THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Putus


__ADS_3

Sebelum mulai baca.. Jangan lupa jempolnya ya.. Kasih ratting 5 kalau kalian menyukai cerita ini. Dan author rengginang ini akan sangat bahagia kalau kalian mau nabur bunga juga..😁😘🤗


Happy reading semuanya..


"Kita putus Kak."


"What?" pekik Hera dan Sara bersamaan. Mereka menatap Angel dengan mata yang membulat sempurna. Bagaimana? apa yang terjadi....


"Apa kau serius Angel?" tanya Hera. Angel mengangguk mantap, dia tersenyum namun Hera tahu kalau senyuman yang Angel berikan bukanlah senyuman yang tulus. Adik iparnya ini sedang menutupi isi hatinya yang sebenarnya..


"Jangan menyembunyikannya dariku Angel," ucap Hera sambil menarik tubuh Angel ke dalam pelukannya. "Aku tahu kau sedang tidak baik-baik saja. Tidak apa, katakan semuanya pada kita! siapa tahu hatimu akan lebih baik setelah kau membagi apa yang kau rasakan."


"Huaaaaaaaa..... Hikssss... Dia, laki-laki itu, maksudku Erick, dia mengatakan kalau hubungan kita tidak akan berhasil." Angel berbicara dengan air mata yang bercucuran. Dia memang selalu berusaha untuk menutupi ini dari orang-orang di sekitarnya, dia malu. Ini adalah kali pertamanya dia merasakan yang namanya jatuh cinta, tapi dia harus di patahkan oleh cinta itu sendiri. Rasanya sakit , dia tidak ingin ini semua terjadi, tapi dia juga tidak mungkin memaksa Erick untuk terus ada bersamanya bukan. Sebuah hubungan juga pilihan, Erick berhak menentukan pilihannya sendiri.


"Menangislah! menangis sampai kau puas dan kau merasa semua beban yang ada di dalam hatimu berkurang sedikit demi sedikit. Aku tahu ini tidak mudah."


Sara hanya menatap nanar dua wanita yang kini sedang berpelukan di hadapannya. Terbersit di dalam hatinya rasa takut untuk memulai sebuah hubungan. Dia pikir cinta itu adalah hal mudah dan hanya meninggalkan sebuah kisah cinta yang manis dan romantis. Tapi jika dia melihat wanita cantik nan tangguh kini sedang menangis tersedu-sedu di depannya, dia yakin kalau apa yang dia impikan selama ini adalah sebuah kehaluan yang tidak berdasar. Cinta itu bullshit.


"Kakak! kenapa Erick sangat tega padaku Kak? apa salahku? selama ini aku tidak pernah melakukan hal-hal yang bisa membuatnya marah, tapi kenapa dia memutuskan ku dengan alasan seperti itu." Angel masih terus meraung di pelukan kakak iparnya.


Hera menarik nafas panjang lalu menghembuskan-nya perlahan. "Angel Sayang! kau mencintai Erick?"


Angel mengangguk. Tentu saja dia sangat mencintai laki-lakinya. Kalau tidak, untuk apa dia menangis dan bersedih seperti sekarang ini.


Hera melepas pelukan mereka. Dia memegang kedua bahu Angel lalu mengangkat tangannya untuk mengangkat dagu adik iparnya itu. "Kalau kau memang mencintainya, ushakan. Berusahalah untuk mendapatkan kembali cintamu itu. Bicarakan dengan baik apa yang membuatnya memutuskan hubungannya dengan mu. Alasannya terlaku klise Angel. Ceritanya masih belum selesai. Dia masih memiliki pengertian lain tentang apa yang dia bicarakan padamu. Kau tahu kan bagaimana usaha Alex untuk mendapatkan cintaku?"


Angel menatap lekat mata coklat milik kakak iparnya. Hera mengusap air mata yang mengalir di pipi Angela. Adiknya itu sudah berhenti mengais namun dia masih sesenggukan.

__ADS_1


"Tapi aku perempuan Kak. Kak Alex laki-laki. Jelas-jelas kami berbeda dalam hal ini."


Hera tersenyum. "Tidak ada perbedaan Gender dalam hal memperjuangkan cinta Angel. Kita semua sama, laki-laki maupun perempuan kita sama-sama memiliki hati dan cinta. Tidak ada yang membedakan perasaan itu. Jika kau memang mencintainya, perjuangkan cintamu. Kalau kau sudah berjuang tapi kau masih tidak memiliki nya berarti kalian memang belum jodoh."


Angela mengangguk. Dia mengusap air mata di pipinya. "Baiklah Kak. Aku akan mencobanya. Tapi jika dia masih tetap tidak ingin kembali, aku akan berhenti. Aku tidak akan mencintai siapapun lagi."


