
Sebelum mulai baca.. Jangan lupa jempolnya ya.. Kasih ratting 5 kalau kalian menyukai cerita ini. Dan author rengginang ini akan sangat bahagia kalau kalian mau nabur bunga juga..😁😘🤗
Happy reading semuanya..
Tok
Tok
Tok
"Masuk!" seru Alex dari dalam ruangannya. Wohyun masuk bersama seorang wanita cantik di sampingnya. Wanita itu memiliki kulit yang putih, tubuh proporsional dan juga wajah yang cantik.
"Alex ini adalah orang perwakilan dari perusahaan A. Dia kemari karena ingin mendiskusikan pekerjaan dengan mu."
Alex mengangkat kepalanya saat mendengar penuturan dari Wohyun. Dia tadi memang sedang fokus menatap monitor laptopnya jadi tidak sempat melihat siapa yang masuk.
"Selamat pagi Tuan," sapa wanita cantik itu sambil membungkuk ramah. Alex hanaya mengangguk. Dia melirik istrinya sekilas lalu berdiri dan berjalan mendekati Wohyun dan wanita itu.
"Senang bertemu dengan mu Samantha."
Samantha yang salah mengartikan ucapan Alex langsung menghambur ke pelukan laki-laki yang menjadi partner bisnisnya itu. Hera yang mendengar nama tidak asing di sebutkan lantas mengangkat kepalanya lalu melihat ke arah sumber suara. Dia langsung membulatkan matanya saat pupil mata nya melihat adegan tidak wajar sedang terjadi.
Wohyun sudah sangat ketakutan saat melihat Hera berdiri dari kursinya lalu berjalan mendekati Alex yang sedang berusaha untuk melepaskan pelukan Samantha.
Settttt.... Syuhhhhh ... Hera menarik tangan Samantha lalu menghempaskan nya dengan sangat kuat. Aura di wajahnya sungguh tidak enak untuk di lihat. Alex yang kala itu merasakan hawa dingin dan juga suasana yang mencekam langsung mundur satu langkah. Dia tidak ingin menenangkan istrinya atau berusaha untuk memadamkan api dalam hati istrinya itu. Alex hanya akan memantau sejauh mana istrinya bertindak saat dia sedang marah seperti sekarang ini.
Glekkk... Wohyun menelan salivanya susah payah saat Hera mulai mendekati Samantha.
__ADS_1
"Kau Samantha? mantan pacarnya Alex?" tanya Hera yang membuat Alex dan Wohyun membelalakkan matanya tidak percaya. Ini gawat, kenapa Hera tahu kalau Samantha itu mantan pacarnya Alex.
"Aku Hera. Go Hera," ucap Hera dengan nada penuh penekanan. " Kau pasti tahu siapa aku bukan? dengarkan aku Samantha! kau itu cantik. Kau memiliki bodi yang eumhhhh lumayan seksi, tapi jangan pernah berpikir kalau tubuhmu ini bisa menggoda semua pria."
"Apa kau tergoda Wohyun?" Wohyun langsung menggeleng dengan cepat.
"Apa kau tergoda Alexander Kim?" tanya Hera dengan pupil mata membesar.
Glekkk... Alex pasrah. Hera bahkan sudah menyebutkan nama panjangnya. Itu artinya dia juga tidak akan lolos.
"Jawab!" pekik Hera yang membuat Alex dan Wohyun terperanjat.
"Tidak, aku tidak tergoda dan tidak akan pernah tergoda."
Hera tersenyum menyeringai. Dia kembali menatap Samantha yang kini sedang menunduk. Wajahnya sudah memerah karena marah. Bahkan kedua tangannya sudah terkepal di samping tubuhnya. Samantha mendongakkan wajahnya hendak berbicara kepada Hera. Namun, baru saja dia akan membuka mulut, Hera sudah memberikan reaksi yang kurang menyenangkan.
Alex langsung menghampiri Hera lalu memegang kedua bahu nya. Dia ingin membawa Hera ke kamar mandi, namun Hera langsung menolaknya. Dia memang merasa sangat mual. Tapi dia tidak ingin kemana-mana. Dia hanya butuh pelukan dari Alex itu saja sudah cukup.
"Kau boleh membahas pekerjaan dengan Samantha, tapi biarkan Wohyun tetap ada di sini." Hera membenamkan wajahnya di dada sang suami. Sementara Alex dia mengangguk lalu mengisyaratkan Wohyun dan Samantha untuk duduk di sofa supaya mereka bisa membahas pekerjaan dengan nyaman.
