
...Untuk para pembaca setiaku, aku ucapkan banyak terimakasih karena kalian masih mantengin karya remah rengginangku sampai saat ini. Semoga kalian tidak bosan ya... Buat teman-teman Author yang lain, terimakasih atas dukungan yang selalu kalian berikan. Semoga kita semua sehat selalu dan senantiasa di limpahkan banyak rejeki. Love U buat kalian semua... 🤗🤗♥️♥️♥️...
.
.
.
.
Seperti perkataannya kemarin, Hera pagi ini sudah bersiap untuk pergi ke perusahaan ayahnya. Dia ingin memperjelas apa maksud Go Myung Jin membebaskan Annya dari penjara.
"Sayang!" panggil Alex. Dia masih setia memeluk Hera yang sedang bercermin.
"Heummm..."
"Kau yakin tidak mau aku antar?" tanya Alex. Dia sudah dari semalam membujuk istrinya supaya dia bisa ikut. Tapi Hera tetap kekeh kalau Alex belum di ijinkan untuk keluar rumah karena terlalu berbahaya.
"Kau belum sembuh total Alex, menurutlah! kali ini kau harus jadi suami yang patuh." Hera membalik badannya. Dia tersenyum sambil memberikan kecupan-kecupan ringan di bibir sang suami.
"Tapi aku ingin ikut," ucap Alex sambil memasang wajah sedih.
"Duduklah! aku akan mengeringkan rambutmu dulu, aku sudah pernah bilang untuk segera mengeringkan rambut setelah kau mandi. Kau membuat baju dan juga lantai menjadi basah Alex!"
"Kau mengomel seperti ibu-ibu Hera!"
Peletakkk... Hera menyentil dahi sang suami.
"Kau ini. Kasian para pelayan kalau harus membereskan kamar ini beberapa kali Alex. Apa salahnya kalau kau belajar rapih. Kau itu sudah dewasa, sudah tua." Hera terkekeh melihat berbagai ekspresi yang di tunjukan suaminya.
"Jangan memasang wajah seperti itu. Aku tidak akan merubah keputusanku. Kau harus cepat pulih agar kita bisa menemui Andrew segera Alex! kita tidak bisa membiarkannya lebih lama bersama Julieta, aku tidak enak kalau harus merepotkan nya terus."
Alex menarik pinggang Hera dan malah memeluknya dengan erat. "Baiklah, aku akan menurut. Tapi kau harus berjanji kalau kau akan baik-baik saja. Cepat pulang! jangan pergi kemana-mana setelah kau selesai membereskan masalah ini dengan Ayahmu langsung pulang ke rumah."
"Baiklah, aku mengerti," ucap Hera. Dia mengelus kepala suaminya lalu mengecup kepala Alex beberapa kali.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Alex saat Hera menjauh darinya dan malah memperhatikannya dengan seksama.
"Suamiku sangat tampan!" puji Hera yang membuat Alex merona. Oh ayolah, Hera sekarang sudah pandai menggoda Alex. Dia sudah tahu kelemahan suaminya. Alex tidak akan tahan jika mendengar pujian atau kata-kata manis dari sang istri.
"Aku akan berangkat sekarang. Aku janji, aku akan pulang sebelum makan siang." Hera kembali mendekati Alex lalu mengecup bibir suaminya sebelum benar-benar pergi.
"Hati-hati," teriak Alex saat mobil istrinya sudah menjauh dari halaman rumah mereka.
Empat puluh lima menit kemudian, Hera sudah sampai di area perusahaan milik ayahnya. Dia masuk ke loby perusahaan lalu naik ke lantai paling atas.
"Kalian!" kaget Hera saat melihat Hye Mi dan Min Ji sedang duduk di ruang tunggu yang ada di depan ruangan ayah mereka.
"Kak! kita mau menemui Ayah bersamamu," ucap Hye Mi sambil berdiri . Dia langsung berjalan mendekati Hera di ikuti Min Ji di belakangnya.
"Kak Hera! maafkan aku, selama ini aku tidak tahu kalau Ibu Ye-Seul telah bermain gila bersama Ayah di masa lalu. Aku selalu bertanya-tanya kenapa Kakak selalu membenci kami. Aku sungguh tidak tahu Kak. Maafkan aku," ucap Min Ji sambil menunduk dalam. Tangannya sudah mengeluarkan keringat dingin. Dia juga meremas tangan Hye Mi yang sejak tadi dia genggam.
