THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Kabar Baik


__ADS_3

Hai reader.....


Sebelum mulai baca.. Jangan lupa jempolnya ya.. Kasih ratting 5 kalau kalian menyukai cerita ini. Dan author rengginang ini akan sangat bahagia kalau kalian mau nabur bunga juga..


Happy reading semuanya..


"Bagaimana mungkin kau mengatakan beberapa hari Hera? kau koma selama hampir tiga bulan."


"Apa?" pekik Hera dengan mata yang membulat sempurna. Ini tidak mungkin seingatnya baru kemarin dia sarapan pagi bersama Alex dan Min Ji sebelum dia kehilangan kesadaran. Apa dia tidur selama itu....


Alex menarik pundak Hera. Dia membawa tubuh istrinya itu ke dalam pelukannya. "Kau tahu Sayang, semua orang sangat merindukan mu. Mama, Papa, Angel, Sara, Wohyun. Mereka semua sangat ingin melihatmu siuman. Aku tidak tahu kenapa kau tidak kunjung bangun juga. Padahal Dokter mengatakan kalau kondisimu baik-baik saja." Alex menciumi pucuk kepala istrinya beberapa kali.


"Alex!" panggil Hera lirih. "Apa aku membuat kalian kesulitan?" tanya Hera dengan suara yang bergetar. Alex melepas pelukannya. Dia duduk di tepian ranjang rumah sakit. Laki-laki itu menatap Hera lalu mengulurkan tangannya dan menyentuh dagu sang istri supaya Hera bisa mengangkat wajahnya di depan Alex.


"Sayang!... Kita semua tidak pernah merasa di sulitkan karena mu. Kita sangat bersyukur karena kau masih bertahan meski semua yang telah kau alami sangat berat dan tidak mudah. Kau tahu, kita selalu bergiliran menjagamu. Dan kita tidak pernah merasa terbebani. Kita senang karena kita masih bisa merawat mu."


Hera menitikkan buliran air bening dari matanya. Dia menatap Alex dengan tatapan sendu. Hera sangat terharu ketika mendengar semua cerita Alex.. Hikssss... "Tapi kau sangat kurus sekarang. Kau pasti sangat kesulitan," ucap Hera di sela-sela tangisannya.


Alex meraih tangan Hera lalu menggenggamnya. "Aku tidak kesulitan karena mengurusmu Sayang. Aku kesulitan karena aku sangat ingin melihat mu bangun. Jangan menangis, kau tidak cantik lagi kalau kau menangis seperti ini," ucap Alex sambil mengusap air mata di pipi istrinya.


Huaaaaaaaa... Hikssss.... "Aku tidak cantik lagi. Bahkan perutku sekarang terlihat buncit karena aku tidak berolahraga. Kau pasti tidak akan menyukaiku lagi.. Hiksssss... Alex menggulum senyum saat melihat istrinya malah menangis histeris karena menganggap serius ucapan Alex. Dan yang membuat Alex merasa gemas adalah, Hera yang menganggap kalau perutnya buncit karena tidak berolahraga. Padahal sudah sangat jelas kalau perut buncitnya terlalu besar kalau itu hanya sebuah lemak.


Alex memeluk kembali istri cantiknya itu. Dia mengelus punggung istrinya lembut dengan senyum yang tak lepas dari wajah tampannya. Dia sangat bahagia sekarang. Orang yang dia cintai sudah kembali ke sampingnya. Dia juga bisa melihat Hera berbicara bahkan menangis di depan matanya. Selama tiga bulan ini, Alex hanya melihat Hera yang terbaring lemah seperti boneka yang hanya bisa bergerak jika ada yang membantu untuk menggerakkannya.

__ADS_1


Alex melepas pelukannya saat di rasanya Hera sudah jauh lebih tenang. "Aku akan tetap mencintaimu Sayang. Jangan memikirkan hal yang tidak penting," ucap Alex sambil mengelus rambut panjang Hera.


"Ini," ucap Alex menyodorkan sebuah kertas yang dia ambil dari atas lemari yang ada di samping ranjang Hera.


Istrinya itu menatapnya namun tetap mengambil kertas yang di sodorkan suaminya. "Ini apa Alex?" tanya Hera saat melihat kertas bergambar warna hitam dan abu-abu .


"Itu adalah hasil USG Kim junior, kau hamil sayang. Dan sekarang usia kandungan mu sudah 19 minggu," jelas Alex sambil tersenyum cerah ke arah istrinya.