Sara tersenyum. Ternyata cinta bisa membuat orang pintar menjadi bodoh. Orang baik menjadi tolol dan orang berpendidikan menjadi hilang akal. Apa dia juga akan mengalami ini? tapi jika bisa memilih, untuk sekarang dia akan menghindari yang namanya cinta. Dia tidak ingin hidupnya ribet njelimet dan tidak karu-karuan.


Setelah mereka mengobrol cukup lama. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Alex juga sudah kembali, jadi Hera tidak sendirian lagi.


Hari berlalu begitu cepat. Pagi ini, Alex dan Hera sudah membuat janji dengan salah satu dokter kandungan terbaik di rumah sakit itu. Ya, Alex memang tidak akan main-main dalam hal menjaga dan merawat buah hatinya meskipun mereka belum lahir.


"Alex!" panggil Hera lembut. Laki-laki yang dia panggil menoleh. Mereka sedang menunggu giliran di ruang tunggu. Alex sudah meminta Hera untuk membuat janji khusus. Tapi dia menolak dan mengatakan kalau dia ingin di perlakukan seperti ibu hamil yang lain. Tidak perlu berlebihan. Asal anak mereka sehat, menurut Hera hal-hal yang terlalu tidak harus di lakukan.


"Ada apa sayang? kau gugup hmmm?" tanya Alex sambil mengelus kepala Hera lembut. Dia tahu, selama ini Alex selalu rutin melakukan pemeriksaan dan rajin USG satu bulan sekali. Tapi pada saat dia melakukannya, Hera masih dalam keadaan tidak sadar, jadi wajar kalau Hera merasa gugup ketika akan bertemu dokter kandungan untuk pertama kalinya.


"Nyonya Go Hera!" panggil seorang perawat. Hera menoleh. Dia kembali menatap suaminya dengan wajah memelas.


"Aku akan menemanimu," ucap Alex.


Akhirnya mereka masuk. Hera di persilahkan untuk berbaring di sebuah hospital bad yang ada di ruangan itu.


"Selamat pagi Nyonya Hera. Apa kau sudah semakin baik?" tanya dokter wanita padanya. Hera mengangguk sambil tersenyum.


"Maaf ya... Saya akan mulai melakukan USG nya."


Hera sedikit terperanjat saat merasakan tangan seorang perawat mengangkat baju rumah sakit yang dia kenakan lalu menurunkan sedikit celananya.

__ADS_1


"Tenang Nyonya. Ini adalah hal biasa. Tidak perlu malu, lagipula kita semua permpuan kok. Kecuali suami Anda."


Hera menoleh ke arah suaminya. Alex sedang duduk di belakang dokter itu sambil memperhatikan Hera dan juga memperhatikan monitor yang akan memperlihatkan bayi-bayi kecil dalam perutnya. Hera mengangguk saat Alex mengisyaratkannya untuk tenang.


"Kita mulai ya Nyonya," ucap dokter itu lagi.


Perlahan Hera bisa merasakan sebuah cairan dingin seperti gel membasahi area bawah perutnya. Dia merasa agak geli namun sebisa mungkin dia menahannya dan mencoba untuk lebih rileks.


"Ini suara detak jantungnya."


Hera menitikkan air matanya. Entah kenapa suara detak jantung bayi-bayi nya membuatnya sangat bahagia , takjub dan juga ingin menangis dalam waktu yang bersamaan.


"Maafkan saya Dok," ucap Hera sambil menyeka air matanya.


"Tidak apa. Ini hal biasa, Anda pasti baru pertama kali mendengar suara detak jantung bayi-bayi Anda bukan?" Semuanya bagus. Anda bisa lihat , baik kepala, jari-jari tangan dan juga jari-jari kakinya berkembang dengan sangat normal. Air ketubannya juga cukup. Nyonya harus banyak makan buah dan sayur. Minum air putih yang banyak dan juga jangan lupa minum susu. Itu sangat baik untuk pertumbuhan gigi dan tulang bayi Anda. Di karenakan bayi anda kembar. Jadi mungkin semakin bertambahnya usia kandungan Anda, Anda akan semakin kesulitan."


Hera hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Tolong di jaga istri dan bayi-bayi nya Tuan. Dia sedang membutuhkan perhatian lebih. Mulailah untuk mengajak mereka mengobrol dan mendengarkan cerita-cerita anak-anak. Meskipun mereka belum lahir, tapi mereka sudah bisa mendengar suara kita. Dan semakin Anda rajin berbicara kepadanya, dia akan semakin tahu dan akan semakin pintar membedakan mana suara Ayahnya dan mana suara orang lain."


"Anda ingin tahu jenis kelamin anak Anda sekarang?" tanya dokter itu pada Alex dan Hera.


"Kami sudah bisa mengetahuinya?" tanya Alex dengan mata berbinar-nya.


Lagi-lagi dokter itu mengangguk...


...To Be Continued....

__ADS_1


...Hayo jangan lupa like dan komentarnya. Terimakasih karena selalu membaca novel ini. Semoga kalian sehat selalu. Salam sayang dari author rengginang.....


__ADS_2