THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Gangguan Kejiwaan


__ADS_3

Sebelum mulai baca.. Jangan lupa jempolnya ya.. Kasih ratting 5 kalau kalian menyukai cerita ini. Dan author rengginang ini akan sangat bahagia kalau kalian mau nabur bunga juga..😁😘🤗


Happy reading semuanya..


Ye-Seul menatap Min Ji dari balik kaca yang menjadi pembatas untuk mereka berbicara dengan tatapan yang sendu. Matanya berkaca-kaca. Tidak ada ekspresi dari wajah anak bungsunya. Min Ji hanya menunjukan wajah dingin dan juga tatapan mata yang kosong. Kulit putih di wajahnya kini malah terlihat menakutkan. Wajahnya lebih tirus dari sebelumnya. Dia tidak terlihat baik-baik saja.


"Min Ji Sayang!, maafkan ibu. Ibu sudah berusaha melakukan segalanya. Bahkan ibu juga sudah membujuk Ayah mu. Dia juga sudah berusaha sayang, tapi orang-orang yang menangani kasus mu berbeda dengan orang-orang yang menangani kasus Annya. Kita tidak bisa melakukan apa-apa. Di tambah lagi Hera belum sadar. Ini makin mempersulit mu."


Min Ji langsung menatap Ye-Seul saat dia mendengar nama Hera. "Akhhhhhh," pekiknya sambil mencengkram kuat kepalanya kala itu. "Aku tidak membunuhnya. Bukan aku yang menyebabkan dia seperti itu."


Brughhhhh... Brughhhh....


Min Ji mulai membenturkan kepalanya ke atas meja. Beberapa petugas yang ada di balik pintu ruangan yang sedang Min Ji tempati langsung masuk dan memegangi kedua tangan Min Ji. Gadis malang itu masih meronta-ronta. Dia masih terus mengeluarkan kata-kata yang sama.


"Min Ji! kamu kenapa sayang. Apa yang terjadi?"


Brakkk... Brakkkk... Ye-Seul memukul kaca yang ada di hadapannya beberapa kali. Hatinya hancur melihat Min Ji menjerit dan bertingkah seperti orang yang hilang akal. Kenapa anak gadisnya harus bernasib malang seperti ini. Kenapa dunia tidak adil padanya. Apa belum cukup ibunya di ambil saat dia masih bayi. Kenapa dia terus di berikan ujian seperti ini.


"Nyonya tenanglah!" ucap salah seorang penjaga yang ada di sana. Dia memegang bahu Ye-Seul dan membawanya keluar dari ruangan itu. Min Ji juga sudah tidak ada. Beberapa petugas kesehatan menyuntikan sesuatu kepadanya dan setelah itu dia lebih tenang namun pada akhirnya terkulai lemas dan tidak sadarkan diri...


Ye-Seul berlari untuk menemui seseorang yang memang bisa dia temui. Ya. Dia menemui kepala lapas di tempat anaknya di kurung. "Apa yang kalian lakukan pada Min Ji?" teriak Ye-Seul akhirnya. Wanita dengan setelan rapih di hadapannya tidak menunjukan ekspresi apapun. " Kita harus memindahkan anak Anda ke ruangan khusus. Sepertinya dia terlalu tertekan sampai akhirnya dia menunjukan gejala kejiwaan seperti tadi."


Deg.. Min Ji... Maksud wanita elegan ini Min Ji gila bukan? tidak ini tidak mungkin. Min Ji nya anak yang kuat. Min Ji tidak mungkin gila. "Apa maksud Anda? kenapa Anda mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal. Anakku tidak mungkin gila."


"Maafkan saya Nyonya. Saya tidak memiliki wewenang atas hal ini. Saya permisi," ucap nya sambil berlalu melewati Ye-Seul yang sedang menangis sambil memegangi dadanya.

__ADS_1


Hancur. Ye-Seul hancur se hancur-hancur nya. Anak yang dia besarkan dengan kasih sayang layaknya seorang ibu kandung kini kehilangan kewarasannya. Ye-Seul tidak bisa menerima ini.


"Annya. Wanita busuk itu. Lihat apa yang akan aku lakukan."


Sementara di tempat lain. Di sebuah kamar inap rumah sakit. Seorang wanita cantik sedang tersenyum sambil menatap suaminya yang kini sedang mengeringkan rambutnya dengan sebuah handuk kecil. Ya. Hera memang sudah lebih baik. Dia sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa karena sudah tidak ada kabel selang atau apapun yang menempel di tubuhnya.


"Alex!" panggilnya lembut sambil memegangi kedua sisi kaos yang di kenakan suaminya. Alex menunduk dan menatap istrinya lembut. "Ada apa Sayang?" tanya nya. Dia kembali fokus menggosokkan handuk ke rambut istrinya.