Deg.. Kim Junior. Dia hamil.. Oh Tuhan. Kejutan besar apa ini. Setelah semua yang terjadi, dia langsung di beri hadiah istimewa.. Perlahan air matanya mulai kembali meluncur dari pelupuk mata cantiknya. Hera menatap kembali foto hasil USG itu dengan seksama. Ini adalah foto anaknya. Anak yang selama ini sudah dia nanti-nanti kan...


"Alex!" panggil Hera sambil menatap suaminya. Alex kembali memeluk Hera saat dia melihat tubuh istri cantiknya itu bergetar.


"Selamat Sayang! kau akan segera menjadi seorang Ibu."


"Tapi kenapa ini ada dua?" tanya Hera kebingungan.


"Terimakasih Tuhan," batin Hera bersuara. Dia memeluk suaminya dengan sangat erat. Bahkan dia tidak bisa menghentikan air mata bahagia yang keluar dari pelupuk matanya.


****


Jika Alex dan Hera sedang berbahagia karena mendapat kejutan yang luar biasa, lain lagi dengan keluarga Go Myung Jin. Laki-laki paruh baya itu sedang pusing karena Ye-Seul terus saja menangis dan memohon kepadanya supaya dia bisa menyelamatkan Min Ji.


Brukkkk.... Ye-Seul tersungkur di atas ranjang saat Myung Jin melemparnya kasar. "Kau itu bisa diam tidak? aku juga pusing. Min Ji adalah anak kandungku. Aku sudah berusaha melakukan yang terbaik supaya dia bisa segera di keluarkan. Tapi, orang yang menangani kasus Min Ji tida bisa membiarkan Min Ji lolos begitu saja. Berapapun uang yang aku tawarkan mereka semua menolaknya." Myung Jin mengacak rambutnya frustasi.

__ADS_1


"Apa kau lupa kalau Hera juga anak ku. Dia sampai sekarang belum sadar dari komanya dan kau memintaku untuk mengeluarkan Min Ji. Kau itu punya hati atau tidak?"


Ye-Seul menatap Myung Jin marah. Dia tahu kalau kali ini situasinya sedang tidak baik-baik saja. "Hera itu tidak menganggap mu sebagai ayahnya. Dia juga tidak menganggap ada keluarga ini. Jadi kenapa kau masih sangat membelanya. Apa belum cukup selama ini dia terus melakukan hal tidak baik padamu. Dia itu tidak memiliki etika dan juga sopan santun."


Palakkkk.... Ye-Seul meringis saat dia mendapat sebuah tamparan dari Myung Jin.


"Jaga mulut kotor mu itu Ye-Seul. Kau hanya wanita murahan yang naik ke ranjang ku untuk menikmati semua kekayaan yang aku miliki," marah Myung Jin.


"Cihhh.. Kau bilang aku kotor? bukankah kau lebih kotor karena selalu bergonta ganti perempuan. Coba kau ingat-ingat! berapa banyak perempuan yang telah kau tiduri!" teriak Ye-Seul kepada Myung Jin. Dia sudah tidak bisa menahan amarah yang sudah menyala di hatinya. Otaknya terbakar sampai mendidih.


Settttt.... Myung Jin menarik rambut Ye-Seul ke belakang. Ye-Seul mendongak sambil memegangi tangan Myung Jin yang sedang menarik rambutnya. Sakit, itulah yang di rasakan Ye-Seul saat ini. Inilah sikap asli Myung Jin ketika iblis dalam dirinya keluar. Selama ini Ye-Seul bertahan karena dia ingin mempertahankan hak-hak anaknya. Semua orang tidak ada yang tahu kalau Myung Jin sebenarnya adalah laki-laki psycho ketika emosinya terpancing keluar.


"Sekalinya wanita murahan tetap saja murahan. Kau adalah penyebab semua kekacauan yang terjadi pada keluargaku. Jika saja aku tidak menikahi mu, mungkin ini semua tidak akan terjadi."


Brukkkk... Ye-Seul ambruk di atas ranjang saat Myung Jin menghempaskan rambutnya membuat dia terhempas sangat keras.


Ye-Seul menarik sudut bibirnya. Dia meremas kain besar yang menutupi ranjangnya.


"Aku akan membalas setiap perlakuan kalian kepadaku."


Ye-Seul menatap punggung Myung Jin saat suaminya itu berjalan hendak keluar dari kamar mereka. Kilatan amarah nampak sangat jelas di matanya.


"Tunggu dan lihat apa yang akan aku lakukan pada kalian."

__ADS_1


...To Be Continued....


...Hai reader. Jangan lupa like dan komentarnya ya. Thank u.......


__ADS_2