THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Aku belum siap


__ADS_3

Hera menyunggingkan senyum yang indah di hadapan laki-laki yang sedang mengucapkan janji suci pernikahan mereka. Suasana Haru dan juga bahagia menyelimuti kedua mempelai maupun pihak keluarga. Semua orang bersorak dan bertepuk tangan ketika Alex mengecup bibir Hera sekilas. Sebuah tanda jika mereka sudah sah menjadi suami istri sekarang.


Kebahagiaan yang menyelimuti hati Ye-Seul tidak bisa dia sembunyikan lagi. Matanya berkaca kaca. Buliran air bening jatuh melewati pipi mulus yang masih sangat cantik meski dia sudah tidak muda lagi. Ye-Seul bahagia melihat satu anak sulungnya sudah resmi menjadi seorang istri .


"Kak. Kakak gak papa kan?" Min Ji menyenggol lengan Hye Mi yang ada di sebelahnya. Min Ji khawatir kalau kakaknya itu akan merasa sedih lagi jika melihat adegan yang akan membuatnya patah hati untuk yang kesekian kalinya.


"Aku gak papa Min Ji. Kakak bahagia jika mereka bahagia," Hye Mi tersenyum menatap kedua insan yang sedang menyalami para tamu di panggung sebuah pelaminan yang sangat besar dan megah bak sebuah taman bunga yang ada di sebuah kastil seperti di istana negri dongeng.


Myung Jin Menatap anak sulungnya lalu merengkuh tubuh Hera dan memeluknya erat.


"Semoga bahagia Nak. Maaf ayah sudah membuatmu berada dalam posisi seperti ini. Ayah harap kelak kamu akan mengerti," Hera tidak menjawab sama sekali. Hatinya masih enggan untuk memaafkan laki-laki yang sudah menorehkan luka di hatinya dulu. Myung Jin mengerti akan diamnya Hera. Dia tidak ingin memaksanya untuk membalas ucapan Myung Jin atau hanya sekedar memberinya senyum.


"Aku serahkan Hera padamu!. Tolong jaga dia dengan baik. Bahagiakan dia dan jangan sampai dia menangis karena mu. Jika Hera sampai menangis itu harus tangis bahagia," Myung jin memeluk dan menepuk bahu Alex beberapa kali. Alex menganggukkan kepalanya.


Semua orang bergiliran untuk mengucapkan selamat dan memberikan doa. Termasuk Ye-Seul, Hye Mi , Min Ji. Mama Jessica. Papa Tae jun dan yang lainnya.


"Kakak ipar!" teriak Angel yang datang dengan seorang pria di sampingnya.


"Kalian sudah saling mengenal? kapan? kenapa bisa?" Alex mulai mengintrogasi adik semata wayangnya itu.


Angel mendelik. Matanya menatap jengah laki-laki yang kini sudah menjadi suami orang itu. "Aku tidak memiliki kisah cinta yang rumit sepertimu kak. Sorry."


"Selamat atas pernikahan kalian," Erick menjabat tangan Hera dan Alex bergantian.


"Gimana bisa?" tanya Hera tanpa suara yang di balas cengiran kuda oleh Angel.


Flash Back On


"Erick. Erick tunggu!" Angela berlari menghampiri Erick yang baru keluar dari gedung perusahaan milik keluarga Angel.


Erick membalikan tubuhnya dan menatap Angel seolah ingin bertanya ada apa dan kenapa. Angel berhenti tepat di hadapan Erick.


Hoshh. Haaahhh. Hoshhh Haah.. Angel bernapas dengan susah payah . Aku. Anu. Kamu orang yang pernah menolongku di KTV sebuah klub malam ***** kan?" Erick terlihat berpikir namun beberapa detik kemudian. "Ahh iya. Mbak yang waktu itu," ujar Erick dengan wajah datarnya.


"Mbak. What?. Dia manggil gue Mbak. Yakali," Angel menggerutu dalam hati.


"Terimakasih. Maaf aku baru bisa mengucapkannya sekarang. Bolehkah aku memindai wechat mu?" Angel yang tidak bisa basa basi langsung ke poin utamanya.


Erick mengerutkan keningnya bingung melihat seorang gadis yang dengan lantangnya meminta kontak we chat Erick.


"Aku akan mentraktir mu makan di lain waktu sebagai ucapan terimakasih ku."

__ADS_1


"Tidak apa-apa Nona , tidak harus seperti itu," tolak Erick halus.


Namun bukan Angel namanya kalau dia menyerah begitu saja.


"Aku tidak suka memiliki hutang budi kepada siapapun. Aku juga akan mengembalikan jas mu yang masih ada bersamaku."


"Ah baiklah kalau begitu," Erick menyodorkan ponselnya di hadapan Angel. "Sudah. Jika sudah tidak ada yang perlu di bahas lagi saya akan pergi sekarang," Erick yang memang belum mengenal Angel tidak terlalu tertarik kepadanya . Meskipun dia mengakui jika Angel sangat cantik . Wanita tercantik yang pernah dia temui.


