
Beberapa tahun kemudian ...
"Bu, Ayah.. Ini adalah cucu-cucu kalian. Bukankah mereka sangat tampan? mereka juga sangat baik dan penurut. Kalian pasti senang mendengar berita ini bukan? aku baik-baik saja Bu. Alex dan dua jagoan ku selalu membuat ku merasa jadi orang paling beruntung di dunia ini."
Hera menatap lurus ke arah batu nisan yang bertuliskan nama Bae In Ha dan juga Go Myung Jin. Setelah puas menatap pusara kedua orang tuanya, dia beralih ke pusara yang agak jauh dari makam kedua orang tuanya.
"Bu!.. Seperti yang Ibu minta pada Hera, Hera menjaga Hye Mi dan Min Ji sebisa Hera. Terimakasih karena telah menyelamatkan kedua anak ku. Kini cucu-cucu mu ini tumbuh dengan sangat baik meskipun pada awalnya mereka harus melewati banyak rintangan. Terimakasih Bu! aku harap Ibu Ye-Seul bisa bertemu dengan Ibu In Ha dan meminta maaf padanya. Ibu In Ha orang yang baik. Aku yakin dia akan memaafkan mu."
"Sayang!" panggil Alex yang membuat Hera menoleh ke arah sumber suara. Hera buru-buru menghapus air matanya. Kalau Alex melihat Hera mengeluarkan air mata. Pasti akan terjadi sebuah kehebohan. Suaminya itu benar-benar tidak bisa di percaya. Hera pikir, seiring dengan berjalannya waktu, Alex akan berubah dan tidak seposesif dulu. Tapi ternyata Hera salah. Semakin hari keposesifan suaminya malah semakin menjadi.
"Kita harus pergi ke pesta pernikahannya sekarang sayang!" ucap Alex. Dia meraih pegangan kursi roda yang di gunakan istrinya lalu keluar dari area pemakaman. Si kembar? mereka itu sangat pintar. Jadi mereka akan selalu mengikuti Mommy mereka kemanapun Mommy nya itu pergi. Bahkan Alex sudah merasa sangat tenang dengan hadirnya dua jagoan kecil di dalam hidupnya dan Hera.
"Daddy!.. Mommy sangat cantik ya!" puji Kim junior pada Hera.
Hera hanya tersenyum menanggapi apa yang sedang di katakan kedua putranya itu.
"Mommy kalian memang sangat cantik sayang. Bukankah kalian juga mewarisi wajah yang rupawan dari dia?" tanya Alex sambil terkekeh.
"Kau yakin tidak ingin menggunakan kursi roda sayang?" tanya Alex sambil memegangi bahu istrinya.
"Aku yakin Alex. Dokterku mengatakan kalau aku harus sering melatih otot-otot ku supaya syaraf-syaraf panggul ku juga bisa kembali bekerja."
Alex mengangguk. Kejadian lima tahun yang lalu saat Annya berusaha untuk menabrak Hera memang tidak berhasil karena Ye-Seul menolong Hera tepat waktu. Hanya saja, saat itu Hera juga terjatuh dan membuatnya hampir kehilangan dua jagoan kecil yang ada di dalam perutnya. Hera sampai harus di rawat di rumah sakit sampai waktu melahirkan tiba. Dan karena kecelakaan kecil yang sempat dia alami, membuat saraf-saraf panggulnya rusak. Itu juga yang membuat Hera tidak bisa berjalan selama hampir lima tahun. Dan sekarang Alex merasa lega karena usahanya dan para dokter begitupun usaha Hera berbuah manis karena perlahan-lahan Hera mulai bisa berjalan kembali.
"Pelan-pelan," ucap Alex saat dia mendudukkan Hera di kursi mobilnya.
"Terimakasih Alex."
"Hmmm."
"Kita berangkat sekarang Mommy?" tanya Kim Junior. Hera mengangguk. Kedua bocah itu berteriak ke girangan. Mereka memang sangat suka menghadiri sebuah pesta seperti yang akan mereka hadiri sekarang. Entah kenapa sifat Hera dan Alex yang tidak terlalu suka keramaian tidak menurun pada kedua anak mereka.
"Lets go!..." teriak dua bocah kecil itu sambil mengarahkan tangan mereka ke depan seperti super hero kesukaan mereka.
__ADS_1
Empat puluh menit kemudian, mereka sudah sampai di aula hotel tempat resepsi pernikahan itu berlangsung. Angela langsung berlari menghampiri dua bocah kecil kesayangannya.
"Wah... Kalian sangat tampan," puji Angela sambil mengacak rambut Kim Junior. Dua bocah kecil itu menggerutu.
"Tante ikhhh..... Rambut kita jadi berantakan. Nanti kita gak tampan lagi," ucapnya polos.
Angela hanya terkekeh mendengar gerutuan dua bocah kecil itu.
"Perut Tante semakin besar. Adik bayi yang ada di dalamnya kapan akan keluar Tante?" Angela terperangah mendengar pertanyaan dari mulut malaikat kecil nya. Hera dan Alex hanya tertawa melihat ke dongkolan yang di tunjukan Angela.