"Kamarilah!" ucap Alex sambil menuntun Hera untuk duduk di sofa. Dia duduk lebih dulu, lalu membiarkan Hera duduk di pangkuannya sambil memeluknya erat.
"Maaf kalau kau tidak nyaman Samantha. Istriku memang sedang mengandung, mungkin ini adalah morning sicness yang sedang dia rasakan. Aku harap kau tidak tersinggung."
Hera yang mendengar itu langsung menempelkan telapak tangan nya di pipi Alex. Di bilang menampar bukan, di bilang mengelus juga bukan, pukulan itu tidak terlaku keras tapi tidak terlalu lembut juga. Hera memang sedikit tidak suka karena Alex meminta maaf pada wanita penggoda yang ada di hadapannya.
Alex yang seakan mengerti dengan sikap sang istri langsung membetulkan posisinya supaya Hera bisa memeluknya dengan nyaman. Entah apa yang sedang dia lakukan, dia malah bersandar pada sandaran sofa dan malah fokus mengelus punggung Hera . Sementara Hera, wanita hamil itu sedang sibuk mengendus leher Alex sambil mengusap-usap dada Alex yang selalu membuatnya merasa lebih nyaman.
__ADS_1
Samantha menatap tidak suka adegan yang ada di hadapannya. Kenapa dia harus melihat adegan romantis suami istri ini. Dia sengaja menawarkan diri kepada atasannya untuk menghandle proyek yang sedang mereka jalankan bersama perusahaan Alex. Tadinya dia ingin mencoba mendekati Alex lagi. Dulu dia meninggalkan Alex karena Alex terlalu cuek dan terlalu dingin padanya. Tapi sekarang, dia malah di suguhkan pemandangan seperti ini. Sungguh sangat menjengkelkan.
"Mulailah!" titah Alex tanpa merasa berdosa. Wohyun yang ada di antara mereka langsung membuka dokumen yang akan mereka bahas. Dia sama sekali tidak Heran dan tidak merasa sungkan melihat adegan mesra yang sedang berlangsung di hadapannya. Dulu Hera memang sangat pemalu. Dia bahkan tidak pernah mau menunjukan kemesraan di depan banyak orang. Tapi sekarang, dia sudah seperti perangko yang terus menempeli Alex kemanapun laki-laki itu pergi.
Huekkkk.... Hera kembali membekap mulutnya saat mendengar suara Samantha yang sedang menjelaskan detail kontrak kerja sama yang akan mereka lakukan. Samantha sudah sangat jengah. Dia menggeram di dalam kerongkongan nya. Ini benar-benar gila. Dia sama sekali tidak tahu apakah Hera melakukannya dengan sengaja atau dia memang benar-benar mual.
"Mau teh hangat?" tanya Alex lembut. Sikap hangat Alex dan perhatiannya kepada Hera membuat Samantha semakin meradang. Bahkan dulu , saat mereka masih berpacaran, jangan kan perhatian, berbicara sambil menatap matanya saja tidak pernah.
"Aku mau jus strawberry Alex," ucap Hera. Dia masih memejamkan matanya berusaha untuk meredam mual yang semakin lama semakin tidak bisa dia tahan.
Wohyun yang sudah mengerti langsung keluar untuk memberitahu sekertaris Alex supaya sekertaris nya itu bisa membelikan jus strawberry yang Hera minta. Setelah selesai, dia kembali ke meja yang tadi.
Samantha melanjutkan apa yang harus dia sampaikan. Belum sempat dia membuka mulut, Hera sudah kembali ingin memuntahkan isi perutnya. Samanta hanya menampakan wajah bodohnya saat melihat Alex berlari mengejar Hera yang sudah menghilang dari pandangannya.
"Maaf Nona Samantha. Sepertinya pembahasan kita kali ini sampai di sini saja dulu, kita akan mengatur waktu di lain hari untuk penandatanganan kontrak dan yang lainya."
Samantha mendengus mendengar ucapan Wohyun. Dia menutup dokumennya dengan kasar lalu memasukannya ke dalam tas yang dia bawa. Wohyun hanya mengangkat bahunya acuh ketika melihat raut wajah kesal yang di tunjukan oleh Samantha.
"Kau salah sasaran Nona."
...To Be Continued....
...Hayo jangan lupa like dan komentarnya. Terimakasih karena selalu membaca novel ini. Semoga kalian sehat selalu. Salam sayang dari author rengginang.....
Anggaplah ini Samantha.... 😂😂😂
__ADS_1