"Fyuhhhhhh..." Hera menghembuskan nafasnya kasar. Dia tahu, Min Ji dan Hye Mi sama sekali tidak terkait dengan urusan Ye-Seul juga ayahnya di masa lalu. "Aku tahu, kau bisa mengangkat kepalamu. Kita akan menemui Ayah bersama."
Min Ji mengangkat kepalanya. Dia tersenyum saat melihat Hera tersenyum tipis kepadanya. " Terimakasih Kak," ucap Min Ji sambil memeluk Kakak pertamanya itu.
"Kalian tidak sekolah?" tanya Hera.
"Aku hari ini mengambil kelas siang Kak. Sementara Min Ji, dia memutuskan untuk berhenti sementara, dia akan pindah sekolah ke Kanada secepatnya."
"Ohhh, benarkah?"
Min Ji mengangguk.
"Sebaiknya kita segera temui Ayah."
Brakkkk... Myung Jin tersentak saat mendengar pintunya di banting dengan keras oleh seseorang.
Hera, Hye Mi dan Min Ji berjalan dengan angkuh ke dalam ruangan ayah mereka.
Air muka mereka dingin dengan tatapan mata yang tajam.
__ADS_1
Brakkk.... Hera menggebrak meja ayahnya. Sementara Min Ji dan Hye Mi berdecak pinggang di belakang Hera sambil menatap horor Myung Jin.
"Go Myung Jin. Apa kau benar-benar Ayahku?" tanya Hera dengan mata yang berkilat marah.
"Apa maksudmu dengan membebaskan Lee Annya dari penjara hah? kau sudah lupa kalau dia sengaja ingin mencelakai ku? apa kau tidak pernah menganggap ku sebagai anakmu?"
"Hera dengarkan ayah!" ucap Myung Jin. Dia berdiri dari duduknya lalu berjalan mengitari meja dan berhenti tepat di depan Hera.
"Cihhhh , jangan sok akrab! aku tidak sudi kau sentuh tanganku dengan tangan kotor mu itu." Hera mendengus, dia berjalan mundur menjauhi Myung Jin.
"Kak Hera benar Ayah, kau bahkan membiarkan wanita busuk itu menempati kamar Kak Hera," cicit Min Ji .
"Dia Kakak kalian," ucap Myung Jin.
"Aku tidak mau memiliki Kakak sepertinya Ayah. Dia jahat," ucap Hye Mi.
"Dia sudah mengatakan kalau dia akan berubah Hye Mi. Dia sudah bilang kalau dia menyesal karena telah berbuat seperti itu kepada Hera."
"Aku tidak percaya kalau kau selemah ini Myung Jin. Kau mengatakan kalau kau menyayangi kami, tapi kau sendiri selalu berbuat sesuka hatimu tanpa meminta pendapat kami terlebih dahulu. Kau pikir dengan sikap mu ini kami bisa diam saja hah? tidak." Hera kembali menyemburkan kata-kata pedas nya kepada Myung Jin.
"Ayah bisa apa Hera? ayah juga memiliki tanggung jawab kepadanya. Dia juga anak ayah."
"Sekarang Ayah putuskan! Ayah akan memindahkan Annya ke rumah lain atau kami yang akan pergi," ucap Min Ji sambil menatap Hye Mi. Hye Mi mengangguk. Dia juga tidak ingin satu atap dengan Annya.
"Kau lihat Myung Jin, bahkan mereka saja tidak suka berada satu kandang dengan kadal busuk mu itu, jadi sekarang keputusan ada di tangan mu. Atau kau berikan saja kadal kesayangan mu itu padaku. Aku akan membuatnya menyadari bahwa dia tidak pantas menempati rumah bahkan menempati kamar lamaku. Kau tahu, kamar itu menyimpan banyak kenangan aku dan Ibu, tapi dengan mudahnya kau membiarkan dia menempati kamarku."
"Sekarang tentukan, kau akan membuatnya keluar dari rumah itu atau tidak?" teriak Hera yang sudah habis kesabaran.
"Maafkan Ayah Hera."
"Baiklah, kalau begitu bersiaplah untuk menerima kehancuran mu Myung Jin."
Hera berjalan melewati Myung Jin di ikuti Hye Mi dan juga Min Ji.
Brakkkkk... Myung Jin menggebrak meja kerjanya. "Sialllll!!!!" umpat Myung Jin dengan amarah yang sudah meluap-luap.
Myung Jin adalah kepala keluarga, tapi kenapa dia di perlakukan semena-mena oleh ketiga anak perempuannya.
__ADS_1
...To Be Continued....
...Hai reader jangan lupa like dan komennya ya. Thank you....