"Kau tidak merindukan ku," tanya Hera sambil mengedipkan sebelah matanya. Alex di buat jantungan. Bukan karena pertanyaan nyeleneh istrinya. Tapi karena Alex tau apa yang di maksud dengan kata merindukan, bukan tidak merindukan Hera, bahkan pagi ini dia di buat panas dingin lantaran istri cantiknya itu meminta dia untuk memandikannya. Alex bukan laki-laki bejad. Dia tentu tahu kalau dia masih belum bisa menyentuh istrinya. Bukan hal yang mudah menahan hasrat seorang laki-laki selama tiga bulan terakhir ini. Dan pada saat Hera sengaja menggodanya jelas saja dia merasa sangat tersiksa.


"Kau mulai nakal sayang!" ucap Alex sambil mencubit hidung istrinya. Hera malah tersenyum , dia menelusupkan tangannya ke belakang pinggang Alex. Hera memejamkan matanya saat dia merasakan kehangatan dan juga menyesap aroma wangi yang keluar dari tubuh suaminya.


"Aku mencintaimu sayang," ucap Hera tulus.


"Aku lebih mencintaimu," jawab Alex. Dia mengusap kepala Hera lembut. Hera yang sedang duduk di atas ranjang dan Alex yang sedang berdiri, membuat posisi nya semakin nyaman karena dia bisa membenamkan wajahnya di perut Alex.


Hera mengangguk." Suapi," cicitnya dengan suara manja.


Alex tersenyum kemudian menarik tubuhnya dan menyuruh Hera untuk duduk di atas ranjang rumah sakitnya. Hari ini sarapan Hera adalah sup bayam dan juga ikan makarel panggang. Alex sedikit terkekeh saat dia mulai menyumpit daging ikan makarel itu. Dia teringat kembali pada saat Hera membuat dapur mereka berantakan karena ingin membuatkannya makarel panggang.


"Kenapa?" tanya Hera pada suaminya.


"Tidak. Tidak ada apapun. Buka mulut mu," titah Alex saat dia menyodorkan makanan di depan istrinya. Hera hanya mengangguk , dia melakukan perintah suaminya dengan baik.


Belum sempat sarapannya habis. Pintu ruang kamar inap Hera terbuka.

__ADS_1


"Kakak!" pekik Angel dengan sura lantang. Dia bahkan berlari dan menerobos melewati Jessica dan Tae Jun tanpa memperdulikan kedua orang tuanya yang sedang menatapnya horor.


"Aku merindukan mu Kak," ungkapnya. Dia langsung memeluk Hera. Tidak terasa air matanya jatuh begitu saja. Dia sangat bahagia saat ini.


"Aku juga merindukan mu Angel."


"Minggir! Mama juga ingin memeluk menantu mama. Alex jahat. Dia tidak memberitahu mama kalau kamu sudah siuman. Padahal kemarin mama ingin ke sini , tapi Alex mati-matian melarang mama." Jessica menarik bahu Angel lalu memeluk menantunya penuh kasih sayang. Dia sangat terharu. Perasaannya campur aduk saat ini.


Alex hanya tersenyum ketika mendapat umpatan dari mamanya. Dia sengaja tidak memberitahu siapapun tentang Hera kemarin, karena dia tidak ingin semua orang bersikap heboh dan berlebihan. Hera baru siuman dan Alex tidak ingin ada keributan, Heranya harus istirahat dengan baik.


"Papa senang karena kamu akhirnya sadar Nak. Alex sudah seperti patung berjalan saat kamu masih tidak sadarkan diri."


Hera melirik suaminya. Alex tersenyum kikuk. Dia menatap ayahnya seolah dia ingin mengatakan kalau Tae Jun tidak perlu mengatakan hal-hal seperti itu.


"Kalian kesini hanya untuk membuat keributan. Hera tidak akan bisa istirahat jika kalian datang lebih awal."


"Akhhh...Hera meringis sambil memegangi perutnya.


Semua orang mendadak panik. Alex menyimpan mangkuk nasi yang sedang di pegangnya ke atas meja. Dia lekas memegang bahu Hera dan meraba perut istrinya. "Apa yang terjadi?" tanya Alex dengan raut wajah khawatirnya.


Hera mendongak sambil tersenyum yang mana itu membuat semua orang ke bingungan. Sebenarnya ibu hamil ini kenapa. Dia kesakitan atau malah sebaliknya.


"Baby twins mulai bergerak Alex," ucap nya akhirnya...


...To Be Continued....

__ADS_1


...Jangan lupa like dan komentarnya ya. Thank u... Saranghae......


__ADS_2