang masih terjaga. Dia juga tahu kalau Hera masuk ke dalam kamarnya. Hanya saja Alex berpura-pura tidur karena tidak ingin terlibat percakapan dengan Hera.


Sepuluh menit kemudian Alex keluar dari kamarnya. Dia hendak duduk di kursi kerjanya namun tidak jadi saat matanya menangkap sebuah kotak bekal di atas meja yang ada di dekat sofa.


"Ini gimbap butan Mama, makanlah perlahan! aku tahu kau belum makan dari kemarin malam."


Alex menyimpan note yang baru dia baca lalu perlahan membuka kotak bekal yang Hera maksud. Dia tersenyum kemudian mulai memakan gimbap itu pelan-pelan.


...To Be Continued....


...Hai reader jangan lupa like dan komennya. Thank you..🤗🤗...


...Gimbap


__ADS_1


...


__ADS_2