"Terimakasih," Angel melambaikan tangannya kepada Erick yang sudah memasuki mobil. Erick tersenyum dan segera pergi dari sana.


Setelah kejadian itu mereka lebih sering bertemu. Tentu saja karena Angel yang terus menerus membuat alasan supaya Erick mau menemuinya.


Flash Back Of.


"Terimakasih," ucap Alex yang menyalami tangan Erick. "Aku tidak menyangka kau akan datang bersama adik ku."


"Hmmm. Aku akan menjelaskannya ketika kau sudah memiliki waktu luang," Erick sangat ingin mengatakan segalanya pada Alex. Namun tidak mungkin saat ini bukan. Dia akan memilih waktu yang tepat ketika semua orang memiliki waktu senggang.


Apartemen Minhyuk.


"Kamu bilang kamu bisa membuat mereka berpisah," geram Min Hyuk yang menyaksikan pernikahan Hera dan Alex di ponselnya.


Kamar Hotel


Alex keluar dari kamar mandi masih dengan handuk yang melilit di pinggangnya membuat deretan roti sobeknya terlihat dengan sangat jelas karena tidak terhalang apapun. Laki-laki itu menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan sang istri tercinta . Sudut bibirnya tertarik ke atas ketika melihat Hera meringkuk di atas ranjang masih lengkap dengan gaun pengantin yang tadi di kenakannya.


"Hera! Hei.. Bangun sayang! Kau tidak akan nyaman jika tidur dengan keadaan seperti ini," Alex membungkukkan badannya mengusap wajah wanita cantik yang sudah resmi menjadi istrinya itu.


"Eummmmhhh," Hera menggelengkan kepalanya ketika tangan Alex yang dingin menerpa wajah cantiknya. "Aku capek Alex. Aku sudah tidak punya tenaga lagi," Hera masih enggan membuka matanya. Dia malah semakin memposisikan tubuhnya senyaman mungkin di atas kasur empuk itu.


"Mau aku yang memandikan mu hmmm!" Alex berbisik di telinga Hera membuat Hera mau tidak mau membuka matanya dan langsung duduk di tepian ranjang. Alex tersenyum menyeringai. "Cara yang ampuh untuk membuat Hera patuh."


"Alex kau itu sangat mesum," erutu Hera yang kembali memejamkan mata menahan kantuk. Satu tangannya berusaha meraih sleting yang ada di belakang punggungya dan satu lagi menahan kain di bagian belakang pinggangnya supaya ret sleting itu lebih mudah untuk di buka.


Alex memperhatikan Hera yang sedang kesusahan. Dia maju satu langkah dan duduk di tepian ranjang di sebelah Hera, Alex memutar badannya supaya bisa meraih sleting dan membantu Hera untuk membukanya.


Hera terkesiap ketika ada hawa panas yang menerpa punggungnya. Matanya yang sejak tadi enggan untuk terbuka kini sudah membulat sempurna. "Alex apa yang kau lakukan?" tanya Hera saat bibir Alex mulai menciumi punggungnya dan semakin naik ke atas.


Sreetttt . Hera membalikan tubuhnya menghadap Alex. Matanya melotot. Tubuhnya membeku seketika. "Alex apa kau sedang menggodaku," batin Hera yang melihat Alex bertelanjang dada dengan rambut yang masih sedikit basah.


Alex memajukan wajahnya ingin mencium Hera. Namun Hera menahan dada Alex dengan gerakan tangan yang cepat.

__ADS_1


"Alex. Maafkan aku. Tapi aku belum siap melakukankan nya," Hera berkata dengan suara yang lirih dan kepala yang di tundukan ke bawah. Hera takut Alex akan kecewa. Tapi Hera benar-benar belum siap untuk melakukan kewajibannya sebagai seorang istri sekarang. Hera mendongakkan wajahnya ketika merasakan tangan Alex yang sedang mengelus lembut pucuk kepalnya. "Dia tidak marah," batin Hera bertanya.


"Aku tau. Aku tidak akan memaksamu. Aku akan menunggu sampai kau benar-benar siap menjadi istriku seutuhnya," Alex tersenyum membuat Hera merasa sedikit lega.


"Cepatlah mandi sebelum aku berubah pikiran," Hera segera berdiri dan berlari ke ke kamar mandi setelah mengecup pipi Alex sekilas.


Mata Alex menatap nanar pintu kamar mandi yang sudah tertutup. "Apa aku harus mandi air dingin malam ini," gumam Alex pada dirinya sendiri. .


To Be Continued.


Hai reader. Jangan lupa Like dan komen nya ya. Makasih.


Visual di part ini



Go Hera.



Alexander Kim.



Angela Kim.



Erick Hwang.



Go Hye Mi.



Go Min Ji.



Lee Annya.

__ADS_1


__ADS_2