"Mereka baru akan lahir dua bulan lagi. Kalian lihatlah, setelah bayi ini lahir, Nenek dan Kakek tidak akan menyayangi kalian lagi."
"Siapa bilang?" pekik Jessica pada Angela. Angela langsung tertawa hambar. Rencananya untuk menakut-nakuti si kembar di gagalkan oleh Ibunya sendiri. Menyebalkan bukan.
"Aku ingin menemui Hye Mi Alex," pinta Hera pada suaminya. Alex mengangguk. "Aku akan menemanimu sayang."
"Ma!... Hera titip mereka sebentar," pinta Hera sambil menunjuk dua jagoan kecilnya.
"Mama tidak perlu khawatir. Ada Alex yang menjagaku." Jessica mengangguk.
Sesampainya di ruang pengantin, dia di sambut dengan sangat baik oleh mempelai wanita. Begitupun dengan mempelai pria.
"Kau datang Kak!" teriak Hye Mi. Dia berlari sambil menjinjing gaun pernikahannya.
"Terimakasih Kak," ucap Hye Mi . Dia memeluk Hera erat. Tubuhnya bergetar. Hera yang tahu kesedihan apa yang Hye Mi rasakan berusaha untuk menenangkan Hye Mi.
"Jangan menangis Hye Mi. Semuanya akan baik-baik saja. Aku tahu kita sudah tidak memiliki orang tua. Tapi bukankah masih ada aku? Han Bin juga selalu ada di sisimu bukan? Min Ji juga sudah semakin membaik. Aku yakin cepat atau lambat dia akan sembuh dan akan kembali berkumpul dengan kita."
Hye Mi mengangguk. "Terimakasih Kak. Setelah apa yang Ibu Ye-Seul perbuat padamu, kau masih mau merawat ku dan Min Ji. Aku tahu Ibu Ye-Seul salah. Dia juga sangat berdosa karena telah membunuh Ibunya Annya, dan Ayah, aku sangat tidak menyangka kalau dia memiliki penyakit seperti itu."
"Shuttttt!.... Jangan membicarakan dosa-dosa orang yang telah meninggal Hye Mi. Tidak baik. Aku sudah memaafkan Ibu Ye-Seul. Berkat dia juga aku masih hidup, dan kedua jagoan ku baik-baik saja sampai sekarang. Untuk maslah Ayah, aku rasa itu memang sebuah teguran yang Tuhan berikan padanya atas dosa-dosa yang telah dia lakukan. Teruslah berdoa agar Tuhan mengampuni semua dosa-dosa Ibu Ye-Seul dan Ayah Myung Jin."
"Terimakasih Kak."
__ADS_1
"Hmmmm... Selamat atas pernikahan mu dan Han Bin. Aku harap kalian akan segera memiliki momongan."
Alex menepuk bahu Han Bin. "Selamat Bung. Hari ini kau akan menjadi seorang suami."
Han Bin tersenyum. "Terimakasih Kak." Alex mengangguk.
"Kalau ada yang tidak kau mengerti tentang perusahaan. Kau bisa menanyakannya padaku."
"Baiklah Kak."
Susana di aula pernikahan menjadi sangat riuh saat kedua mempelai menyatukan bibir mereka sebagai tanda kalau pernikahan mereka sudah sah. Hera merasa terharu untuk ini. Setelah banyak hal yang dia alami. Maslah demi masalah yang se akan tidak berujung kini tergantikan dengan sebuah kebahagiaan yang sangat luar biasa. Orang yang dulu hendak membunuhnya juga sudah di penjara se umur hidup. Meskipun ayah dan ibunya sudah meninggal, Hera merasa bahagia karena dia masih di kelilingi orang-orang yang sangat menyayanginya.
Hera melirik dua jagoannya juga suaminya. Alex sedang sibuk menutupi mata Kim Junior agar mereka tidak melihat adegan yang sedang terjadi di atas altar.
"Terimakasih Alexander Kim . Aku mencintaimu," gumam Hera dalam hati.
Sementara Wohyun. Dia sedang sibuk menghentikan Sara yang terus menerus mengais. Wohyun sudah melakukan berbagai cara agar Sara tidak terlalu terbawa suasana. Tapi Sara malah mengatakan kalau dia juga tidak ingin menangis, anak yang ada di dalam kandungannya lah yang terus mendorong air matanya agar terus keluar.
"Akihrnya aku merasakan apa yang Alex rasakan," gumam Wohyun sambil mengacak rambutnya.
Tamat...
Terimakasih untuk para reader setia yang selalu membaca cerita gaje ini. Maaf kalau endingnya tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan. Author hanya tidak mau alurnya terus berputar-putar. Semoga kalian tidak kecewa ya.... Terimakasih All.. Saranghae. Semoga kalian sehat selalu.
Big Hug dari Kim2 dan dunia perhaluannya.. 😘😘😘😘♥️♥️♥️♥️
Ini Novel baru othor...
Jangan lupa mampir ya...
__ADS_1