THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Keributan


__ADS_3

Hera maju satu langkah, dia mengeluarkan sebuah ponsel dan memperlihatkan sesuatu kepada Andrew. Laki-laki tertawa terbahak-bahak saat melihat video yang di putar Hera pada ponselnya.


"Kau tahu apa artinya ini bukan?" tanya Hera dengan senyum evil-nya.


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Andrew hendak meraih tangan Hera.


Slingggg.....


Peletakk....


Sebuah pecut kembali mendarat di tubuh Andrew.


"Aku akan melepaskan mu Andrew. Kau akan di deportasi dari negaraku. Dan juga, negaramu sudah menyiapkan banyak sekali bukti yang akan menjeratmu dan memasukan mu ke dalam penjara. Jika kau berniat kabur, kau salah besar. Video asusila mu sudah tersebar luas di jagad maya. Kau tidak akan bisa kabur kemana pun. Wajah mu sudah menjadi wajah kriminal. Bahkan kejahatan yang kau lakukan membuat semua orang jijik." Hera memasukan kembali ponselnya ke dalam tas yang dia bawa.


"Antar kan dia ke bandara Juliet! jangan lupa untuk mengirim beberapa orang mu untuk mengawasinya," titah Alex kepada Julieta.


"Kau bisa mengandalkan ku Alexander." Juliet memberikan instruksi kepada anak buahnya untuk mengeluarkan Andrew dan membawanya keluar dari ruangan itu.


"Aku akan membalas kalian semua," teriak Andrew saat tubuhnya di seret beberapa anak buah Juliet.


Juliet mengambil sesuatu dari dalam saku jaket yang dia kenakan.


Tap Tap Tap..


Jrebbbbb... Andrew langsung terkulai lemas saat sebuah jarum suntik menancap dengan sempurna di lehernya.

__ADS_1


"Kau terlalu berisik," sarkas Juliet. "Cepat seret dia!"


Hera bergidik ngeri ketika melihat Juliet yang begitu bringas dan tidak kenal ampun pada musuhnya. Namun, dia juga sangat kagum karena ternyata seorang wanita juga bisa bersikap keren, tidak lemah dan tidak selalu tertindas.


"Juliet memang hebat," gumam Hera yang masih bisa di dengar oleh Alex. Alex menatap istrinya dengan alis yang bertaut. Dia bingung sekaligus takut kalau Hera akan tergiur dengan pekerjaan yang saat ini sedang di lakukan juliet.


"Ekehmmmm." Juliet berdehem saat melihat Alex sedang menatap lekat Hera. Dia berjalan mendekati sepasang suami istri itu sambil tersenyum. "Kau tertarik untuk bergabung ke organisasi ku?" tanya Julieta pada Hera. Alex langsung melotot. Sementara Hera malah tersenyum. Juliet memang sengaja ingin menggoda Alex. Dia tahu semua cerita di balik kisah cinta Hera dan Alex. Jadi jangan Heran kalau Juliet juga tahu se posesif apa Alexander pada istri cantiknya.


"Aku akan memikirkan nya Juliet," ucap Hera membuat Alex semakin gusar.


"Hahahaha. Kau menakuti suamimu Hera," ucap Juliet sambil menatap Alex. Hera mengikuti arah pandang Julieta. Dia mendongak lalu menatap wajah Alex. "Kenapa?" tanya Hera dengan ekspresi datar nya. Alex mendengus dan langsung menarik Hera untuk segera menjauh dari Julieta. Dia tidak ingin otak istrinya terkontaminasi otak gila milik Juliet.


Hera melambaikan tangannya pada Juliet. Begitupun dengan Juliet, dia melambaikan tangan sambil tersenyum. "Aku akan sangat senang kalau kau mau bergabung dengan organisasi ku Hera."


Hye Mi menatap Annya dengan wajah yang sudah memerah padam. Dia mengepalkan kedua tangannya dengan kuat. Rahangnya mengetat dan matanya seperti akan keluar saat itu juga.


"Ada apa ini?" tanya Go Myung Jin ketika dia baru sampai di depan rumahnya. Dia saat itu baru pulang dari kantor dan terheran-heran ketika melihat Annya dan Hye Mi sedang bersitegang.


"Ayah! dia marah padaku, padahal aku hanya meminjam mobil nya sebentar," ucap Annya. Dia berjalan mendekati Myung Jin dan langsung bergelayut manja di lengan ayahnya itu.


"Cihhh.... Kalau pinjam harusnya ngomong dulu. Ini main pake aja. Seenaknya ngambil barang orang. Kau sudah lebih dewasa dariku, kenapa kau sangat minim attitude?" Hye Mi menatap jengah Annya yang akan berubah menjadi seekor anak kucing penurut saat ada ayahnya. Sedangkan kalau ayahnya tidak ada dia akan berperangai seperti hewan buas yang selalu mengajak orang lain untuk bertarung.


Myung Jin menghela nafasnya. " Kenapa kau tidak izin dulu kepada adik mu hmm?"


"Aku tadi sudah mencarinya ke mana-mana, tapi dia tidak ada Ayah. Aku ingin mencoba mobil mewah. Selama ini aku belum pernah naik mobil mewah seperti ini," ucap Annya dengan wajah sedihnya.

__ADS_1


Hye Mi mendengus mendengar jawaban Annya. Bagaimana bisa Annya mengatakan kalau dia tidak ada sementara dia sejak siang ada di dalam kamarnya. "Jangan mengada-ada Annya," sarkas Hye Mi pada wanita yang sangat di bencinya itu.


"Sudahlah, nanti Ayah belikan kamu mobil yang seperti itu ya," ucap Myung Jin yang tidak ingin memperpanjang masalah antara kedua putrinya tersebut. Annya menggeleng. Lagi-lagi dia memasang wajah sedih dengan mata yang berkaca-kaca di depan Myung Jin.


"Aku ingin mobil ini Ayah," ucap Annya dengan wajah memelas nya.


Hye Mi memutar bola matanya malas. Dia sangat ingin memukul kepala Annya supaya wanita busuk itu bisa berhenti berakting di depan ayah mereka.


"Baiklah. Hye Mi! berikan mobilmu kepada Annya. Nanti biar ayah belikan kamu mobil yang baru."


Hye Mi melotot. Tentu saja dia tidak mau dia sudah sangat menyayangi mobilnya ini. Di tambah, ini adalah mobil yang dia impikan sejak lama. Tapi ayahnya malah menyuruh Hye Mi untuk memberikannya kepada orang lain. "Aku tidak mau Ayah. Kau belikan saja dia mobil yang baru. Aku tidak akan keberatan," ucap Hye Mi.


"Ayolah Hye Mi, menurut lah sesekali, Annya sudah sangat lama hidup susah Nak. Kamu enak karena dari kecil kamu tidak pernah kekurangan apapun. Jadi, sekali ini saja, tolong ayah ya Nak! berikan mobilmu pada Annya. Ayah janji, nanti ayah akan belikan kamu mobil yang lebih bagus dari mobil mu ini."


"Terserah kau saja Ayah. Aku tidak perduli," ucap Hye Mi. Dia melemparkan kunci mobilnya kepada Annya. Dan dengan gerakan sigap, Annya menangkap kunci mobil itu. Dia langsung memeluk Myung Jin dengan erat. "Terimakasih Ayah, kau adalah Ayah terbaik di dunia ini," ucap Annya. Dia tersenyum menyeringai sambil menatap punggung Hye Mi yang kini sudah mulai menjauh dari pandangan matanya.


Annya memang hanya ingin membuat Hye Mi marah. Dia bisa saja meminta mobil baru yang lebih bagus dan lebih mahal dari yang Hye Mi punya. Tapi bukan Annya namanya kalau dia tidak melakukan sesuatu yang akan membuatnya senang.


Myung Jin mengelus punggung Annya perlahan. Dia sama sekali tidak menyadari kalau Annya hanya sedang berakting dan dia juga tidak tahu kalau Annya memang sengaja ingin membuat hubungan antar ayah dan anak itu merenggang.


"Aku akan memastikan kalau kalian akan saling membenci satu sama lain," batin Annya.


...To Be Continued....


...Hai reader jangan lupa like dan komennya ya. Thank You....

__ADS_1


__ADS_2